TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#7 suasana baru



matahari terbit dan kini waktu menunjukkan pukul 7 pagi.


Kanata bangun dari tidurnya, ia mengambil ponselnya yang ada di dekat bantal. ia pun membuka sosial medianya. ia melihat lihat ada berita apa pagi ini dan tiba tiba Kenzo pun menelepon nya.


kenapa kakak menelepon ku pagi pagi gini ya?. batinnya berkata lalu ia pun mengangkat telponnya.


“halo Kana?”


“ah halo kakak...ada apa?.”


“ kau sudah sampai di Tokyo?.”


“ sudah kemarin malam... nenek dan kakek juga langsung pulang ke Shimizu kemarin malam, padahal aku menyuruh mereka tinggal bersama ku untuk beberapa waktu.. tetapi mereka menolak.”


“ ya ... begitulah nenek dan kakek, bagaimana rumahnya? besar tidak?.”


“ rumahnya sangat keren kakak! semua ruangannya sangat luas dan bahkan kamarku saja juga sangat luas.”


“ baguslah jika kau menyukainya, sepertinya papa memang mempersiapkan itu khusus untuk dirimu ya hahah, kemungkinan nanti kakak juga akan pindah dan tinggal bersamamu.”


“ BENARKAH?! KAPAN!?.”


“ kakak juga tidak tau kapan... tapi papa bilang secepatnya, jadi... tunggu lah aku disana... disini sudah sangat larut, kakak harus tidur... nanti kita mengobrol lagi ya sayang.. bye bye.”


“ bye bye kakak.”


Kanata pun bangun dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi, selesai mandi ia turun ke bawah dan menuju dapur.


ketika di sedang di dapur ia bingung ingin sarapan apa pagi ini.


“ aku sarapan apa ya? semua bahan makanan sih lengkap... cuma... apa yang akan ku buat untuk sarapan?.”


ia pun membuka kulkas dan melihat ada telur dan beberapa bahan makanan didalamnya, ia juga melihat ada roti dan ia pun memutuskan untuk membuat sarapan roti bakar dan telur seperti biasa.


ia menaruh roti di mesin pemanggang roti dan ia juga membuat telur dadar gulung, setelah roti dan telurnya matang. ia membawa makanannya ke meja makan dan menuangkan segelas susu dingin, ia juga tidak lupa untuk menambahkan selai strawberry di rotinya.


kini ia menyantap sarapannya sendirian, ia pun menyalakan TV agar suasana nya tidak terlalu sepi. tetapi tetap saja rasanya sunyi dan sepi... biasanya ia makan sarapan bersama keluarganya dan kini? ia hanya menyantap sarapannya sendirian.


“ sunyi sekali... ternyata hidup sendirian itu memanglah tidak menyenangkan ya... biasanya aku sarapan bersama keluarga ku, tetapi sekarang? aku menyantapnya sendirian... aku jadi selera makan.”


Kanata tidak menghabiskan makanannya dan akhirnya membuang sisa makanannya itu, ia hanya menghabiskan segelas susunya dan memakan setengah roti dan telur. selera makannya hilang dan ia memutuskan untuk jalan jalan keluar sebentar karena hanya untuk membiasakan diri dengan lingkungan barunya ini.


ia mengambil tas kecilnya dan pergi keluar rumah, ia juga tidak lupa untuk mengunci pintu rumahnya.


di sepanjang jalan... semua orang banyak sekali yang memandang Kanata, Karena rambut pirangnya dan parasnya yang cantik. ia pun tidak memperdulikan nya dan hanya tetap tersenyum.


ia menelurusi semua daerah rumahnya dan kini ia beristirahat di taman, gadis itu melihat betapa ramainya di daerah ini.


banyak sekali orang orang yang lewat dan anak anak yang bermain di area taman bermain.


ia senang melihat semua orang tersenyum dan menghabiskan waktunya bersama, ia pun jadi teringat dengan New York kota dimana ia lahir. gadis itu juga teringat akan kedua sahabatnya.


lalu ia pun mendongakkan kepalanya sambil memejamkan matanya dan seketika sebuah bola mengenainya, Kanata mengambil bola itu dan terlihat sekumpulan anak anak yang sedang mencari bola yang sedang dirinya pegang.


gadis itu pun menghampiri segerombolan anak anak yang sedang sibuk mencari bola mereka dan memberikan bola tersebut, semua anak anak pun tersenyum dan berterima kasih kepada Kanata.


Kanata sangat senang mendengarnya lalu salah satu dari anak anak itu pun mengajak dirinya untuk bergabung bermain bersama mereka.


“ kakak cantik, bergabunglah dengan kami.”


Kanata dengan senang hati menerima ajakan itu dan bermain bersama mereka, ditendangnya bola kesana dan kesini sambil tertawa dan bersenang senang bersama segerombolan anak anak itu.


mereka bermain sampai sore hari dan sekarang matahari hampir terbenam, semua anak-anak itu saling berpamitan dan pergi pulang sambil melambaikan tangan mereka ke ara Kanata.


Kanata pun membalasnya dengan senyuman hangat, ia pun melihat ke jam tangannya dan melihat bahwa waktu sudah hampir menunjukan pukul 6 sore.


ia lalu segera pergi dari taman itu dan segera pulang.


* dirumah


ia segera pergi ke kamarnya untuk mandi, selesai mandi ia pergi kebawah dan menyalakan TV sambil menyisir rambutnya. ia tidak berpikiran akan makan malam hari ini, karena ia masih tidak nafsu makan dan tidak merasa lapar.


ia pun mengalihkan pandangannya ke sebuah piano berwarna putih yang berada di dekat Sofanya, ia berpikir apakah dia akan memainkan piano itu?.


apa sebaiknya aku memainkan piano itu ya? agar diriku sedikit tenang. batinnya berkata lalu ia pun memutuskan untuk memainkan piano itu.


jari jari tangannya sangatlah lincah saat dirinya memainkan sebuah piano tersebut, dirinya memainkan nadanya tepat pada temponya dan akhirnya menghasilkan sebuah nada nada yang indah.


Kanata Akhirnya menyelesaikan bagian bagian dari nada lagu yang ia mainkan lalu ia menghela nafas dan mematikan tv lalu pergi menuju kamarnya, Kanata kini sedang berada di balkon kamarnya.


ia menatap sebuah rumah yang agak mirip dengan rumahnya di sebelah nya, ia masih kepikiran sebenarnya kemana si pemilik rumah itu pergi? padahal dirinya ingin sekali memperkenalkan diri dan akrab kepada tetangga pertama itu.


Kanata p.o.v


Aku sekarang sedang menatap rumah yang ada di sebelah rumahku itu.


“ orang yang mempunyai rumah itu sebenarnya kemana ya? apa memang rumah itu sebenarnya tidak ada penghuninya? tetapi sepertinya tidak deh, habisnya lampu luar rumah itu menyala... ah sudahlah mungkin aku bisa berbicara dengan si pemilik itu suatu hari nanti.”


aku pun mengalihkan pandangan ku dan melihat rumah rumah yang lain, aku pun akhirnya berpikiran untuk memperkenalkan diriku dengan yang lain dulu besok.


“ haruskah aku memperkenalkan diriku dengan yang lain dulu besok? sebaiknya iya ya... buah tangan apa yang akan ku berikan untuk para tentangga baruku nanti ya? ah! aku akan buatkan kue saja besok hehe.”


p.o.v end


Kanata pun kembali masuk ke kamarnya dan menutuh pintu balkon kamarnya itu, ia tiba tiba menatap foto foto yang terpajang di meja belajarnya itu.


ia melihat kembali foto dirinya, Kenzo, Kazuma dan juga Ryusei saat masih kecil. ia menatap foto itu lalu menyentuh gambar bagian dirinya dan juga Kenzo saat sedang merangkul satu sama lain.


matahari terbit dan jam alarm Kanata berbunyi sangat nyaring sehingga gadis itu pun terbangun, ia mematikan alarmnya dan melihat jika sekarang sudah menunjukan pukul 5 pagi.


sebenarnya Kanata tidak biasa bangun pagi pagi buta seperti ini, ia bangun terlalu pagi karena ia akan membuat kue kering untuk di bagikan kepada para tetangga tetangga barunya sebagai buah tangan pemberian nya.


ia pun pergi ke kamar mandi lalu mencuci muka dan sikat gigi, setelah itu ia pergi ke bawah menuju dapur. sebelum dia memulai membuat kue kue kering... ia mengambil dan memakai celemek kesayangannya yang ia biasa pakai untuk memasak waktu di New York.


setelah ia memakai celemek ia lalu mengikat rambutnya dan mulai mengambil bahan bahan, setelah semua bahan bahan sudah ada di meja ia pun mulai membuat adonan kue terlebih dahulu.


ia masukkan semua bahan bahannya mulai dari tepung, telur, pasta vanila dan lain lain.


setelah ia membuat adonannya ia pun mencetak nya dengan berbagai jenis cetakan kue kering. mulai dari yang berbentuk hati, bintang, lingkaran, kotak dan sebagainya.


ia lalu memanggang adonan kue keringnya dan sambil menunggu kue kue keringnya matang ia pun mengambil selai coklat, selai strawberry dan juga banyak jenis sprinkle untuk menghias kue kue kering nantinya.


setelah 45 menit kue kering pun matang dan ia mengeluarkan nya dari oven, kuenya sangatlah wangi dan ia mengambil satu untuk mencicipinya.


enak! batinnya berkata, lalu ia segera menghias kue kue keringnya dan menyusunnya di masing masing kotak untuk di berikan kepada tentangganya.


masih ada sisa beberapa kue kue kering di nampan dan Kanata pun memutuskanya untuk membaginya kepada anak anak yang suka bermain di taman seperti kemarin, ia pun membungkusnya dengan kotak yang berukuran sedang lalu menutupnya.


kini Kanata Sudah selesai membuat kue dan ia langsung pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian dan membagikan kue kue kering ini untuk para tetangga tetangga barunya.


kini dia sudah di depan gerbang rumahnya dan memutuskan untuk membaginya ke rumah tetangga yang ada di depan rumahnya, ia tidak lupa membunyikan bel terlebih dahulu.


Ting tong. bel rumah tersebut berbunyi dan seorang wanita pun membukanya.


“ iya? ada apa nona?.”


Kanata pun tersenyum lalu membalasnya.


“ halo bibi, aku penghuni baru disini..aku tinggal di di rumah depan rumah bibi... oh iya.. namaku saigusa Kanata umur ku 15 tahun, salam kenal bibi dan aku membawa bingkisan untuk mu ... semoga anda menyukainya.”


Kanata memberikan sekotak kue kering kepada wanita itu sambil membukukan dirinya dan mengenalkan dirinya, wanita itu pun terkejut dan mengucapkan terima kasih kepada gadis itu.


“ ahh Kanata Chan ya? baiklah terimakasih banyak Kanata Chan, nama bibi nishizono Haruna .... salam kenal ya nak.”


Wanita itu tersenyum dan Kanata pun pamit karena masih banyak kue kue kering yang harus ia bagikan kepada tetangga barunya, satu persatu rumah semua di kunjungi oleh gadis itu dan sekarang ia berada di rumah tetangga nya yang terakhir.


ia pun mencari tombol bel di sekitar pintu rumah itu alhasil ia tidak menemukannya dan terpaksa ia harus mengetuknya.


“ anu... permisi... apakah ada orang di dalam?... halo.. permisi.”


Kanata tidak mendengar apa apa dari dalam rumah itu ia pun menghela nafas dan putus asa lalu ia akhirnya pergi pulang tetapi saat ia membalikkan badannya tiba tiba seseorang membuka pintu itu dan gadis itu pun terkejut, saat ia membalikkan badannya ke arah pintu tersebut terdapat sebuah nenek nenek yang membuka pintu itu lalu nenek itu pun menghampiri Kanata.


“ halo nona muda... ada perlu apa nona datang kesini?.”


Kanata Akhirnya merasa lega ternyata di dalam rumah itu masih ada penghuninya, ia kira di rumah ini tidak ada penghuninya dan yang membukakan pintunya itu adalah hantu.


ternyata pemikirannya salah, ia pun langsung mengenal kan dirinya sambil membungkuk ke arah sang nenek.


“ ah... selamat sore nenek, maafkan atas kelancangan saya... anu itu... aku tetangga baru disini.. aku tinggal di belakang rumahmu, namaku saigusa Kanata... Aku membawakan sedikit buah tangan untuk nenek dan semoga nenek menyukainya.”


Kanata pun memberikan sebuah kotak terakhir yang berisikan kue kue kering yang ia buat tadi pagi, sang nenek pun tersenyum lalu tertawa.


ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada gadis itu dan mengajaknya masuk.


“ terima kasih nona, namamu Kanata ya? sungguh nama yang bagus... oh bagaimana jika nona masuk dulu?.”


Kanata sangat senang saat mendengar tawaran dari si nenek, tetapi ia harus menolaknya karena sebentar lagi hari semakin gelap. ia pun akhirnya menolaknya dengan lembut dan berpamitan kepada si nenek.


“ terima kasih nenek atas tawaran nya, aku ingin sekali mampir ke rumah nenek... tetapi ini sudah semakin gelap... maafkan aku nenek.”


si nenek pun dengan mudahnya tersenyum tulus kepada Kanata Dan mengelus kepala gadis itu, ia pun mengerti dan mengangguk lalu Kanata pun ikut tersenyum lalu ia pamit kepada si nenek.


di perjalanan pulang ia pun melewati taman dan berhenti karena ia melihat segerombolan anak anak yang kemarin bermain dengan nya, ia pun memutuskan untuk menghampiri anak anak itu dan memberikan kue kue kering yang sudah ia simpan khusus untuk mereka.


“ halo.. kita bertemu lagi ya? kalian masih bermain? hari sudah semakin gelap lho.. apa kalian tidak pulang? aku mempunyai sebuah kotak berisikan kue untuk kalian... apakah kalian mau?.”


Kanata memberikan kotak itu kepada mereka dan mereka pun menerimanya, salah satu dari mereka mengucapkan terima kasih dan lalu akhirnya disusul oleh semua teman temannya.


“ terima kasih kakak cantik.”


Kanata senang mendengarnya iya pun membalasnya dengan senyuman hangat nya dan lalu meninggalkan anak anak itu, sesampainya di rumah.


ia pun segera membuat makan malam untuk dirinya karena perutnya sekarang sangatlah lapar, ia hanya makan malam dengan nasi goreng yang ia buat barusan.


setelah makan malam ia pun pergi menuju kamarnya lalu mandi dan selesai mandi ia tiduran di kasurnya, tiba tiba papanya pun meneleponnya. ia sangatlah senang karena Takahiro menelponnya dan ia pun mengangkatnya.


“ halo Kanata?.”


“ ah halo papa! bagaimana kabarmu?.”


“ papa baik baik saja, bagaimana dengan dirimu sayang?.”


“ aku juga baik baik saja disini hehe, ohiya tadi ... aku membagikan kue kue kering dan memperkenalkan diri ku kepada tetangga tetangga baru ku tadi.”


“ baguslah kalau begitu, ternyata kau anak yang sangat baik ya... papa sangatlah senang mendengarnya sayang.”


“ baiklah sampai disini dulu ya.. aku sangat lelah hari ini hehe, bye-bye papa.. salam untuk semuanya.”


“ baiklah sayang, jaga dirimu disana ya nak.”


Kanata pun berguling kesana dan kemari, ia sangat senang karena hari ini ia bertemu dengan orang orang baru dan mulai terbiasa dengan suasana baru, ia pun pergi ke balkon kamarnya dan melihat betapa indahnya lingkungan daerah rumahnya ketika malam hari.