
π **Jangan lupa vote and like Readers π
Dan follow ig : lisa_mutiia
Happy reading Readers π€**
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
" Aku pergi, jika kau ingin makan siang bersama ku datanglah kerumah Oma, aku akan makan disana " ucap Varo dari ambang pintu dan bergegas untuk keluar.
Setelah 40 menit Varo mengendarai mobil dia pun sampai di kediaman Oma.
" Dimana Oma Ela?"
" Nyonya besar dan nyonya Kiya ada di kamar nyonya Kiya tuan"
" Varo langsung berjalan menaiki tangga rumah nya untuk sampai ke kamar Kiya"
Tok..tok..
" Masuklah" teriak Oma dari dalam
Varo kaget melihat ada seorang pria muda berseragam dokter disana, dan tampak nya itu bukan dokter pribadi nya ketika sakit.
" Oma, ada apa ini?"
" Tenang lah Oma akan membuat calon isteri mu cantik tanpa kacamata nya sebelum hari pernikahan kalian, dan kau hanya perlu menyiapkan uang untuk membayar dokter Bram dan memberi ku hadiah uang karna berhasil membuat calon isteri mu cantik" kata Oma sambil tersenyum
Tak ada jawaban dari Varo, dia hanya diam dan tengah memperhatikan Kiya.
" Sudah untuk hari ini nyonya besar"
" Berapa jam lagi dia bisa melihat dengan jelas dokter"
" Kita harus mengadakan 2x pertemuan lagi, saya akan datang dua hari sekali, dan saya pastikan sebelum hari nya nyonya Kiya sudah bisa melihat dengan jelas tanpa menggunakan kacamata"
" Baik terimakasih dokter" ucap Oma sambil menjabat tangan dokter Bram dan di susul oleh Kiya dan Varo.
" Terimakasih dokter" kata Kiya sembari menjabat tangan dokter Bram
Dan di jawab dengan senyuman manis dari dokter Bram yang mana itu membuat Varo cemburu melihatnya
" Apa kau akan makan siang disini var?" Tanya Kiya lembut
" Iya aku akan makan siang disini bersama Kevin juga"
" Baiklah aku akan turun kebawah untuk membantu Ela menyiapkan makan siang. Apa kau ingin sesuatu yang akan kau makan?"
" Aku ingin ikan mas asam manis"
" Baiklah var, aku akan memasak nya"
" Ela"
" Iya nyonya muda"
" Apa kau bisa mengantarkan ku untuk membeli ikan mas, Varo menginginkan itu"
" Tentu saja bisa nyonya muda, aku akan menyimpan sayuran ini sebentar nyonya"
Tanpa Kiya sadari Varo sudah berdiri tepat di belakang nya.
" Katanya akan memasak, kenapa masih berdiri disini"
Spontan Kiya membalik badan nya mencari sumber suara itu dan lagi lagi untuk kesekian kalinya dia menabrak tubuh besar Varo, cukup lama mereka saling menatap hingga Ela pun datang memergoki nya.
" Ehem, apa kita tidak jadi pergi nyonya?"
" Eh Ela, tentu saja jadi" ucap Kiya langsung melepaskan tubuh nya dari tubuh besar Varo
" Mau pergi kemana kau Kiya?"
" A..aku akan membeli ikan mas yang kau mau"
" Tidak perlu, kau tidak perlu keluar rumah. Aku akan menyuruh Tio"
Pukul 12.30
Semua sudah berkumpul di meja makan termasuk Kevin yang sudah datang sekitar setengah jam yang lalu.
" Kau pintar memasak Kiya, masakan mu enak Oma menyukai nya" ucap Oma jujur setelah berhasil memasukkan makanan hasil masakan Kiya ke dalam mulut nya.
" Terimakasih Oma, Kiya senang jika Oma menyukainya"
Setelah makan siang Varo dan Kevin kembali ke kantor, sedangkan Kiya dan Oma sedang berbincang dengan Santi seorang desainer pribadi keluarga Wiratama.
" Jadi ini calon isteri tuan Varo Oma"
" Iya san, buatkan lah gaun pengantin terbaik untuk nya dan Varo akan membayar berapapun harga nya"
" Tentu saja aku akan membuatkan yang terbaik untuk nyonya Kiya"
" Jangan terlalu berlebihan Oma, kasihan Varo jika harus mengeluarkan banyak uang nya hanya untuk gaun pengantin ku"
" Tenang lah Kiya, seberapa besar pun harga nya tidak akan membuat seorang Varo Wiratama bangkrut"
Dalam hati Kiya berkata " ternyata Oma juga sama dengan Varo"
π Jangan lupa vote and like Readers dan ajak temenΒ², keluarga, pacar atau bahkan mantan untuk baca cerita ini yaππ