
kepadatan ibukota yang tampak dari atas menyambut nya kala tirai panjang diruangan serba putih dan abu abu itu terbuka.
nampak seorang pria dengan kemeja dan dasi yang tergantung rapi dilehernya menatap ramainya kota di bawahnya, sudah beberapa bulan sejak putri kecilnya tinggal di negri sakura. Dimata orang, ia mungkin terlihat biasa saja dan terlihat tidak peduli dengan putri kecilnya itu akan tetapi apa yang dilihat oleh orang orang pun tidak benar.
sebenarnya, pria itu sangat merindukannya dan sangat khawatir sekali pada gadis kecilnya. entah apakah gadisnya makannya teratur ataupun ada yang menggangunya, ia bersumpah jika ada seorang pun yang berani menyentuh gadis semata wayangnya itu akan berurusan dengannya.
tok..tok..tok
ketukan pintu mengalihkan pandangannya
“ masuk.” perintah pria itu, pintu pun terbuka dan nampak seorang lelaki remaja yang mirip dengannya.
“ ada apa? tumben sekali papa memanggilku ke kantor papa di jam jam segini, memangnya ada hal apa sih yang harus papa bicara kan sampai sampai Kenzo dipanggil kesini?.”
tanya lelaki remaja tersebut dengan nada santai, pria yang dari tadi melihat pemandangan ibukota dengan tatapan dingin pun berubah menjadi tatapan hangat ketika berbicara dengan lelaki remaja itu. ya dia hanya bisa bersikap hangat di depan keluarga dan sahabat sahabat nya saja.
“ wahh wahh gk disangka ya ternyata pangeran kecil papa datangnya cepet banget, salut deh papa.”
puji pria itu dengan nada agak bangga, lelaki remaja yang bernama Kenzo itu hanya berdecak sebal karena prilaku papanya yang menganggap dirinya masih anak anak.
“ ck, papa! jangan panggil Kenzo kaya gtu ahh. jijik tau... Kenzo Kan udh gede masa masih di panggil kata gtu sih?? nanti gmna kalo temen temen Kenzo tau? malu lah Kenzo.”
pria tersebut hanya terkekeh kecil melihat tingkah laku anak laki lakinya itu.
“ yaelah masa malu sih, kalo Kanata princess nya berarti kamu pangerannya dong. kalo bukan kamu siapa lagi? masa orang lain, emngnya kamu mau Adek kesayangan kamu di ambil orang lain?.”
goda sang ayah, lelaki itu pun kembali berdecak sebal sambil duduk.
“ ck, udh ish gk usah di bahas lagian papa juga sih. emngnya ada apa sih sampe panggil Kenzo kesini?? kalo ada yang mau dibicarain kan bisa dirumah nanti pa, lagian juga aku lagi mau main kerumah temen temenku ehh malah papa nelpon.”
keluh Kenzo, Takahiro si ayah dari anak itu pun hanya menghela nafas dan ia pun mulai mengeluarkan kata katanya sambil menatap anak laki lakinya itu dengan serius.
“ Kenzo, papa mau nanya. Kenzo sayang kan sama Adek kamu Kanata?.”
“ ya sayang lah! dia kan satu satunya Adek Kenzo! mana mungkin Kenzo gk sayang sama dia, papa kadang kadang pertanyaan nya suka aneh deh. heran akutuh.”
jawab Kenzo sambil mengotak Atik ponsel miliknya.
“ kalau misalnya papa titip Kanata Adek kamu itu, kamu bakal bisa jagain dan sayangin dia gk?.”
“ ya bisa lah, ngurus dia sama jagain dia mah kecil. lagian itu juga kan kewajiban Kenzo sebagai kakaknya.”
“ yakin?.”
“ heem.”
“ beneran yakin?.”
“ iya pa, yakin.”
“ serius yakin nih??.”
“ iya pa, emngnya kenapa sih papa nanyain kaya gtu.”
tanya Kenzo yang masih sibuk mengotak Atik ponsel miliknya, dengan ragu ragu pun Takahiro mengatakan sesuatu kepadanya.
“ Umm.. itu, papa mau kirim kamu ke Jepang buat tinggal berdua sama Adek kamu. kasian Adek kamu sendirian disana, kakek sama nenek kamu juga kan tinggalnya jauh. waktu hari pertama dia sekolah aja dia aja terlambat.”
ponsel yang di pegang oleh Kenzo pun tiba tiba terjatuh dari tangannya, Kenzo terkejut dan shock bukan main akibat apa yang barusan dikatakan oleh papanya itu.
“ ha? HA!? PAPA MAU KIRIM KENZO KE JEPANG!?.”
“ iya, biasa aja kali boy jawabnya jangan sambil teriak juga. lagian juga kan biar Kanata bisa terkontrol disana, memangnya kamu Gk mau nemenin adik kamu disana?.”
“ ahh.. bukannya gk mau sih pa, Kenzo mah pasti mau banget. tapi... emngnya kapan sih pa Kenzo ke Jepangnya?.”
dengan santainya Takahiro pun menjawab pertanyaan anaknya itu.
“ dua hari lagi~, dan soal sekolah. kamu tidak usah dipikirkan lagi karena papa sudah mendaftarkanmu di sekolah yang sama dengan adikmu, dan soal uang kebutuhan dan uang jajan segala macam. papa kirimkan pastinya berapapun yang kamu mau.”
“ HAH!? 2 HARI LAGI?? papa, Kenzo masih belum berkemas dan menyiapkan barang barang Kenzo dan yang lebih penting lagi pa.. Kenzo blum bilang ke temen temen kenzo.”
dengan santainya Takahiro menjawab pertanyaan anaknya lagi sambil menyeruput secangkir kopi yang ada di meja kerjanya.
“ ya kalau begitu berpamitan lah dari sekarang, dan soal beres beres kamu Gk usah bawa baju kamu banyak banyak. bawa seperlunya aja, soalnya disana udh ada barang barang kebutuhan kamu.”
“ yasudah pa, Kenzo duluan. Kenzo udh telat nih, harusnya Kenzo udh di rumah temen Kenzo.”
pamit Kenzo, Takahiro pun mengangguk sambil berkata.
“ ya, hati hati di jalan boy. jangan pulang malam malam oke!.”
Kenzo hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan kerja papanya itu, ia meninggalkan gedung lalu pergi ke rumah salah satu sahabatnya Alan.
dirumah alan.
-----------------------------------------------
ia memarkirkan mobilnya di depan mansion sahabatnya itu yang bernama Alan, ya keluarga Alan dan keluarga Kenzo sangat dekat karena daddynya Alan adalah rekan kerja perusahaan milik papanya Kenzo
ia memasuki lorong mansion tersebut lalu bertanya kepada seorang maid yang sedang membersihkan lantai di dekat kaca.
“ permisi, dimana Alan?.”
tanyanya, lalu maid itu menjawab dengan sopan sambil memberi tahu dimana orang yang Kenzo cari.
“ tuan muda sedang ada di kamarnya, tuan muda Kenzo silahkan pergi ke kamarnya. saya permisi dulu mau melanjutkan bersih bersihnya.”
“ ah iya, terima kasih.”
Kenzo langsung pergi menuju kamar Alan, dari luar pintu kamarnya pun sudah terdengar betapa berisiknya kamar anak itu. pasti yang lain sudah ada didalam, ia pun membuka pintu itu.
“ Yo! wah.. sudah rame nih, sorry for keeping all of you waiting.”
“ nope! it's ok bro, come sit with us.”
suruh carsein, Kenzo pun langsung duduk di pinggir ranjang milik Alan lalu merebahkan diri nya sambil memijat pelipis kepalanya.
“ kayaknya Lo lagi pusing ya, kenapa? sini cerita.”
“ tau nih tumbenan, kan jarang jarang kalo Saigusa Kenzo bisa pusing kek gtu.”
tanya Alan dan Liam, sebuah kata kata pun keluar dari mulut Kazuma dengan santainya.
“ I'll move to Japan in two days. "
Alan dan carsein pun terkejut bukan main, Liam yang tadinya fokus dengan gamenya pun beralih pandangan dan menatap tidak percaya ke Kenzo.
“ HAH!?.”
“ *Your jokes aren't funny bro.”
“ please this is not april fools, your jokes are not funny bro*.”
tanya mereka bertiga, Kenzo menghela nafas.
“ siapa bilang ini lelucon? ini bukan lelucon, I'm serious! this is the reality.”
ketiga sahabat Kenzo langsung mendekati dirinya dan merangkul dirinya.
“ well.. it's ok bro, lagian disana kamu nemenin adikmu kan? it's ok. ini bukan berarti kita tidak bakalan bertemu lagi kan? we're always together forever.”
kata Alan bahagia sambil merangkul Kenzo.
“ yeah, bersenang-senang lah disana. jangan hiraukan kami Disini, kami bakalan baik baik aja.”
kata Liam sambil tersenyum.
“ yep! Dan mungkin kami bakalan menyusul lu di Jepang nanti, tunggu aja oke.”
kata carsein sambil memberikan wink khasnya, Kenzo tidak tau harus bagaimana lagi. sejujurnya ia tidak mau meninggalkan sahabat sahabat nya ini tetapi mau bagaimana lagi? ia juga tidak ingin adiknya terus terusan sendirian di sana.
kekhawatiran menghantuinya setiap malam, apakah adiknya sudah makan? apakah tidurnya teratur? tidak ada yang mengganggunya kan? semua pertanyaan itu selalu terlintas dipikirannya setiap malam.
“ oke kalau begitu karena sebentar lagi Kenzo bakalan pergi ke Jepang kita harus nikmatin hari ini dengan baik baik!.”
teriak carsein dengan bersemangat, yang lain pun setuju. mereka berempat pun menghabiskan waktu mereka bersama sama untuk yang terakhir kalinya.