
“arigato Kana-chan, kaulah yang terbaik”
- Aiko-
-------------------------~~~~------------------------------------
masih dengan Aiko yang sedari tadi menangis akhirnya pun tersenyum kembali, Kanata tersenyum reflek karena akhirnya sahabatnya itu bisa kembali tersenyum lagi. iya masih tidak menyangka di balik Aiko yang setiap hari selalu bersemangat ternyata menyimpan banyak luka dan kesedihan di dalam dirinya.
Kanata mengingatkannya akan sahabat lamanya di new York yang bernama Olivia, entah kenapa tiba tiba ia sangat merindukan kedua sahabatnya yaitu Daniel dan Oliva.
“ oh iya, Kana-chan. kamu bilang waktu itu kami punya sahabat ya? bolehkah kau menceritakan nya kepada ku? aku agak penasaran.”
tanya Aiko sambil menyenderkan kepalanya di bahu Kanata.
“ fufufu, baiklah. etto.. waktu aku tinggal di New York aku punya 2 sahabat namanya Olivia dan Daniel, kami memang sudah berteman sejak kecil dan-”
belum Kanata menyelesaikan kata katanya Aiko langsung memotong pembicaraannya.
“ ehh!? tunggu tunggu.. bukankah kau bilang kalau sahabat pertamamu itu Kazuma ya?.”
“ ahhh.. makanya dengarkan aku dulu.”
Kanata mencubit gemas pipi Aiko sambil terkekeh pelan.
“ aku berteman dengan mereka berdua setelah Kazuma pindah dan kebetulan mereka berdua juga baru pindah.”
“ terus? kalian pertama kali bertemu nya gimana?.”
tanya Aiko dengan antusias, Kanata pun melanjutkan ceritanya lagi.
“ ohh, waktu itu.. aku lagi menangis gara gara jatuh dari ayunan. waktu itu kakiku luka dan aku tidak bisa berjalan karena terasa sakit, dan disanalah aku bertemu mereka berdua. mereka berdua menghampiri ku dan mengajakku pulang, di sepanjang perjalanan kami juga berkenalan sambil mengobrol dan oh iya! Daniel juga yang mengendongku dari belakang.”
Aiko menatap Kanata Yang sedang bercerita tersenyum hangat, ternyata Kanata gadis yang ia kenal ini sangatlah beruntung. mempunya banyak orang yang menyayanginya. senyuman selalu mengukir di wajah mungilnya, tanpa ada beban yang selalu mendatanginya.
rasanya ia ingin selalu melindungi senyuman yang terukir di wajah mungil sahabatnya itu.
“ oh iya, Aiko-chan sendiri bagaimana? cerita dong. aku juga pengen denger gimana pertama kali kamu ketemu sama Kazuma dan nayuta.”
tanya Kanata bersemangat.
“ Hmm.. pertama kali ya... hmm, oke aku akan ceritain deh. jadi tuh ya sebenernya aku sama Nayuta itu sama seperti mu, kami sahabatan dari kecil hingga waktu kelas 5 SD ada anak laki laki pindah ke kelas kami dan kami kenalan deh dan ternyata itu Kazuma fufufu.”
“ hee begitu ya.”
mereka berdua pun berbincang bincang dan sangking asiknya mereka lupa bahwa sekarang sudah jam makan siang, Kanata melihat jarum jam sudah menunjukan pukul 1 siang dan ia pun mengajak Aiko untuk makan siang bersamanya.
“ Aiko Chan, kita makan siang dulu yuk.”
ajak Kanata.
“ baiklah, tapi... apa tidak merepotkan?.”
“ kata siapa? aku justru pengen makan siang bersama mu, tapi... aku belum masak makan siang sih.. jadi.. eumm.. mau masak bareng bareng?.”
tanya Kanata dengan malu malu, ia memang sengaja tidak memasak makan siang karena ia ingin sekali merasakan masak bersama sahabatnya ini dan tentu saja dengan senang hati Aiko mau memasak makan siang bersama gadis itu.
mereka berdua pun pergi turun menuju ke dapur, di dapur. Kanata mengambilkan 2 buah celemek untuknya dan untuk sahabatnya itu.
“ haikkk, pakailah supaya bajumu tidak kotor.”
Jawab Aiko sambil tersenyum, Aiko membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan makanan seperti daging dan juga beberapa sayuran dan Kanata mengambil bumbu kare di pantry.
makan siang yang akan mereka buat hari ini adalah nasi kare, Kanata belum pernah memasak kare sebelumnya jadi kali ini Aiko akan mengajarkannya bagaimana cara membuat kare.
“ oh iya, Kana-chan. apakah kau bisa memotongkan sayuran sayuran ini?.”
“ baiklah, berikan saja sayurannya kepadaku. aku yang akan memotong kan sayurannya.”
Aiko memberikan beberapa sayuran kepada Kanata untuk ia potong, sedangkan dirinya sibuk memotong daging agar ukurannya mudah di makan.
selang beberapa menit sayuran dan dagingnya di potong, mereka berdua memasukan sayuran dan dagingnya kedalam panci yang berisi air yang sudah mendidih. lalu Aiko juga memasukan pasta kare.
selang beberapa menit karenya pun jadi dan mereka makan bersama sambil berbagi cerita.
kini jarum jam sudah menunjukan pukul 8 malam, sangking serunya kedua gadis itu menghabiskan waktunya bersama sama hingga lupa waktu.
“ wahh.. gawat, sudah jam segini. gomen Kana-chan aku, aku sepertinya harus pulang sekarang.”
kata Aiko sambil gelisah, karena kalau dia pulang terlambat pasti neneknya akan khawatir. Kanata pun mengerti.
“ baiklah, padahal rumah kita sangat dekat lho.. tapi mungkin kau benar harus pulang sekarang kalau tidak pasti oba-chan akan khawatir. oh iya, lain kali menginaplah dirumah ku.”
“ Okey, nanti lain kali aku akan menginap di rumahmu. kalau begitu aku pulang dulu ya, bye bye *mata ashita.”
“ unn, mata ashita*.”
Kanata mengantar Aiko sampai di depan gerbang lalu mereka saling melambaikan tangan, setelah mengantar sahabatnya itu sampai depan gerbang ia pun masuk dan mematikan lampu di lantai bawah dan pergi ke kamarnya di lantai atas.
di kamar, ia segera pergi menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan juga cuci muka setelah itu ia mengganti pakaiannya. yang ia kenakan kali ini hanyalah piyama berwarna peach kesukaannya.
tetapi ketika ia ingin beranjak ke tempat tidur pandangannya teralihkan oleh sebuah kotak hadiah yang tidak terlalu besar, ia bingung kenapa ada kotak hadiah di kamarnya? seingatnya tadi tidak ada kotak hadiah di kamarnya. ia pun merasa sangat penasaran untuk membuka kotak itu.
“ haruskah ku buka kotak ini? tapi.. ini kan bukan punya ku, tapi ada di kamarku... hmm baiklah mungkin akan aku buka.” batinnya berkata.
lalu ia pun mengambil kotak hadiah itu lalu duduk di pinggiran ranjang miliknya, ketika ia membuka kotak itu ada selembar kertas berisikan surat untuk dirinya.
“ ada suratnya, tapi untuk siapa? eh? untukku?.” tanyanya sendiri.
ia pun membaca surat itu.
こんにちわ, hello and bonjour!
Yahoo Kana-chan~!
pasti kamu bingung kan ini kado dari siapa dan untuk siapa, hehe ini kado dariku untukmu. sebenarnya aku ingin memberikan ini dari kemarin tapi timingnya tidak tepat, dan kuharap kau menyukainya. arigatou karena sudah mau menjadi sahabat terbaikku!
daisukiii~!
- Sakura Aiko -
Kanata sangat terharu karena ada yang memberikannya hadiah, padahal ini bukan hari ulang tahunnya. ia pun segera melihat hadiah apa yang diberikan oleh sahabatnya itu. ternyata setelah dilihat di dalam hadiah itu ada sebuah buku journal dengan warna kuning pastel dan hiasan pita di ujung buku tersebut.
ia pun membuka buku itu dan ada sebuah tulisan nama dirinya, sungguh baik sekali sahabatnya itu. padahal mereka belum lama kenal tetapi sudah sedekat ini sampai sampai memberikan hadiah, Kanata harus membalas hadiah ini. ia juga harus memberikan hadiah untuk Aiko tetapi.. hadiah apa? ia sendiri tidak tau Aiko suka apa.
...“ aku harus kasih apa ya? buku journal Yang Sama kah? atau.. kue, tapi masa kue sih.. hmm. Yasudah lah akan ku pikirkan lagi besok, lagipula ini juga sudah larut dan aku harus tidur.”...
gumamnya, ia pun menaruh buku journal tersebut di bawah bantalnya dan menarik selimutnya dan ia pun larut di dunia mimpinya.