
π ****Jangan lupa vote and like Readers π
Dan follow ig : lisa_mutiia
Happy reading π€****
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Varo berlari dari luar sampai ke kamar Kiya, dan disana terdapat Oma dan Ela.
" Bagaimana dia bisa kabur Oma"
" Lihat itu" ucap Oma menunjuk kain panjang untuk Kiya turun dari jendel sampai ke bawah.
" Ahhhh kenapa dia kabur" ucap Varo sambil mengacak-acak rambutnya.
" Pergi cari dia sekarang Oma menginkan cucu darinya"
" Baik Oma" kata Varo sembari mengambil ponsel di kantong nya
" Gerakan seluruh pengawal ku untuk mencari Kiya, aku ingin Kiya dapat secepatnya" kata Varo dengan tatapan tajam nya
" Baik var" jawab Kevin di sebrang telepon
" Ela hubungi Tio suruh dia kemari sekarang juga"
" Baik tuan" kata Ela sembari keluar kamar untuk melakukan apa yang di perintah kan oleh Varo.
" Oma aku ingin membersihkan diri, bisakah Oma keluar"
" Cepatlah Oma menunggu mu di meja makan, Oma belum sempat sarapan dan Oma tau kau juga belum sarapan"
" Iya Oma aku akan segera menyusul"
Kiya terus berjalan ke arah jalanan yang sepi agar tidak bertemu dengan para pengawal Varo, sampai akhirnya dia tiba di sebuah perkampungan yang sepi penduduk dan dia beristirahat di tepi sungai yang ada di sekitar desa itu.
" Aww perih sekali, luka ini lumayan lebar" kata Kiya memekik kesakitan sembari membersihkan luka nya dengan air sungai.
" Ibu lihat itu, seperti nya aku mengenali nya" ucap Dena
" Emmmm seperti nya itu Kiya" jawab ibu nya sambil menyipitkan mata nya
" Bu, bukan kah waktu itu dia pergi bersama dengan orang kaya, sebaiknya kita temui dia untuk meminta maaf agar hidup kita tidak susah begini"
" Iya kau benar, ayo kita temui dia"
" Kiya" ucap ibu Dena dari belakang punggung Kiya
" Mau apa kau disini, dan kenapa kaki mu terluka"
" Ceritanya panjang Bu"
" Kau kesakitan bukan, ayo ikut ibu" ucap ibu Dena dan memapah tubuh kiya untuk berjalan
" Ini rumah siapa Bu" tanya Kiya saat mereka berhenti di depan rumah yang sangat kecil dan hanya terbuat dari tepas dan atap itu, bahkan lebih kecil dari rumah lama mereka.
" Ini rumah almarhum kakek ku" jawab Dena
" Silahkan duduk Kiya" ibu Dena menunjuk kursi yang hanya terbuat dari kayu di dalam rumah nya itu.
" Ibu kenapa tidak tinggal dirumah kita, apa ibu benarΒ² menjualnya"
" Iya ibu menjual nya, maafkan ibu Kiya" ucap ibu Dena puraΒ² sedih di hadapan Kiya.
" Dena buatkan teh hangat untuk Kiya"
" Huuu" kata Dena sembari berjalan ke arah dapur, dia terpaksa menuruti ibu nya berharap Kiya bisa mengubah kehidupan mereka.
" Ini minum lah " kata Dena menyodorkan teh yang telah di buat nya.
" Terimakasih Dena" ucap Kiya dengan senyuman di bibir nya
" Kenapa kau bisa sampai kesini dengan keadaan terluka" tanya Dena
" Aku.. aku kabur dari presedir Varo" ucap Kiya tertunduk
" Apaa?" Ucap dena dan ibu nya merasa terkejut dengan apa yang di katakan oleh Kiya.
"Kenapa kau harus kabur dari orang kaya sepertinya bodoh" kata Dena kasar
" Dia menikahi ku tanpa meminta persetujuan ku, dia menikahi ku paksa"
" Apa? Kau sudah menikah dengan nya"
" Iya dia telah menikahi ku paksa ibu, aku tidak menyukai nya. Dan untung nya aku bisa kabur sebelum di sentuh oleh nya"
" Ibu aku sangat lapar, dari pagi aku belum makan bolehkah aku makan" tanya Kiya ragu
" Itu ada daun ubi yang belum di masak, masak dulu jika ingin makan aku dan ibu belum masak. Kebetulan aku juga lapar"
" Baiklah Kiya akan masak"
π Please vote and like Readers π