TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#14



" untukmu kesayangan ku "


- Aiko


angin berhembus dan burung pun berkicauan, banyak orang orang yang sudah beraktivitas di pagi hari akan tetapi berbeda dengan gadis yang satu ini. walaupun jam sudah menunjukan pukul 10 pagi tetapi gadis itu tetap saja tidur pulas di ranjangnya yang sangat empuk itu.


kringgg... kringggg**...


ponsel gadis itupun berbunyi tetapi ia menghiraukannya karena ia terlalu malas untuk mengambilnya. satu sampai tiga kali ponsel itu berdering akhirnya gadis itu mengangkatnya.


“ siapa ya yang menelepon ku di saat seperti ini... eh? Aiko? tumben sekali, Moshi Moshi? Aiko Chan?.”


“ Kana-chan konnichiwa, Tumben sekali ya kau memanggilku dengan kata Chan fufufu."


“ ya lagipula kita kan sudah dekat jadi tidak ada salahnya bukan? hehe.”


“ iya fufufu, etto... Kana-chan hari ini sibuk tidak?.”


“ tidak juga, memangnya kenapa?.”


“ etto... aku ingin menemuimu hari ini, apa boleh aku kerumahmu?.”


“ tentu saja boleh, kutunggu ya.”


“ eh? sou? baiklah aku akan kesana sebentar lagi, bye bye Kana-chan.”


Kanata pun mematikan ponselnya, ia segera bangun dari tempat tidur nya lalu membuka korden jendelanya. cahaya matahari yang mulai panas pun langsung masuk ke kamar gadis itu.


“ wah.. panas sekali ya, ngomong ngomong ini jam berapa ya?.”


ia pun menoleh ke arah jam dinding dan betapa terkejutnya ia karena melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, sebenarnya wajar sih baginya untuk bangun jam segini. waktu dirinya masih tinggal di Australia ia pasti selalu bangun di atas jam 10 pagi tetapi rasanya jadi aneh ketika ia pindah ke Jepang karena disini ia sudah terbiasa bangun pagi.


“ astaga sudah jam segini!? ya tapi tidak apa apa sih, habisnya kemarin itu sangat menyenangkan.”


gadis itu tersenyum senyum sambil tertawa tawa sendiri karena ia masih mengingat kenangan yang ia buat kemarin bersama sahabat yang sangat ia sayangi itu. yup siapa lagi kalau bukan Kazuma, walaupun hanya sebentar tapi rasa nostalgia itu yang membuat dirinya nyaman dan bahagia.


“ oh iya, sebaiknya aku mandi karena Aiko Chan akan datang sebentar lagi.”


gadis itupun langsung bergegas ke kamar mandi, setelah itu ia pun pergi turun ke lantai bawah dan menyalakan televisi.


ia membuka kulkas dan melihat ada cemilan apa untuk temannya makan nanti, dan kebetulan di kulkasnya masih ada beberapa makanan ringan, cola dan juga beberapa eskrim.


“ untung saja waktu itu aku membeli beberapa makanan ringan pas belanja.”


kata Kanata sambil menghela nafas lega, lalu tiba tiba bel rumahnya pun berbunyi.


Ting tong... Ting tong...


Kanata Langsung pergi menghampiri pintu rumahnya itu lalu membukakan pintu.


“ Aiko Chan konnichiwa, ayo masuk.”


Kanata mempersilahkan Aiko untuk masuk kerumahnya, Aiko masih agak canggung karena baru pertama kali ia masuk kerumah yang sangat besar ini.


“ a-ahh.. iya.. ojamashimasu.”


( *note: ojamashimashu dalam bahasa Indonesia artinya permisi )


“ tidak usah sungkan, anggap saja rumah sendiri hehe.”


kata Kanata sambil tersenyum, Aiko mengangguk sambil terpesona melihat betapa luasnya rumah Kanata.


Ternyata tidak kusangka, rumahnya benar benar luas ya...


Kanata pergi ke dapur untuk menyiapkan cemilan untuk gadis itu, ia mengambil beberapa makanan ringan dan juga dua gelas jus jeruk.


“ Aiko Chan, kekamarku yuk. kita makan cemilan disana."


ajak Kanata, Aiko mengangguk lalu jalan mengikuti Kanata Dari belakang.


Kanata membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Aiko untuk masuk ke kamarnya.


“ wahh kamar mu imut sekali "


“ terimakasih, oh iya duduklah dimanapun yang kau mau.”


Aiko pun duduk, Kanata juga ikut duduk di hadapan Aiko. mereka berdua pun berbincang bincang tentang kebiasaan mereka dirumah dan juga mereka membicarakan hal tentang sekolah.


kata Aiko sambil melirik Kanata, seketika Kanata pun menjawab nya dengan gelagapan. wajahnya pun memerah bagaikan tomat.


“ H-haa??a-apa katamu? kencan? mana mungkin!.”


Kanata kembali meminum jus jeruknya itu, Aiko tersenyum miring sambil menopang dagunya.


“ heee~ begitu ya, jadi kalian berdua tidak berkencan. padahal kalian berdua cocok sekali lho, kenapa kalian tidak jadian saja fufufu~.”


“ m-mouu! Aiko Chan sudahlah, lagipula tidak mungkin kami berdua jadian kan? kami kan hanyalah S-A-H-A-B-A-T.”


“ tapi tidak selamanya akan jadi sahabat bukan? aku yakin nanti kalian pasti punya perasaan masing masing, dan kau tau kebanyakan orang berpacaran bersama sahabatnya lho.”


Aiko hanya terdiam setelah mendengar kata kata dari Aiko, kini ia merasa bingung... bingung dengan perasaan yang ia miliki saat ini. Sebenarnya ia memang menganggap Kazuma sebagai orang yang special baginya, tapi... bukan special Yang seperti itu.


jadian ya... Hmm.. Memangnya bisa ya...


Aiko melambaikan tangannya di depan wajah Kanata Dan memanggil nama gadis itu karena gadis itu melamun.


“ oii, Kana-chan? oii Kanata~.”


“ a-ah.. unn.. kenapa?.


Kanata pun tersadar dari lamunannya, Aiko menghela nafas karena ia mungkin sudah terbiasa dengan salah satu sahabatnya ini yang suka melamun tiba tiba.


“ ayolah jangan melamun terus, kau pasti memikirkan apa yang barusan aku katakan kan? soal jadian. kau jangan memikirkannya terlalu serius, aku tau pasti suatu hari nanti kalian pasti mempunyai perasaan itu.”


Aiko sangat yakin karena pasti Kazuma dan juga Kanata pasti akan mempunyai perasaan itu suatu hari nanti karena mereka sangatlah cocok dan juga lumayan akrab, namun Kanata masih ragu soal jadian.. karena ia tidak mengerti akan tentang soal percintaan seperti ini.


tidak seperti Aiko yang tau menahu tentang soal percintaan seperti ini.


“ Aiko Chan, kau.. dewasa sekali ya... aku iri padamu.”


Aiko terkejut mendengar Kanata mengatakan itu, apa maksudnya? kenapa ya berbicara seperti itu?.


“ eh? apa maksud mu? kenapa kau berpikiran seperti itu? kenapa kau menyebutku dewasa?.”


“ ah.. itu karena kau ahlinya dalam soal percintaan, aku iri padamu... gayamu dan tingkah lakumu layaknya orang dewasa... tidak seperti ku yang masih seperti anak kecil.”


Aiko tersenyum lembut, dan memegang kedua tangan Kanata.


“ kenapa kau berpikiran seperti itu?aku menyukaimu apa adanya kok, dan kau tau? karena sifat kekanak kanakan mu lah yang membuat aku gemas melihatmu. kau itu imut dan menggemaskan dan... kau sudah sepeti adikku sendiri.”


seketika kedua mata Kanata terbelalak.


apa?? Aiko menganggap ku seperti adiknya sendiri...? apakah ini beneran..?


batin Kanata berkata, Aiko mengaggap Kanata itu special Karena Kanata mengingatkan nya akan adiknya yang sudah lama tiada.


“ eh? kau menganggap ku sebagai adikmu? apa ini mimpi?.”


Tanya Kanata tidak percaya, Aiko tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya. ia pun berpindah posisi menjadi duduk di di belakang Kanata lalu memeluknya dari belakang.


“ tentu saja, apapun untukmu kesayanganku.”


dan kau... mengingatkanku akan dengan adikku yang sudah lama tiada.


batin Aiko berkata.


“ Kana-chan, kau tau? kenapa aku menganggapmu sebagai adikku? karena kau mengingatkanku dengan adikku yang sudah lama tiada.”


Kanata terkejut ketika mendengar itu, ternyata selama ini Aiko mempunyai saudara dan sudah lama tiada. Kanata merasa kasihan dan tidak tega melihatnya, itu pasti berat baginya... dan Kanata tidak bisa berbuat apa apa..


“ Aiko Chan.. bukan tapi... Aiko nee-chan.”


panggil Kanata, Aiko terkejut ketika Kanata memanggilnya dengan sebutan itu. kini ia tidak bisa menahan tangisannya, Aiko sangat rindu dengan adiknya kali ini.


ia sangat senang dan terharu karena itu benar benar mengingatkannya akan adiknya, suara Kanata Yang memanggil Aiko dengan seperti itu persis sekali dengan dulu dimana ketika adiknya masih hidup memanggilnya seperti itu.


“ y-ya..? adikku tersayang?.”


air mata Aiko pun mengalir, Aiko hanyut dengan tangisannya. ini baru pertama kali ada seseorang yang bisa membuatnya bahagia sampai menangis seperti ini.


arigato Kana-chan... kau memanglah yang terbaik.