TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#2 TOKYO!?



“ KAMI PULANG


Kenzo dan Kanata sekarang sudah sampai dirumah, mereka melihat keadaan rumahnya sekarang sangatlah sepi. tak ada orang sekalipun dan bahkan mereka tidak melihat orang tua mereka di sekitar rumah.


Kanata duduk di sofa sambil menyalakan TV.


“ sepertinya rumah sepi ya kak, kira kira mama kemana ya? papa juga...apa dia sudah pulang?.”


Kenzo berjalan kearah meja ruang makan, ia melihat ada selembar kertas kecil yang berisikan tulisan di situ


Kenzo....Kanata, kalian sudah sampai? jaga rumah ini sebentar ya. mama sedang pergi ke rumah sakit sekarang. teman mama ada yang sakit, kalian jika lapar ada cemilan di kulkas. ibu membuatkan puding caramel untuk kalian...tolong jaga rumah baik baik ya


-mama


“ kurasa mama pergi ke rumah sakit, ia meninggalkan catatan disini.”


kata Kenzo sambil tersenyum setelah membaca surat dari nagisa.


Kanata pun terkejut setelah mendengar bahwa mamanya pergi ke rumah sakit, ia lalu menanyakan Kenzo siapa yang sedang sakit.


“ mama kerumah sakit!? mama sakit apa!? kita harus segera menelepon papa kak!.”


Kanata panik bukan main, ia mencari handphonenya dan tiba tiba Kenzo menenangkan adik kecilnya itu dengan memeluknya dari belakang dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


“ apa yang kau bicarakan bodoh...bukan mama yang sakit, tetapi katanya temannya sedang sakit...makanya ia menjenguknya sekarang.”


Kanata lalu menatap kakaknya dengan mata yang berkaca kaca, dan tiba tiba ia mengeluarkan beberapa tetesan air mata dan yang akhirnya berakhir menjadi tangisan.


“ bohong kan?...kakak kan suka bohong...lagi pula bisa saja mama berbohong kan...hiks..hiks..kakak bohong kan!?...iyakan...huwaaa..hiks..hiks.”


Kenzo pun menjadi heran dan kebingungan, kenapa adiknya yang satu ini gampang sekali menangis dan tidak bisa percaya akan kata katanya sekalipun.


Kenzo menggaruk garuk kepalanya dan menghela nafas, lalu ia duduk di samping adiknya itu. ia menghapus air mata adiknya dengan jadi telunjuknya dan memintanya agar berhenti menangis.


“hei...mengapa kau menangis sayang...kau tidak percaya kakak? baiklah kalau begitu kita lihat saja nanti apakah benar mama sakit atau tidak hah?...lagipula kenapa kau cengeng sekali sih?kalau kau tidak berhenti menangis juga nanti kau tidak kebagian jatah puding untuk hari ini.”


Kanata pun Yang tadinya nangis terisak Isak kini ia tiba tiba berhenti menangis setelah mendengar kata puding dari mulut kakaknya itu, ia langsung menoleh ke arah Kenzo dan melihat dengan wajah penuh arti bahwa ia menginginkan puding itu sekarang.


Kenzo pun menggaruk kepala lagi dan menghela nafas.


“ jika kau tidak ganti baju detik ini juga maka kau tak dapat jatah pudingmu kau mengerti?.”


Kanata pun langsung memeluk Kenzo ketika mendengar kata kata itu, lalu ia berkata.


“ jika aku selesai ganti baju, nanti aku akan dapat puding kan?awas saja kalau kakak sampai berbohong!.”


Kenzo pun menatap adik semata wayangnya itu, ia pun tersenyum sambil mengusap lembut rambut pirang adiknya itu.


“ bahkan sekarang kau tidak percaya akan kata kata kakakmu ini, dasar bodoh.”


Kanata pun hanya terkekeh lalu ia pergi berlari meninggalkan Kenzo sendirian, ia pergi menuju kamarnya dan segera mengganti pakaiannya.


Kenzo yang melihat tingkah laku adiknya itu hanya bisa menghela nafas dan terkekeh.


dasar anak kecil. batinnya berkata.


Kanata pun selesai Menganti pakaiannya, ia pergi ke lantai bawah dan segera memeluk Kenzo dari belakang.


“KAKAK! mana pudingnya? hehe.”


“ lepaskan pelukanmu dulu, baru nanti aku ambilkan pudingmu.”


Kanata pun langsung melepas pelukannya itu, lalu Kenzo pun membuka pintu kulkas dan mengambil 2 puding.


satu untuknya dan satu lagi untuk adiknya, ia menyodorkan puding itu ke adiknya lalu ketika Kanata ingin mengambil bagiannya tiba tiba pudingnya di tarik kembali oleh Kenzo.


“ kakak! apa yang kakak lakukan? sini berikan bagianku!!.”


Kanata berusaha mengambil puding bagiannya yang di pegang Kenzo di tangannya. Kenzo mengangkat tangannya agar Kanata tidak bisa menggapai puding yang ada di tangannya itu.


“ jika kau ingin pudingmu kembali, cium pipi kakak dulu.”


Kanata semakin kesal dan mengembungkan kedua pipinya, ia kini sangat cemberut. Kenzo pun tersenyum miring kearahnya.


“ ayolah Kana, kau tidak mau puding coklatnya ini termakan oleh kakakmu bukan?.”


Kanata pun semakin cemberut dan akhirnya ia tidak punya pilihan lain selain mencium pipi kakaknya itu.


“ ahh...baiklah kalau begitu.”


Kenzo pun tersenyum setelah Kanata mencium pipi kanannya itu dan langsung memberikan pudingnya kepada adiknya itu.


malamnya.


“ mama pulang!...lho?...kok sepi?.”


nagisa melihat keadaan rumah sepi, ia bingung kenapa rumahnya sepi. seharusnya kedua anaknya kan ada dirumah...apakah mereka sedang di kamar.


lalu saat nagisa berjalan ke ruang tamu, nagisa tersenyum karena melihat kedua anaknya itu tertidur di sofa. Kenzo tertidur sambil memeluk Kanata Dan Kanata juga tertidur sambil memeluk Kenzo.


“ astaga kalian ini bikin panik saja.”


Nagisa pun menghampiri kedua anaknya itu dan mencium kening mereka, lalu ia pergi ke dapur dan bersiap memasak makan malam.


1 jam kemudian


“ papa pulang!!....eh?.”


Takahiro terkejut melihat kenzo dan Kanata tertidur pulas di sofa, ia Ingin membangunkannya tetapi nagisa melarangnya dan membiarkan mereka tidur sebentar lagi. Takahiro pun mengerti dan segera mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pergi makan malam.


kini kedua orang tua Kanata Dan Kenzo Sudah siap untuk makan malam, sedangkan mereka berdua masih tertidur pulas di sofa.


“ papa, tolong bangunkan mereka...kasihan mereka pasti belum makan malam.”


Takahiro pun mengerti setelah istrinya memintanya membangunkan kedua anaknya itu, Takahiro tidak membangunkan kedua anaknya itu dengan cara biasa. ia mengambil


panci dan sendok untuk membangunkan mereka.


TENGG!!....TENG!!


Takahiro memukul panci itu dengan sangat kencang sehingga Kanata Dan kenzo pun terbangun dan terkejut.


“ WAAAA!!! ADA APA!?APA DUNIA SUDAH BERAKHIR.”


mereka berdua teriak teriak karena terkejut, sedangkan Takahiro dan Nagisa hanya tertawa melihat tingkah laku kedua anaknya itu.


“ ahahahah...kalian ini...astaga bikin perut ku sakit saja hahahah.”


Nagisa tertawa terbahak bahak, sedangkan Kanata kini mengembungkan kedua pipinya. Kenzo pun mengikuti apa yang di lakukan adiknya itu, kini mereka berdua sama sama cemberut.


“ sudahlah papa minta maaf, ayo kita makan malam.”


Kenzo Dan Kanata tidak berkata apa apa dan pergi ke meja makan, kini semua keluarga sedang makan malam bersama . lalu tiba tiba takahiro menaruh sendok dan garpu yang ia pakai untuk makan, ia mengepal kedua tangannya seakan akan ada yang ingin ia bicarakan.


“ Kanata... ada yang ingin papa bicarakan.”


Kanata Yang mendengar perkataan papanya itu langsung menaruh sendok dan garpu yang iya pegang dang mulai mendengarkan nya.


“ ada apa papa? tumben sekali ada hal yang ingin di bicarakan.”


Kenzo pun tidak peduli apa yang akan dibicarakan oleh kedua orang orang ini, ia hanya melanjutkan makan malamnya. Takahiro pun menghela nafas sebelum ingin berbicara kepada anak perempuan semata wayangnya ini.


Kanata terkejut dan matanya terbelalak, ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh papanya itu, ia memiringkan kepalanya seakan akan memberikan sinyal bahwa dia tidak tau apa yang dimaksud papanya itu.


“ jadi begini...papa...akan memindahkanmu untuk tinggal di Tokyo sendirian.”


matanya Kanata pun semakin melebar dan Kenzo yang tadinya tidak peduli akan kedua orang ini ia tiba tiba tersedak karena terkejut akan perkataan papanya yang satu ini.


“ HAH!?PAPA BERCANDA?mana mungkin kana Bisa tinggal sendirian disana...lagipula lihatlah dia, dia kan orangnya sangat ceroboh.”


Kanata memukul bahu kakaknya itu karena ia tidak terima akan perkataan kakaknya yang satu itu, Nagisa hanya bisa diam dan membiarkan Takahiro yang menjelaskan semuanya.


“tentu saja papa tidak berbohong, lagipula memang sudah saatnya Kana belajar mandiri bukan?.”


Takahiro berusaha menjelaskan semuanya kepada kedua anaknya itu, tetapi Kenzo pun masih belum percaya akan perkataan papanya itu.


“hah!? papa bagaimana sih, Kana itu masih kecil. ia masih belum tau apa apa. lagipula Tokyo...kenapa harus Tokyo!? kenapa tidak di Shimizu tempat rumah nenek saja? kalau disana kita kan bisa memastikan kalo Kana itu baik baik saja, benar begitu bukan mama.?”


Nagisa pun tidak tau harus berkata apa lagi, ia tidak menjawab pertanyaan anak laki lakinya yang satu ini. Kenzo semakin pusing dan menggaruk garuk belakang kepalanya, ia berusaha mencerna keadaan.


Takahiro pun menghela nafas.


“ ini tidak bohong Kenzo, mama dan papa sudah memikirkan ini sejak lama. kamu juga nanti papa memindahkanmu ke london.”


Kenzo semakin terkejut, matanya terbelalak dan ia masih belum mengerti apa yang di katakan orang yang satu ini.


“ tunggu, apa!? LONDON?! KENAPA HARUS LONDON!? cukup biarkan aku ikut Kanata ke Tokyo saja! aku tidak ingin ke london.”


Takahiro menghela nafas dan bersabar agar kedua anak anaknya ini mengerti apa yang dimaksud oleh dirinya.


“ mungkin kalian tidak tau alasan papa dan mama memindahkan kalian ke luar negri dan juga memisahkan kalian sementara, tapi suatu hari nanti...pasti kalian akan tau.”


Kanata dan Kenzo menatap satu sama lain lalu mereka bertanya.


“ kapan waktu suatu hari itu nanti akan datang?.”


Nagisa pun yang dari tadi hanya diam akhirnya ia bersuara.


“ jika kalian akan mengerti dunia orang dewasa itu seperti apa pasti kalian akan mengerti.”


Nagisa menatap kedua anaknya itu dengan tatapan yang sangat sendu, Kanata Dan kenzo Yang melihat mamanya terlihat sendu begitu akhirnya mereka tidak ingin menanyakan pertanyaan lagi.


mereka masih belum mengerti akan perasaan kedua orangtuanya itu...tetapi mereka mengerti dari raut wajahnya mereka. jadi Kanata Dan Kenzo memutuskan untuk membicarakan sendiri di ruangan mereka nanti.


“ baiklah kalau begitu...aku mengerti...nanti pasti aku akan tau sebabnya, baiklah kalau begitu...aku pergi ke kamarku dulu ya.”


Kanata pun pergi meninggalkan ruang makan tersebut, lalu Kenzo pun mengaruk belakang kepalanya lagi dan berdiri lalu pergi menghampiri adik kecilnya itu.


“ papa, apakah ini akan berhasil?”


“ tenang saja sayang... pasti mereka mengerti suatu hari nanti seperti yang kau bicarakan.”


Nagisa dan Takahiro menghela nafas dan berusaha menenangkan diri mereka.


* dikamar Kenzo


Kanata membaringkan dirinya di kasur milik kakaknya dan Kenzo pun ikut berbaring bersama adiknya itu.


“ Tokyo ya...pasti aku akan bertemu dengannya lagi jika aku pergi ke Tokyo hehe.”


Kenzo pun langsung menatap adik semata wayangnya itu dengan keheranan.


“dengannya? siapa? kau ada kenalan orang Tokyo memangnya?.”


“ bukan begitu kakak, apa kakak lupa dengan sahabat kecilku dulu?.”


Kenzo menaikkan alis kanannya, ia berusaha mencerna apa yang dikatakan adiknya itu.


“ sahabat kecilmu? siapa?.”


Kanata menatap Kenzo dengan penuh harapan agar Kenzo mengingat orang yang di maksudnya itu, Kenzo semakin tidak mengerti apa Yang dimaksud oleh adiknya itu...lalu ia Tiba tiba mengingat seseorang yang dimaksud adiknya itu.


“ maksudmu anak itu? kuzam..eh kazuma bukan?.”


Kanata Yang mendengar kata kata itu dari kakaknya ia pun tertawa dan senang karena Kenzo masih mengingatnya.


“ hahah, iya benar kak...sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan nya, kuharap ketika aku ke Tokyo nant... dan ketika aku bertemu dengannya aku harap ia masih mengingatku, aku ingin melihat dirinya yang sekarang.”


Kanata menatap langit langit kamar Kenzo dengan penuh harapan, Kenzo yang melihat adiknya mengharapkan sahabatnya kembali mengingatnya lagi ini ia merasa kasihan kepadanya.


bagaimana jika anak itu memang benar benar melupakanmu dan tidak mengingatku Sama sekali? apakah kau akan menangis? apakah kau akan sedih?. batinnya Kenzo berkata.


Kenzo menatap adiknya dengan sendu, lalu ketika Kanata menoleh kearahnya...Kanata bingung kenapa kakaknya menatapnya seperti itu dan ia menegurnya.


“ kakak kenapa? kenapa kakak menatapku seperti itu?.”


Kenzo pun mulai sadar dari tatapannya dan ia tersenyum sambil mengelus rambut adiknya itu.


“ tidak...aku tidak apa apa, aku...hanya..eumm... Kanata, Bagaimana jika anak itu tidak mengenalmu lagi?...bagaimana jika ia tidak mengingatmu dan benar benar sudah melupakanmu? apa yang akan kamu lakukan.?”


Kanata terkejut akan perkataan kakaknya itu, ia juga baru sadar, bagaimana jika nanti sahabatnya itu tidak mengenalnya lagi. bagaimana jika dia benar benar melupakan dirinya lagi dan lalu Kanata pun menjawab dengan nada terbata bata.


“ ya...itu tidak mungkin terjadi bukan? lagipula aku dan dia sudah berjanji akan bertemu lagi. dan ya walaupun ia sudah melupakanku...aku akan tetap membantunya untuk mengingat diriku kembali.”


Kanata pun tersenyum dan menatap kakaknya dengan tatapan yakin, Kenzo pun yang melihat adiknya menatapnya dengan tatapan penuh keyakinan itu akhirnya mengerti dan berhenti menanyakan sesuatu yang tidak penting.


aku tau perasaanmu, tetapi jika itu benar benar terjadi...kakak mohon...janganlah menangis ataupun bersedih. batinnya Kenzo berkata.


lalu Kenzo pun bangkit dari tempat tidurnya dan duduk di meja belajarnya, ia mulai mengambil beberapa buku untuk mengisyaratkan bahwa ia ingin belajar dan tidak ingin merasa terganggu. Kanata Yang melihat kakaknya sedang mengambil beberapa buku itu, ia pun mengerti dan segera keluar dari kamar kakaknya.


“ aku akan pergi kekamarku, selamat malam kakak.”


“ selamat malam juga adik kecilku.”


Kenzo membalasnya dengan senyuman hangat, lalu senyumannya itu lama lama memudar...ia menatap foto yang terpajang di atas meja belajarnya itu. ya foto yang di pajang itu adalah foto masa kecilnya, adiknya, kazuma dan juga Ryusei kakaknya kazuma.


“ jika benar kalian berdua akan bertemu lagi nanti...kumohon janganlah melupakan satu sama lain, kazuma...adikku sangatlah mengharapkan mu...kumohon jangan membuatnya sedih, jika kau membuatnya sedih...aku tidak akan pernah memaafkanmu.”


Kenzo menatap foto itu penuh arti, lalu ia memfokuskan pandangannya ke arah foto Ryusei. ia lalu ingat kepada Ryusei.


“ hai Ryu...jika kita bertemu nanti...apakah kau juga akan melupakanku?.”


*di kamar Kanata


Kanata kini menutup pintu kamarnya, ia lalu duduk di ranjangnya dan melihat kearah pajangan foto yang berada di dinding kamarnya. ia melihat banyak sekali foto foto waktu dirinya dan kakaknya masih kecil, ia juga banyak foto foto ketika sedang bersama kazuma.


kini perasaannya tidak bisa di tebak. antara bingung,sedih,senang ataupun kecewa...


hatinya sangat kacau. ia lalu mengingat akan kata kata kakaknya tadi.


Kanata, Bagaimana jika anak itu tidak mengenalmu lagi?...bagaimana jika ia tidak mengingatmu dan benar benar sudah melupakanmu? apa yang akan kamu lakukan.?”


ia lalu menatap foto foto itu lagi dan tiba tiba meneteskan beberapa air mata dan ia memeluk boneka kelinci putih kesayangannya.


”kuharap itu benar benar tidak akan pernah terjadi...iyakan? benar bukan begitu kazuma??...kau menungguku kan?...aku akan menyusulmu, dan kita akan bermain dan bersama sama seperti dulu lagi...hiks...hikss..kazuma..tolong jangan lupakan aku.”


ia pun mempererat boneka kelinci kesayangnya dan ia pun tidak sadar bahwa sebenarnya Kenzo mengupingnya dari depan pintu kamarnya, perasaan Kenzo kini pun ikut kacau. ia tidak ingin melihat ataupun mendengar adiknya menangis. tetapi apa boleh buat, ia pun kembali pergi ke kamarnya.


Kanata pun berbaring sambil menangis dan memeluk boneka kelinci kesayangnya itu dan ia pun tertidur.