TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#10 jadi, kau adalah Kazuma!?



" setidaknya jangan membuatku merindukanmu jika akhirnya kau meninggalkan ku begitu saja."


- Kanata


Sekolah hari kedua pun tiba, Kanata masih belum terbiasa bangun lebih awal tanpa ada seseorang yang membangun kan dirinya.


Tetapi ia harus membiasakan dirinya untuk bangun lebih awal karena ia tidak ingin selalu tergantung kepada orang lain dan kali ini ia harus lebih mandiri dan ia harus merubah dirinya, ia kali ini berhasil bangun lebih awal karena ia memasang 2 alarm sekaligus.


yang satu adalah alarm ponselnya dan yang satunya adalah bunyi dari jam weker yang di berikan Daniel tahun lalu sebagai hadiah ulang tahun untuknya, gadis itu terbangun dalam keadaan masih sangat lemas dan mengantuk. tetapi mau bagaimana lagi? ia tidak ingin terlambat untuk yang kedua kalinya.


ia langsung bergegas pergi ke kamar mandi dan mengganti baju tidur nya menjadi seragam sekolahnya, ia mengambil buku buku yang akan ia pelajari hari ini kedalam tas sekolahnya lalu membawa tas sekolahnya ke bawah.


di bawah ia pun langsung mengambil roti dan menuangkan segelas susu kedalam cangkirnya, ia duduk di meja makan sambil mengoles selai coklat ke roti yang tadi ia ambil lalu ia menyantap sarapan yang ia buat itu.


memanglah sarapan yang ia buat kelihatan sangat sederhana tetapi baginya itu sangatlah lezat, selesai ia menghabiskan sarapannya ia pun langsung menaruh cangkir dan piring yang bekas ia pakai itu ke tempat cucian piring.


ia pun langsung mengambil ponselnya dan menaruhnya di kantong roknya, ia pun memakai kaos kaki dan juga sepatunya lalu ia pun pergi keluar rumah dan mengunci pintu rumah.


saat ia hendak pergi keluar dan menutup pagar rumah, Aiko dan Nayuta pun menyapa Kanata Yang sedang menutup pagar rumahnya dan mengajak gadis itu untuk pergi ke sekolah bersama sama.


“ selamat pagi Kanata.”


“ hai Kanata, selamat pagi berangkat sekolah bareng kami yuk.”


“ selamat pagi Aiko, selamat pagi Nayuta... baiklah ayo.”


mereka bertiga pun pergi berangkat sekolah bersama sama, mereka mengobrol sambil bercanda di sepanjang jalan.


saat sesampainya di sekolah, mereka bertiga langsung mengganti sepatu mereka dengan sepatu yang ada di masing masing loker milik mereka.


Nayuta dan Aiko menyuruh Kanata pergi kekelas duluan karena mereka berdua harus pergi ke rapat club kegiatan tambahan di sekolah, Kanata pun mengerti dan ia pun pergi meninggalkan kedua sahabat barunya itu dan hendak pergi kekelas.


saat sesampainya di kelas, beberapa anak murid menyapa dirinya dan ia pun menyapa balik. ia langsung menuju bangku miliknya dan duduk sambil membuka buku catatan miliknya.


sembari ia menunggu kedua sahabat barunya itu datang dan juga menunggu jam pelajaran di mulai, ia membaca buku catatan miliknya sambil membuka ponsel miliknya dan melihat apakah ada seseorang yang mengirimkan pesan untuknya.


lalu tiba tiba cahaya matahari yang masuk dari jendela yang berada di sebelah bangkunya pun tertutup oleh seorang laki laki yang berdiri di depannya, Kanata pun mendongakkan kepalanya dan ia pun terpaku.


matanya terbelalak dan ia tidak menyangka, apakah ia salah lihat? laki laki yang sedang berdiri di depan nya ini sangatlah mirip dengan teman masa kecilnya yang selama ini ia cari yaitu Kazuma.


akan tetapi... apakah itu benar benar teman masa kecilnya yang selama ini ia cari? lagipula pasti tidak mungkin itu dia kan? ya ... kalau memang itu benar benar Kazuma.. ia pun merasa sangat bahagia, lalu laki laki itu menegur Kanata.


“ Kau anak baru itu kan? kenapa kau duduk di bangku ku?.”


Kanata pun langsung sadar dari lamunannya lalu memiringkan kepalanya dan berusaha mencerna perkataan laki laki itu, ia tidak mengerti... apa yang di maksud dirinya? kenapa ia Bilng ini adalah bangku miliknya?


“ apa? bangkumu? tapi... sensei bilang ini adalah bangku milik ku.”


jawab Kanata, lalu laki laki itu menghela nafas dan mengernyitkan dahinya, lalu laki laki itu pun langsung pindah duduk ke bangku kosong yang berada di sebelah kanan Kanata.


“ ke.. kenapa kau duduk di situ? ji.. jika memang ini bangkumu duduklah disini, aku bisa menempati bangku itu kok.”


Tanya Kanata sambil terbata bata, lalu laki laki itu pun tersenyum miring.


“ tenang saja, kau duduklah disitu dan mulai saat ini bangku itu akan menjadi milik mu.”


jawab laki laki itu sambil bertopang dagu, lalu semua perempuan yang ada dikelas itu pun langsung berbisik satu sama lain karena mereka tidak menyangka bahwa laki laki itu bisa dengan santainya memberikan bangkunya kepada anak yang baru pindah dan sedangkan gadis gadis lain yang sudah lumayan dekat dengan dirinya pun tidak bisa mendapatkan bangku itu.


Kanata menundukkan kepalanya, ia merasa sangat bersalah... kenapa ia tidak langsung pindah? lagipula ini kan bangku milik laki laki itu.


” ma.. ma..maafkan aku... jika dari awal aku tau ini adalah bangku milik mu.. aku pasti tidak akan mendudukinya, lagipula tidak sopan juga.. aku pun sempat sempatnya tidak mengatakan terima kasih kepadamu.. maafkan aku ya.. aku memang gadis yang sangat bodoh.”


kata Kanata sambil menundukkan kepalanya, kedua matanya berkaca-kaca. ia ingin sekali mengeluarkan semua air matanya tetapi ia tidak ingin terlihat cengeng di depan orang orang yang sangat banyak.


laki laki itu pun shock ketika mendengar kata kata yang keluar dari mulut gadis itu, ia tidak menyangka ... padahal ia hanya berniat baik dan memang ikhlas memberikan bangkunya untuk gadis itu tetapi... kenapa ia malah meminta maaf?.


“ sudahlah jangan dipikirkan, lagipula ini hanyalah bangku... kau tidak perlu meminta maaf kepada ku.”


kata lelaki itu, lalu ketika Kanata ingin membalas perkataan laki laki itu perkataannya pun terpotong karena Aiko dan Nayuta pun sudah kembali kekelas dan menyapa keduanya.


“ wah wah apakah kita ketinggalan sesuatu?.”


kata Aiko sambil meledek lalu Nayuta pun ikut meledek keduanya.


“ kurasa kau benar, kita memanglah ketinggalan sesuatu nih.”


Kanata mengembungkan kedua pipinya sedangkan laki laki itu menyapa Aiko dan Nayuta seakan akan sudah sangat akrab kepada keduanya.


“ Kalian? apa maksudnya? haahh lupakanlah... lagipula kalian memanglah tidak pernah berubah ya.”


Aiko dan Nayuta hanya tertawa sedangkan Kanata pun melamun melihat tingkah mereka bertiga, Kanata melihat tingkah mereka bertiga jadi mengingat kan nya dengan kedua sahabatnya dan juga kakaknya di New York.


“ kalian... sudah sangat akrab ya rupanya, apakah kalian sudah menjadi sahabat sejak lama?.”


Tanya Kanata, lalu Nayuta pun merangkul Aiko dan juga menepuk bahu laki laki itu sambil menjawab nya dengan senyuman.


“ tentu saja! kami bertiga sudah menjadi sahabat sejak kecil!.”


Aiko hanya mengangguk dan laki laki itu hanya tersenyum, Ketika laki laki itu tersenyum.


Kanata tiba tiba jadi mengingat teman masa kecilnya yang selama ini ia cari cari yang bernama Kazuma itu karena tingkah laku dan senyuman laki laki itu benar benar sangatlah mirip dengan teman masa kecilnya itu, lalu jam pelajaran pertama pun di mulai.


1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam pun berlalu dan kini sudah waktunya jam istirahat pertama, Aiko menoleh kebelakang tempat duduknya dan melihat Kanata Yang tiba tiba tertidur selama 1 jam pelajaran.


bukan hanya Kanata Yang tertidur, laki laki yang di sebelahnya pun ikut tertidur juga. Nayuta dan Aiko pun menatap satu sama lain sambil tersenyum miring.


lalu diam diam mereka berdua pun berteriak sehingga membuat keduanya terkejut lalu bangun dari tidurnya, Nayuta dan Aiko tertawa terbahak bahak.


mereka tertawa sampai sampai kedua mata mereka berkaca kaca karena sangking lucunya tingkah keduanya ketika bangun sambil terkejut seperti itu, Kanata mengembungkan kedua pipinya.


ia sangatlah geram karena bisa bisanya dua orang ini mengejutkan dirinya sehingga ia bangun dari tidur siangnya, laki laki yang disebelahnya pun hanya memancarkan aura yang sangat dingin sambil menunjukan ekspresi wajah yang sangat datar.


Aiko dan Nayuta pun akhirnya berhenti tertawa dan tidak ingin mencari masalah kepada dua orang pemalas yang berada di depan mereka ini, Nayuta pun segera mengajak keduanya makan siang di kantin.


“ kantin yuk! cacing cacing peliharaan yang ada di dalam perut ku sudah sangat lapar, saatnya memberi makan untuk mereka.”


ajak Nayuta lalu laki laki yang ada disebelah Kanata pun bergumam.


“ dasar tukang makan.”


Kanata Dan Aiko hanya tertawa kecil lalu mereka berempat pun pergi ke kantin bersama sama, di sepanjang lorong kelas.


semua anak perempuan menatap laki laki itu dengan tatapan kagum, Kanata heran... kenapa banyak sekali anak perempuan yang melirik laki laki itu? ia akui laki laki itu lumayan tampan... tetapi apakah ia sepopuler itu?.


ketika mereka berempat sudah sampai di kantin, seperti biasa Nayuta hanya menyuruh Kanata duduk diam di bangku tempat makan yang kosong.


padahal hari ini Kanata ingin sekali memesan makanannya sendiri dan entah kenapa Nayuta melarangnya.


“ kau duduklah disitu dan tunggulah kami.”


suruh Nayuta lalu Kanata pun merengek.


“ apa? kenapa? aku juga ingin memesan makananku sendiri! ayolahh...”


terlambat, permintaan Kanata tertolak mentah mentah oleh sahabat barunya itu.


ia sangat kesal tetapi seharunya ia tidak kesal kan? karena niat Nayuta itu baik.


tidak lama kemudian, ketiga orang itu kembali sambil membawa makanan mereka. seperti biasa Kanata langsung membantu Nayuta membawakan makanannya.


kali ini menu makan siang yang dipilihkan oleh Nayuta berbeda, menu makan siang yang di ambilkan oleh Nayuta saat ini adalah gyudon.


Kanata masih tidak mengerti makanan apa yang dipesankan oleh Nayuta saat ini? ia tidak pernah melihatnya ataupun mencobanya seumur hidupnya.


“ ini... ini apa? kelihatannya sangat enak.”


Tanya Kanata, lalu ketika Nayuta ingin menjawab pertanyaan Kanata. laki laki yang duduk di sebelahnya pun sudah menjawabnya duluan.


“ itu adalah gyudon, Gyūdon atau beef bowl adalah makanan khas Jepang jenis Donburi berupa semangkuk nasi putih yang di atasnya diletakkan irisan daging sapi bagian perut dan bawang bombay yang sudah dimasak dengan kecap asin dan gula.”


Aiko pun langsung memuji laki laki itu karena ia sangatlah tau tentang makanan khas negerinya itu.


“ wah.. kau tau banyak tentang makanan ya! sungguh hebat.”


“ jangan memujiku terlalu banyak, aku kehabisan kata kata untuk menjawab pujian darimu nanti.”


Aiko hanya tersenyum, lalu mereka pun menyantap makan siang milik mereka masing masing.


Kanata p.o.v


laki laki itu siapa ya?


kenapa ia mirip sekali dengan Kazuma?


jika memang benar itu Kazuma.. kenapa ia sama sekali tidak mengenaliku?


pasti itu bukan Kazuma.. iya kan?


oh iya... ngomong ngomong.. aku tidak tau namanya?


haruskah ku tanya?


aku ingin menanyakannya tetapi aku masih agak ragu..


baiklah! aku akan menanyakannya!.


Kanata p.o.v end


disela sela makan siang mereka, Kanata pun membuka pembicaraan dengan menanyakan nama laki laki yang duduk di hadapannya itu.ia masih ragu untuk menanyakan nya ... tetapi apa boleh buat? iya kan?.


“ hei.. ngomong ngomong.. aku belum tau namamu.. jika.. jika boleh, apakah aku boleh mengetahui namamu? siapa namamu?.”


laki laki itu langsung menjawab pertanyaan dari gadis itu sambil bertopang dagu.


“ namaku adalah Tachibana Kazuma, dan kau? siapa namamu?.”


ketika mendengar nama Tachibana, Kanata Lansung terpaku dan seketika ingat dengan teman masa kecilnya.


apa!? Tachibana?? tidak mungkin... kan? masa iya!? oh tuhan aku sangatlah tidak mengerti... jika benar laki laki ini adalah Kazuma.. tolonglah, kenapa ia tidak mengenali diriku!? batinnya berkata, Kanata tidak sadar jika laki laki itu dari tadi menjentikkan jarinya di depan wajahnya agar dia itu sadar dari lamunannya.


akhirnya Kanata pun sadar ketika Nayuta mendekatkan wajahnya ke arah dirinya, pipi Kanata memerah sedikit tetapi ia harus menetapkan sifat biasanya dan tidak boleh salah tingkah.


ia kembali menatap laki laki yang baru saja mengenalkan namanya tadi, Kanata pun langsung ikut mengenalkan dirinya kepada laki laki itu.


“ oh.. iya.. n-namaku ... namaku adalah Saigusa Kanata.”


laki laki yang ada didepannya sedikit shock lalu ia pun berdehem dan memberikan sedikit senyuman miring sambil memuji gadis itu.


“ namamu bagus juga ya, ngomong ngomong.. kau berasal dari mana? kulihat dari penampilan mu dan warna rambutmu... seperti kau bukan orang Jepang ya?.”


puji laki laki itu yang bernama Kenzo, lalu Kanata pun menjawab lagi.


laki laki itu terpaku setelah mendengar apa yang di katakan oleh gadis itu barusan, ia tidak habis pikir karena gadis yang ada di hadapannya ini memanglah sangat mirip dengan sahabat lamanya dan juga cinta pertamanya waktu kecil.


“ wah, kalau begitu kau sama seperti Kazuma dong! dia juga awalnya berasal dari New York.”


ucap Aiko sambil dengan nada bersemangat, Kanata Yang mendengar nya pun kaget. karena kenapa? karena Kazuma yang di hadapannya ini memanglah berasal dari New York.


apa? New York!? jadi... dia juga berasal dari New York!?, batinnya berkata. lalu Kanata pun bertanya kepada Kazuma.


“ kalau boleh tau... waktu kau tinggal di New York, kau tinggal di daerah mana?.”


ketika Kazuma ingin menjawab pertanyaan tersebut, tiba tiba dua orang pengurus OSIS pun datang menghampiri Kazuma dan mengajak Kazuma untuk ikut rapat OSIS sekarang juga.


“ Tachibana san, kau dipanggil oleh ketua OSIS untuk hadir di rapat OSIS sekarang juga.”


kata dua orang pengurus OSIS itu, Kazuma menggaruk-garuk kan belakang kepalanya sambil menghela nafas kasar.


“ cihh, merepotkan sekali!! baiklah aku akan kesana sekarang. maaf ya, kita ngobrol lagi nanti.. sampai jumpa di kelas nanti semuanya.”


Kazuma pergi meninggalkan ketiganya begitu saja, Kanata pun mengajak Aiko dan Nayuta pergi kembali kekelas karena ia harus mencatat ulang catatan yang di berikan oleh guru waktu jam pelajaran terakhir sebelum jam istirahat tadi.


di kelas, Kanata Langsung menghampiri dan duduk di bangku miliknya dan langsung membuka buku catatan miliknya.


Aiko yang melihatnya pun menjadi sangat gemas kepada Kanata, Karena Kanata sangatlah terlihat menggemaskan jika ia sedang tergesa gesa seperti itu.


Aiko pun mengeluarkan buku catatannya dan memberikannya kepada Kanata.


“ Ini, kau.. kau ingin mencatat nya sekarang juga? catatlah di rumah nanti ya.. lagipula jam pelajaran nya kan sudah selesai.”


Kanata sangat berterima kasih kepada Aiko karena sudah meminjamkan buku catatannya lagi, ia pun mengambil buku catatan miliknya dan juga milik Aiko dan lalu menaruhnya di dalam tas.


Nayuta yang melihat kedua sahabat perempuanya yang kelihatan sangat bosan pun akhirnya membuka topik pembicaraan agar suasana di sekitarnya tidak terlalu bosan, mereka ber tiga Akhirnya mengobrol sambil bercanda.


tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi dan itu tandanya jam pelajaran pun kembali dimulai, 1 sampai 2 jam pelajaran pun berlangsung tetapi anak laki laki yang duduk di sebelah Kanata Yang bernama Kazuma belum juga kembali ke kelas.


Kanata menopang dagunya sambil menghela nafas, Nayuta langsung melirik Kanata Dan memberikan selembar kertas kecil yang berisi surat.


Kanata menerima kertasnya dan langsung membuka isi suratnya.


kau kenapa?


Kanata Langsung mengambil pulpennya dan membalas pesan itu.


kenapa Tachibana dan belum kembali juga?


Kanata Langsung memberikan selembar kertas kecil itu kepada Nayuta, lalu mereka berakhir keasyikan menulis surat satu sama lain.


*dia kan pengurus OSIS, tidak di herankan mengapa rapatnya sangat lama kan.


seberat itukah menjadi OSIS??


kurasa begitu*.


Aiko yang menyadari bahwa kedua temannya itu saling menulis surat satu sama lain pun akhirnya memberi bahasa isyarat agar mereka hati hati dan tidak ketahuan oleh guru yang sedang mengajar di depan papan tulis, mereka berdua pun mengerti lalu melanjutkan menulis surat satu sama lain hingga Akhirnya mereka berdua pun ketahuan oleh guru yang ada di depan.


“ SAIGUSA SAN! WATARU SAN! TOLONG PERHATIKAN KEDEPAN!!”


teriak guru itu, lalu Nayuta dan Kanata pun menuruti kata kata si guru itu dan memindahkan pandangan mereka kedepan.


Aiko yang mendengar kedua sahabatnya di teriaki oleh guru pun hanya bisa menghela nafas pasrah dan memijat dahinya, 1 jam pun berlalu dan akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi.


Kanata merapikan semua alat tulis dan juga buku bukunya yang ada di kolong meja miliknya, selesai dirinya merapikan semuanya Aiko dan Nayuta pun seperti biasa mengajak Kanata pulang bersama Sama seperti biasanya.


di sepanjang jalan arah pulang, seperti biasa mereka mengobrol sambil bercanda dan tertawa lalu Akhirnya Kanata sampai di rumahnya duluan.


ketika Kanata sampai di depan pintu rumah, ia melihat ada sekumpulanplastik hitam yang lumayan besar yang berisikan sampah di dekat semak semak di halaman rumahnya. sampah sampah itu berasal dari ketika semalam ia membersihkan sampah sampah di dalam rumahnya kemarin.


“ apa aku buang sampahnya sekarang saja ya?? iya.. aku harus membuangnya hari ini juga, habis.. kalau aku tidak membuang nya sekarang pasti nanti akan menumpuk dan menjadi bau.”


katanya, lalu ia membuka pintu rumahnya dan melepas tas lalu menaruhnya di sofa, lalu ia keluar dan menutup pintu rumahnya.


ia menghampiri tumpukan plastik hitam itu dan membawanya satu persatu ke bak tempat sampah umum yang ada di depan rumahnya itu, satu dua dan tiga plastik hitam berisikan sampah pun dibuang olehnya.


dan akhirnya kini tinggal plastik yang terakhir.


“ baiklah!! ini plastik yang terakhir!!.”


katanya sambil menaruh kedua tangannya di pinggang, lalu ia pun menghela nafas sambil mengambil lalu membawa plastik hitam yang lumayan besar itu ke bak tempat sampah umum.


“ akhirnya selesai juga.”


ia pun menghela nafas sambil menaruh kedua tangannya ke bawa dada lalu ia mengambil sebuah botol kecil yang berisikan cairan hand sanitizer yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, ia menuangkan setetes cairan hand sanitizer itu ke tangannya dan mengusap ngusap nya layaknya sedang mencuci tangan.


lalu ketika ia ingin kembali ia pun tidak sengaja menabrak seorang wanita hingga mereka berdua pun jatuh, Kanata mengusap ngusap kepalanya sambil meringis kesakitan sedikit.


lalu ketika ia sadar ia telah menabrak seseorang ia pun langsung berdiri dan menjulurkan tangannya, dan kebetulan juga ketika ia berdiri sambil menjulurkan tangannya.


perempuan yang ditabraknya pun ikut berdiri dan menjulurkan tangannya juga.


“ ah maafkan aku bibi, aku tidak melihat mu tadi.. aku sungguh minta maaf.”


“ ahh tidak, aku Yang seharusnya meminta maaf.”


lalu ketika mereka berdua saling meminta maaf, seorang bibi yang ia tabrak tadi pun terpaku dan matanya terbelalak ketika melihat dirinya.


Kanata tidak menghiraukan nya, ia pun langsung pamit dan pergi meninggalkan bibi itu, bibi itu pun tiba tiba memanggil namanya.


“ kau.. kau Kanata Kan? Saigusa Kanata Kan? Kau anak perempuan nya nagisa kan??.”


kata wanita itu dengan nada sangat shock, Kanata tidak mengerti kenapa wanita itu bisa tau nama nya dan bahkan wanita itu juga tau siapa nama ibunya?.


“ a-ah... iya.. bibi benar, namaku Saigusa Kanata.. tetapi... kenapa bibi bisa tahu namaku? dan bibi bahkan bisa tau siapa nama ibuku... apakah kita pernah bertemu sebelumnya??.”


tanya Kanata sambil memiringkan kepalanya, wanita itu sedikit shock akan karena perkataan Kanata. matanya terbelalak kecil lalu ia pun tersenyum.


“ astaga... tidak ku sangka ternyata kau benar benar lupa dengan bibi, ini aku... bibi anzu. ibunya Kazu.. apa kau benar benar sudah melupakan kami nak.”


kata si wanita itu, Kanata terbelalak kecil. pantas saja ia merasa sangat tidak asing dengan wanita yang ia tabrak itu.


ternyata... itu... bibi anzu? benar benar bibi anzu yang asli kan? ini bukan mimpi kan? pastas saja wajahnya tidak begitu asing bagiku... akhirnya aku bisa bertemu dengan mereka lagi. batin Kanata berkata, lalu Kanata pun berlari kearah wanita itu lalu memeluknya dengan sangat erat.


wanita yang bernama anzu itu langsung membalas pelukan Kanata dengan sangat erat, mereka berdua saling berpelukan layaknya seorang ibu dan anak yang sudah berpisah berlama lamanya.


walaupun anzu bukanlah Keluarga ataupun ibu kandungnya Kanata, tetapi keluarga Kanata Sudah menganggap Keluarga sahabatnya ini seperti keluarga sendiri dan begitu pula juga dengan Kanata. Kanata juga sudah menganggap anzu sebagai pengganti nagisa ketika nagisa sedang tidak ada.


“ akhirnya aku bisa bertemu dengan bibi, bibi tau? aku selalu merindukan bibi, paman haru , kak Ryu dan juga Kazuma.”


kata Kanata sambil mengeluarkan beberapa tetes air mata, wanita itu pun menjawabnya sambil mengelus rambut blonde Kanata.


“ Kami juga sangat merindukan New York, bagaimana kalau kau mampir ke rumah kami nak? pasti Kazuma dan suamiku akan sangat senang jika bertemu dengan mu lagi.”


Kanata pun menjawabnya dengan ragu ragu.


“ memangnya rumah bibi dimana? apakah jauh?.”


“ tentu saja tidak, rumah kami ada di sebelah rumahmu. kau tinggal disitu kan nak?.. tadi bibi melihatmu keluar dari rumah itu.”


jawab wanita itu sambil menunjukan rumah nya yang berada di sebelah rumah Kanata, Kanata sangat shock ketika bibi Anzu menunjukan rumahnya yang berada di sebelah rumah miliknya.


ternyata selama ini... rumah yang besar di sebelah nya itu adalah rumah milik Kazuma? Kanata masih tidak menyangka dan bibi Anzu pun mengajaknya masuk kedalam rumah.


di dalam rumah, mereka berdua masuk sambil mengobrol dan tertawa ringan.


“ lihatlah siapa yang datang sayang, kau pasti tidak akan menyangka nya.”


kata bibi Anzu sambil merangkul Kanata dengan sangat akrab dan menunjukkan nya kepada pria yang sangat mirip dengan papanya Kanata Yang bernama Takahiro, ketika pria itu melihat wajah Kanata pria itu pun langsung shock dan mulai mendekati Kanata layaknya seorang ayah yang sudah lama tidak melihat wajah anaknya.


“ kau... kau... Kanata?? anaknya Takahiro kan??.”


kata pria itu, Kanata tidak bisa menahan tangisannya lagi. satu tetes dua tetes dan tiga tetes sampai banyak air mata yang mengalir dari mata gadis itu pun akhirnya mengalir sangat deras.


Kanata Langsung memeluk pria itu, kenapa Kanata Langsung memeluk pria itu?? karena pria itu adalah sahabat karib papanya dan paman kesayangannya yang bernama haru.


dua menit tiga menit sampai sepuluh menit akhirnya mereka berhenti berpelukan dan duduk di sofa, Anzu mengambil kan beberapa cemilan dan membawanya ke ruang tamu untuk Kanata makan.


“ Kanata... nak, ayo di makan cemilannya.”


kata bibi anzu sambil menyodorkan sepiring kecil berisikan 5 buah ohagi kepada Kanata, Kanata tidak tau apa nama cemilan yang dibawakan olen bibi anzu karena ia belum pernah melihatnya.


“ terimakasih bibi, tapi... ini apa? kelihatannya sangat enak.”


tanya Kanata, lalu paman haru pun tertawa kecil dan menjelaskan cemilan apa yang ada di piring kecil itu.


“ itu namanya ohagi, ohagi itu manisan Jepang yang dibuat dari beras ketan, nasi, dan pasta azuki manis. Mereka dibuat dengan merendam beras campur ketan selama kurang lebih 1 jam. Nasi kemudian dimasak, dan pasta azuki yang tebal dikemas dengan tangan di sekeliling bola-bola nasi yang sudah dibentuk sebelumnya. rasanya manis dan enak.. kau cobalah.”


Kanata mengangguk sambil mengambil satu biji ohagi dan mencobanya, ketika Kanata memakan satu gigitan ohagi. matanya berbinar-binar karena cemilan yang satu ini rasanya sangatlah enak dan manis.


bibi anzu dan paman haru hanya tersenyum hangat melihat Kanata Yang Sedang mengunyah ohagi, mereka berdua sudah cukup senang karena melihat mulut Kanata Yang penuh dengan ohagi.


satu, dua dan semua ohagi pun dilahap oleh nya, kini perut Kanata Sudah sangat kenyang dan wajah menunjukan ekspresi puas dan senang.


ketika paman haru ingin membuka pembicaraan seseorang pun membuka pintu dan langsung masuk keruang tamu, bibi Anzu Langsung menghampiri laki laki itu.


“ selamat datang kazu.”


kata bibi anzu, lalu ketika bibi Anzu mengatakan itu Kanata Langsung melihat siapa yang datang dan betapa terkejutnya ia ternyata yang datang adalah Tachibana san.


“ t-tachibana san?”


kata Kanata dengan nada yang terbata bata, Tachibana juga kaget dan shock ketika melihat Kanata Sedang ada di dalam rumahnya.


“ s-saigusa san? apa yang kau lakukan disini?.”


kata Tachibana sambil melangkah mudur sedikit, Kanata pun menjawabnya sambil terbata bata.


“ apa maksudmu?.”


“ ini adalah rumahku.”


“ a-APA!?.”


di sela sela mereka berdua berbicara, bibi anzu pun langsung memotong pembicaraan.


“ apa yang kalian bicarakan? Tachibana san? Saigusa san? apa maksudnya? Kazu.. kau kenapa memanggil Kanata dengan nama depannya? Dan Kanata juga.. kenapa kau memanggil Kazu dengan nama depannya? kalian sebenarnya ada apa sih?.”


Kazuma dan Kanata kini sangat shock, jadi selama ini Tachibana yang baru ia kenal ini adalah benar benar sahabat kecilnya? dan Saigusa ini adalah cinta pertamanya?.


kini keduanya diam membatu dan masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, Kazuma memijat jidatnya Dan Kanata pun menunduk sambil berpikir sedangkan bibi anzu dan paman haru hanya diam kebingungan.