TOKYO! BON VOYAGE

TOKYO! BON VOYAGE
#13 LITTLE moments, BIG memories



" when it's real, you can't walk away "


-Kanata


whoosss...whoosss...


Angin sejuk berhembus di Pagi hari, Matahari bersinar cerah dan burung burung berkicau di mana mana. seorang gadis berambut pirang sedang asyik memilih baju untuk ia pakai hari ini.


tidak biasanya gadis itu lama memilih pakaian untuk di pakainya kali ini, biasanya ia memakai apa saja yang Menurutnya cocok dan Layak untuk dirinya pakai. Alasan gadis ini memilih pakaian adalah Karena hari ini ada seseorang yang mengajaknya jalan jalan, ya siapa lagi Kalau bukan Kazuma, sahabat Kanata yang paling berharga untuk dirinya.


Kanata turun dari tangga sambil memakai dress pink dengan rambut pirang panjang miliknya yang di gerai begitu saja, ia tidak lupa memakai jepit rambut yang berbentuk bintang berwarna merah yang selalu Ia pakai Kemana mana.


ia keluar Rumah dan tidak lupa untuk mengunci pintu, ia keluar menuju gerbang rumah dan langsung terpesona melihat Kazuma yang sudah berpakaian rapi sambil menunggu kehadiran dirinya. sebenarnya Kazuma hanya berpakaian biasa tetapi di mata Kanata Kazuma berpakaian layaknya seorang artis yang terkenal.


“ omatase Kazuma~ aku lama ya?.”


sapa Kanata, Kazuma langsung merasa gugup karena melihat Kanata berpakaian seperti itu. sudah lama ia tidak melihat Kanata berpakaian kasual seperti ini.


(*note: omatase artinya dalam bahasa Indonesia itu artinya maaf telah menunggu)


sial! dia imut sekali.. oh tuhan perasaan apa lagi ini.


batin Kazuma berkata.


“ ah, tidak juga. baiklah ayo kita berangkat.”


kata Kazuma dengan nada sok keren, lalu Kanata pun tersenyum dan berjalan di sebelah Kazuma.


Kini mereka sedang ada didalam kereta, memang di setiap gerbong banyak penumpang nya sampai sampai Mereka berdua harus berdiri, Karena banyak jalanan rel Kereta yang berbelok belok Kanata pun tidak bisa menjaga keseimbangan hingga ia pun hampir terjatuh.


“ Kanata!.”


Kata Kazuma sambil panik, Kazuma langsung menarik lengan Kanata Karena gadis itu hampir terjatuh, ia pun langsung mendekatkan Kanata kedalam pelukannya. perasaan Kanata seketika deg degan Karena tiba tiba Kazuma memeluknya.


“A-ano.. K-kazuma..?.”


Kata Kanata sambil terbata bata, Kazuma mempererat pelukannya dan membuat Kanata semakin deg degan.


“ mau bagaimana lagi bukan? mau tidak mau kita harus berada di posisi ini kalau tidak kau bisa Jatuh seperti Tadi.”


jawab Kazuma dengan nada pasrah, setengah jam mereka dalam posisi tersebut akhirnya kereta berhenti di stasiun tempat tujuan, Kazuma dan Kanata segera turun dan keluar dari stasiun.


“ huwaaa akhirnya kita keluar juga dari kereta itu, jadi begini ya rasanya naik kereta di Jepang. tidak ada bedanya dengan di Australia.”


kata Kanata sambil mengangkat tangannya sambil merenggangkan kedua tangannya, Kazuma hanya tertawa melihat kelakuan Kanata Yang kekanak Kanakan itu.


dia.. Sama sekali tidak berubah..


batin Kazuma berkata.


“ jadi.. sekarang kita akan kemana?.”


tanya Kanata sambil menunjukan senyuman cerahnya, Kazuma pun langsung menarik tangan kiri Kanata lalu menggandeng nya.


“ ikuti saja aku! aku akan pastikan kita akan membuat hari ini menjadi kenangan terindah yang pernah kita buat.”


mereka berdua pun pergi menghabiskan waktu mereka di taman Hiburan, Kanata sangat terpesona melihat keindahan taman hiburan itu.


“ jadi? wahana apa pertama apa yang ingin kau Naiki?.”


tanya Kazuma sambil melihat lihat peta yang diberikan oleh staff taman hiburan itu.


“ hmm kurasa sebelum kita memulai petualangan kita ada yang ingin ku lakukan pertama.”


“ apa?.”


“ Kazuma kau tunggu disini sebentar ya.”.


Kanata pun segera pergi menuju sebuah tempat dan mau tidak mau Kazuma harus menunggu gadis itu.


“ sebenarnya apa lagi sih yang akan dia lakukan sampai sampai meninggalkan ku disini.”


gumam Kazuma, lalu tidak butuh lama Kanata pun datang sambil membawa dua buah bando yang ada telinga anjing dan telinga kucing.


“ tadahhh~, sebelum kita memulai bermain aku ingin kita berdua memakai ini.”


kata Kanata sambil tersenyum.


“ Hmm, baiklah tidak masalah. yang telinga anjing itu untuk siapa?.”


tanya Kazuma sambil menunjuk bando yang ada hiasan telinga anjing yang di pegang oleh Gadis itu.


“ tentu saja untukmu~, kau akan memakai yang telinga anjing dan aku yang telinga kucing~.”


jawab Kanata dengan polos, kini Kazuma merasa harga dirinya dijatuhkan begitu saja oleh Kanata. Karena saat ini Kanata menganggap dirinya sebagai anjing.


“ j-jadi.. kau.. mengganggap ku sebagai anjing?.”


kata Kazuma dengan nada putus asa, Kanata Jadi merasa bersalah. padahal baginya jika Kazuma memakainya pasti kelihatan sangat lucu.


“ b-bukan begitu, t-tapi kurasa kau akan terlihat imut dan lucu jika menggunakannya.”


kata Kanata dengan nada murung, Kazuma pun menghela nafas pelan sambil menundukkan kepalanya didepan Kanata.


“ Yasudah, kau pakai kan untuk ku ya.”


Tanpa basa basi Kanata pun langsung memakaikan bando bertelinga anjing itu di kepala Kazuma.


“ wahh~! Kazuma kau kelihatan sangat lucu~!.”


puji Kanata, Kazuma mengambil bando bertelinga kucing yang ada di tangan Kanata lalu memakaikannya kepada gadis itu.


“ kau juga harus memakainya, nah kalau begini kan kita sama sama lucu kan? lagipula mengapa kau menganggap ku lucu? kenapa kau tidak menganggap ku keren ataupun tampan?.”


kata Kazuma sambil melipat kedua tangannya di dada, Kanata tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu. ia memiringkan kepalanya.


“ maksudmu?.”


dengan polosnya Kanata Bertanya, Kazuma pun menghela nafas lalu ia mendekatkan wajahnya ke arah Kanata.


“ bagaimana kalau begini saja, kau bilang aku lucu kan jika memakai telinga anjing ini, bagaimana kalau aku menjadi serigala dan kau kucing. jadi aku bisa memiliki mu kapan saja.”


Kanata pun gelalapan Dan wajahnya memerah bagaikan tomat, jantungnya berdetak tak karuan. apa yang barusan Kazuma katakan kepadanya.


“ m-mou.. Kazuma jangan menggodaku seperti itu, memalukan tau.”


kata Kanata sambil mengalihkan pandangan nya.


“ apa? menggoda mu? siapa yang menggoda mu, oh jadi yang kau inginkan adalah begini ya.”


“ p-pfttt, ahahahaha kau kau masih sama saja ya seperti dulu. tidak pernah berubah, hei tenang saja~ siapa juga yang ingin mencium mu?


“ a-aku.. K-kazuma! s-stop joking around!.”


Kanata merasa sangat kesal karena dipermainkan oleh Kazuma, ia menghentak hentakan kakinya sambil mengepalkan tangannya dengan wajah yang memerah.


“ baiklah kalau begitu ayo kita mulai bermain.”


ajak Kazuma lalu Kanata pun akhirnya tersenyum lalu mengikuti langkah Kazuma, mereka mencoba beberapa permainan mulai dari permainan yang sangat seru sampai yang menegangkan.


“ jadi kau ingin menaiki permainan apa?.”


“ hmmm, Apa ya..?.”


Kanata pun langsung berlari ke sebuah wahana ia pun langsung berdiri di depan pagar antrian.


“ Kazuma! aku ingin menaiki ini.”


kata Kanata sambil menunjuk wahana itu, ya itulah wahana yang para perempuan sukai yaitu Carousell. sebenarnya Kanata mengajak Kazuma untuk ikut menaiki wahana itu tetapi Kazuma menolaknya karena kebanyakan yang menaiki wahana itu adalah anak anak dan para wanita, Kazuma memutuskan untuk menunggu sambil melihat Kanata menaiki wahana itu.


“ Kazuma~! lihatlah aku menaiki kuda~.”


Kanata kini mulai bersifat kekanak kanakan, ia memanggil Kazuma sambil menaiki wahana itu dengan melambaikan tangannya. Kazuma hanya tersenyum melihat tingkah laku gadis itu.


ternyata tidak terasa ya... ternyata kau sudah dewasa saja, aku pun hampir tidak mengenalimu...


akhirnya aku bisa merasakan kebahagiaan ini lagi, hei.. Kanata.. Kau tau..aku bingung dengan perasaanku.. aku tidak mengerti dengan perasaanku.


apakah ini kebahagiaan atau tidak tetapi rasanya sulit untuk di katakan...


sebenarnya perasaan apakah ini?.


batin Kazuma berkata, lalu Kazuma pun mengeluarkan ponsel miliknya dan diam diam memotret foto gadis itu.


selesai menaiki wahana tersebut Kazuma mengajak Kanata untuk makan siang, kini mereka makan siang di sebuah restoran yang ada di dalam wahana itu.


“ kau ingin pesan apa?.”


tanya Kazuma sambil membuka buku menu, Kanata pun ikut membuka buku menu dan ia menemukan menu makanan yang pas untuk dirinya.


“ kurasa... aku memilih ini.”


kata Kanata sambil menunjuk menu yang ia pilih, Kazuma melirik menu yang Kanata pilih.


“ apa? Parfait? kau tidak ingin makan makanan yang lain, lagipula ini dessert kan? bukan makanan utama.”


“ tidak apa apa, aku hanya menginginkan ini.”


“ kau yakin? nanti dimarahi oleh kakakmu bagaimana?.”


“ tenang saja dia tidak ada kok disini.”


Kazuma tersenyum miring, ia pun langsung memesankan pesanan mereka. tidak lama kemudian pesanan mereka sampai.


“ omatase shimashita, ini pesanan anda.”


kata sang pelayan sambil menaruh pesanan mereka berdua di meja.


Kanata Langsung mengambil sebuah sendok dan menyantap Parfait miliknya, Kazuma hanya terkekeh kecil ketika melihat gadis itu memakan Parfait miliknya. Kanata melirik pesanan Kazuma.


“ kau memesan kopi? apakah kau menyukainya? bukankah rasanya sangat pahit.”


Tanya Kanata, Kazuma hanya tersenyum miring sambil menopang dagu.


“ ya aku menyukainya, rasanya tidak pahit kok. cukup dengan melihatmu rasanya akan menjadi sangat manis.”


seketika wajah Kanata berubah menjadi merah layaknya tomat karena mendengar kata kata itu dari Kazuma, sejak kapan laki laki itu jadi pintar ngegombal.


“ m-mouu Kazuma sudahlah dari tadi kau bicara yang aneh aneh terus.”


kata Kanata sambil mengalihkan pandangannya, Kazuma pun tersenyum miring lalu tiba tiba ia mengelap sedikit sisa eskrim Parfait yang ada di mulutnya Kanata dengan jari jempolnya lalu mengemutnya.


“ t-tunggu, K-kazuma apa yang kau lakukan? bukankah itu menjijikan?.”


kata Kanata gelalapan.


“ Sudah kubilang bukan rasanya sangatlah manis?.”


jawab Kazuma, selesai mereka makan siang mereka pun pergi ke wahana terakhir yaitu Ferris wheel yang terkenal sangat tinggi di Tokyo.


di dalam Ferris wheel Kanata sangat senang karena bisa melihat pemandangan dari atas.


“ waahhh lihatlah semua kota Tokyo jadi kelihatan dari atas sini.”


kata Kanata dengan nada kagum, Kazuma pun hanya tersenyum senang melihatnya.


“ jadi? bagaimana kali ini?apakah kau merasa sangat senang?.”


tanya Kazuma, Kanata pun langsung menoleh pandangan kearah Kazuma sambil tersenyum cerah.


“ tentu saja lebih dari senang! aku merasa sangat sangat sangat senang! karena banyak kenangan yang kita buat hari ini, arigato karena sudah mengajakku jalan jalan. rasanya kita seperti berkencan ya hehe~.”


kata Kanata sambil terkekeh.


kencan ya...


gumam Kazuma.


“ Kanata, Apa ada seseorang yang kau sukai saat ini?


tanya Kazuma dengan nada serius dan dengan polosnya Kanata menjawab tidak sambil menggelengkan kepalanya.


“ baguslah kalau begitu~.”


kata Kazuma sambil tersenyum miring lalu kembali melihat pemandangan kota Tokyo, Kanata masih tidak mengerti mengapa Kazuma menanyakan hal itu. tidak biasanya Kazuma menanyakan hal hal seperti itu kepada nya.


baguslah kalau begitu...


masih ada waktu untukku memilikimu...


Kanata, Nanti ada saatnya kau tidak bisa lari dariku.


batin Kazuma berkata, lalu waktu mereka menaiki Ferris wheel pun berakhir. mereka pun pergi pulang dengan perasaan sangat bahagia.