Trapped In The Love Of A Cold CEO

Trapped In The Love Of A Cold CEO
Episode 9



πŸ’™ **Jangan lupa vote and like Readers πŸ’™


Dan jangan lupa follow ig : Lisa_mutiia


Happy reading πŸ€—**


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kemana Kiya kenapa jam segini belum datang juga, apakah dia terlambat lagi? tapi tidak mungkin terlambat sampai setengah jam begini. itu lah yang di pikirkan oleh Varo melihat sudah pukul 08.30 kedua sekretaris nya itu belum datang.


" Hei Varo, maaf aku terlambat" ucap Kevin tanpa mendapat respon apapun dari Varo.


" Kemana Kiya? apa kau menyuruh nya keluar? "


" untuk apa kau menanyakan nya" balas Varo dingin dengan menatap Kevin tajam.


" Santai bro, aku tidak akan merebutnya dariku, tapi aneh saja dia belum datang jam segini"


" merebutnya? kau pikir aku ingin memilikinya?"


" sudah lah Varo, jangan kau sembunyikan lagi perasaan mu itu. Aku dan Justin akan mendukung mu"


Tak ada jawaban dari Varo dia lebih memilih memainkan handphone nya dan ternyata dia sedang menelepon Tio.


" *Hallo Tio, coba kau cari tau kenapa Kiya belum juga datang"


" Baiklah tuan" jawab dari sebrang telepon


" Secepatnya beri aku informasi*"


" apakah kau begitu mengkhawatirkan nya var?"


" Diam lah Kevin kau terlalu banyak mengoceh"


Seketika Kevin pun bungkam takut bos sekaligus teman nya itu semakin marah padanya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kiya masih menangisi ayah nya, tanpa dia sadar dia tidak bekerja dan tidak memberitahu apapun kepada presedir es nya itu. Saat Kiya menyadari dia pun langsung menelpon pak Tio untuk memberi kabar pada presedir es nya itu, karna Kiya takut di pecat.


"Hallo pak Tio"


" *iya hallo Kiya, baru saja bapak akan menelpon mu"


" Pak Tio tolong sampaikan pada presedir bahwa beberapa hari ini Kiya tidak akan bekerja"


"Kenapa Kiya? apa ada masalah?"


" Ayah kiya.." perkataan terputus lalu dia menangis sesenggukan.


" Kirimkan alamat rumah mu Kiya, bapak akan segera kesana"


"Iya pak akan ku kirim lewat pesan*"


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terdengar ketukan pintu dari luar ruangan Varo dan Kevin, Varo merasa itu adalah Kiya tapi ternyata salah.


"Masuklah" Kata Kevin


" hei bro, kenapa kalian terlalu sibuk bekerja, apakah kalian lupa aku baru pulang ke Indonesia, apa kalian tidak merindukan ku" ucap Justin sembari berjalan menuju sofa


" oh kau jus, kenapa harus mengetuk pintu ketika masuk. seperti baru kenal saja"


" Aku menghormati presedir es kita Kevin" kata Justin melirik ke arah Varo


" hei berani nya kau mengatai ku" Varo menatap tajam Justin.


"Haha sudah lah var" ucap Kevin sambil tertawa mendengar perdebatan kedua sahabatnya itu.


" Hei dimana sekretaris cantik mu itu b


Var" tanya Justin sambil melihat sekeliling ruangan Varo.


" Tau darimana kau? apakah kau menceritakan nya Kevin" tanya Varo dengan tatapan penuh selidik.


" Apa kau pikir aku menceritakan nya, tentu tidak. kau yang memberi tahu Justin sendiri semalam saat di club" jawab Kevin sambil berkedip ke arah Justin.


" Apa itu benar Justin? kenapa aku tidak mengingatnya"


" Tentu saja itu benar, kau tidak mengingatnya karna kau dalam keadaan tak sadarkan diri" .


" Sudah lah Varo, jujur saja kepda kami kalau kau menyukai nya, kami akan selalu mendukung mu. Akhirnya setelah sekian lama kau bisa melupakan wanita sialan itu"kata Kevin.


Tak ada jawaban dari Varo, dan terdengar deringan handphone nya.


" *Hallo Tio, apakah kau sudah mendapat kabar nya?"


"Iya tuan mungkin beberapa hari ini dia tidak akan bekerja karna ayah nya meninggal hari ini, dan aku ingin meminta izin untuk datang kerumahnya"


" Baiklah Tio, pergi lah"


πŸ’™ **Jangan lupa vote and like Readers πŸ’™


Dan jangan lupa untuk follow ig : lisa_mutiia


Tunggu kelanjutan ceritanya***