Trapped In The Love Of A Cold CEO

Trapped In The Love Of A Cold CEO
Episode 6



πŸ’™ ****Jangan lupa vote and like Readers πŸ’™


Dan jangan lupa follow ig : Lisa_mutiia


Happy reading πŸ€—**


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Varo apa kau menyukai nya" itu lah pertanyaan yang Kevin lontarkan kepada Varo


" Apa maksud mu, aku menyukai nya? apa kau waras? bahkan jalangΒ² di luar sana lebih cantik darinya tapi aku tidak menyukai nya" jawab Kevin angkuh


" Hei Varo belajarlah untuk membuka hati, dan belajar untuk memahami isi hati, kau sudah tua bodoh"


" Hei jaga mulut mu itu Kevin, apakah kau ingin ku pecat"


" kenapa kau selalu mengancam itu Varo, apakah mungkin kau akan memecat sahabat mu ini?


Itu lah Varo, ya sangat tidak mungkin bagi nya memecat Kevin sahabat dan orang kepercayaan nya. Sebenarnya Varo hanya bersikap dingin kepada orang yang belum mengenalnya, jika saja orang itu telah mengenalnya dengan baik mereka akan tau sikap bodoh dan manja nya Varo.


Meja kerja Varo, Kevin dan Kiya berada dalam satu ruangan. Meskipun itu mengganggu menurut Varo, tapi di pikirΒ² jika dia ingin sendiri dia hanya tinggal berpindah ke ruang tidur pribadi nya .


Saat jam makan siang tiba Kevin mengajak Varo makan di luar, ya memang seperti itu biasanya. Mereka selalu makan entah itu di restauran ataupun di rumah Varo bersama Oma nya.


" Varo, let's go" ajak Kevin


Varo tak menjawab, dia hanya diam sambil berjalan ke arah luar. Saat dia mendekati meja Kiya " Hei kenapa kau tidak keluar, apa kau tak makan siang? " Tanya Varo yang sebenarnya malas bertanya, tapi entah mengapa mulut jahilnya ini melontarkan kata itu.


" Apakah saya boleh memakan bekal saya disini presedir?" tanya Kiya ragu


" Terserah mu saja, aku akan keluar bersama Kevin jadi jaga batasan mu di ruangan ini" ucap Varo dengan tatapan elang nya


" Baik presedir"


" Memang nya aku akan bagaimana di ruangan ini, sampaiΒ² presedir es itu menyuruh ku menjaga batasan ku, tanpa disuruh juga aku tau batasan ku" Kata Kiya dalam hati sambil membuka dan mulai memakan bekal nya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Kevin aku ingin makan di rumah Oma, apa kau mau ikut?"


" iya aku ikut, aku harus satu mobil dengan mu Varo "


" Kemana mobil mu?"


" Tadi aku menyuruh Tio membawa nya service ke bengkel"


" Baiklah kau yang menyetir" Kata Varo sambil melempar kan kunci ke arah Kevin.


" Siap Presedir ku" ucap Kevin menggoda


Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman Oma Varo, ya semenjak kedua orang tua Varo tiada Oma nya lah yang mengurus nya, dan Varo adalah satuΒ² nya cucu Oma.


" Hei Oma, apakah kau merindukanku ku" teriak Kevin dari luar menuju dalam rumah.


" Hei kau, dan Varo cucu ku sudah lama kau tak mau kerumah Oma. Kenapa datang tidak bilang harusnya Oma bisa menyiapkan makan siang untuk mu"


" Tak perlu repot Oma, kami akan memakan apa yang tersedia disini"


" Baiklah ayo kita makan" sembari berjalan ke meja makan.


Saat makan Kevin lah yang memulai obrolan terlebih dahulu.


" Varo apa kau tau Justin akan sampai kesini sore nanti"


" Ya aku mengetahui nya"


" Ku rasa dia akan menetap di Indonesia sekarang, setelah 2 tahun dia menetap di Australia"


" Ya mungkin begitu"


Oma yang dari tadi hanya mendengar kan akhirnya angkat bicara.


" Oh tidak, kalian bertiga tidak bisa di satukan"


" Kenapa Oma berkata begitu, apakah Oma tidak senang jika kami bahagia" Jawab Kevin


" Bersenang senang seperti apa yang kalian maksud, apakah bersenang senang di club? hanya itu yang kalian lakukan jika sudah berkumpul"


" Oma pintar sekali, ya itu lah kesenangan Kiya Oma" jawab Kevin sambil tersenyum kecil


" Dasar kau cucu kurang ajar" Seketika tangan Oma pun sudah berada di telinga Kevin


" Awww sakit Oma, Oma memperlakukan ku seperti anak kecil"


Varo yang melihat hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Oma dan temanΒ² nya yang sudah di anggap cucu nya sendiri.


πŸ’™ **Jangan lupa vote and like Readers πŸ’™


Dan jangan lupa follow ig : Lisa_mutiia


Tunggu cerita selanjutnya Readers πŸ€—**