
π **Jangan lupa vote and like Readers π
Dan follow ig : lisa_mutiia
Happy reading π€**
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
" Oma, apa Oma sudah melihat berita tentang tuan Varo?" Tanya Ela kepala pembantu rumah tangga di rumah milik Oma Varo
" Berita apa Ela?"
" Tuan Varo akan segera menikah Oma"
" Apaa? Tidak mungkin cucu tengik ku itu menikah tanpa memberitahu ku"
Mendengar kabar itu dari Ela, Oma langsung menelpon Varo untuk meminta penjelasan nya.
" *Hallo Oma, apa ada masalah?"
" Iya ada"
" Apa masalah mu Oma, katakan lah*"
" *kau lah masalah nya Varo" ucap Oma dengan nada di tekan
"Aku? Apa maksud Oma*"
" *Siapa yang akan kau nikahi?"
" Tenang lah Oma, kenap Oma tidak senang aku akan menikah bukan nya Oma menanti nanti hari ini?"
" Iya harus nya Oma senang tapi kenapa kau tidak mengenalkan dulu gadis itu pada Oma"
" Oma tenang lh aku yakin Oma suka dia, dia adalah gadis penurut dan tidak memandang harta seperti yang Oma inginkan" bisik Varo pada telpon nya*
" *Benarkah? Bawakan gadis itu sekarang ke rumah Oma"
" Baiklah Oma*"
Kevin siapkan pernikahan ku sebagus mungkin, aku harus membawa Kiya pada Oma.
" Ayo kiya ikut aku"
Kiya hanya mengikuti langkah Varo dengan wajah tertunduk, dia tidak ingin melihat wajah karyawan lain nya yang pasti akan menatap nya sinis karna tidak suka jika mantan OB kini malam menjadi calon isteri presedir mereka.
" Oma, dimana kau" teriak Varo di dalam rumah Oma
" Kenapa kau sesibuk ini Oma, duduk lah biarkan mereka yang menyiapkan nya tulang mu itu tidak akan tahan menopang tubuh mu lama jika kau terus berdiri"
" Hei dasar cucu tengik, aku memang sudah tua tapi aku sehat. Ohiya dimana Gadis itu Varo?"
" Dia ada di ruang tamu"
" Ayo Oma sudah tidak sabar menemui nya"
" Halo cucu Oma, siapa nama mu"
" Nama ku Dzakiya Talita Zahra Oma, biasa di panggil Kiya"
" Nama yang bagus"
" Kau sedikit pendek, tapi kau cantik apalagi tanpa kacamata itu"
" Aku tidak bisa jelas melihat jika tanpa kacamata ini Oma"
"Oma akan membuat mu jelas melihat sebelum hari pernikahan kalian tiba"
Perasaan sesak yang ada di dada Kiya tidak sanggup dia tahan, sakit rasanya menikah dengan orang yang tidak di cintai, tapi dia tidak bisa apa-apa lagi, Kiya tidak tau harus mengadu kepada siapa sudah tidak ada lagi seorang pun yang Kiya miliki di dunia ini. Jika dia kabur pun dia tidak akan bisa selamat dari Varo. Sungguh kejam Varo menurut nya, dia telah merenggut kebahagiaan Kiya nanti, dengan kekuasaan nya seenaknya dia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan.
" Hei apa kau menangis?" Tanya Oma melihat Kiya melamun dan ada air di mata nya
" Tidak Oma, mata ku hanya sedikit perih"
" Tenang lah mata mu akan segera pulih sebentar lagi"
Oma aku akan kembali ke apartemen ku, aku titip Kiya disini bersama Oma.
" Dimana orang tua nya?"
" Aku sudah tidak memiliki orang tua Oma" jawab Kiya dari belakang menghampiri Oma dan Varo
" Baiklah kau akan tinggal disini bersama Oma, dan setelah menikah nanti kau juga harus ikut tinggal disini Varo"
" Terserah Oma saja, aku pergi Oma"
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
π **Jangan lupa vote and like Readers π
Selalu nantikan cerita selanjutnya π€**