Trapped In The Love Of A Cold CEO

Trapped In The Love Of A Cold CEO
Eps. 10



💙 **Jangan lupa vote and like Readers 💙


Dan jangan lupa follow ig : lisa_mutiia


Happy reading 🤗**


Pemakaman ayah Kiya pun telah usai di laksanakan, kini semua tetangga² sudah kembali ke rumah nya masing². Di dalam kamar Kiya masih menangis memegangi foto ayah nya.


" Hei Kiya cepatlah masak, hari sudah hampir sore tapi kita belum makan gara² mengurus mayat ayah mu itu. Cepatlah masak ibu sudah lapar" Teriak ibu nya


" Apa gunanya sih nangisi ayah Lo gitu, gak akan bisa hidup lagi juga" Ucap Dena


Kata² itu sungguh menyakitkan bagi Kiya, mereka semakin keterlaluan kepada Kiya, tetapi yang bisa dilakukan Kiya hanyalah menuruti kata² mereka.


" Iya ibu, Kiya akan memasak"


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Tak henti²nya Varo memikirkan Kiya, wanita yang beberapa hari ini selalu ada di pikiran dan hatinya.


" Tio, apakah Kiya baik² saja?" Tanya Varo di dalam mobil hendak pulang ke apartemen nya


" Dia menangis tanpa henti tuan"


" Biasakan besok kau mengantarkan ku ke rumah nya"


" Iya bisa tuan"


Tio merasa aneh dengan bos nya ini, sejak kapan dia peduli dengan nasib orang lain kecuali nasib dirinya sendiri dan nasib Oma nya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di dalam rumah nya Kiya sedang membersihkan rumah, sedangkan Dena dan ibu nya entah mengobrol apa di kamar. 'tak biasanya mereka mengobrol di kamar, biasanya juga mengobrol nya di depan tv'. begitulah yang Kiya pikirkan


Karna penasaran Kiya pun memberanikan diri untuk menguping.


" Dena kita harus segera menjual rumah ini, karna sudah tidak ada lagi pria tua Bangka itu jadi kita bebas menjualnya kapan saja"


" Lalu kita akan tinggal dimana Bu?"


" Kita akan tinggal dirumah peninggalan orang tua ibu"


" Apakah bersama Kiya? Aku tidak ingin melihatnya lagi Bu"


Seketika kaki Kiya pun lemas, dia terduduk dan sapu yang di tangan nya terjatuh, saat itu lah Dena dan ibu nya keluar.


" Hei kau, apa kau menguping?"


" Tega sekali ibu dan Dena kepada ku, jangan jual rumah ini Bu, ini satu² nya peninggalan ayah" kata Dena memohon


" Baguslah kalau kau sudah mengetahui rencana kami, jadi kami tidak perlu bersusah payah memberitahu mu' kata ibu nya dengan senyum sinis


"Bu, Kiya mohon jangan jual rumah ini" Kiya memegangi kaki ibunya pertanda dia memohon.


" Sudah lah pergi kau dari rumah ini, besok aku akan menjualnya"


dan ibu nya pun menendang Kiya hingga Kiya jatuh ke belakang.


" Sambutlah dunia dan teman² gembel mu, karna sebentar lagi kau akan menjadi gembel" ucap Dena sambil tertawa dan disusul tertawa oleh ibu nya.


Saat itu pula tiba² datanglah 2 orang pria dan menolong Kiya.


" Hei, jangan kasar kepadanya atau kau ku lapor pada polisi" bentak seseorang dari luar dan berjalan ke arah Kiya.


Kiya kaget mendengar suara itu, dia berbalik secara perlahan. Dan dia tak menyangka bahwa Presedir dan pak Tio yang datang menolong nya.


" Bawa baju mu Kiya, kau akan ikut dengan ku"


Kiya masih terdiam dan tak berapa lama dia pun menuruti perkataan presedir nya itu, dia juga tak tau lagi mau kemana jika presedir nya itu tak datang menolong nya.


Dena dan ibu nya tidak bisa berkata² lagi, karna memang itu lah yang mereka inginkan, kepergian Kiya.


Ketika Kiya pergi bersama kedua orang tersebut Dena dan ibu nya hanya bisa menatap kepergian mereka.


" Ibu, kenapa pria itu datang menolong Kiya, dia tampak nya orang kaya. lihatlah pakaian dan mobil nya, itu sungguh mewah ibu"


" Iya nak ibu rasa begitu"


💙 **Jangan lupa vote and like Readers 💙


Dan follow ig : lisa_mutiia


Tunggu terus cerita selanjutnya Readers 🤗**