Trapped In The Love Of A Cold CEO

Trapped In The Love Of A Cold CEO
Eps. 18



πŸ’™ ****Jangan lupa vote and like Readers agar author makin semangat buat cerita nya πŸ’™


Happy reading πŸ€—**


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setelah para tamu pulang Oma, Kiya dan Varo duduk sejenak di ruang tv memakan cemilan dan minum teh hangat untuk mengisi perut mereka di siang ini.


" Apakah kami terlambat" teriak Kevin dari ambang pintu yang hendak masuk


" Iya, acara ini sudah selesai kemana saja kalian cucuΒ² tengik datang ke akad pernikahan sahabat kalian saja bisa terlambat" ucap Oma


" Kevin menjemput ku di bandara Oma, aku sampai telat karna ada sedikit masalah" jawab Justin sembari duduk mendekati Oma


" Hei presedir es sekarang kau sudah menjadi seorang suami" kata Kevin menjabat tangan Varo dan menepuk bahu nya pelan.


" Ya, jadi kapan kalian menyusul. Umur kalian sudah tua"


" Selamat atas pernikahan mu Kiya" kata Kevin dan Justin sembari bergantian menjabat tangan Kiya


" Terimakasih" ucap Kiya dengan senyum yang sedikit di paksakan


" Apa acara nya tadi lancar?" Tanya Kevin


" Sedikit tidak. apakah kalian tau presedir kalian ini merasa sangat gugup ketika akan mengucapkan ijab qobul nya, dia sampai keringat dingin" ucap Oma


" Oh sial Oma mengatakan itu pada mereka" ucap Varo merutuki Oma dalam hati


" Benarkah? Itu tidak lucu" ucap Kevin sambil tertawa


" Diam lah" kata Varo


" Oma Kiya ke kamar dulu, Kiya akan membersihkan diri, kebaya ini membuat Kiya gerah"


" Ya silahkan Kiya, Oma juga akan ke dapur untuk memandori Ela" jawab Oma tersenyum


Setelah Oma dan Kiya pergi Kevin berusaha mengkodeΒ² Varo pertanda dia ingin membicarakan hal yang penting.


" Ada apa Kevin" tanya Varo


" Lihatlah Justin, dia terus murung apa kau tidak melihatnya?"


Seketika Varo langsung memperhatikan Justin dengan dahi yang mengkerut.


" Ya, ada masalah apa? Apa terjadi sesuatu padanya yang menyebabkan kalian terlambat datang ke acara ku?"


" Tanyakan langsung padanya" kata Kevin


" Justin apa kau ada masalah? Kenapa kau terus murung" tanya Varo


" Iya aku ada masalah var, bisakah nanti malam kita ke klub dan aku akan menceritakan nya"


" Tapi malam ini malam pertama dia tidur dengan Kiya jus, apa kau akan tetap mengajak nya?"


" Yasudah jika kau tak bisa, aku tak apa" jawab Justin dengan mimik wajah yang menjadi makin sedih.


" Aku akan datang, kita bertemu jam 9 malam"


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di dalam kamar Kiya masih terus memikirkan perkataan Oma tadi. " Apakah benar dia gugup? Tapi kenapa? Dia juga sudah terbiasa bertemu orang-orang hebat diluar sana, bahkan dia sudah biasa berbicara di depan umum" pertanyaan pertanyaan itu terus memutar di kepala Kiya


Tanpa terasa dia sudah hampir setengah jam berada di bathtub dan saat tersadar Kiya menyudahi mandi nya.


Disaat dia memilih baju untuk dia pakai tibaΒ² saja Varo sudah berdiri di depan pintu.


" Oh sial kenapa aku menegang disaat yang tidak tepat" kata Varo dalam hati


Saat Kiya berbalik badan dia berteriak keras " aaaaaaaaa " tank sadar tangan nya mengambil bantal dan melempar Varo.


" Oh sial berani nya kau"


" Ma..maaf aku tidak sengaja kenapa kau masuk tanpa mengetuk"


" Dan kenapa kau tidak mengunci pintu? Bagaimana jika yang masuk bukan suami mu ini"


Seketika jantung Kiya berdetak kencang ketika sadar bahwa Varo adalah suami nya, sadar bahwa tubuh nya akan menjadi milik Varo lakiΒ² yang tidak dia cintai.


" Mau apa kau kesini, keluarlah sebentar aku ingin memaki baju"


" Apa masalah jika aku melihat? Kau adalah isteri ku"


" Ta.. tapiiiiiii"


" Tapi apa? Kau malu? Aku juga tidak selera dengan tubuh mu itu. Baiklah aku akan keluar, aku ada urusan mendesak mungkin aku tidak pulang malam ini" ucap Varo sembari keluar menutup pintu.


Entah kenapa rasa sesak menyelimuti dada Kiya mendengar kata itu dari Varo, ya dia sadar kalau Varo menikahi nya juga bukan karena cinta.


" Mau kemana kau Varo" tanya Oma karna melihat Varo berjalan terburu buru


" Aku ada urusan Oma, aku harus pergi"


" Bahkan di malam pertama mu?"


" Iya Oma"


" Jangan tinggalkan Kiya, naik lah ke atas dan buatkan cucu untuk Oma. Oma sudah benar-benar menginginkan nya"


" Aku harus pergi Oma, lagipula Kiya belum mau ku sentuh"


" Yasudah pergilah, Oma akan membuat Kiya mau di sentuh secepatnya" ucap Oma dengan senyuman menyeringai nya


" Terimakasih Oma, bye Oma"


" Elaaaaa"


" Iya nyonya besar"


" Cepat panggil Kiya untuk makan malam, katakan aku sudah menunggu"


πŸ’™ **Jangan lupa vote and like Readers πŸ’™


Selalu nantikan cerita selanjutnya yaaa πŸ€—**