
--**Selamat datang di kelas 6--
--Belajar yang semangat jangan malas**--
Saat itu, aku menduduki sebuah bangku baru di tengah-tengah. Dan juga tak pernah lepas dari samping ku, Sira yang terus ngotot ingin duduk sebangku dengan ku di kelas karena dia bilang dia sudah nyaman dengan ku. Aku juga tidak melarang dan kupikir jika hal itu dapat membuat Sira nyaman, dan selama tidak mengacau apapun aku akan selalu oke. Sedangkan Ben dan Rival kali ini duduk berpisah, biasanya juga mereka tak bisa dipisah dan kali ini mereka mencoba untuk tidak duduk bersama. Berbeda dengan ku, aku akan tetap menerima duduk dengan siapa saja. Tanpa terkecuali Nala, gadis itu mendapat tempat kurang aman di depan Ben dan Rival, tentu saja aku cukup cemas karena selama 6 bulan kemarin sebelum naik kelas. Nala sudah di jahili dan di bully begitu sering, dan untunglah Luna selalu siap siaga dengan gangguan kedua sahabatku juga kelakuan bodoh Sira yang menjadi komandan dalam aksi itu. Aku sudah lelah menegur mereka bertiga untuk tidak menganggu Nala. Tetapi mereka bertiga malah menjawab ku dengan perkataan pedas dan kasar. Jujur saja, sekarang hubungan ku dengan Ben dan Rival tengah renggang karena hal berat ini.
Dan syukurlah Luna selalu berada di dekat nya. Dan tahun ini, mereka duduk berdua. Luna gadis yang tegas namun juga galak, dia saja pernah menampar ku karena aku tidak bisa apa-apa ketika teman-temanku menganggu ketengan Nala.
Sebenarnya aku juga tidak tega dengan Nala.
Namun apa boleh buat, aku tidak bisa melakukan aksi sepihak dan aku menghindari konflik seperti ini dengan kedua sahabatku.
"Haah menarik sekali, memang angkatan tahun kemarin harus merangkai origami untuk tirai jendela?"
Aku membuyarkan semua lamunan dan pikiran ku tentang Nala dan penderitaan nya dan menoleh pada Sira yang masih duduk di samping ku tetapi memperhatikan gantungan origami burung yang menjuntai-juntai di jendela bergoyang ditiup angin musim panas. Musim panas, jadi teringat dengan tour sekolah. Mungkin tahun ini akan di adakan tour sekolah dan akan ditutup dengan acara yang berlokasi di pinggiran pantai. Semoga saja, karena aku menyukai laut, suasana nya begitu mampu membuatku mudah terbuai karena lambaian angin nya yang memabukkan.
"Selamat pagi anak-anak!!"
Bapak Kama lagi?. Beliau kembali menjadi wali kelas kami?. Hal yang cukup membahagiakan, karena aku juga menjadikan beliau guru favorit ku di kelas.
"Kita akan segera melaksanakan tour sekolah"
Benar seperti apa dugaan ku, di tahun pertama kelas 6 selalu akan di adakan tour sekolah. Memang hal ini sudah menjadi tradisi. Dan setelah itu kami akan fokus membahas pelajaran dan mempersiapkan ujian nasional.
"Kalau boleh tahu kita akan kemana?!"
"Kita akan belajar tentang observasi laut!"
"hah? Jangan-jangan?!"
Aku tersenyum senang, pasti akan menuju AquaSea. Tempat dimana berbagai macam spesies hewan laut yang di rawat dan di asuh dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Bahkan hewan laut langka juga di kembangbiakan kembali untuk mencegah kepunahan mereka.
Bapak Kama memberikan kami formulir untuk di isi oleh orang tua dirumah tentang izin tour sekolah kami. Dan aku yakin ibu pasti akan sangat setuju, aku juga berencana akan meminta beberapa roti nanti. Untuk bekal tentunya.
Hari yang kunanti akhirnya tiba, kami sudah siap di depan gerbang sekolah dengan masing-masing bekal yang di bawa karena ketempat AquaSea memakan perjalanan selama 1 jam. Ibu menyiapkan jaket tebal di ransel ku padahal aku sedang memakai sweater berwarna merah bata dengan gambar kartun hiu yang tidak seram pastinya. Dan hari ini sepertinya mood kedua sahabatku nampak baik karena kami berbincang hangat mengenai perjalanan tour yang menyenangkan ini. Merupakan pengalaman pertama ku karena aku juga belum pernah pergi ke AquaSea padahal aku pernah membujuk ibu untuk kesana, tapi ibu selalu menolak dengan berbagai alasan tak masuk akal. Aku tersenyum saat teringat kembali hal itu.
"Apakah kau mau melihat hiu putih koleksi terbaik disana?"
"Apa?!"
"Kalian mau sampai kapan begini terus sih?, awas ya Ben. Entar aku kumpulin sama kawanan paus baru tau rasa"
Aku dab Ben yang tengah asyik bercanda menongak pada sumber suara. Ya, itu Sira yang tersenyum ke arah kami dengan setelan kaos lengan pendek berwarna biru muda dan celana jeans yang terlalu pendek.
"Apa yang kau pakai ini?"
Rival menepuk area paha Sira yang terpampang jelas, membuat gadis itu mengaum menjewer telinga Rival pelan. Dia mengatakan bahwa ini gaya modern yang tengah di gandrungi para girlband. Aduh, aku sama sekali tidak tahu menahu dengan hal itu.
"Yoko!! Aku duduk dengan mu ya di bus!"
"Ehh tidak bisa! Yoko sudah janji duduk dengan ku!"
Aku tak menyangka kali ini Sira ingin duduk dengan ku lagi, dia tengah beradu mata dengan Ben. Sedangkan Rival menengahi.
"Kenapa kau selalu ingin di dekat Yoko? Kau menyukai yoko ya?"
Tiba-tiba Sira menoleh cepat ke arah Rival yang tersenyum angkuh. Ya itu ciri khas Rival, anak lelaki yang irit kata suka bicara pedas kadang juga kasar, pembawaan nya kalem dan juga menjadi idola sekolah. Dia adalah putra pemilik perusahaan elekteronik tapi dia tidak hidup bergelimang harta bersama orang tua. Dia tinggal bersama nenek nya di daerah ku, meski begitu dia begitu menyayangi nenek nya yang suka sekali berkebun di rumah. Rival juga sering membantu pekerjaan nenek nya, seperti mencuci baju, mencuci piring, bersih-bersih rumah bahkan juga berkebun. Aku merasa sedikit kecewa dengan mereka yang suka menganggu Nala. Hanya itu saja selebihnya mereka anak baik selama berteman dengan ku.
"Ti-tidak! Apa-apaan sih! Mana mungkin aku menyukai Yoko. Aku lebih suka pria kaya agar aku dapat menerima uang dan barang mahal darinya"
Aku tertawa saja menanggapi jawaban sombong dari Sira bahkan Rival pun juga ikut tertawa. Sira ini sangat lucu bahkan belum dewasa pun dia sudah sangat pintar berbicara.
"Jadi, kau suka dengan ku?"
Rival kembali bersikap jahil pada Sira, sedangkan Sira yang semakin kesal akhirnya menghentakkan kaki nya berlalu meninggalkan kami bertiga. Dan kami hanya bisa tertawa terbahak-bahak.
"Ayo cepaat!! Perjalanan kita jauh lekas naik ke bus!!"
---
Akhirnya kami sampai di tempat tujuan, begitu bahagianya saat kami turun dari bus dan celingak-celinguk seperti orang yang baru saja menginjakan kaki di tempat asing. Sebenarnya memang benar sih, beberapa dari kami belum pernah menginjakkan kaki di tempat observasi laut terbesar yang ada di sini. Bahkan anak orang kaya seperti Rival pun belum pernah berkunjung, dia juga celingukan seperti kami.
"Naah mari kita masuk ke dalam. Tapi sebelum itu bapak akan absen dulu, kalian berbaris yang rapi ya!"
~~~