Trapped In The Love Of A Cold CEO

Trapped In The Love Of A Cold CEO
Eps. 22



πŸ’™ ******Jangan lupa vote and like Readers πŸ’™


Dan follow ig : lisa_mutiia


Happy reading πŸ€—****


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Ada apa tuan anda memanggil ku"


" Tio ayo antar aku ke rumah Kiya, dia kabur"


" Baik tuan"


Sepanjang perjalanan Varo hanya menatap kosong ke arah jalan, dia bingung mengapa kiya lari darinya, bukankah selama bersama dengan ku dia tidak kekurangan apapun bahkan dia tidak perlu bekerja untuk makan. Itu lah yang ada di pikiran Varo.


Setelah sampai di depan rumah lama Kiya Tio terus mengetuk pintu sembari memanggil manggil.


" Ya, siapa anda" tanya seorang wanita yang mungkin berumur 40 tahun lebih menurut Varo


" Siapa kau dan dimana Kiya"


" Kiya? Siapa dia? Aku tidak mengenalnya"


" Jangan berbohong kau" tanya Varo dengan mata yang menakutkan


" Sungguh aku tidak mengenalnya"


" Siapa kau dan kenapa bisa berada disini"


" Aku baru membeli rumah ini sebulan yang lalu dari seorang wanita bersama anak gadis nya, tapi kurasa nama wanita itu Marni dan anak nya Dena, aku tidak mengenali yang bernama Kiya.


" Apa kau tau diman1a Dena dan ibu nya tinggal sekarang"


" Ya aku tau, waktu itu aku mengantarkan sisa uang rumah ini kerumah nya. Sebentar akan aku ambilkan alamat nya"


" Ini pak alamat nya di kampung jeroan"


" Baik Terimakasih" ucap Tio yang mengambil kertas itu sedangkan Varo sudah kembali ke mobil saat si pemilik rumah mencari alamat.


" Dimana alamat yang di beri nya" tanya Varo ketika Tio sudah duduk di kursi mengemudi nya.


" Ini tuan, mereka tinggal di desa jeroan" kata tio memberikan kertas kecil yang di tulis wanita tadi.


" Kesana sekarang" ucap Varo memerintah.


" Baik tuan"


Sudah hampir 1 jam berada di dalam mobil tapi mereka belum juga sampai ke tempat yang di tuju. Varo pun menelpon Kevin untuk mengetahui perkembangan selanjutnya.


" Kevin apa kalian sudah menemukan nya"


" Belum var, aku belum menerima kabar apapun dari seluruh pengawal"


" Cepat temukan dia" kata Varo langsung mematikan telepon.


" Tidak tuan itu di depan ada simpang tugu perkampungan nya"


" Jelek sekali jalan di kampung ini, aku merasa kita sedang naik kuda" kata Varo ketika melewati jalanan batuan dan bahkan tanah merah yang mereka lalui.


" Cantik sekali desa ini, tampaknya masih asri" ucap Varo lagi ketika melihat sungai, pepohonan dan banyak sawah terbentang di sepanjang jalan.


" Tuan alamat ini tidak lengkap, bagaimana jika kita bertanya ke kepala desa nya"


" Baiklah tanyakan rumah kepala desa nya "


Pak Tio pun turun dari mobil untuk bertanya pada petani yang sedang berada di pinggir sawah.


Setelah 10 menit merek melanjutkan perjalanan akhirnya sampai di rumah kepala desa kampung jeroan.


Saat Varo turun dari mobil seluruh warga desa yang berada di sekitar sangat takjub melihat nya, karna jarangΒ² mereka melihat mobil semewah itu masuk ke kampung mereka, apalagi setelah melihat Varo mereka sangat memujaΒ² dirinya.


" Wow lihat akang itu kasep tenan" kata seoranh wanita kepada teman nya dan masih bisa di dengar oleh telinga Varo


Tio pun mengetuk pintu rumah kepala desa tersebut.


" Punten, siapa ya"


" Saya berasal dari kota pak, saya kesini ingin mencari alamat seseorang yang berada di desa ini. Dan apakah benar bapak kepala desa disini?" Tanya pak Tio dengan sopan


" Iya benar saya kepala desa disini, silahkan masuk dulu" kata pak Samsudin mempersilahkan.


" Surtiii kemari lah" jerit pak Udin


" Ada apa pak" kata Surti anak pak Udin dan saat mata nya tertuju pada Varo dia cukup terkagum melihat nya


" Wow kasep bener" kata Surti pelan


" Sana Surti kerjakan apa yang bapak suruh"


" Haa apa pak, bapak menyuruh apa" ucap Surti setelah sadar bahwa bapak nya hampir marah


" Buatkan minum buat tamu bapak"


" Baiklah pak"


" Maaf anak saya memang begitu, Sebelumnya perkenalkan nama saya Samsudin, biasa di panggil pak Udin"


" Ohiya perkenalkan nama saya Tio dan ini bos saya..." Belum sempat pak Tio menyelesaikan perkataan nya tetapi sudah di potong oleh Varo.


" Saya Varo Sanjaya, dan saya kesini ingin tau dimana rumah ibu Marni dan anaknya Dena. Tapi maaf sebelumnya apa disini ada warga yang bernama Kiya"


" Oh rumah ibu Marni, maaf pak setahu saya tidak ada nama warga saya yang bernama Kiya"


" Baiklah berikan saja saya alamat ibu Marni"


πŸ’™ Please for vote and like πŸ’™