TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#3 I have something to talk about



Sabtu 18 Januari xxxx


hari ini adalah hari yang paling Kanata tunggu tunggu, akhirnya hari untuknya bangun siang pun tiba.


“ YASS! akhirnya aku bisa bangun siang hari ini, aku tidur lagi ahh...berhubung ini hari Sabtu hehe.”


*di bawah


Nagisa sedang memasak sarapan pagi untuk semuanya, ia melihat lihat bahwa tidak ada tanda tanda Kanata keluar dan turun dari kamarnya pagi ini.


pasti anak itu belum bangun juga....pemalas sekali anak itu. batinnya berkata, lalu Kenzo pun turun dari tangga dan segera menghampiri Nagisa untuk menanyakan jika ia membutuhkan bantuan.


“ ohaiyo...mama apa ada yang bisa Kenzo bantu?.”


Nagisa pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya dan ia meminta Kenzo untuk membangunkan anak gadisnya itu.


“ no my prince, lebih baik kamu membangunkan Kanata sekarang...ia belum bangun juga. dan...oh iya jika dia sudah bangun, langsung saja suruh dia mandi dan menyiram tanaman di luar ya.”


Kenzo pun tersenyum dan segera pergi ke kamar adik semata wayangnya itu,Nagisa tersenyum melihat Kenzo yang selalu menurut akan perkataannya.


mama beruntung mempunyai anak anak seperti kalian, kalianlah memang hadiah terbaik dalam hidupku...semoga kalian selalu bersama sama walaupun nanti mama dan papa sudah tidak ada.


*di depan kamar Kanata


Kenzo sekarang berada di depan pintu kamar adiknya itu, ia membuka sedikit dan mengintip dari pintu kamar itu lalu ia melihat adiknya yang sedang tertidur pulas.


Kenzo pun tersenyum lalu menghampiri adik kecilnya yang sedang tidur itu, Kenzo duduk di sebelah Kanata Yang sedang tertidur dan menatapnya. lalu Kenzo pun tersenyum hangat sambil mengusap poni rambut yang menutupi wajah cantik adiknya itu.


mengapa kau cantik sekali?. batinnya berkata.


lalu Kenzo pun mencubit pipi kanan Kanata...ia mempermainkan kedua pipi adiknya itu lalu ia terkekeh. lalu Kanata pun membuka matanya dan terkejut melihat kakaknya yang sedang mempermainkan kedua pipinya itu.


“ARGHH...KAKAK!!...apya yang kakyak lakyukan!??.”


“ini hukuman dariku untukmu karena kau tidak bangun juga dari tadi.”


“ARGHH BAYIKLAH IYAA AKU BANGYUN SEKARANG.”


Kanata pun akhirnya bangun dari tidurnya dan menatap kakaknya dengan tatapan tajam, Kenzo yang melihat ekspresi adiknya itu ia pun tersenyum miring dan berkata.


“ kenapa hah? mau marah? iya? lagipula ini salahmu sendiri...kenapa kau seenaknya tidur sedangkan yang lain sudah bangun dan beraktivitas.”


Kanata pun menatap Kenzo dengan tatapan yang lebih tajam lagi dan mengeluarkan aura dinginnya, Kenzo semakin tidak bisa menahan tawanya saat ini lalu ia mengacak ngacak rambut Kanata Dan pergi meninggalkannya.


“jika kau tidak turun dalam waktu 10 menit, aku jamin mama tidak akan membolehkanmu mendapatkan jatah cemilanmu untuk hari ini.cepatlah mandi dan siram tanaman yang ada di luar...kakak akan membantumu nanti.”


Kenzo pun meninggalkan adiknya sekarang dan kini tinggalah Kanata sendirian di kamarnya, ia akhirnya berdiri dari ranjangnya dan pergi mandi.


* dibawah


Kenzo turun menuruni tangga dan tampak Takahiro sedang kesulitan mencari sesuatu.


“ ada apa papa? kelihatannya papa sedang kesulitan mencari sesuatu...papa mencari apa? sini biar Kenzo bantu.”


“ ahh tepat sekali Kenzo, sini bantu papa mencari remote tv.”


“ ya baiklah, terakhir kali meletakan remote tv dimana?.”


“ dimana ya...papa juga lupa.”


Kenzo hanya menghela nafas dan akhirnya membantu papanya itu dan setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua menemukan remote tv yang mereka cari cari dari tadi.


“ ahh ketemu! papa ini remotenya.”


“ wahh Kenzo kau hebat sekali! kau sudah seperti detektif saja ya.”


“ aishh papa jangan berlebihan.”


lalu tiba tiba Kanata turun dari tangga dan berlari lalu langsung memeluk Kenzo dari belakang.


“KAKAK!! ayo kita menyiram tanaman di luar.”


“ kau ini sudah ku bilang bebe-.”


Kenzo tidak sempat berkata kata karena Nagisa tiba tiba memotong pembicaraan mereka berdua.


“KANATA! sudah ku bilang jangan berlari dan berteriak seperti itu! kau sudah dewasa sudah berumur 15 tahun! haahhhh...aku bingung harus pakai cara apa lagi agar kau mengerti.”


“ iya...maafkan aku mama, KALAU BEGITU AYO KITA SIRAM TANAMAN DI LUAR KAKAK!.”


“ iya iya maaf.”


Nagisa menghela nafas dan segera menyiapkan sarapan yang sudah matang itu, ia menyusun semua piring piring dan alat makan. lalu Kenzo Dan Kanata pun kini berjalan menuju luar rumah...akan tetapi Takahiro menegurnya agar mereka tidak kesana karena tanaman sudah ia siram tadi.


“ kalian mau kemana? tanaman sudah papa siram tadi, kalian duduk dan bersantailah.”


“ kenapa tidak bilang dari tadi sih.”


mereka berdua bergumam, dan kini semuanya sedang menikmati sarapan pagi.


ketika Kanata Dan Kenzo sedang asyik mengunyah makanan mereka,tiba tiba takahiro berbicara.


“ Kanata, sebaiknya kau menghabiskan waktu terakhirmu di New York bersama teman temanmu mulai sekarang... karena kamu akan papa berangkatkan 5 hari lagi.”


Kanata pun terkejut bukan main dan sedangkan Kenzo?? ia tersedak karena terkejut.


“tunggu...apa?? 5 HARI LAGI! papa itu bagaimana sih? Kanata baru beranjak dewasa, umurnya saja masih 15 tahun. masa gadis kecil berusia 15 tahun bisa hidup sendirian?! itu tidak mungkin...aku akan ikut dengannya.”


“ tidak bisa, kau baru boleh mengunjunginya sebulan lagi.”


Kenzo pun menghela nafas, kepalanya sangatlah pusing kali ini...ia tak tau harus berkata apa lagi, ia hanya bisa pasrah akan tetapi sebulan itu sangatlah lama bukan??


Kanata pun mengerti apa yang di maksud kedua orang tuanya itu ia pun menghela nafas dan berkata.


“ baiklah jika itu perintah papa...aku akan belajar mandiri kali ini, lagi pula tidak ada salahnya bukan? dan sebulan itu tidak akan terasa lama kan?? kita bisa saling telponan setiap hari...aku juga pasti menemukan orang orang baru disana, jadi aku rasa kali ini aku akan baik baik saja. mama dan papa juga percaya kepadaku kan? begitu juga dengan kakak...apakah kakak tidak percaya denganku?.”


Kanata pun menatap Kenzo dengan tatapan hangatnya, Kenzo pun tidak tau harus berkata apa lagi. karena sebenarnya ia percaya dengan adik semata wayangnya ini akan tetapi disisi lain ia tidak ingin berpisah dengan orang kesayangannya ini.


“ aku...aku selalu percaya kepadamu...tetapi..apakah kau tidak merasa kesepian? kakak tidak akan berada di sisimu nanti dan begitu juga mama,papa, Daniel dan juga Olivia tidak akan ada di sisimu. kau pasti merasa sendirian di sana iya kan?.”


Kenzo menatap adiknya dengan tatapan yang sangat sendu, sedangkan Kanata Dan kedua orang tuanya terkejut dan sangat senang karena Kenzo memang benar benar serius kalau tentang adik kecilnya ini. Kanata pun tersenyum dan memegang kedua tangan Kenzo.


“ kakak... terimakasih karena selalu menjaga ku, melindungi ku dan juga menyayangiku. aku sangat bersyukur mempunyai kakak seperti mu dan orangtua seperti kalian, sejujurnya aku juga tidak ingin ke Tokyo... tetapi tidak ada salahnya bukan? aku akan belajar hidup mandiri mulai saat ini.”


Nagisa dan Takahiro terharu akan perkataan anak semata wayang mereka itu, ia sangat bersyukur karena Kanata adalah anak yang baik dan juga penurut.


“ haahh baiklah kalau begitu mari kita manfaatkan waktu waktu terakhir ini bersama sama, ayolah jangan banyak bersedih...kita harus banyak tersenyum dan tertawa kali ini.”


“ apa yang dikatakan mama kalian benar, ayo kita akhiri perasaan sedih ini dan mulai mengisinya dengan senyuman dan tawaan kita.”


Kenzo dan Kanata pun menatap satu sama lain dan mereka tertawa, kini keluarga mereka tidak sedih lagi melainkan tersenyum dan tertawa.


setelah mereka selesai makan, Kanata pun pergi ke taman.


“ jika kalian mencariku, aku ada di taman ya.”


semuanya mengangguk dan Kanata pun pergi ke taman.


* di taman


Kanata sedang duduk di ayunan kesukaannya, ia masih merasa sedih karena sebentar lagi ia akan meninggalkan new York dan dia akan meninggalkan orang orang yang ia sayangi. tetapi disisi lain ia bahagia karena ia pasti akan bertemu dengan Kazuma, sahabat lamanya yang iya cari cari saat ini.


*aku sangat sedih meninggalkan semua


orang...tetapi di Tokyo nanti, pasti aku akan bertemu dengan Kazuma dan juga orang orang baru disana....apa sebaiknya aku menelepon Olivia dan Daniel sekarang?? aku harus memberi tahu mereka*.


Kanata pun mengambil ponselnya dan segera menelepon Daniel, awalnya Daniel tidak mengangkat teleponnya...dan akhirnya ia menelepon Olivia.


“ halo? Kanata..?Ada apa? tumben sekali jam segini kau menelepon ku.”


“ ahh...anu...Olivia...kau ada dimana sekarang?.”


“ aku ada dirumah sekarang...ada apa?.”


“ apa kau tidak punya acara hari ini.?”


“ Hmm...kurasa tidak, kenapa?.”


“ bagus! kalau begitu...apa kau ingin jalan jalan nanti sore bersamaku? ada hal yang ingin aku bicarakan, ohiya jangan lupa ajak Daniel...tadi aku meneleponnya tetapi ia tidak menjawab teleponya.”


“ ok baiklah aku ikut nanti aku akan beritahu Daniel...memangnya kau ingin membicarakan apa? kelihatannya serius sekali.”


“ kau akan mengerti nanti, sudah dulu ya bye bye.”


“ ahh...iya bye bye.”


Kanata pun menutup telponnya dan mengayunkan ayunan yang ia taiki itu, ia melihat ke bawah dan melamun.