Trapped In The Love Of A Cold CEO

Trapped In The Love Of A Cold CEO
Eps.23



πŸ’™ ****Jangan lupa vote and like Readers πŸ’™


Dan follow ig : lisa_mutiia


Happy reading πŸ€—****


Seketika adzan pun berkumandang.


" Maaf pak, saya izin sholat dulu dan sebaiknya bapak mandi lah dulu saya lihat bapak berasal dari kota, pasti lelah"


" Baiklah pak terimakasih"


Sebenernya Varo tidak betah berlama-lama dirumah sempit seperti ini, tapi keadaan memaksa.


" Tio aku merasa sangat gerah, ambilkan baju ku di mobil "


" Baik tuan"


Saat Varo tengah duduk sendiri di ruang tamu tibaΒ² datang lah Surti


" Hai kang siapa nama akang, boleh kah kita berkenalan" ucap Surti duduk di sebelah Varo dan menyodorkan tangan nya kepada Varo


" Nama ku varo" jawab Varo dingin tanpa membalas jabat tangan Surti bahkan Varo tidak melirik nya


" Ihh kasepΒ² kok sombong begini" ucap Surti dalam hati.


" Ini tuan baju anda"


" Dimana kamar mandi nya" tanya Varo pada Surti


" Itu di belakang sebelah kiri kang"


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Bu mau sampai kapan dia disini, jika dia tidak bersama orang kaya itu lagi untuk apa dia berlama lama disini" ucap Dena kepada ibu nya ketika Kiya sedang memasak di dapur.


" Sabar lah dulu, nanti ibu akan membujuk nya agar mau kembali dengan pria kaya itu".


" Ibu ku memang pintar" ucap Dena dengan tawa bahagia nya.


" Ibu harus pergi kerumah pak Udin untuk melaporkan Kiya karna dia akan tinggal disini"


" Ohiya kan tamu yang tinggal lebih dari 24 jam wajib lapor, yasudah aku ikut ya Bu aku malas tinggal dirumah dengan nya"


" Yasudah ayo"


" Kiyaaa ibu pergi dulu kerumah kepala desa disini untuk melapor kan mu"


" Baik Bu"


Sesampainya mereka di depan rumah pak Udin Dena dan ibu nya terkagum melihat mobil mewah yang ada di depan rumah pak Udin.


" Wow, seperti nya ada pejabat kaya yang datang ke rumah pak udin Bu"


" Iya Dena, jika dia masih muda kau harus berusaha merayu nya"


" Baik Bu siap, bagaimana aku sudah cantik kan" ucap Dena sembri memperbaiki rambutnya


" Iya kau sudah cantik ayo ketuk pintu nya"


Surti berjalan ke arah pintu dan membuka pintu itu.


" Surti, pak Udin nya ada?"


" Bu Marni, ada Bu bapak baru selesai shalat Maghrib. Mari masuk"


" Kenapa tidak ada orang" bisik Dena pada ibu nya


" Eh ada buk Marni dan nak Dena" ucap pak Udin keluar kamar


" Iya pak Udin"


Tak berapa lama Varo keluar dari kamar mandi dan melihat ibu Dena di ruang tamu pak Udin,Varo pun langsung menghampiri mereka.


" Kau, dimana kau sembunyikan Kiya" tanya Varo dengan tatapan tajam nya.


" Kau" kata ibu Dena dan dena terkejut


" Kebetulan sekali ini pak Varo datang dari kota dan menanyakan alamat rumah ibu, rencananya setelah ini saya akan mengantarkan nya tapi kebetulan ibu ada disini" ucap pak Udin menjelaskan


" Mau apa kau menemui ku" tanya ibu Dena


" Aku ingin membawa istri ku pulang kembali"


" Tolong tinggalkan kami bertiga disini" ucap Varo dingin memerintah pak Udin.


" Ba..baiklah pak'


" Aku akan membayar berapapun jika kau memberi kiya padaku dan jangan pernah kau temui dia lagi, jangan pernah menganggap pernah kenal dengan nya. Apa kau setuju?"


" Be..berapapun?" Ucap Dena dan ibu nya saling menatap dengan senyuman di wajah nya.


" Kita bisa kaya Bu" kata Dena dengan senyum yang tak luntur dari wajah nya


" Aku minta 5 miliyar apa kau sanggup?"


" Heh, itu uang yang kecil bagi ku" ucap Varo dengan senyum sinis nya


" Tioo" teriak Varo memanggil tangan kanan nya itu


" Iya tuan"


" Siapkan uang 5 miliyar sekarang"


" Baik tuan " ucap Tio langsung keluar rumah


Tiba tiba handphone Varo berbunyi dan tertulis nama Oma disitu.


" Hallo Oma"


" Ya Varo, dimana kau kenapa sudah malam belum juga kembali? Apa kiya sudah ketemu?"


" Sebentar lagi aku akan membawa nya pulang Oma, rapikan kamar dan siapkan makanan" ucap Varo langsung mematikan sambungan telepon nya.


πŸ’™ Please for vote and like Readers πŸ’™