
" apapun janji yang kau buat, tolong tepatilah"
-Kanata
cuit...cuit..
kicauan burung burung mengalun merdu di langit Jepang, pagi hari yang sangat cerah hari ini sangat mewakili perasaan Kanata saat ini. sekarang adalah hari Sabtu berarti hari ini adalah hari libur, Dan hari inilah yang paling di nantikan oleh Kanata.
biasanya waktu di New York, gadis ini selalu bangun siang setiap hari libur. tetapi kini ia telah berubah, setiap hari maupun itu hari libur ataupun hari biasa ia tetap saja bangun pagi hari. entah kenapa alasannya tetapi kini sekarang ia lebih terbiasa bangun di pagi hari, udara yang sangat segar ia hirup kali ini. hari ini ia tidak mempunyai rencana dan memutuskan untuk berbelanja setelah membersihkan rumah.
ia keluar kamar dan hendak pergi ke lantai bawah, rambut sudah ia kuncir dan siap untuk membersihkan lantai. ia mengambil mesin penghisap debu dan segera membersihkan lantai dengan alat itu, 30 menit ia habiskan hanya untuk membersihkan lantai seluruh ruangan yang ada di rumahnya.
lalu setelah itu ia melanjutkannya dengan membersihkan kaca jendela dan juga menyiram tanaman, 2 jam ia habiskan untuk membersihkan rumah.
“ huwaa... akhirnya selesai juga membersihkan seluruh rumah ini, ternyata tinggal sendirian itu tidaklah mudah ya. tapi aku yakin! lama lama aku pasti bisa terbiasa kok hehe.”
katanya sambil menghela nafas lelah, lalu ia pergi ke lantai atasnya dan menuju kamar tidurnya. ia mengganti pakaiannya dan juga menggerai rambutnya. setelah itu ia pun langsung keluar rumah dan pergi berbelanja, Kali ini ia tidak ingin berbelanja di supermarket melainkan ia ingin sekali mencoba berbelanja di pasar biasa.
Di pasar, ia kembali menjadi pusat perhatian orang lagi karena rambut pirangnya dan juga sosoknya yang sangat anggun dan menawan. jujur ia sangat merasa keberatan jika banyak orang yang menatapnya seperti itu tetapi ia harus membiasakannya.
toko yang ia kunjungi pertama adalah toko daging, Kanata melihat banyak sekali jenis daging mulai dari daging cincang maupun daging yang sudah di potong menjadi sangat kecil.
“ selamat datang nona manis, anda mau membeli apa?.”
tanya si pemilik toko itu, lalu Kanata pun tersenyum dan menjawabnya.
“ ah.. itu.. Anu.. aku mau membeli 500 gram daging cincang dan juga ayamnya satu ekor.”
“ baiklah tunggu sebentar biar aku yang akan menyiapkannya.”
jawab si pemilik toko, lalu pemilik toko itu pun menyiapkan pesanan milik Kanata. tidak butuh lama pesanannya Kanata pun datang.
“ ini nona muda pesananmu, semuanya jadi 200 Yen.”
“ baiklah pak ini uangnya.”
Kanata menerima pesanannya dan segera memberikan uangnya kepada si pemilik toko, ketika Kanata hendak meninggalkan toko si pemilik toko pun bertanya.
“ kau baru tinggal di sini ya nak?.”
“ ah..iya aku baru pindah belum lama akhir akhir ini, memangnya ada apa pak?.”
Tanya Kanata balik, si pemilik toko hanya tertawa kecil dan menjawab pertanyaan Kanata.
“ tidak, habisnya kau kelihatannya bukan orang sini. lagipula jangan panggil aku pak, panggil saja paman.. terimakasih sudah berbelanja disini ya nak.”
“ ahaha.. baiklah paman, sampai jumpa.”
Kanata terkekeh kecil karena paman penjual daging itu ternyata sangat ramah, ternyata di Jepang orangnya ramah dan baik semua ya. batinnya berkata. lalu ia pergi ke toko terakhir yaitu toko sayuran.
disana banyak ibu ibu yang berbelanja, Kanata pun tetap tersenyum dan memilih sayuran yang akan ia beli. ia mengambil wortel, kubis, bawang dan sayuran lainnya. lalu tiba tiba sang wanita pemilik toko pun menghampiri nya.
“ wah kau belanja sendiri ya, hebat sekali.. jarang sekali ada anak remaja yang mau berbelanja sendirian seperti ini.”
puji si wanita pemilik toko, Kanata hanya tersenyum sambil menjawabnya.
“ehehe, tidak kok aku memang ingin berbelanja sendiri. oh iya bibi, ini semua jadinya berapa?.”
“ ah iya tunggu sebentar ya nak, ini.. ini jadinya 300 Yen. oh iya nak kau orang baru ya disini aku jarang melihatmu.”
“ ah iya.. aku baru pindah belum lama ini, namaku Saigusa Kanata.”
“ ahh namamu sai Chan ya, nama bibi adalah Ariyama Tomoe. terimakasih karena sudah berbelanja disini ya nak.. sering seringlah belanja disini nanti akan ku kasih diskon khusus untukmu.”
kata si pemilik toko itu, Kanata pun mengangguk sambil tersenyum cerah. lalu ia segera pergi pulang karena hari sudah semakin siang, di depan gerbang ia merasa sangat kesulitan membawa semua kantong belanjaannya karena terlalu berat dan tiba tiba salah satu kantong belanjaan yang ia bawa pun sobek dan menyebabkan semua sayuran yang ia beli tadi berjatuhan kemana mana.
“ haaahhhh, ternyata berbelanja itu tidaklah mudah ya. aku kagum dengan ibu ibu di dunia ini yang setiap hari berbelanja banyak barang seperti ini.”
keluhnya sambil menghela nafas pasrah, ketika ia ingin mengambil semua sayuran yang berjatuhan ia tidak sadar karena dari tadi sebenarnya Kazuma memerhatikan dirinya dari jauh. Kazuma pun segera menghampiri gadis itu dan ikut membantunya.
“ sini biar aku bantu, kau lelah kan? lebih baik kau buka gerbang rumahmu itu dan biar aku yang membawanya.”
kata Kazuma sambil mengambil barang belanjaan Kanata Yang berjatuhan tadi, tanpa basa basi Kanata pun langsung membuka pintu gerbang rumahnya.
Di dalam rumah, Kazuma meletakkan semua barang belanjaan Kanata Di dapur. ia merasa sangat kelelahan bukan kelelahan karena membawakan barang belanjaan milik Kanata melainkan ia habis dari olahraga jalan pagi tadi.
“ haahhh ini akan ku letakkan di sini ya.”
Kazuma menghela nafas lelah, Kanata segera menyuruhnya duduk di sofa dan mengambilkan minuman untuknya.
“ eh? tidak apa apa memangnya? aku keringatan begini, apakah kau tidak keberatan?.”
“ tentu saja tidak, untukmu aku tidak pernah merasa keberatan.”
Kazuma langsung tersipu malu karena habis mendengar kata kata itu dari gadis pujaan hatinya, Kanata mengambilkan air putih dan sebotol minuman olahraga untuknya.
“ ini untukmu, minum nya pelan pelan ya.”
“ ah.. iya, terimakasih.”
Kazuma langsung meminum kedua air itu sambil tergesa gesa, Kanata hanya tersenyum bahagia karena momen momen yang ia rindukan dari dulu akhirnya terjadi lagi. dengan polosnya Kanata duduk di sebelah Kazuma. jantung Kazuma seketika berdetak sangat kencang ketika gadis itu duduk di sebelahnya.
“ k-kau... kenapa kau duduk disini?.”
tanyanya gugup, Kanata bingung dan memiringkan kepalanya.
“ huh? memangnya tidak boleh ya?.”
“ b-bukan begitu, laki laki dan perempuan tidak boleh duduk berdekatan seperti ini kan? m-maksudku kita sudah dewasa jadi harus menjaga jarak.”
Kanata semakin bingung, ia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh teman masa kecilnya itu.
“ huh? apa maksudnya? jadi.. karena kita sudah dewasa kita tidak boleh duduk seperti ini begitu?.”
tanyanya dengan polos, Kazuma kali ini menyerah ia tidak sanggup lagi untuk membicarakan hal seperti ini kepada gadis pujaan hatinya itu.
kenapa kau polos sekali...?. batinnya Kazuma berkata, Kanata menyalakan televisi agar suasana tidak terlalu sepi. Kazuma melihat seluruh ruangan ini dan ia pun melihat ada sebuah piano.
“ kau.. masih memainkannya?.”
tanya Kazuma sambil melihat piano, Kanata menatap Kazuma lalu ia menatap piano itu.
“ ah.. iya, terkadang.. kau? apa kau masih memainkan nya juga?.”
“ kurasa begitu.”
“ oh, kalau gtu kau mau main bersama?.”
“ kurasa lain kali.”
seperti biasa Kazuma menjawab pertanyaan nya dengan sangat dingin ketika Kanata menanyakan pertanyaan yang berhubungan dengan musik apalagi piano, entah kenapa hati Kazuma berubah dingin ketika ada yang menanyakannya pertanyaan yang berhubungan dengan piano.
Kanata tidak tau penyebab nya apa, tetapi pasti ada hubungannya dengan masa lalu. Kanata tidak ingin Mengungkitnya lagi dan ia juga tidak ingin melihat sahabat lamanya itu sedih, Kanata kembali menonton TV.
“ Kanata, apa hari Minggu besok kau punya rencana?.”
Kazuma tiba tiba membuka pembicaraan, Kanata pun menjawabnya.
“ aku tidak ada acara, memangnya ada apa?.”
“ a-aku ingin mengajakmu jalan besok, apa kau mau? k-kalau tidak mau ya tidak apa apa. kau masih belum tau daerah sini kan? aku hanya ingin mengajakmu jalan jalan biasa.. ya paling ke mall atau ketempat yang kau suka.”
kedua mata Kanata terbelalak terkejut ketika mendengar kata kata itu dari mulut Kazuma, apakah ini mimpi? Kazuma mengajaknya jalan jalan. tentu saja ia mau, ia pun menjawab nya dengan nada bersemangat.
“ tentu saja aku mau! besok kan? aku mau!.”
“ benarkah? kau mau?.”
“ tentu saja!.”
hati Kanata kini sangat gembira karena akhirnya ada orang yang mau mengajaknya jalan jalan, jujur ia sangat bosan berada dirumah. dan kini Kazuma mengajaknya jalan jalan besok.
“ jadi? kita berangkat jam berapa besok?.”
“ bagaimana kalau jam 9 atau jam 10 pagi?”
“ baiklah!.”
“ besok aku akan kerumahmu, aku berjanji besok aku tidak kita akan membuat kenangan yang tak akan terlupakan seumur hidup kita.”
Kanata sangat tidak mengerti lagi harus menjawab apa, hatinya sangat berdebar ketika mendengar kata kata itu dari mulut Kazuma. ia pun mengeluarkan jari kelingking nya dan menyuruh Kazuma untuk membuat janji kelingking.
“ janji ya! kau akan mengajakku jalan jalan besok.”
Kazuma tersenyum gemas, ia pun ikut mengeluarkan jari kelingking nya dan membuat janji kelingking bersama dengan gadis pujaan hatinya itu.
“ ia aku berjanji.”