TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#9 kelas 1-A



jam 07.00 pagi.


cahaya mentari mulai masuk ke dalam kamar Kanata, gadis itu masih saja tidur sambil memeluk boneka kesayangannya. ia masih saja tertidur pulas lalu tiba tiba ponselnya berdering dan ia langsung meraih ponselnya yang berada di meja sebelah tempat tidurnya, ia melihat bahwa sekarang yang meneleponnya adalah Takahiro papanya. tanpa basa basi ia pun langsung mengangkat telepon dari papanya itu.


“ halo papa? ada apa pagi pagi begini sudah telepon?.”


“ ADA APA APANYA!? KAU PASTI BARU BANGUN KAN!? INGAT! HARI INI KAN HARI PERTAMA MU PERGI KESEKOLAH BUKAN!?.”


“ ah iya iya... nanti aku akan bersiap, sampai jumpa papa dan semoga harimu menyenangkan.”


“ KENAPA KAU BICARA SANTAI BEGITU!? KAU PIKIR INI SUDAH JAM BE-.”


Kanata langsung mematikan ponselnya walaupun papanya belum menyelesaikan kata katanya, ia masih setengah ngantuk dan kembali tiduran.


ia masih saja bermalas malasan dan berguling kesana kemari hingga ia pun menatap jam Dinding yang berada di atas pintu kamarnya itu. ia melihat kini jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.05 pagi. ia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mengendong tas sekolahnya lalu turun ke lantai bawah.


ia tidak sempat sarapan ataupun minum susu sekalipun dan ia juga tidak sempat membuat bekal makan siang, ia tidak peduli mau ia lapar atau tidak waktu di jam pelajaran nanti. yang ia pedulikan sekarang adalah ia harus cepat sampai di sekolah sebelum bel sekolah berbunyi.


ia berlari sangat kencang di jalan karena ia takut terlambat di hari pertamanya masuk sekolah dan ketika ia sampai di sekolah ia masih terkejut kenapa masih banyak orang yang masuk sekolah dengan santai padahal ini sudah menunjukan waktu 07.10 pagi.


kurasa aku belum terlambat, batinnya berkata lalu ia langsung masuk ke gerbang sekolah. kini Kanata menjadi pusat perhatian semua orang karena rambut pirangnya dan juga seragam sekolahnya. apakah ia orang asing? mungkin ia salah satu peserta pertukaran pelajar? hei lihat, seragamnya berbeda dengan kita. semua orang membicarakan Kanata Dan Kanata jadi merasa tidak enak karena ia menjadi pusat perhatian.


ketika ia memasuki gedung sekolah ia melihat banyak sekali rak sepatu yang berjejeran, ia bingung kenapa semua orang menaruh sepatu mereka di rak sepatu yang sudah tersedia dan menggantinya dengan sepatu yang sama.


Kanata masih bingung,sekarang ia harus pergi kemana? apakah ke ruang guru? tetapi dimana?. dan lalu tiba tiba seseorang yang memanggilnya dari belakang.


“ kamu anak baru disini ya?.”


gadis itu langsung menoleh ke arah suara itu dan ia melihat seseorang yang memanggilnya, ternyata yang memanggilnya adalah seorang lelaki yang sangat tampan dan kelihatannya ia lebih tua dari dirinya.


“ ah... iya.”


lalu lelaki itu tersenyum dan mengantar Kanata sampai ke ruang kepala sekolah.


“ sepertinya kau kebingungan ya? ayo biar ku antar ke ruang kepala sekolah.”


“ ah.. iya ... terimakasih.”


Kanata langsung mengikuti laki laki itu dari belakang, di sepanjang lorong sekolah.. semua orang menatap dirinya sambil membicarakannya. Kanata menunduk karena ia tidak ingin menjadi pusat perhatian ia berharap bahwa semoga ia cepat sampai ke ruang kepala sekolah.


dan akhirnya mereka sampai kedepan ruang kepala sekolah, lelaki itu membukakan pintu ruangan itu dan menyilakan Kanata masuk duluan.


“ kita sudah sampai, masuklah.”


“ ah.. terimakasih karena sudah mau mengantarkan ku sampai ke ruang kepala sekolah.”


“ ini memang sudah menjadi kewajiban ku.”


Kanata langsung masuk ke ruang kepala sekolah dan ia langsung memberi salam, kepala sekolah menyuruhnya duduk dan mereka berbincang bincang. setelah sekian lama berbincang bincang akhirnya kepala sekolah menyuruhnya untuk mengambil seragam sekolah dan perlengkapan lainnya nanti setelah sepulang sekolah dan ia kini di tempatkan di kelas 1-A.


sekarang sudah masuk jam pelajaran pertama, Kanata masih mencari cari kelas barunya yaitu kelas 1-A. lalu tiba tiba seorang guru memanggilnya dah mengantarnya ke kelas 1-A.


“ halo, kulihat kau sedang kesulitan... apa kau perlu bantuan nak?.”


“ ah.. iya.. aku mencari kelas 1-A, aku anak baru disini.. jadinya aku masih belum tau semua tempat yang ada disini hehe.”


“ oh begitu ya, kau mencari kelas 1-A bukan? tepat sekali karena aku ini adalah wakil kelasmu dan nama ibu adalah kuzehashi karasuma... ayo kita kekelas bersama.”


“ ah iya... terima kasih Bu kuzehashi.”


kuzehashi hanya tersenyum dan mereka berdua kini menuju kekelas 1-A, saat sudah di depan kelas... Kanata terdiam dan kini ia merasa sangat gugup sedangkan kuzehashi sudah masuk duluan dan menyuruh semua murid untuk diam dan duduk.


Kuzehashi menyuruh Kanata masuk dan memperkenalkan dirinya, Kanata masih sangat gugup tetapi setelah melihat kuzehashi menunjukan senyuman yakin kepada dirinya akhirnya ia menarik nafas perlahan dan mulai masuk kekelas barunya.


semua pandangan pun tertuju kepada dirinya, ia semakin gugup dan menghela nafas sekali lagi. kuzehashi menepuk pundak gadis itu sambil mengangguk. Kanata menarik nafas sekali lagi dan mulai memperkenalkan dirinya.


“ ha.. halo, namaku Saigusa Kanata. Aku berasal dari New York... semoga kita bisa saling kenal.”


kelas pun tiba tiba menjadi sangat sunyi setelah Kanata memperkenalkan dirinya, Kanata menunduk dan menahan air matanya.


ternyata suasana sekolah di Jepang dan di New York sangatlah berbeda dan tidak sesuai ekspektasinya, ia kira semua orang akan langsung berkenalan dengan dirinya.... tetapi.. ini? tidak..yang ada semuanya hanyalah terdiam.


lalu tiba tiba seorang gadis yang duduk di pojok dekat jendela memperkenalkan dirinya lalu yang lain pun ikut memperkenalkan diri mereka.


“ aku Hiromi, salam kenal.”


“ aku satomi, salam kenal.”


“ aku yukina, salam kenal.”


“ aku kaede, salam kenal.”


satu persatu semua orang memperkenalkan diri mereka kepada Kanata, Kanata sangat terharu dan menyesal apa yang ia pikirkan tadi.


ternyata semuanya itu baik dan mau berkenalan dengan dirinya, Kanata hanya tersenyum sambil membungkuk lalu kuzehashi menyuruh Kanata duduk di bangku kosong yang berada di pojokan dekat jendela.


setelah Kanata duduk, seorang gadis yang duduk di depan dirinya pun menyapanya lalu disusul dengan seorang laki laki yang duduk di sebelah perempuan yang barusan menyapanya itu.


“ hai! namamu Kanata ya? boleh aku panggil Kana-chan? oh iya! namaku Sakura Aiko.”


“ hai, aku Wataru Nayuta.”


Kanata senang karena bertemu teman baru dan mereka berdua sangatlah baik kepadanya.


“ boleh aku panggil kalian Nayuta dan Aiko?.”


tanyanya, lalu mereka berdua pun mengangguk dan kembali menoleh kearah kuzehashi yang sedang menerangkan pelajaran.


Kuzehashi menyuruh semua murid yang ada di kelas untuk membuka buku catatan mereka yang kemarin tetapi berhubung Kanata masih anak baru dan ia masih tidak tau catatan apa lalu Aiko menoleh ke belakang dan memberikan buku catatan miliknya kepada Kanata.


“ Ini, kau catat ulang ya.”


“ apa boleh?.”


Tanya Kanata, lalu Aiko pun terkekeh.


“ Tentu saja boleh, ayo cepat kau catat ulang.”


Kanata pun mengangguk dan langsung mencatat ulang catatan yang diberikan oleh Aiko, ternyata catatan yang di berikan Aiko itu lumayan banyak dan Kanata tidak sanggup menyatatnya semua.


jadi ia memutuskan untuk meminjam buku catatannya Aiko dan melanjutkannya dirumah nanti.


“ Aiko.. anu.. apakah aku boleh membawa pulang bukumu? besok akan ku kembalikan kok.. aku janji.”


tanpa basa basi Aiko pun membalasnya sambil terkekeh.


“ haha.. tentu saja.. oh iya, kau tidak perlu formal seperti itu ketika bersamaku... bicaralah seperti biasa saja ok.”


Kanata mengangguk lalu bel istirahat pun berbunyi, Kanata masih membereskan buku bukunya dan menaruhnya di kolong meja miliknya.


Aiko dan Nayuta menghampiri Kanata Dan mengajaknya untuk makan siang di kantin, Kanata menerima ajakan kedua teman barunya itu tetapi ia kan tidak mengerti cara memesan makanan.


“ ayo kita ke kantin.”


“ ah.. iya.. tetapi aku tidak mengerti cara memesan makanan di Jepang, jangankan di Jepang... di kantin sekolahku yang di New York saja aku tidak mengerti.”


Aiko terkekeh dan Nayuta pun tersenyum, lalu Aiko menarik tangan kanan Kanata Dan menyuruhnya ikut ke kantin.


Kanata sebenarnya ingin menolaknya tetapi jika sudah di paksa ikut seperti ini ya.. dia tidak bisa berkata apa apa lagi, ketika sudah sampai di kantin Kanata melihat banyak sekali orang orang yang sedang makan siang di sana.


wah... ramai sekali. batinnya berkata, lalu Aiko dan Nayuta menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari kursi yang kosong untuk mereka makan siang.


akhirnya mereka menemukan kursi yang kosong, lalu mereka bertiga pun menghampiri tempat itu dan menyuruh Kanata duduk disitu. Nayuta menawarkan Kanata ingin makan siang apa, tetapi Kanata masih bingung untuk memilihnya.


“ kau ingin makan apa?.”


tanya Nayuta, Kanata hanya diam dan masih belum selesai juga untuk memilih makanan apa yang akan ia makan untuk makan siang. lalu Aiko pun memutuskan bagaimana jika kita semua memakan makan siang yang sama.


“ begini saja... bagaimana kalau menu makan siang kita sama?.”


Kanata Dan Nayuta mengangguk setuju, lalu Aiko dan Nayuta pun meninggalkan Kanata Sendiri. awalnya Kanata ingin ikut memesan makanan bersama kedua teman barunya itu. tetapi Aiko dan Nayuta menyuruhnya duduk diam di situ.


tidak lama Aiko dan Nayuta pun kembali dan membawa makan siang, Kanata Yang melihat Nayuta yang kesulitan membawa dua nampan makan siang ia pun langsung berdiri dan membantu Nayuta membawa 1 nampan.


sekarang mereka sedang menyantap makan siang mereka, Ketika Kanata Sedang menatap kedua teman barunya itu ia jadi teringat dengan kedua sahabatnya yang berada di New York.


Aiko yang menyadari kalau dari tadi Kanata menatap dirinya dan juga Nayuta, ia bertanya kepada Kanata kenapa Kanata menatap dirinya dan juga Nayuta seperti itu.


“ hey, ada apa? mengapa kau menatap kami seperti itu? kenapa kau tiba tiba berhenti makan? apa kau tidak terbiasa dengan makanan Jepang ya?.”


“ ah, tidak kok... aku sangat suka makanan Jepang... alasan kenapa aku menatap kalian terus... aku.. kalian mengingat kan ku kepada kedua sahabat ku yang di New York.”


Nayuta dan Aiko menatap satu sama lain, Nayuta pun mengerti perasaan Kanata... Pasti ia merindukan sahabat sahabatnya di New York, karena merasa kasihan Nayuta pun bertanya siapa sahabatnya?


“ aku... aku hanya mempunyai 2 sahabat, namanya Olivia dan Daniel dan mereka juga sama seperti kalian... mereka sangat baik dan ramah.”


jawab Kanata sambil menopang dagunya, Aiko dan Nayuta pun merasa cemas dan berusaha menghibur Kanata.


“ baguslah kalau begitu! iyakan Aiko?.”


“ iya! Kana-chan... aku tau kau pasti merindukan kedua sahabatmu, tetapi kumohon... anggaplah kami seperti mereka.. aku dan Nayuta ingin sekali menjadi sahabat mu yang pertama di Jepang. kamu tau tidak kenapa aku dan Nayuta ingin sekali berkenalan dengan mu? itu karena kami percaya pasti kamu adalah orang yang sangat baik dan juga ramah, dan benar dugaan kami bahwa kamu adalah orang yang baik dan juga ramah.”


Kanata merasa sangat terharu dan senang karena ia mendapat sahabat pertama di Jepang, mana gitu mereka sangatlah mirip dengan Daniel dan Olivia.


kalau begini terus... Kanata tidak akan merasa kesepian lagi, Kanata pun sangat berterima kasih kepada Nayuta dan Aiko karena mereka sudah mau menjadi sahabat pertamanya di Jepang.


“ terima kasih ya karena sudah mau menjadi sahabat pertama ku, aku sangat senang bertemu dengan kalian... semoga kita bisa semakin akrab ya.”


Aiko dan Nayuta mengangguk senang, lalu mereka bertiga melanjutkan makan siang mereka sambil mengobrol. setelah mereka menghabiskan makan siang mereka, Nayuta dan Aiko mengajak Kanata berkeliling mengenalkan daerah sekolah.


Aiko dan Nayuta mengenalkan semua daerah sekolah mulai dari lapangan, ruang seni, ruang musik, dan juga klub ekstrakurikuler. di sepanjang jalan... banyak orang yang menatap Kanata Dan Yang pasti kebanyakan yang menatapnya itu adalah laki laki.


Kanata semakin merasa tidak nyaman, ia menundukkan kepalanya lalu Aiko pun mengandeng tangan Kanata dengan erat. Aiko mengerti apa yang dirasakan Kanata sangat ini dan begitu pula juga dengan Nayuta.


Nayuta juga mengerti akan perasaan Kanata sekarang, pasti Kanata sangatlah merasa terganggu karena banyak orang yang menatap dirinya. tanpa basa basi Nayuta tiba tiba langsung merangkul Kanata.


wajah Kanata langsung memerah dan jantungnya berdebar sangat kencang karena ulah Nayuta yang tiba tiba merangkulnya, Kanata langsung menatap Nayuta dengan tatapan sangat malu tetapi Nayuta pun tersenyum miring lalu Aiko pun berbisik di telinga gadis itu.


“ tenang saja, semua akan baik baik saja kalau begini.” bisiknya lalu Kanata pun mengangguk. kini banyak perempuan yang menatap mereka bertiga, tetapi ketika orang orang menatap mereka dengan sangat serius. Nayuta pun menatap mereka balik dengan tatapan yang sangat dingin.


mereka akhirnya beristirahat sebentar di bangku taman sekolah, Kanata menatap lingkungan sekitarnya dengan sangat serius. Nayuta pun bertanya kepada nya.


“ Kanata? ada apa? kenapa kau serius sekali menatap taman?.”


“ ah.. tidak.. hanya saja.. suasananya berbeda sekali dengan di sekolah ku yang di New York, biasanya tidak banyak orang yang menghabiskan waktu mereka di taman sekolah seperti ini. biasanya mereka menghabiskan waktu istirahat nya di kantin dan di kelas.”


Aiko pun langsung duduk di samping Kanata sambil merangkulnya, Nayuta pun ikut duduk di samping kiri Kanata.


“ hee... begitu ya.. baguslah kalau begitu.”


jawab Aiko, Kanata kini menggambarkan ekspresi yang sangat sendu... ia heran kenapa setiap ia lewat pasti semua orang menatap dirinya. ia pun akhirnya Bertanya kepada Nayuta dan juga Aiko.


“ hei... kenapa ya... semua orang selalu menatapku? aku tidak ingin di tatap seperti itu, aku ... merasa sangat tidak nyaman jika di tatap semua orang.”


Nayuta pun langsung merangkulnya dan menjawabnya.


“ itu karena kau spesial! kau tau tidak kenapa semua orang menatapmu terus? kau berbeda dari yang lain... kau mempunyai rambut pirang yang sangat indah dan kau mempunyai mata berwarna biru yang sangat indah.”


kedua mata Kanata terbelalak dan langsung menatap Nayuta, ia tidak percaya apa yang dikatakan oleh Nayuta. Aiko pun mempunyai pemikiran yang sama.


“ apa yang di katakan Nayuta itu benar, jangan merasa takut... kami ada di sebelahmu dan jika ada yang berani macam macam denganmu katakan saja kepada kami! kami pastikan akan kita beri pelajaran.”


Kanata terkekeh dan sangat berterima kasih kepada mereka berdua, mereka benar benar mirip seperti Olivia dan Daniel.


bel masuk pun berbunyi, mereka bertiga masuk kekelas dan melanjutkan jam pelajaran selanjutnya. 4 jam pun berlalu dan sekarang adalah jam pulang sekolah.


seisi kelas sudah sepi dan kini hanya tertinggal Kanata, Nayuta Dan juga Aiko. setelah Kanata selesai merapikan barang barang mereka... Aiko dan Nayuta pun mengajaknya pulang.


“ Kanata, Ayo pulang bareng.”


“ iya... kau pulang sendiri kan? tidak baik jika anak perempuan pulang sendirian, pulanglah bersama kami.”


Kanata pun menerima ajakan dari kedua sahabatnya itu, tetapi ia ingin mengambil seragam dan juga buku buku baru miliknya di koperasi sekolah.


“ baiklah... tetapi aku ingin mengambil seragam dan buku buku ku dulu, apakah tidak apa apa?.”


Aiko dan Nayuta mengangguk dan mereka menemani Kanata mengambil seragam dan buku buku barunya, selesai mengambil seragam dan lain lain mereka pun pulang bersama sama.


Aiko, Nayuta dan juga Kanata pulang bersama sama, tetapi anehnya semakin lama arah pulang Kanata kok sama dengan arah pulang mereka berdua.


dan Kanata pun akhirnya sampai di depan rumahnya, ia pun berhenti sehingga membuat Aiko dan Nayuta ikut memberhentikan langkah mereka lalu menoleh kearah Kanata.


“ mengapa kau berhenti?.”


tanya Nayuta, Kanata memiringkan kepalanya .. ia bingung dan tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Nayuta.


“ euh.. apa maksudmu? ini adalah rumahku.”


Nayuta dan Aiko hanya tertawa, mereka kira Kanata bercanda tetapi sebenarnya apa yang dikatakan Kanata Itu benar. Kanata masih tidak mengerti kenapa mereka berdua hanya tertawa. lalu Aiko pun bertanya.


“ kau tidak bercanda bukan?.”


Kanata memiringkan kepalanya sambil menjawabnya dengan sangat polos.


“ tentu saja tidak, memangnya kenapa?.”


Aiko dan Nayuta terdiam, ternyata apa yang dikatakan oleh Kanata Itu bukan bohongan. Nayuta dan Aiko pun terkejut karena Kanata memanglah orang yang sangat kaya, ia mempunyai rumah yang sangat besar.


“ KAU BERCANDA!? RUMAHMU SANGATLAH BESAR.”


“ TERNYATA KAU MEMANGLAH TUAN PUTRI YA.”


Nayuta dan Aiko berteriak kepada Kanta, Kanata hanya bisa terkekeh lalu Nayuta pun bertanya-tanya.


“ kau tinggal sama siapa?.”


dan sekali lagi Kanata menjawabnya dengan sangat polos sehingga membuat Nayuta dan Aiko kembali terkejut dan berteriak kepadanya.


“ tentu saja aku tinggal sendiri, mama dan papa ku, semuanya.. kakakku dan juga keluarga besar ku berada di New York.”


Nayuta dan Aiko melebarkan kedua mata mereka sekali lagi dan masih tidak percaya, sebenarnya Kanata Itu siapa sih? kenapa ia bisa mempunyai rumah Yang sangat besar? mana gitu ia tinggal sendiri.


“ ah.. baiklah kalau begitu.. aku dan Nayuta pamit pulang duluan, aku masih tidak percaya semuanya ini.. astaga.”


tanpa habis pikir, Aiko dan Nayuta pamit pulang duluan. Kanata tidak mengerti kenapa mereka berdua tiba tiba bersikap aneh seperti itu, Kanata melihat mereka sampai mereka hilang dari pandangannya... tetapi... kok Aiko pulang kerumah nenek sakura yang ia kunjungi kemarin dan sedangkan Nayuta pulang kerumah seorang bibi yang ia berikan sekotak kue kemarin.


jangan jangan... mereka.. tidak... itu adalah rumah mereka, batinnya berkata lalu tidak salah lagi dan ternyata itu memanglah rumah mereka.


Kanata berteriak memanggil kedua sahabatnya itu.


“ HEI! JADI KALIAN TINGGAL DISANA?.”


“ IYA INI RUMAHKU.”


“ IYA! AKU TINGGAL BERSAMA NENEKKU DISINI.”


“ KALAU BEGITU... BERARTI KITA TETANGGA DONG?.”


“ EH... IYA.”


mereka saling berteriak satu sama lain, Kanata pun masuk ke rumahnya.. ia sangat senang karena ternyata ketiga sahabatnya itu juga menjadi tetangganya.


kalau begini.. aku bisa berangkat sekolah dan menghabiskan waktu bersama sama dengan mereka berdua! ahh senangnya.. aku tidak merasa sendirian lagi kalau begini. batinnya berkata.


lalu ia pun pergi menuju kamarnya dan Menganti pakaiannya, ia mencoba seragam baru yang ia ambil di koperasi sebelum pulang tadi.


ternyata ukurannya lumayan pas, tetapi seragam olahraga nya itu yang agak sedikit kebesaran baginya.


“ sepertinya, seragam olahraga nya sedikit kebesaran deh.. ahh tetapi tidak apa apa deh.”


Kanata mencoba seragamnya satu persatu, lalu selesai mencoba ia pun melipat semua seragam barunya itu dan menaruhnya di lemari kloset punyanya.


setelah ia menaruh semua seragam barunya ia pun pergi mandi dan segera memakai baju piyamanya, ia mengambil tas sekolahnya dan mengambil buku catatan miliknya dan juga buku catatan milik Aiko yang ia pinjam tadi.


Kanata langsung melanjutkan menyatat catatan yang Aiko berikan tadi, ia harus segera menyelesaikannya hari ini juga karena jika tidak selesai hari ini juga pasti Aiko akan kesulitan untuk melihat catatan nya nanti.


setelah beberapa menit berlalu akhirnya Kanata menyelesaikan catatannya, ia beristirahat sebentar dan rebahan sebentar. tiba tiba perutnya berbunyi dan tanda ia sekarang lapar. ngomong ngomong lagi pula ia belum makan malam.


ia pergi ke bawah dan menuju dapur sambil membawa ponselnya, ia membuka kulkas dan melihat apa yang dia punya hari ini. kulkasnya cukup lengkap tetapi ia tidak ingin merasa ribet sekarang.


ia membuka laci dan melihat ada banyak mie instan yang tersusun rapi disitu, banyak sekali jenis mie instan yang berbeda beda dan ia pun memutuskan untuk membuat mie instan untuk makan malamnya kali ini.


Kanata mengambil sebutir telur dan juga daging cincang yang tersedia di kulkas, ia mengambil sebuah panci dan mengisinya dengan air lalu merebusnya.


ketika airnya sudah mendidih ia memasukkan telur dan juga mie instan nya, sembari menunggu mie instannya matang ia pun menuangkan semua bumbu yang tersedia di dalam kemasan mie instan tersebut.


selang beberapa menit akhirnya mie instannya jadi dan ia menyaring mie dan telur nya lalu mengaduknya dengan bumbu yang ia tuang tadi, ia membuka kulkas sekali lagi dan menemukan semangkuk kecil natto Instant.


Natto adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi dengan Bacillus subtilis, biasanya dimakan untuk sarapan. tetapi kali ini Kanata ingin menyantap nya sebagai makanan sampingan untuk makan malamnya.


ia pun teringat semua yang terjadi di sekolah hari ini, ia sangat senang karena bertemu dengan Aiko dan juga Nayuta. ia sangat bersyukur karena mereka berdua sangatlah baik.


kelas 1-A ya? kurasa tidak buruk. gumamnya lalu ia melanjutkan makan malamnya dan lalu pergi ke kamarnya untuk tidur.