TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#1



17 Januari xxxx


alarm di kamar Kanata berbunyi tetapi gadis itu tidak memperdulikannnya, ia menarik selimut yang berada di kakinya dan melanjutkan tidurnya. dan tiba tiba seseorang mengetuk dan membuka pintu kamar gadis itu.


“ Kanata! Sudah jam berapa ini?! kau tidak pergi sekolah!? cepatlah bangun atau kau tidak mendapatkan sarapan untuk pagi ini!!” ya ibunya yang bernama nagisa mengomeli gadis itu, tetapi ia pun tak peduli dan menutupi telingannya dengan bantal yang ada di sampingnya.


“ bisakah aku tidur 5 menit lagi ma!? lagipula ini masih jam berapa ? paling jam 5.”


nagisa sudah tidak bisa menahan amarahnya itu dan akhirnya ia mengeluarkan semua amarahnya itu kepada gadis kecilnya.


“ JAM 5! APA KATAMU!? SEKARANG SUDAH JAM 6! KAKAKMU SAJA SUDAH BERANGKAT DARI TADI! CEPATLAH BANGUN ATAU MAMA SIRAM PAKE AIR NANTI KAMU!”


kanata pun terkejut dan langsung bangun dari tidurnya, ia melirik ke arah jam dinding di atas pintu kamarnya. dan betapa terkejutnya ia ketika melihat jarum jam berada di angka setengah 7.


ia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung ke kamar mandi, nagisa pun hanya bisa menghela nafas dan pergi meninggalkan gadisnya itu.


“ wah...gawat ini!! sudah jam segini...kenapa kakak tidak membangunkanku tadi...aku harus cepat atau aku akan terlambat.” ia pun langsung pergi kelantai bawah dan langsung buru buru memakai sepatunya.


“ ohaiyo sayang, hari kau lebih cantik dari biasanya ya.”


sang ayah yang bernama Takahiro memuji gadis kecilnya seperti biasa, walaupun ia tau gadisnya itu sedang terburu-buru tetapi ia ingin agar gadis kecilnya itu tidak begitu panik.


“ arigato pujian nya papa, aku sedang terburu-buru jadi kita ngobrolnya nanti saja ya , bye bye.”


“ Kanata tunggu, ini bekal makan siangmu...yah dia sudah pergi.”


nagisa pun tidak sempat mengejar gadis kecilnya itu, kini Kanata lari sambil terburu buru. ia tidak ingin terlambat di hari Senin ini.


sesampai di sekolah.


kanata tepat waktu sampai kekelas dan ia masih beruntung karena kelas belum di mulai, dia pun menghela nafas lega dan akhirnya duduk di tempat duduknya.


“ SAFE! Untung saja pelajaran belum dimulai...kalau sudah mulai ya persiapkan dirimu hahahahah.” Olivia teman sebelah bangkunya pun tertawa karena melihat penampilan dirinya yang sungguh berantakan.


“ diamlah kau, lebih baik kau memperbaiki rambutku dari pada kau tertawa seperti itu. memangnya ada yang lucu hah!?.”


Kanata pun mulai marah kepada salah satu sahabatnya ini. sahabatnya pun hanya bisa tertawa terbahak bahak dan akhirnya ia mau memperbaiki rambut sahabatnya itu.


“ ayolah jangan marah...mana hiasan rambutmu sini? biar aku perbaiki.”


“ nih...buat yang lebih bagus ya, awas saja kalau tidak bagus.”


“ iya iya...tenang saja, kau mau style yang seperti apa? seperti biasa?.”


Kanata pun hanya mengangguk dan akhirnya Olivia pun memperbaiki rambut sahabatnya itu, kini rambut pirang kanata pun dikepang dan diikat dengan pita putih seperti biasa, poninya di jepit dengan jepit rambut bintang yang berwarna merah yang biasa ia pakai di poninya itu.


“ selesai...bagaimana? cantik kan.”


Olivia pun mengambil cermin kecil miliknya dan memberikannya kepada sahabatnya itu. lalu kanata pun mengambilnya.


“ Hmm... lumayan...Olivia! kamu memang yang terbaik!! aku jamin kau akan menjadi hairstylist terkenal di new York!.”


“ tentu saja, siapa dulu dong! Olivia gtu loh! aku kan memang ingin menjadi hairstylist terkenal di kota New York ini!.”


mereka pun tertawa tawa dan akhirnya jam pelajaran pun di mulai.


* jam istirahat pertama


semua orang sudah mulai memakan bekal makan siangnya, ada yang pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman. adapula yang membawa bekal makan siang dari rumah.


“ heyo!! What's up! ayo kita makan siang bersama!.”


seorang laki laki yang bernama Daniel memeluk kanata dari belakang. dan lalu Olivia pun memukul laki laki itu dengan buku tulisnya.


“ sudah ku bilang jangan asal memeluk orang dari belakang kan! apa kau tidak mengerti juga Daniel!”


“ aww...iya maafkan aku, aku mengerti iya aku mengerti jadi hentikan.”


akhirnya Olivia menghentikan pukulannya itu dan mengeluarkan bekal makan siangnya itu.


“ kalian berdua memanglah sangat dekat ya, aku kagum dengan kalian berdua.”


Kanata pun menatap Daniel dan Olivia sendu, tiba tiba ia mengingat akan sesuatu hal. akan tetapi apa?.


lalu Daniel dan Olivia pun tersenyum.


“ apa maksudmu? kita dekat karena kita sahabat, begitu juga denganmu...kau...aku dan juga Daniel kan sahabat, ya walaupun Daniel satu satunya laki laki yang berada di kelompok kita.”


“ hah!? apa maksudmu? memangnya kalau aku laki laki kenapa? kau tidak suka? haruskah aku merubah genderku menjadi perempuan agar kau puas hah!?.”


Daniel pun marah dan geram terhadap Olivia, sedangkan kedua gadis itu pun hanya tertawa . lalu Daniel pun tiba tiba menyadari akan suatu hal, yaitu kemana bekal makan siang Kanata?


“ Kanata...mana bekal makan siangmu?.”


Daniel pun bertanya kepada gadis itu dan lalu Olivia pun mulai sadar ketika ia melihat tidak ada bekal makan siang milik Kanata dan hanyal bekal makan siang miliknya dan juga Daniel.


“aku tidak membawanya...ya kalian tau kan tadi aku terburu buru sehingga aku lupa akan bekal makan siangku, aku saja tidak sarapan pagi ini hehe.”


Kanata pun tersenyum kearah kedua sahabatnya itu, lalu Daniel pun merangkul dirinya dan menyodorkan bekal makan siang miliknya.


“ bukan berarti hanya aku dan Olivia yang hanya makan bukan? ayolah kita bisa berbagi satu sama lain...aku akan membagi bekal makan siangku kepadamu.”


Olivia pun ikut merangkul dirinya dan juga menyodorkan bekal makan siang miliknya.


“dan aku akan membagi bekalku juga, lihatlah...hari ini aku membawa sandwich kesukaanmu lho hehe.”


Kanata pun sangat senang karena ia memiliki sahabat yang sangat peduli di sekelilingnya, akan tetapi ia tidak bisa merepotkan kedua sahabatnya terus menerus, dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi keluar kelas sebentar dan membiarkan kedua sahabatnya itu makan bekal mereka sendiri.


“ jangan pikirkan aku, aku akan ke kantin sekarang. kalian makanlah aku tidak ingin merepotkan kalian.”


Olivia dan Daniel pun khawatir kepada salah satu sahabatnya itu, karena sebenarnya Kanata tidak tau cara memesan makanan di kantin. dan ia bilang ia akan membeli makanan di kantin.


“ kau benar-benar tidak merepotkan kita, memang sahabat harusnya kan saling peduli dan saling berbagi bukan begitu kan?.”


Daniel menoleh kearah Olivia seakan akan memberi sinyal supaya Kanata tidak pergi meninggalkan mereka berdua, dan Olivia pun mengerti akan apa yang dimaksud oleh Daniel.


“ apa yang dikatakan Daniel itu benar, kau kan tidak tau cara memesan makanan di kantin bukan? lagipula kau pasti tidak membawa uang saku kan?. duduklah bersama kita.”


Kanata pun tidak punya pilihan lain selain pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu daripada ia merepotkan mereka, lebih baik ia berbohong dari pada ia berakhir merepotkan kedua sahabatnya itu lagi.


“aku...aku akan pergi kekelas kakaku hehe...aku akan meminta bekal makan siangku padanya, siapa tahu bekal makan siangku ada pada dirinya hehe... kalau gitu sampai nanti ya bye!.”


Kanata pun segera lari dan meninggalkan kelas. kini ia sekarang berada di bangku halaman sekolah, disini sangat sepi dan sunyi.


jarang ada orang yang pergi kesini, ya walaupun ini halaman sekolah tetapi tetap saja. kebanyakan orang orang di sekolah ini menghabiskan waktu istirahat mereka di kelas dan ada juga sebagian yang menghabiskan waktunya di kantin. Kanata melihat keatas langit dan memejamkan matanya, ia berusaha menghilangkan rasa lapar di perutnya itu walaupun kali ini ia sangat lapar karena tidak sarapan ataupun membawa bekal makan siangnya sama sekali.


ia menghela nafas pelan dan bergumam sedikit.


“ jika saja aku membawa bekal makan siangku tadi...pasti aku tidak kelaparan seperti ini...salahku juga karena bangun siang .”


dirinya menghela nafas sekali lagi dan tiba tiba seseorang berdiri di belakangnya.


“ kenapa kau sendirian di sini? kemana teman teman mu?.”


Kanata terkejut dan langsung menoleh kebelakang, ia melihat Kenzo kakak laki lakinya yang sudah berdiri tegap di belakangnya sambil melipat kedua tangannnya di bawah dadanya. tatapanya sangat dingin dan auranya sangatlah menyeramkan.


Kanata kewalahan akan ingin menjawab pertanyaan kakaknya itu.


kenzo meninggikan suaranya kali ini sehingga membuat Kanata semakin gugup dan ia pun tidak punya pilihan lain selain menjawab pertanyaan kakaknya itu, ia mengumpulkan banyak nyali sebelum menjawab pertanyaan itu dan menghela nafas.


“ se.. semuanya ada di kelas hehe, aku sedang ingin sendiri.”


ayolah ku mohon...semoga kakak percaya akan perkataanku. Kanata tersenyum tetapi di sisi lain dirinya sangatlah ketakutan akan kakaknya itu.


Kenzo pun awalnya tidak percaya akan perkataan adik kecilnya itu tetapi akhirnya Kenzo pun percaya akan perkataannya dan menghela nafas lalu duduk di sebelah adik kecilnya itu.


“ kenapa kau ingin sendirian? apakah kau, Olivia dan Daniel sedang bertengkar?.”


kini Kenzo sangat khawatir akan adik kecilnya ini karena tidak biasanya ia ingin sendiri seperti ini.


“ah...tidak kok hehe...daijobu!. kami tidak bertengkar, aku hanya benar benar ingin sendiri. percayalah kakak...mana mungkin kami bertengkar.”


gadis itu pun tersenyum dan Kenzo pun tersenyum miring kearahnya lalu mengusap rambut adik kecilnya itu.


“baiklah, apa kau sudah makan siang? dimana bekal makan siangmu?.”


Kanata panik bukan main, ia tidak tau harus menjawab apa. kini Kenzo menatap adiknya curiga karena adiknya ini sangatlah ceroboh dalam hal apapun itu, Kanata pun panik bukan main dan ia akhirnya memberanikan dirinya berbicara.


“ ah..ahaha..anu..aku sudah makan kok tadi dikelas. aku, Olivia dan juga Daniel...tadi kami makan siang bersama sama hehe.”


gawat ini kalau sampai ketahuan, semoga kakak percaya akan kata kataku. batinnya berkata ia pun tersenyum sambil menatap kakaknya itu.


Kenzo pun semakin curiga akan adik kecilnya ini, ia menatap adiknya sangat serius. hanya untuk memastikan bahwa adiknya ini tidak berbohong.


sepertinya ia tidak berbohong kali ini. Kenzo pun akhirnya percaya kepada adiknya ini.


“ baiklah kalau begitu, aku percaya padamu.”


Kenzo tersenyum sambil mengusap rambut adik kecilnya itu, Kanata pun hanya bisa terkekeh.


maafkan aku Kakak karena sudah berbohong kepadamu, habis mau bagaimana lagi. batinnya berkata.


lalu bel masuk pun berbunyi.


“ kembalilah kekelas sayang, sekarang sudah waktunya jam pelajaran dimulai.”


Kenzo menyuruh adiknya itu untuk kembali kekelas, karena ia tidak mau adiknya itu terlambat masuk kelas.


” kakak sendiri bagaimana? apa kakak tidak kembali kekelas?”


“ aku akan berpatroli setelah ini, kau Kekelaslah sebelum gurumu datang.”


kanata pun mengerti akan perkataan kakaknya itu, lalu mereka berdua berdiri.


“ jadi ketua OSIS memanglah susah ya hehe.”


Kanata terkekeh dan langsung memeluk Kenzo.


“ itulah sebabnya aku menjadi ketua OSIS, supaya aku bisa memantau mu, lihatlah sekarang...kau saja belum kembali kekelas.”


Kanata mengangkat kepalanya dan melihat kakaknya itu sambil tersenyum.


“hehe...itu sebabnya aku tidak kembali kekelas, karena aku ingin memeluk kakak.”


Kenzo pun tersipu malu akan perkataan adiknya itu, lalu dia tersenyum dan mencubit pipi kanan adiknya itu.


“kau bisa melakukan itu dirumah nanti, sekarang kembalilah kekelas ya.”


“baiklah! bye bye kakak!”


Kanata pun mencium pipi kiri sang kakak lalu pergi meninggalkanya sendirian, mata Kenzo terbelalak dan terkejut karena tiba tiba adiknya itu mencium pipinya. iya memegang pipinya dan tersenyum.


kau...memanglah hadiah terindah di dalam hidupku. batinnya berkata


*dikelas


Kanata berlari menuju kelas, ia tidak ingin terlambat yang kedua kalinya dan saat ia membuka pintu ternyata jam pelajaran sudah di mulai, semuanya menatap Kanata sekarang.


ia bingung ingin berbicara apa saat ini, Daniel dan Olivia pun memejamkan mata mereka seakan akan memberi sinyal bahwa mereka berdua tidak bisa berbuat apa apa.


“ kau dari mana saja nak, pelajaran kan sudah dimulai.”


kini saatnya pelajaran matematika dan untung saja guru matematika ini yang bernama ms.lily sangatlah baik dan perhatian terhadap murid muridnya, Kanata pun merasa tenang dan mengehela nafas sebentar lalu akhirnya menjawab pertanyaan gurunya itu.


“ ah.. anu...maafkan aku ms.lily, tadi setelah istirahat kakakku memanggilku dan ya apa boleh buat hehe...maafkan aku ms.lily, lain kali aku tidak akan mengulanginya hehe...aku janji.”


Lily hanya bisa menghela nafas dan dan tersenyum kearah murid satunya itu.


“baiklah nak kalau begitu...lain kali jangan di ulangi lagi ya.”


“ iya aku janji hehe.”


Kanata pun tersenyum dan mengangguk sambil menggaruk garuk belakang kepalanya, seiisi kelasnya kini hanya bisa tertawa melihat perilaku Kanata saat ini.


begitu pula juga dengan kedua sahabatnya Danie dan Olivia, mereka bahkan tertawa sampai perut mereka sakit.


*jam pulang sekolah


kini sudah jam 16.00, waktunya semua siswa siswa pulang sekolah. seisi kelas kini sudah sepi akan tetapi kini hanya tinggal mereka bertiga yaitu Daniel,Olivia dan juga dirinya.


“ oyy hari ini pulang bersama sama yuk, aku ingin mampir ke toko buku sebentar.”


“ yang dikatakan Olivia benar...ayolah kita pulang bersama sama hari ini, aku ingin membeli buku tulis baru. bukuku sudah habis semua.”


kedua sahabatnya kini mengajak dirinya pulang bersama, Kanata sangat senang karena ada sahabatnya mengajaknya pulang bareng. akan tetapi hari ini ia dan kakaknya sudah berjanji akan pulang bersama sama, ia tidak ingin menolak ajakan kedua sahabatnya itu ya tetapi apa boleh buat.


“ *sorry guys, but today* aku sudah janji akan pulang bersama kakakku. bagaimana kalau besok saja.?”


Daniel dan Olivia menatap satu sama lain dan akhirnya setuju akan permintaan sahabatnya itu.


“ baiklah jika itu maumu, lagipula aku tidak sendirian. ada Daniel yang menemani ku.”


“ yepp, ok kalau gitu kami duluan ya. bye bye.”


Daniel dan Olivia pamit pulang duluan, lalu Kanata pun pergi ke ruang OSIS sekarang. ia mengintip kakaknya yang sedang bekerja di ruang OSIS, ia membuka pintu ruangan itu dan memanggil Kenzo.


“ KAKAK! AYO KITA PULANG!”


Kenzo menghela nafas dan mengambil tasnya lalu mengunci ruangan OSIS. kini mereka berjalan di luar gerbang sekolah.


“ kana, lain kali jangan tiba tiba berteriak seperti itu ya.”


” memangnya kenapa kak?.”


“ ya kau tau, ini kan sekolah bukan di rumah...jadi jagalah sikapmu kalau di luar rumah sayang, kau bisa berteriak memanggilku seperti itu dirumah nanti.”


kata Kenzo sambil menyentil dahi adik kecilnya itu, Kanata pun mengerti sambil meringis kesakitan. karena sentilannya Kenzo yang sangat kencang.


“ aww...iya iya aku mengerti kak.”


Kenzo pun merangkul adik kecilnya itu, lalu mereka berdua pulang sambil mengobrol.