
hari sudah sore, kini jam menunjukan angka 15.00. Kanata sedang bersiap siap di kamarnya.
pintu kamar Kanata terbuka sedikit dan kebetulan Kenzo sedang melewati pintu kamarnya, Kenzo melihat Kanata sedang berpakaian rapi dan sedang merapikan rambutnya. Kenzo pun menghampirinya.
“ Kana? kau mau kemana? tumben sekali berpakaian rapi.”
“ ah kakak...aku akan keluar bersama Daniel dan Olivia sore ini.”
Kenzo pun menaik kan alisnya dan menyenderkan tubuhnya ke tembok.
“ kalian bertiga akan keluar? kemana?.”
“ mungkin kami akan ke mall atau ya sekedar jalan jalan sore saja, aku...aku juga sekalian akan memberitahu mereka bahwa sebentar lagi aku akan ke Tokyo.”
Kenzo pun hanya menghela nafas dan merapikan rambut adik kecilnya itu.
“ sini biar kakak saja yang merapikan rambut mu.”
Kanata pun tersenyum dan membiarkan Kenzo yang merapikan rambutnya, Kenzo merapikan rambut adiknya dengan sangat hati hati dan juga sangat lembut. Kenzo sangat suka merapikan rambut gadis itu karena rambut pirangnya sangatlah lembut dan Kenzo pun tidak ada bedanya dengan Olivia yang suka merapikan rambut orang.
“ selesai! kalau gini kan kau kelihatan cantik.”
Kanata pun melihat gaya rambutnya di cermin, ia sangat suka dengan gaya rambutnya yang di kepang oleh kakaknya. Kenzo yang melihat adiknya kelihatan senang dengan gaya rambut yang di buat olehnya ia pun menambahkan pita putih yang biasa Kanata pakai.
“ jangan lupa pita putih mu ini, kau kan sudah berjanji tidak akan melepaskannya bukan?.”
Kanata pun menatap Kenzo melamun dan akhirnya tersenyum.
“ hehe iya, karena pita ini kan hadiah terbaik dari kakak.”
Kenzo pun tersenyum menatap Kanata Dan ia tiba tiba mengingat masa lalunya waktu ia memberikan pita sebagai hadiah ulang tahun adiknya dulu.
*Flashback on
happy birthday to you
happy birthday to you
happy birthday happy birthday happy birthday to you~
Hari itu semua orang sedang merayakan ulang tahun Kanata Yang berumur 5 tahun, semua orang sangat gembira dan berpesta waktu itu. lalu saat sedang memberikan hadiah...Kazuma memberikan jepit rambut bintang yang berwarna merah sebagai hadiah ulang tahun Kanata.
“ Kanata,ini hadiah dariku untukmu...bukalah.”
Kanata sangat senang karena mendapatkan hadiah dari sahabat kesayangannya itu, ia pun membuka hadiahnya. setelah ia membukanya ia hanya memandang hadiah itu dan kazuma pun berkata.
“ anu... Kanata...maaf ya jika aku hanya bisa memberikanmu jepit rambut merah biasa... tapi aku janji! jika dewasa nanti, aku akan memberikan mu kalung yang sangat indah! kau tunggu lah nanti.”
Kanata pun melamun lalu tersenyum, ia pun memegang kedua tangan sahabatnya itu dan berkata.
“ aku sangat suka kok hadiah darimu, lagipula hadiah apapun itu. jika itu dari dirimu aku pasti akan senang dan menjaganya baik baik.”
“ baiklah kalau begitu, terima kasih Kanata...ohiya maukah kau berjanji kepadaku? jangan pernah melepaskan jepit rambut itu ya.”
Kanata pun tersenyum dan mengangguk, disisi lain Kenzo tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua dan di saat itu ia ingin memberikan hadiah kepada adiknya ya akan tetapi ketika mendengar percakapan mereka berdua, Kenzo pun akan memberikan hadiahnya jika waktu yang tepat.
*malamnya
di kamar, Kanata sedang asyik bermain dengan boneka pemberian hadiah dari semua orang yang datang ke pesta ulang tahunnya hari ini. Kenzo pun menghampiri adiknya itu sambil menyembunyikan hadiahnya di belakang tubuhnya.
“ Kana, kau sedang apa?.”
“ ah kakak...aku sedang bermain dengan hadiah boneka pemberian orang orang yang tadi ada di pesta ulang tahunku hehe.”
“ begitu ya, apa kakak boleh ikutan?.”
Kanata pun mengangguk lalu Kenzo pun duduk di sebelah adik kecilnya itu, Kenzo pun masih ragu untuk memberikan hadiahnya ke Kanata. ia takut Kanata tidak akan menyukainya.
apa Kana akan menyukai hadiah pemberian ku? ahh tidak aku tidak boleh berpikiran seperti itu...dia kan adikku dan pasti ia menyukainya.
Kenzo pun mengeluarkan hadiah yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya, Kanata pun terkejut dan senang karena Kenzo memberikan hadiah kepada dirinya. ia kira Kenzo tidak akan memberikan hadiah kepada dirinya, tetapi dugaannya salah dan ternyata Kenzo benar benar memberikan nya hadiah.
“ Kana...ini hadiah dariku, selamat ulang tahun adikku sayang.”
“ woah!! apa ini isinya?.”
“ bukalah.”
lalu Kanata pun membuka hadiah pemberian Kenzo, matanya terbinar binar. ia sangat senang dan terkejut karena isi dari hadiah itu adalah boneka kelinci putih dan sebuah pita putih dengan tulisan “ from KtK” Yang memiliki arti berarti from Kenzo to Kanata.
“ wahh lucunya boneka ini...oh dan lihatlah pita putih ini, wah cantiknya...aku menyukai nya kakak! aku akan menjaga dan menyayangi hadiah ini baik baik! karena semua ini adalah harta karunku hehe...tapi kenapa di ujung pita ini ada tulisan
from KtK ?.”
Kenzo pun tersenyum dan menyuruh Kanata duduk di pangkuannya, Kanata pun menurut akan perkataan kakaknya itu dan duduk di pangkuannya Kenzo.
“ kamu mau tau Gk arti nama itu apa?.”
Kanata pun menaikkan alis kanannya dan Kenzo pun terkekeh.
“ itu artinya yaitu, from Kenzo to Kanata.”
kedua mata Kanata pun terbelalak dan terbinar binar setelah mendengar perkataan kakaknya itu.
“ jadi..itu maksudnya dari kakak ke aku? gitu ya?.”
Kenzo pun mengangguk dan mengambil pita itu dari tangan adiknya, ia memakaikan pita itu di rambut adiknya dan segera memeluknya dari belakang.
“ Kana, kamu janji ya sama kakak...jangan pernah melepaskan pita ini dan jaga semua hadiah pemberian Kakak ini ya.”
Kanata pun mengangguk dan mereka pun saling tertawa.
* flashback off
kini Kenzo melihat Kanata dengan tatapan penuh arti dan ia tiba tiba mengusap rambut adiknya itu dengan lembut.
“ aku tidak menyangka ya ternyata kau masih menyimpan pita dan boneka itu.”
Kanata pun segera menoleh kebelakang dan menatap Kenzo sambil memiringkan kepalanya.
“ maksudnya apa? kan memang semua ini barang barangku yang paling berharga, apakah ada yang salah?.”
kedua mata Kenzo pun terbelalak dan tersenyum setelah mendengar kata kata adiknya itu, ia pun menggelengkan kepalanya dan tiba tiba nagisa berteriak dari bawah.
“KANATA! ITU DI LUAR ADA DANIEL DAN OLIVIA MENCARIMU!.”
Kanata Dan kenzo pun terkejut karena tiba tiba nagisa berteriak dari bawah dan mereka menatap satu sama lain dan Akhirnya tertawa.
“ aku kebawah duluan ya kak.”
Kanata pun pergi meninggalkan Kenzo di kamarnya dan pergi ke bawah duluan, Kenzo pun melihat Kanata Yang segera hilang dari pandangan nya ia pun segera mengikutinya.
*dibawah
Kanata kini menemui Daniel dan Olivia yang sudah menunggu dirinya di ruang tamu.
“ maaf membuat kalian menunggu lama.”
“ ahh itu bukan apa apa...iya kan Daniel?.”
“ iya...lagi pula kita berdua kan memang sudah terbiasa menunggumu yang selalu gerak lama hahahaha.”
Kanata pun memukul punggung Daniel sedangkan Olivia pun tertawa terbahak bahak, Kenzo pun menghampiri ketiga orang itu dan menyapanya.
“ wahh wahh ramai sekali sepertinya disini, kalian memangnya mau pergi kemana sih? seperti menyenangkan...apa aku boleh ikut.”
“ TENTU SAJA TIDAK BOLEH! INI ADALAH ACARA KHUSUS REMAJA DAN ORANG TUA TIDAK BOLEH IKUT!.”
“ memangnya siapa yang sudah remaja huh? kau kan masih kecil...lagipula siapa orang tua yang kau maksud itu.”
“ORANG TUA YANG KU MAKSUD ITU ADALAH KAKAK.”
Daniel dan Olivia hanya memandang kakak beradik itu, seakan akan mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti itu. tiba tiba nagisa pun menghampiri kedua kakak beradik itu dan menarik telinga mereka berdua.
“ KALIAN KALAU MASIH MAU BERTENGKAR MAMA TIDAK AKAN MELEPASKAN TANGAN MAMA INI.”
keduanya meringis kesakitan sedangkan Oliva dan Daniel hanya tertawa terbahak bahak dan akhirnya Kanata pun pamit kepada Nagisa dan Kenzo.
“ mama....kakak, aku pamit keluar sebentar ya! aku tidak akan lama kok dan aku janji akan pulang sebelum makan malam nanti.”
“ iya, jaga dirimu dan jangan berpisah dari Daniel ataupun Olivia.”
Kanata Dan kedua sahabatnya itu keluar dari rumah dan diantar Kenzo sampai depan gerbang rumah mereka. Kenzo yang melihat adiknya semakin lama menghilang pergi ia pun berteriak.
“ KANATA! HATI HATI DI JALAN, DANIEL KAU SATU SATUNYA LAKI LAKI YANG BERMAIN DENGAN ADIKKU DAN JUGA OLIVIA, JAGALAH MEREKA.”
mereka bertiga menoleh kebelakang dan menatap Kenzo, Olivia dan Kanata tersenyum hangat ke arah Kenzo dan Daniel pun mengancungkan jempol dan tersenyum sambil menatap Kenzo. Kenzo pun tersenyum miring dan melambaikan tangan.
Kini mereka bertiga sedang ada di alun alun kota New York.
“ sekarang kita kemana? mall? bioskop?.”
tanya Daniel, lalu kanata dan Olivia memikirkan kemana tujuan mereka pergi sekarang? lalu kanata pun mempunyai ide.
“ bagaimana kalo kita pergi ke amusement park?.”
Olivia Dan Daniel menatap satu sama lain dan mengangguk, dan akhirnya mereka pergi ke amusement park sambil menaiki kereta.
*di amusement park
mereka bertiga kagum melihat banyaknya wahana permainan di amusement park Ini lalu mereka bertiga melihat peta yang di bagikan khusus pengunjung.
“ jadi kita naik yang mana dulu?.”
Daniel bertanya, lalu Olivia pun menjawab sambil memegang dagunya.
“ bagaimana kalau kita memutuskannya sambil berjalan?.”
Daniel dan Kanata pun mengangguk dan kini mereka pun memutuskanya sambil berjalan, di sepanjang jalan. mereka menaiki wahana satu persatu dan hampir semuanya mereka coba lalu kini mereka beristirahat sebentar di food court.
kini Mereka bertiga sedang duduk bersama sama lalu Olivia memesankan makanan untuk dan tidak butuh lama makanan yang dipesankan oleh Olivia pun datang, mata Daniel Dan Kanata terbelalak karena melihat banyaknya makanan yang di pesan oleh Olivia.
“ woah...ini banyak sekali, siapa yang akan menghabiskannya nanti?.”
“ iya kau benar Daniel... Olivia apa kau benar benar memesan sebanyak ini?.”
Olivia pun menjawab dengan percaya dirinya sambil menaruh tangannya di bawah dada.
“ tentu saja jika aku yang menghabiskannya jika kalian tidak sanggup.”
“ kingkong memanglah hebat ya...iyakan Kanata?.”
Kanata hanya terkekeh mendengar kata kata Daniel, Olivia pun langsung rambut laki laki itu dan akhirnya mereka makan bersama sama.
di sela sela makan Kanata pun menaruh sandwichnya di piring dan berhenti makan, Olivia yang melihatnya pun khawatir melihat sahabatnya yang berhenti makan.
“ kau kenapa tiba tiba berhenti makan? apa kau tidak enak badan?.”
Daniel pun hanya mengangguk dan Kanata pun mengepalkan kedua tangannya dan menghela nafas.
“ aku tidak apa apa....hanya saja...ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian...tetapi kalian jangan kaget dan shock ya? ini memanglah sudah keputusan ku.”
Olivia dan Daniel pun menatap satu sama lain dan mulai merasa khawatir dan ikut berhenti makan.
“ apa yang ingin kau bicarakan?.”
Daniel pun mengangguk dan sebelum Kanata berbicara ia pun menghela nafasnya.
“ aku...aku...dalam 5 hari lagi aku...akan pindah ke Tokyo.”
Kanata pun langsung menundukan kepalanya dan menahan air matanya, Daniel dan Olivia pun terkejut. lalu Daniel pun bertanya.
“ kau...hanya liburan kan?...kau tidak benar benar pindah bukan?.”
Kanata pun menggelengkan kepalanya dan menjawab.
“ tidak...aku tidak sedang liburan, aku memang benar benar akan pindah ke Tokyo...TAPI TENANG SAJA! AKU PASTI AKAN KEMBALI KE NEW YORK KOK! jadi kalian jangan sedih...aku mohon.”
Daniel pun tiba tiba berdiri dan menundukkan kepalanya...matanya sudah berkaca kaca tetapi ia berusaha menahannya karena ia tidak ingin di anggap lemah di depan kedua sahabatnya itu.
“ pasti? kau bilang pasti? pasti itu artinya lama bukan?.”
Kanata pun menunduk, ia sudah tidak bisa menahan tangisannya lalu mengeluarkan semua emosi emosi dan kata kata yang selama ini ingin ia keluarkan.
“ AKU SEBENERNYA TIDAK INGIN MENINGGALKAN KALIAN! AKU SAYANG KALIAN! AKU TIDAK INGIN BERPISAH DENGAN KALIAN...HIKS...HIKS..KALIAN ADALAH KELUARGA KU!...SETIAP HARI KITA SELALU BERSAMA SAMA DAN KALIAN SELALU BERADA DISISIKU.... KALIAN SELALU MENGHIBUR KU KETIKA AKU SEDANG SEDIH...KALIAN SELALU MEMBANTU KU KETIKA AKU SEDANG KESULITAN...HARI HARI KU DI SEKOLAH MERASA SANGAT MENYENANGKAN KARENA ADA KALIAN...HIKS...HIKS...MANA MUNGKIN AKU AKAN MENINGGALKAN ORANG ORANG YANG KU SAYANG.”
mata Olivia dan Daniel pun terbelalak, mereka terkejut karena mendengar semua kata kata Kanata.... ternyata selama ini bukan hanya mereka berdua yang mengganggap Kanata sahabat yang paling spesial Dan justru sebaliknya Kanata menganggap mereka berdua lebih dari apapun. keduanya pun menghampiri Kanata Yang sudah menangis terisak isak, mereka sebenarnya tidak tega melihat salah satu sahabatnya ini nangis terisak Isak seperti ini.
“ thanks Kanata, Karena udh menganggap kami sebagai orang yang paling berharga dalam hidupmu.”
Olivia pun tersenyum hangat dan dan segera memeluk sahabatnya itu, Daniel pun tidak bisa menahan tangisannya dan akhirnya mengeluarkan semua tangisannya.
“ jika...jika..jika memang itu pilihanmu... pergilah, aku dan Olivia...kami berdua selalu menunggu mu kembali disini.”
Daniel pun ikut memeluk Kanata, kini kedua sahabat Kanata memeluk dirinya dengan erat.
Kanata pun menangis lebih kencang lagi dan membalas pelukan itu dengan erat.
kini mereka menangis bersama sama dan saling berpelukan.
sekarang matahari pun hampir terbenam, kini ketiga sahabat itu sedang berjalan kearah pulang. mereka berjalan sambil bergandengan tangan layaknya anak anak, mereka ngobrol sambil berbagi cerita cerita lucu yang pernah mereka alami ketika mereka sedang menghabiskan waktu bersama. dan Daniel pun berkata.
“ hei Kanata...Kau percaya tidak? nanti pasti aku dan Olivia akan mengunjungi mu di Tokyo.”
“ hahahaha bisa saja kau, ya mungkin saja yang di katakan Daniel itu benar. Kanata.... percayalah bahwa suatu hari nanti pasti aku dan Daniel akan mengunjungi mu.”
Kanata Yang mendengarnya pun sangat senang dan mulai mengeluarkan air matanya lagi, Daniel dan Olivia hanya tertawa dan kewalahan ketika melihat gadis itu menangis lagi.
“ baiklah...aku percaya dengan kalian, jika aku di Tokyo nanti...cepat cepatlah kalian mengunjungi ku ya...aku tidak sabar melihat kalian lagi nanti di Tokyo..hiks...hiks.”
“ yah..dia nangis lagi...lihatlah sahabatmu Olivia, cengeng sekali anak ini.”
“ hahahah jangan begitu Daniel, cengeng cengeng gini dia itu penyayang lho hahahah.”
*sesampainya di rumah
“ aku pulang.”
lalu Takahiro dan Kenzo pun menyambut Kanata Yang baru pulang.
“ wahh putri papa sudah pulang.”
“ darimana saja kau baru pulang? ada apa denganmu? kenapa kau kelihatan sangat senang.”
Kanata Yang sedang menaiki setengah tangga pun memberhentikan langkahnya lalu menatap semua keluarganya dengan senyuman yang sangat indah.
“ itu rahasia hehe... karena ada banyak hal hal indah yang terjadi hari ini dan ya... pokoknya aku sangatlah senang hari ini hehe.”
lalu kanata pun berlari keatas dan pergi menuju kamarnya, anggota keluarganya menatap satu sama lain dan menaikan bahunya seakan akan tidak tau apa yang dimaksud dengan gadis itu.