
π ****Jangan lupa vote and like Readers π
Dan follow ig : lisa_mutiia
Happy reading π€****
Seketika adzan pun berkumandang.
" Maaf pak, saya izin sholat dulu dan sebaiknya bapak mandi lah dulu saya lihat bapak berasal dari kota, pasti lelah"
" Baiklah pak terimakasih"
Sebenernya Varo tidak betah berlama-lama dirumah sempit seperti ini, tapi keadaan memaksa.
" Tio aku merasa sangat gerah, ambilkan baju ku di mobil "
" Baik tuan"
Saat Varo tengah duduk sendiri di ruang tamu tibaΒ² datang lah Surti
" Hai kang siapa nama akang, boleh kah kita berkenalan" ucap Surti duduk di sebelah Varo dan menyodorkan tangan nya kepada Varo
" Nama ku varo" jawab Varo dingin tanpa membalas jabat tangan Surti bahkan Varo tidak melirik nya
" Ihh kasepΒ² kok sombong begini" ucap Surti dalam hati.
" Ini tuan baju anda"
" Dimana kamar mandi nya" tanya Varo pada Surti
" Itu di belakang sebelah kiri kang"
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
" Bu mau sampai kapan dia disini, jika dia tidak bersama orang kaya itu lagi untuk apa dia berlama lama disini" ucap Dena kepada ibu nya ketika Kiya sedang memasak di dapur.
" Sabar lah dulu, nanti ibu akan membujuk nya agar mau kembali dengan pria kaya itu".
" Ibu ku memang pintar" ucap Dena dengan tawa bahagia nya.
" Ibu harus pergi kerumah pak Udin untuk melaporkan Kiya karna dia akan tinggal disini"
" Ohiya kan tamu yang tinggal lebih dari 24 jam wajib lapor, yasudah aku ikut ya Bu aku malas tinggal dirumah dengan nya"
" Yasudah ayo"
" Kiyaaa ibu pergi dulu kerumah kepala desa disini untuk melapor kan mu"
" Baik Bu"
Sesampainya mereka di depan rumah pak Udin Dena dan ibu nya terkagum melihat mobil mewah yang ada di depan rumah pak Udin.
" Wow, seperti nya ada pejabat kaya yang datang ke rumah pak udin Bu"
" Iya Dena, jika dia masih muda kau harus berusaha merayu nya"
" Baik Bu siap, bagaimana aku sudah cantik kan" ucap Dena sembri memperbaiki rambutnya
" Iya kau sudah cantik ayo ketuk pintu nya"
Surti berjalan ke arah pintu dan membuka pintu itu.
" Surti, pak Udin nya ada?"
" Bu Marni, ada Bu bapak baru selesai shalat Maghrib. Mari masuk"
" Kenapa tidak ada orang" bisik Dena pada ibu nya
" Eh ada buk Marni dan nak Dena" ucap pak Udin keluar kamar
" Iya pak Udin"
Tak berapa lama Varo keluar dari kamar mandi dan melihat ibu Dena di ruang tamu pak Udin,Varo pun langsung menghampiri mereka.
" Kau, dimana kau sembunyikan Kiya" tanya Varo dengan tatapan tajam nya.
" Kau" kata ibu Dena dan dena terkejut
" Kebetulan sekali ini pak Varo datang dari kota dan menanyakan alamat rumah ibu, rencananya setelah ini saya akan mengantarkan nya tapi kebetulan ibu ada disini" ucap pak Udin menjelaskan
" Mau apa kau menemui ku" tanya ibu Dena
" Aku ingin membawa istri ku pulang kembali"
" Tolong tinggalkan kami bertiga disini" ucap Varo dingin memerintah pak Udin.
" Ba..baiklah pak'
" Aku akan membayar berapapun jika kau memberi kiya padaku dan jangan pernah kau temui dia lagi, jangan pernah menganggap pernah kenal dengan nya. Apa kau setuju?"
" Be..berapapun?" Ucap Dena dan ibu nya saling menatap dengan senyuman di wajah nya.
" Kita bisa kaya Bu" kata Dena dengan senyum yang tak luntur dari wajah nya
" Aku minta 5 miliyar apa kau sanggup?"
" Heh, itu uang yang kecil bagi ku" ucap Varo dengan senyum sinis nya
" Tioo" teriak Varo memanggil tangan kanan nya itu
" Iya tuan"
" Siapkan uang 5 miliyar sekarang"
" Baik tuan " ucap Tio langsung keluar rumah
Tiba tiba handphone Varo berbunyi dan tertulis nama Oma disitu.
" Hallo Oma"
" Ya Varo, dimana kau kenapa sudah malam belum juga kembali? Apa kiya sudah ketemu?"
" Sebentar lagi aku akan membawa nya pulang Oma, rapikan kamar dan siapkan makanan" ucap Varo langsung mematikan sambungan telepon nya.
π Please for vote and like Readers π