
π **Please vote and like Readers π
Dan follow ig : Lisa_mutiia
Happy reading Readers π€
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·**
Pukul 06.30
"Hoaaaammm" Kiya menguap sembari mengucekΒ² mata nya.
Setelah dalam kesadaran penuh dia melihat sekeliling kamar nya untuk memastikan bahwa Varo tidak ada di dalam kamar itu.
" Kenapa dia tidak ada, apa dia tidak pulang. Apa yang di lakukan nya sampaiΒ² dia tidak pulang, tidur dimana dan dengan siapa dia"pertanyaan pertanyaan itu pun muncul dan berputar di dalam kepala Kiya.
" Apakah dia tidur di apartemen nya atau bahkan di hotel dengan perempuan lain. Sungguh dia benar benar bukan pria yang baik, almarhum ayah selalu mengatakan kalau aku harus mencari suami yang baik agar aku tidak di tinggalkan dan hidup sendiri.. tidak tidak aku tidak ingin menjadi isteri nya dan aku tidak mau berhubungan dengan nya, karna bisa saja dia mencampakkan ku setelah aku melahirkan anak untuk Oma.. tidaaaaaakkk aku tidak ingin itu terjadi" ucap Kiya dengan perasaan takut kepada dirinya sendiri.
Tok..tok..tok
Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Kiya.
" Siapa?"
" Saya Ela nyonya, nyonya Kiya di panggil untuk sarapan. Nyonya besar telah menunggu"
" Iya setelah mandi aku akan keluar Ela"
" Baik nyonya"
" Aku harus keluar dari rumah ini, aku takut jika Varo pulang dan dia langsung meniduri ku, aku tidak mau.. tapi bukankah dia tidak mencintai ku lalu untuk apa ingin menidurkan ku bahkan sampai menikahi ku dasar pria kurang ajar"
Kiya mengikat kainΒ² yang ada di dalam lemari nya untuk turun ke bawah dan dia berencana untuk kabur kemana pun asal Varo tidak bisa menemui nya. Setelah Kiya sampai di bawah Kiya berjalan mengendap-endap dari gerbang belakang rumah Varo, gerbang itu lumayan tinggi sehingga saat kiya melompat keluar lutut nya terluka.
" Awww sakit sekali" ucap Kiya mengusap usap dengkul nya yang berdarah itu.
" Aku harus segera lari sebelum ada yang mencari ku" kata Kiya sambil berlari dengan kaki terpincang-pincang.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
" Elaaaaa, apa kau sudah memanggil nya kenapa Kiya belum turun juga"
" Sudah nyonya besar tadi nyonya Kiya bilang dia akan mandi setelah itu turun kebawah tapi sudah setengah jam kenapa belum turun juga ya"
" Coba kau lihat Ela apa terjadi sesuatu dengan nya"
" Baik nyonya besar "
Tok..tok..tok
" Nyonya, nyonya besaarr" teriak Ela sembari berlari menuruni anak tangga.
" Ada apa Ela, apa kau di kejar hantu? Apa suzzana mengejar mu"
" Tidak nyonya, ituu nyonya nyonya Kiya tidak membuka pintu kamar nya, bahkan ketika di panggil panggil tidak ada jawaban dari dalam" ucap Ela terbata bata.
" Ayo kita ke atas, aku akan mengambil kunci cadangan nya" kata Oma
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Kevin terbangun dari tidurnya dan merasakan sakit di kepala nya.
" Hei bangun lah" kata Kevin membangun kan kedua teman itu tapi Justin dan Varo tak kunjung bangun.
" var bangun lah kita harus ke kantor" ucap Kevin sembari menggoyangkan lengan Varo
" awww" pekik Varo memegang kepalanya yang pusing.
" kita terlalu banyak minum tadi malam" kata Kevin
Seketika terdengar deringan ponsel
" Dimana ponsel ku, Kevin Carikan ponsel ku" kata Varo sambil terus memegang kepalanya yang pusing itu.
" ini var" ucap Kevin memberi handphone Varo
" " hallo "
" hallo var, ini gawat"
" Oma, apa yang gawat Oma katakan lah"
" apa kau mabuk? "
" Oma tau itu"
" ya jelas Oma mengetahui nya dari suara mu. pulang lah sekarang kiya kabur Oma lihat ada kain panjang di jendela kamar nya yang membawa nya turun sampai kebawah "
" what? aku akan pulang sekarang Oma"
π Jangan lupa vote and like Readers π