
" jadi ini kah yang dinamakan rasa rindu?"
- Kazuma
masih di keadaan canggung, Kanata Dan Kazuma sama sama membatu ketika melihat satu sama lain.
Kazuma masih tidak percaya ternyata gadis yang baru ia kenal ini adalah sahabat lamanya, gadis cinta pertamanya ini kini berubah sangat drastis. penampilan nya sudah sangat berbeda dan hampir saja ia tidak mengenali nya, bukan hanya hampir tetapi memang sudah tidak mengenalinya.
berbeda dengan Kanata, ia justru bangga kepada dirinya sendiri. ternyata dugaan nya selama ini benar, ternyata laki laki yang baru saja ia kenal ini adalah benar benar orang terpenting yang selama ini ia cari.
sungguh! suasana ini sangatlah tidak menyenangkan! sebagai tamu, aku harus memulai pembicaraan!. batin Kanata berbicara, lalu ketika ia ingin membuka pembicaraan.
secara tidak sengaja, Kazuma pun juga sama sama membuka pembicaraan dengan mengeluarkan kata kata yang sama seperti Kanata.
“ jadi bagaima-"
kata mereka berdua, keadaan pun terasa semakin canggung karena mereka berdua secara tidak sengaja membuka pembicaraan dengan mengatakan hal yang sama.
kedua orang tua kazuma pun hanya bingung dengan situasi yang seperti ini, mereka berdua tidak tau harus berbuat apa.
akhirnya ibunya Kazuma menyuruh Kazuma untuk mengajak Kanata pergi ke kamarnya supaya mereka berdua bisa bicara dengan sangat tenang dan tidak dengan keadaan yang sangat canggung seperti ini.
“ baiklah kalau begitu... Kazuma, bagaimana kalau kau mengajak Kanata pergi kekamar mu nak?.”
kata sang ibu, lalu sang ayah pun hanya mengangguk lalu kembali membaca koran. Kazuma yang mendengar kata kata dari ibunya pun terkejut, tentu saja Kazuma terkejut! bagaimana bisa ia mengajak seorang gadis pergi ke kamarnya? ya walaupun itu adalah pujaan hatinya yang sudah lama ia rindui. tetapi tetap saja terasa aneh bukan?.
“ tunggu, apa? masa aku mengajaknya pergi ke kamar ku sih!?.”
rengek Kazuma, ibunya pun heran kenapa tiba tiba Kazuma menolak mentah mentah seperti itu? dulu pasti Kazuma selalu mengajak Kanata pergi bermain di kamarnya.
“ hah? memangnya ada apa nak? apa ada yang salah kalau kau mengajak Kanata pergi kekamarmu? lagipula kalian juga biasanya main di kamar kan waktu kecil?.”
dengan polosnya ibunya Kazuma pun langsung menjawabnya, Kazuma tidak percaya ternyata ibunya tidak mengerti apa yang di maksud oleh dirinya. Kazuma pun menggaruk garuk kepalanya dan mengajak Kanata pergi ke kamarnya.
“ ayo ke kamarku.”
ajak Kazuma, Kanata Yang tau kalau Kazuma memanglah tidak ingin di ganggu kali ini. ia pun menolaknya dan malah ingin pamit pulang dengan alasan ingin membersihkan rumah.
“ a-ah tidak usah, aku tidak apa apa... kau istirahat lah. aku harus merapikan rumahku hehe.”
ketika Kanata berbalik dan hendak pergi, dengan tidak sengaja Kazuma pun menarik tangan kanan gadis itu sambil menatapnya dengan tatapan serius agar Kanata tidak pergi begitu saja.
kanata terkejut ketika dengan tiba tiba Kazuma menarik tangannya seperti itu, ia pun langsung bertanya kepada laki laki yang sedang memegang tangannya itu.
“ ka-kazuma? a- ada apa?.”
tanya Kanata dengan tatapan bingung, Kazuma pun langsung sadar dari tatapannya dan langsung melepaskan tangannya.
“ a-ah.. tidak, maafkan aku.”
kata Kazuma meminta maaf, lalu Kanata pun langsung pamit pergi pulang. Kazuma yang melihat Kanata Yang semakin lama hilang dari tatapannya, ia pergi ke kamarnya.
dikamar, Kazuma berusaha menenangkan dirinya sambil menghela nafas. ia masih tidak percaya apa yang ia lakukan barusan? kenapa ia menahan gadis itu untuk pulang kerumahnya? kenapa ia dengan santainya memegang tangan gadis itu? pikiran Kazuma sangat kacau kali ini.
mukanya memerah bagaikan tomat, perasaannya sudah tidak bisa di tebak lagi. hatinya berdebar sangat kencang.
oh tuhan.. apa yang barusan aku lakukan, sial! kenapa ia sangatlah imut? kalau begini terus.. bisa gawat. batinnya berkata.
lalu sekali lagi ia menghela nafas dan memijat jidatnya, sekali lagi ia berusaha menenangkan diri akan tetapi bayangan gadis pujaan hatinya itu selalu muncul di pikiran nya.
kembali ke Kanata, Kanata kini sudah ada di dalam rumah. ia sedang tiduran di kamar sambil berguling guling kesana kemari. ternyata bukan hanya Kazuma yang wajahnya memerah dan malu.
ternyata gadis ini pun juga sama seperti laki laki itu, wajahnya memerah sambil senyum senyum sendiri.
“ ahhh... aku tidak percaya aku bertemu dengannya lagi! oh tuhan terimakasih karena sudah mengabulkan doaku selama ini! aku senang sekali!.”
kata gadis itu sambil cengengesan, Kanata meraih ponselnya dan segera menelepon kedua sahabatnya yang ada di New York. pertama yang ia hubungi adalah Daniel, tetapi Daniel sulit sekali di hubungkan jadinya ia memutuskan untuk menghubungi Andrea, sahabat perempuan satu satunya yang ia miliki ketika di New York.
“halo? Kanata? Tumben menelepon-”
belum sempat Andrea menyelesaikan kata katanya, Kanata Langsung memotong pembicaraan sahabatnya itu.
“ halo!? Andrea!? kau tau!! aku sudah menemukan nya! akhirnya aku menemukan nya!! aku tidak tau ini mimpi apa bukan, tetapi aku benar benar menemukannya!.”
Kata Kanata sambil berteriak, Andrea yang mendengarnya pun ikut senang. tetapi ia masih belum tau apa yang Kanata temukan? Andrea menghela nafas sambil bertanya dengan nada lemah lembut khas dirinya.
“ haahhh... syukurlah aku ikut senang, tetapi... apa yang kau temukan? aku masih belum tau.”
tanya Andrea, Kanata menghela nafas sambil memberitau dengan nada agak kesal.
“ hah? kau tidak tau?? haahhh... tentu saja dia! dia! Kazuma! sahabat lamaku yang pernah aku ceritakan kepadamu waktu itu! masa kamu lupa sih!.”
cerocos Kanata, Andrea pun mengerti dan terkekeh sedikit akibat nada bicaranya Kanata Yang sedikit ia rindukan selama ini.
“ ahaha.. begitu ya? baguslah... oh iya masih ada yang ingin ku kerjakan, nanti kita sambung lagi ya.”
kembali kerumah Kenzo, Kenzo sedang menonton tv bersama ayahnya kali ini. mereka berdua sedang asyik menonton acara sepak bola malam ini.
anzu sangat senang melihat suami dan anaknya sama sama menghabiskan waktu berduaan, hari ini anzu memasak sup kesukaan Kenzo. sebenarnya bukan hanya Kenzo yang menyukai sup ini.
Kanata dulu juga sangat menyukainya, anzu pun berpikiran untuk menyuruh Kazuma mengantarkan sup ini kepada Kanata. sebenarnya anzu ingin sekali mengobrol lebih banyak lagi dan mengajaknya makan malam bersama. tetapi tadi Kanata Sudah pulang duluan.
setelah menunggu beberapa lama, akhirnya sup buatan ibunya Kazuma pun jadi. sebelum siap di nikmati, anzu mengambil mangkuk yang agak sedikit besar dan memisahkan sup itu kedalam mangkuk yang ia ambil untuk Kanata.
“ Kenzo, Apa kau bisa kesini sebentar nak?.”
panggilnya, tanpa basa basi Kenzo langsung menghampiri ibunya.
“ ya? ada apa Bu?.”
tanyanya, lalu anzu pun memberikan semangkuk sup itu kepada Kazuma dan menyuruhnya untuk memberikan sup itu kepada Kanata.
“ Kau berikan ini untuk Kanata ya, dia kan sangat menyukai sup ini~.”
suruh anzu, Kazuma sebenarnya ingin sekali menolaknya tetapi kalau itu suruhan dari ibunya bukan berarti dia harus menolaknya bukan? lagipula di sisi lain sebenarnya Kazuma senang akhirnya ia bisa berduaan di rumah Kanata nantinya.
“ ah.. baiklah.”
jawab Kazuma, lalu Kazuma langsung segera mengantarkan sup itu kepada sang pujaan hatinya.
kembali ke Kanata, Gadis itu sedang menonton tv di ruang tamunya yang cukup luas. ia menonton acara anime malam kesukaannya. gadis itu nonton sambil di temani oleh beberapa macam kripik kentang dan juga jus jeruk.
inilah sebenarnya impian Kanata sejak dulu, yaitu bisa makan keripik kentang sepuasnya sambil menonton acara anime malam kesukaannya tanpa ada orang lain yang bisa menggangu nya. waktu di New York, setiap kali Kanata memakan kripik kentang sambil menonton acara kesukaannya. Kenzo selalu mengganggunya sambil diam diam mengambil beberapa cemilan miliknya.
tetapi sekarang? kini ia bebas dari gangguan kakak kesayangannya itu yang suka jahil kepadanya, ketika sedang asyik menonton acara kesukaannya tiba tiba bel rumahnya pun berbunyi.
Hm? siapa ya yang malam malam begini mampir?. gumamnya, lalu Kanata segera menghampiri pintu rumahnya lalu membukakan pintu rumahnya. kanata terkejut ternyata yang datang malam malam begini adalah sahabat lamanya yaitu Kazuma.
“ Ka... Zuma..? Apa yang kau lakukan malam malam begini..?.”
tanya Kanata dengan ragu ragu, Kazuma pun terkejut ketika melihat Kanata. bagaimana bisa tidak terkejut? Kanata sekarang hanya memakai sweater yang sangat kebesaran untuknya dan celana pendek.
“ k-kau? kenapa kau berpakaian seperti itu..?.”
tanya Kazuma malu malu sambil menggaruk garuk belakang kepalanya, Kanata hanya memiringkan kepalanya. perasaan Kazuma kini tidak bisa di tebak lagi, karena ia melihat sifat polos sang pujaan hatinya itu.
Kawaii. batinnya lalu ia segera memberikan semangkuk sup itu kepada Kanata.
“ i-ini, mama menyuruhku memberikan ini untukmu.. jangan lupa dimakan ya nanti.”
kata Kazuma, tanpa basa basi Kanata Langsung menerimanya.
“ wah! ini pasti sup kan!? wahh senangnya... oh iya, masuklah... pasti dingin di luar kan?.”
tawar Kanata, sebenarnya Kazuma ingin sekali menolaknya tetapi ia tidak tahan ketika melihat Kanata memintanya untuk masuk sambil berpakaian dan beprilaku polos seperti itu.
“ ah.. b-baiklah.”
jawab Kazuma, lalu mereka berdua pun masuk ke dalam rumah. begitu masuk, Kazuma sangat terpesona karena akhirnya ia bisa masuk dan melihat rumah yang sudah lama berdiri di sebelah rumahnya ini. rumahnya Kanata lumayan luas, bahkan di setiap ruangan pun di berikan lampu Chandelier yang begitu menawan.
lalu ketika mereka hendak ke ruang tamu, Kazuma terkejut melihat ada banyak jenis keripik kentang di meja maupun di sofa. ia tau pasti ini semua ulah Kanata.
“ Jangan bilang... ini semua ulahmu sampai sampai bisa berantakan seperti ini.”
tanya Kazuma, Kanata hanya menjawabnya dengan mengangguk sambil terkekeh sedikit. Kazuma tersenyum miring kepada gadis itu, akhirnya momen momen yang telah lama ia rindukan pun akhirnya kembali lagi.
Kazuma duduk di sofa ruang tamu Kanata, Kanata membuatkan minum untuk sahabat lamanya itu. tidak butuh lama minumannya pun jadi.
“ ini, minumlah... maaf ya hanya jus jeruk hehe.”
kata Kanata, Kazuma pun mengangguk berterimakasih. ketika Kazuma sedang minum, Kanata pun pindah berdiri ke belakang Kazuma dan langsung memeluk nya dari belakang.
“ kaaazuuummaaa! heheh.”
kata Kanata sambil memeluk sahabat lamanya itu, Kazuma langsung tersedak ketika tiba tiba pujaan hatinya itu memeluknya seperti itu.
“ uhukk, uhukk, h-heii! k-kau.. apa yang kau..”
Kata Kazuma tersipu malu, Kanata tidak mengerti kenapa Kazuma berprilaku seperti itu. ia pun dengan polosnya menjawab.
“ apa tidak boleh?.”
kata gadis itu sambil memiringkan kepalanya, hati Kazuma berdetak sangat kencang. rasanya orang itu ingin mati saja di dalam pelukan sang pujaan hati.
“ b-bukannya tidak boleh... tapi..”
kata Kazuma sambil tersipu malu, sekali lagi dengan polosnya Kanata memiringkan kepalanya. Kazuma pun akhirnya pasrah dah membiarkan gadis itu memeluk nya sampai ia puas, sebenarnya Kazuma pun sangat senang ketika Kanata memeluknya seperti itu.
10 detik...20 detik pun akhirnya Kanata melepaskan pelukannya, tanpa basa basi Kazuma pun langsung pamitan pulang kerumahnya. Kanata hanya melambaikan tangannya sambil mengantar teman masa kecilnya itu sampai depan gerbang depan rumahnya.