TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#5 BON VOYAGE! NEW YORK



4 Hari pun berlalu dan hari ini adalah hari terakhir Kanata menghabiskan waktunya di New York untuk yang terakhir kalinya, dirumahnya sekarang sedang mengadakan farewell party. semua orang berkumpul termasuk kedua sahabatnya.


mereka semua bernyanyi, menari dan bersenang senang. hari ini adalah hari yang paling berarti bagi Kanata, Karena ini adalah pesta perpisahannya. Nagisa pun datang dengan membawakan kue dan menaruhnya di meja makan lalu ia memanggil semua orang untuk berkumpul dan mulai makan bersama.


“ semuanya...ayo berkumpul, mari kita makan bersama sama... mama sudah menyiapkan makanannya.”


semuanya pun langsung berkumpul di meja makan dan duduk di tempat duduk mereka masing masing, Kenzo pun pergi mengambil beberapa minuman lalu Daniel pun membantu membawakan minuman.


Daniel dan Kenzo menuangkan minuman ke semua gelas dan mereka pun bersulang.


“ BERSULANG!!.”


Kanata dan Olivia pun langsung meminum minuman mereka sampai sampai mereka berdua tersedak. Kenzo, Daniel dan kedua orang tuanya pun tertawa melihat kedua gadis itu tersedak.


lalu nagisa pun mengambilkan air putih dan memberikan nya kepada kedua gadis itu.


“ uhukk...uhukk...terima kasih mama.”


“ ah...terima kasih bibi hehe.”


Nagisa pun menghela nafas.


“ haahhh...lain kali kalian berdua hati hati dan jangan terburu buru seperti itu ya. baiklah... ayo semuanya kita mulai makan.”


disela sela makan, Kanata pun melepaskan garpu dan sendok yang ia pegang lalu ia memandang semua orang di sekitarnya dengan tatapan sendu.


jika saja momen momen seperti ini bisa berlangsung selamanya pasti akan sangat menyenangkan. batinnya berkata, lalu Takahiro pun memanggil anak semata wayangnya itu yang tiba tiba melamun.


“ ada apa sayang? mengapa kau melamun?.”


Kanata pun terkejut dan langsung sadar dari lamunannya, ia pun melihat semua orang. kini tatapan semua orang tertuju pada dirinya.


“ ahh...tidak...tidak kok hehe...hanya saja..”


Kanata pun mulai menunduk dan kembali sendu, Olivia pun mengerti akan perasaan sahabatnya itu. ia pun memanggilnya dan berkata.


“ pasti ada yang ingin kau sampaikan bukan? ini kan hari terakhir mu di New York. ayolah katakan saja.”


Kenzo pun melepaskan alat makan yang ia pegang dan menopang dagunya menggunakan kedua tangannnya itu.


“ apa yang kau ingin katakan Kana? katakan saja.”


Daniel dan Takahiro pun mengangguk, Kanata pun menghela nafasnya dan mulai mengangkat kepalanya sambil menahan tangisannya.


“ aku...aku...aku sangat senang karena hari ini semua orang datang dan menghabiskan waktuku di new York untuk yang terakhir kalinya hari ini, seandainya semua orang boleh ikut aku ke Tokyo...pasti akan menyenangkan. sebenarnya aku tidak ingin meninggal kan kalian! kalian adalah orang orang yang paling berharga dalam hidup ku! tetapi...tetapi aku paham sekarang, aku memang harus belajar mandiri dari sekarang dan mungkin di Tokyo nanti...aku pasti akan bertemu dengan orang orang baru lalu aku pasti akan bertemu orang yang ku tunggu selama ini, terimakasih karena sudah setia dan menyayangi ku selama ini. Olivia, mama, Daniel, kakak dan juga papa... AKU MENYAYANGI KALIAN! huwaaa...hiks hiks.”


Kanata Akhirnya mengeluarkan semua perasaannya dan ia pun tidak bisa menahan air matanya lagi dan terlanjur mengeluarkannya dengan senyuman bahagia penuh arti, semua orang kaget dan terharu karena perkataannya.


“ maafkan papa sayang karena tiba tiba mengirimkan mu ke Tokyo, papa sebenarnya Juga tidak ingin mengirimmu...tetapi ini demi dirimu sayang. maafkan papa ya nak, papa juga menyayangi mu.”


Takahiro pun menghampiri putrinya dan memeluknya, Nagisa pun ikut menghampirinya dan memeluknya.


“ maafkan mama juga ya karena selalu diam saja, tetapi asal kau tau Kana... mama, papa dan juga kakak sangatlah menyayangimu dan nanti kami pasti mengunjungimu. iya kan Kenzo?.”


Nagisa pun menatap Kenzo dan Kenzo pun tidak tau harus berkata apa, ia sudah kehabisan kata kata dan akhirnya ia tetap bertahan dengan sifat coolnya. ia melipat kedua tangannya di dada lalu berkata.


“ tentu saja! apapun untuk si cengeng kesayanganku ini hahah.”


Kanata Yang mendengar kata kata itu pun merasa kesal campur senang sedangkan semua orang disekelilingnya pun hanya tertawa, lalu Olivia dan Daniel pun berkata.


“ kau lupa ya apa yang kita bicarakan waktu itu? aku dan Daniel pun pasti akan mengunjungi mu! iyakan Daniel?.”


Daniel pun mengangguk dan Kanata pun melihat kesekelilingnya, ia terharu karena mungkin ia akan merasa sangat kesepian di Tokyo nanti.


tetapi semua orang di dekatnya pasti akan selalu menghubunginya dan juga akan mengunjungi dirinya, ia merasa sangat bersyukur karena dikelilingi oleh orang yang sayang dan perhatian kepada dirinya.


pesta pun berakhir, Nagisa dan Takahiro sudah pergi ke kamar mereka duluan dan kini Kenzo Dan Kanata pun sedang mengantar Daniel dan Olivia sampai didepan gerbang.


sebelum Daniel dan Olivia pergi pulang, Olivia memegang kedua tangan Kanata lalu ia berkata.


“ Kanata...Besok aku dan Daniel akan ikut mengantar mu ke bandara dan kau tau? kami berdua mempunyai sesuatu untuk mu hehe.”


Kanata memiringkan kepalanya dan Daniel pun merangkul Olivia dan ikut berbicara.


“ Tentu saja rahasia...hanya aku dan Olivia yang boleh tau duluan hehe.”


Kanata pun kesal dan mengembungkan kedua pipinya dan lalu kedua sahabatnya itu pun pamit dan pergi pulang.


“ yasudah kami duluan ya, terima kasih untuk hari ini. hari ini sangatlah menyenangkan dan banyak momen momen bahagia baru, kami sangat menikmatinya dan sampai jumpa besok!.”


Kenzo dan Kanata melambaikan tangan mereka ke arah Daniel dan Olivia yang bayangannya semakin menghilang, Kanata menatap kedua sahabatnya yang semakin lama menhilang...ia merasa senang bercampur sedih karena ia besok akan meninggalkan semuanya.


Kenzo yang melihat adiknya mulai murung lagi pun akhirnya ia memutuskan untuk merangkul adiknya dan mengajaknya ke dalam rumah.


“ ayolah jangan murung lagi...aku tidak suka melihatmu murung lagi, hari ini harusnya kau bahagia dan banyak Tersenyum.”


Kanata langsung menatap Kenzo dan langsung memeluknya dengan erat, Kenzo yang terkejut karena tiba tiba adiknya itu memeluknya.


Kenzo pun membalas pelukannya dan mengusap usap kepala sang adik, Kanata pun mengangkat kepalanya dan mulai berkata.


“ karena malam ini adalah malam terakhir... jadi aku ingin tidur bersama kakak hehe, boleh kan?.”


setelah mendengar kata kata itu, Kenzo pun tersipu malu. wajahnya kini benar benar memerah.


“ ke..kenapa kau ingin tidur bersama ku?.”


“ karena ini adalah malam terakhir ku bersama kakak! jadi...ya tidak apa apa bukan? kakak...kakak tidak mau tidur bersama ku ya?.”


Kenzo pun semakin malu menjawabnya dan ia pun tidak punya pilihan lain, lagi pula Kenzo memang ingin tidur bersama adiknya karena ini adalah malam terakhir nya bersama adik kecilnya itu.


“ Bu...bukan nya tidak mau...tapi...haahhh baiklah apa boleh buat, karena ini malam terakhir mu di new York dan malam terakhir aku melihatmu ya baiklah.”


* dikamar Kanata


Kanata sedang menyusun barang barangnya di tas koper ia lalu melihat list barang barang apa saja yang akan dia bawa buat ke Tokyo nanti, apa lagi ya yang harus ku bawa? sepertinya semuanya sudah aku bawa deh...tetapi mengapa rasanya ada yang ketinggalan ya? tetapi apa?.


Kenzo yang tengah duduk di ranjang adiknya sambil memainkan video game pun bingung kenapa tiba tiba adiknya ini melamun.


“ ada apa? kenapa kau melamun?.”


sahut Kenzo, Kanata pun terdiam dan memandang foto yang berada di meja belajarnya itu. Tokyo ya?...besok...jika aku bertemu dengannya apa benar dia masih mengingatku?.


raut wajah Kanata pun tiba tiba berubah menjadi raut wajah sedih, Kenzo pun mulai khawatir melihatnya. Kenzo berpindah posisi, ia duduk di lantai dan menepukan pahanya seolah olah menyuruh sang adik duduk di pangkuannya. Kanata pun mengerti dan duduk di pangkuan sang kakak.


Kenzo pun memeluknya dari belakang sambil memainkan rambut sang adik.


“ kenapa kau menampilkan wajah sedih seperti itu hah? jadi jelek tau..ada apa sih?.”


tanya sang kakak, lalu tanpa basa basi Kanata pun menjawabnya.


“ jika aku ke Tokyo nanti... apa aku akan bertemu dengan Kazuma kak? ya walaupun kita bertemu nanti... apa dia masih mengingatku?”


Kenzo pun terdiam, ia mengerti apa yang di maksud adiknya itu dan ia juga mempunyai pemikiran yang sama akan tetapi ia tidak ingin adiknya terus menerus bersedih karena memikirkan sahabatnya yang sudah lama pergi, Kenzo pun menghela nafas dan menasehati nya.


“ kau tau... sebenarnya kakak juga merasa khawatir seperti mu, ya karena...bukan hanya kazuma yang kakak rindu. kakak lebih merindukan Ryusei...aku, kamu, kazuma dan Ryusei sama sama adik kakak dan sejak dulu kita selalu bersama sama bukan? jadi...ya percaya lah bahwa jika kita mengingat mereka pasti mereka juga akan mengingat kita, kau mengerti?.”


Kanata Akhirnya mengerti dan berhenti memikirkan sahabat lamanya itu, ia pun mengangguk dan mengajak kakaknya tidur.


kini mereka saling berpelukan dan saling mengucapkan selamat malam.


“ selamat malam Kana, aku menyayangmu.”


Kenzo pun tersenyum sambil memberikan kecupan di kening adiknya itu.


“ anything for you baby.”


* paginya di bandara


hari ini adalah hari terakhir Kanata Di New York, semua orang orang yang Kanata Sayang pun datang untuk mengantar dirinya pergi ke bandara.


kini saatnya Kanata Berpisah dengan semuanya, sebelum pergi ia pun mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya dan juga kedua sahabatnya.


“ semuanya... aku pamit pergi ya, terimakasih karena sudah mau mengantarkan ku sampai ke bandara. aku sangat bersyukur karena mempunyai mama, papa, kakak dan juga kedua sahabat ku yang selalu ada di samping ku.”


Nagisa pun memeluk Kanata, ia Akhirnya mengeluarkan semua air matanya. perasaan nya tidak bisa di tebak antara senang, bangga ataupun sedih.


“ Kana..nanti hati hati ya di Tokyo, jangan mau diajak pergi oleh orang yang tidak kamu kenal... bertemanlah dengan orang orang yang baik disana ya... jagalah rumah kita yang di Tokyo dengan baik ya. nenek yang akan menjemput mu nanti jadi kamu jangan khawatir akan tersesat ya.”


Takahiro pun ikut memeluk satu satunya putri tercintanya itu.


“ mama dan papa sangat menyayangi mu, kamu hati hati ya disana...hubungi kami kalau ada apa apa dan sering seringlah hubungi kami disini ya nak.”


Takahiro dan Nagisa pun melepaskan pelukannya lalu keduanya pun mencium pipi Kanata dengan lembut, Kanata pun terkekeh lalu kini saatnya giliran kedua sahabatnya yang menghampiri nya.


Olivia mengangkat tangan kanannya Kanata Dan meletakan sebuah kotak kecil di tangannya.


“ ini...ini adalah hadiah dari aku dan juga Daniel, jangan lupa di jaga dan di pakai ya? kau tau tidak...aku dan Daniel sampai bingung mau memberikan hadiah apa yang cocok untukmu hehe.”


Daniel pun ikut memengang tangan kanan Kanata Dan berkata.


“ dan kau tau? aku dan Olivia sampai bela belain pergi ke luar kota hanya untuk mencari hadiah untuk mu hahahah...jadi kau jagalah hadiah ini dengan baik, karena..ini semua adalah tanda bahwa betapa sayangnya kami kepada dirimu.”


perasaan Kanata sangat senang, hatinya sangat gembira karena ia mendapatkan hadiah yang paling berharga dari kedua sahabatnya. ia tidak menyangka bahwa kedua sahabatnya ini sampai membela belakan diri mereka pergi ke luar kota hanya untuk mencari hadiah yang paling tepat untuk dirinya.


“ kau tau... sebenarnya kalian tidak perlu sampai pergi ke luar kota seperti ini, aku senang kok menerima hadiah apapun dari kalian...jadi kalian tidak perlu repot repot seperti ini tau hehe.”


Olivia dan Daniel pun memeluk satu satunya sahabatnya itu.


“ kalau soal memberikan hadiah untukmu itu kami lah jagonya, masa aku dan Olivia hanya memberikan hadiah yang biasa sih... untukmu apapun itu pasti kita memberikan nya yang terbaik, jadi jagalah dan pakailah dengan baik ya.”


“ kau dengar kan apa kata Daniel tadi? hahah yang dikatakan nya memanglah benar... apapun untuk sahabat kita pasti kita akan memberikan nya yang terbaik!! karena kita kan sahabat selamanya.”


Kanata pun membalas pelukan itu dan ia pun merasa sangat bersyukur karena ia benar benar mempunyai sahabat yang sangat sayang dan setia padanya, ia tidak menyangka bahwa sahabat sahabatnya ini memang lah hadiah terbaik yang dititipkan tuhan olehnya.


“ te... terimakasih ya Olivia...Daniel... kalianlah ... memang satu satunya hadiah yang terbaik yang pernah tuhan berikan untukku, aku sangat bersyukur karena aku bertemu dengan kalian. kalian tenang saja! aku pasti akan menjaga dan menggunakan hadiah ini dengan baik! aku janji!.”


Olivia dan Daniel pun tersenyum, dan sekarang adalah giliran Kenzo yang mengucapkan selamat tinggal kepada adik kesayangannya itu.


“ Kana...jagalah dirimu disana ya.. telepon lah kakak jika kamu kesepian dan jika perlu telepon kakak setiap hari, rumah pasti akan terasa sangat sepi tanpamu. mulai sekarang sudah tidak ada lagi yang memeluk kakak dari belakang , tidak ada lagi yang akan tidur bersama kakak, main game bersama dan juga berangkat sekolah bersama kakak lagi. jika kamu benar benar bertemu kazuma nanti ingat apa yang kakak katakan semalam ok? jangan berpacaran disana ya! awas kalau kamu sampai ketahuan pacaran sama kakak.”


Kanata pun tertawa lalu memeluk Kenzo dengan erat.


“ mana mungkin aku akan pacaran! kakak ini aneh aneh saja deh... kakak juga jaga diri ya disini, aku akan menelpon kakak setiap hari jadi tenang saja ya hehe dan...jangan lupa untuk mengunjungi ku nanti...aku selalu menunggu kakak.”


Kenzo pun tersenyum miring dan membalas pelukan sang adik dengan erat, Daniel dan Olivia pun menegurnya.


“ heii Kanata!! Kami berdua juga akan mengunjungi mu lho!! kau lupa ya?.”


“ iya nihh masa cuma kak Kenzo doang yang di tunggu... masa kita gk di tunggu sih, iya tidak Daniel?.”


“ iya nih betul.”


Kanata pun menoleh kearah kedua sahabat nya dan membalas nya sambil tersenyum.


“ tenang saja! aku juga menunggu kalian kok! tenang saja hahahaha.”


semua orang pun tertawa lalu di sela sela tertawa mereka ada pengumuman bahwa pesawat yang akan Kanata naiki akan berangkat 10 menit lagi.


perhatian perhatian...


pesawat dengan no seri xxxxx akan berangkat dalam kurung waktu 10 menit lagi


bagi penumpang yang belum berada di dalam pesawat ,silahkan segera menaiki pesawat.


semua orang terkejut lalu Kanata pun langsung mengambil koper dan tasnya, ia pun menatap semua orang yang mengantarnya sampai ke bandara hari ini, ia pun tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal.


“ semuanya... aku tidak bisa lama lama karena pesawatnya akan terbang 10 menit lagi, jadi terima kasih karena sudah mau mengantarkan ku sampai ke sejauh ini dan terima kasih banyak karena sudah menyayangiku, sampai jumpa! aku menyayangi kalian semua!.”


Kanata pun akhirnya pergi meninggalkan semua orang sambil melambaikan tangan, semua orang mengucapkan selamat tinggal sambil melambaikan tangan.


“ sampai jumpa Kanata! mama dan papa menyayangi mu!.”


“ bye bye Kanata! Aku Dan Olivia pasti akan menyusul mu nanti!.”


“ JAGA DIRIMU KANA! KAKAK MENYAYANGI MU.”


Kanata pun berjalan sambil mengeluarkan beberapa tetesan air mata bahagia.


*di pesawat


Kanata pun duduk sambil menatap jendela pesawat, ini adalah pertama kalinya ia menaiki pesawat sendiri... biasanya ia menaiki pesawat bersama keluarganya. tetapi kali inilah ia menaiki pesawat sendirian.


ia pun mengingat hadiah yang di berikan kedua sahabatnya tadi, ia penasaran hadiah apa yang diberikan oleh kedua sahabatnya itu.


kira kira hadiah apa ya ini? batin nya berkata, lalu ia pun membuka hadiah tersebut. matanya terbelalak, ia terkejut karena isi di dalam hadiahnya itu adalah sebuah liontin bintang berwarna biru kristal yang sangat indah. ia pun menemukan sebuah catatan kecil di suduh hadiah itu... lalu ia membacanya.


dear Kanata~


bagaimana hadiahnya? cantik kan? kita harap kamu suka hadiah nya.


mungkin menurut mu ini hadiah yang sangat mahal ya?


tetapi bagi kami ini bukan apa apa, di liontin bintang itu ada foto di dalamnya.


kau lihatlah foto itu hehe...jika kau bingung dari mana kami mendapatkan foto itu. itu rahasia kami hahah.


jagalah dan pakailah hadiah itu dengan baik, kami akan menyusul mu suatu hari nanti, dan jika kita bertemu lagi...tolong pakai dan tunjukan hadiah itu kepada kita ya!


- from your best friends, Olivia & Daniel-


Kanata meneteskan air mata kebahagian nya dan membuka liontin bintang yang diberikan oleh kedua sahabat nya itu, ia melihat di dalam sisi kiri liontin itu ada foto mereka bertiga dan di sisi kanan ada foto dirinya yang sedang tersenyum cerah.


ia pun segera memakai liontin itu dan memeluk selembar kertas yang berisi surat dari kedua sahabatnya itu.


“ terima kasih...hiks...terima kasih...kalian memanglah sahabat terbaikku! aku sangat menyayangi kalian...hiks...aku berjanji akan menjaga dan selalu memakai liontin ini...hiks..hiks aku berjanji.”


Kanata p.o.v


Aku, saigusa Kanata.


usiaku 15 tahun dan hari ini aku meninggalkan New York, kota tempat dimana aku lahir dan tumbuh besar.


kini adalah saatnya aku memulai kehidupan baru ku di Tokyo.


semoga aku bertemu dengan orang orang baik di Tokyo nanti dan semoga saja aku bisa bertemu dengan Kazuma.


BON VOYAGE! NEW YORK


KONICHIWA TOKYO~