
π **Jangan lupa vote and like Readers π
Dan follow ig : lisa_mutii
Happy reading Readers π€**
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
" Kalian membuat ku menunggu" ucap Justin ketika melihat kedua teman nya berjalan kearah nya.
" Santai lah jus, kami hanya terlambat 15 menit" kata Kevin
" Ceritakan sekarang apa masalah mu"
" Aku.. aku tidak sanggup menceritakan ini" kata Justin sambil terus meminum wine di tangan nya
" Cepat Justin katakan kami sudah penasaran" kata Varo
" Apa ayah mu akan menikahi ****** ****** nya?" Tanya Kevin pada Justin
" Aku jatuh cinta pada ibu ku" ucap Justin menatap kedepan sambil terus meneguk wine di tangan nya.
" Whatt? " Teriak Varo dan Kevin bersamaan
" Kau tau ibu mu? Kau bilang ibu mu sudah lama meninggal"
" Darimana kau tau itu ibu mu?" Varo dan Kevin terus memberikan pertanyaan beruntun pada Justin.
" Saat aku di Australia aku mengenal seorang wanita, dia begitu lembut dan perhatian dia berhasil mencuri hati ku.. bukankah kalian tau selama ini aku tidak percaya cinta? Tapi di membuat ku percaya terhadap cinta. Aku mengenal nya sudah 3 bulan , aku tidak menceritakan nya pada kalian karna aku ingin memberi kalian suprise atas pernikahan ku. Tetapi saat aku mengenalkan nya pada ayah, ayah dan dia sangat kaget. Saat itu ayah memberi tahu yang sebenarnya dan dia langsung pergi" ucap Justin menjelaskan
" Apakah ibu mu tidak terlihat tua?" Tanya Kevin
" Tidak, aku tak percaya jika dia ibu ku tetapi ketika ayah menunjukkan foto masa lalu keluarga ku yang belum pernah ku lihat aku percaya bahwa dia benar ibu ku. Umur kami hanya berjarak 19 tahun jadi dia tampak masih seumuran dengan kita"
" Lalu sekarang bagaimana? Apa kalian masih berhubungan?" Tanya Varo penasaran
" Tidak, aku tidak memiliki waktu untuk menghubungi nya, dan dia pun tidak pernah menghubungi ku lagi. Tapi aku benar-benar merindukan nya"
" Aku tidak memiliki banyak waktu untuk berduaan, dan kami tidak sempat melakukan nya"
" Untung lh kau belum melakukan nya" kata Varo
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
" Kiya duduk lah di samping Oma, ada yang ingin Oma bicarakan"
" Iya, ada apa Oma?" Tanya Kiya
" Begini, Oma.."
" Katakan saja Oma"
" Oma sudah sangat menginginkan cicit"
Seketika Kiya tersedak mendengar perkataan Oma " makan lah dengan perlahan" kata Oma sembari memberi air minum pada Kiya.
" Ma..maaf Oma, Kiya belum siap. Apa Oma tau usia kiya baru 19 tahun"
" Oma sudah mengetahui itu. tapi Varo sudah layak memiliki keturunan, dia sudah tua Kiya dan dia sudah layak memiliki seorang penerus untuk mewarisi seluruh kekayaan dan meneruskan perusahaan nya".
" Berikan Kiya sedikit waktu untuk mempersiapkan diri, apakah Oma keberatan?"
" Tentu saja tidak, tapi Oma harap itu tidak terlalu lama" kata Oma menampilkan deretn gigi gigi tua nya
" I..iya Oma Kiya mengerti" ucap Kiya gugup
Setelah makan malam Kiya kembali ke kamar nya, dia terus memikirkan permintaan Oma.
" Bagaimana ini, aku belum siap tetapi kasihan Oma dia sudah cukup tua dan bagaimana jika tiba-tiba Oma meninggal tetapi dia belum bisa mendapatkan apa yang dia inginkan dari ku.. tidak tidak tidak itu tidak akan terjadi aku akan memberikan yang Oma inginkan" Kiya terus berbicara dengan pantulan diri nya di cermin rias nya.
Nantikan cerita selanjutnya Readers π€