
" tapi kenapa wajahmu terlihat khawatir " tanya Pangeran Rhion.
" aku baik - baik saja, kau tidak perlu khawatir kepadaku, aku rasa aku akan pulang sekarang " jawab Pangeran Dhion dengan sedikit sedih.
Lalu Pangeran Dhion pun bangkit dari tempat duduknya, lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion bertanya " ada apa ? coba kau katakan apa yang terjadi ? ".
Lalu dengan sedikit sedih Pangeran Dhion pun menjawab " tidak ada masalah apa - apa ".
" aku yakin sesuatu ada yang kau sembunyikan dari kami " ucap Pangeran Rhion.
" kau benar, tapi aku tidak bisa mengatakannya kepada kalian " ucap Pangeran Dhion.
" kenapa ? " tanya Pangeran Rhion.
Lalu dengan sedikit sedih Pangeran Dhion pun mengatakan " aku Ayahanda dan Ibundaku tidak ingin menyusahkan kalian kali ini ".
" coba ceritakan masalahnya, siapa tau kami bisa membantumu " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
" Pengawal mengatakan kalau Kerajaan kami, Kerajaan Manusia Serigala Gamma sedang dalam bahaya, Kerajaan kami sekarang di serang oleh Kerajaan Vampir " jawab Pangeran Dhion dengan sedih.
" kami akan membantumu " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
" benarkah ? " tanya Pangeran Dhion dengan sedikit terkejut.
" iya Ayahandaku akan membantu Kerajaanmu, jadi kau tidak perlu khawatir " jawab Pangeran Rhion dengan senang.
Lalu dengan terharu Pangeran Dhion mengatakan kepada Ayahandanya Pangeran Rhion " terima kasih, karena mau membantu Kerajaanku ".
Ayahandanya Pangeran Rhion tersenyum dan kemudian mengatakan " sama - sama Dhion ".
Lalu setelah itu Ayahandanya Pangeran Rhion, pun pergi untuk bersiap - siap dan menyiapkan Pasukannya
" Dhion tinggal lah di sini untuk beberapa waktu, karena aku yakin jika kau pulang ke Kerajaanmu mungkin Raja Vampir akan menyerangmu juga " ucap Pangeran Rhion.
" baiklah, Rhion terima kasih karena selalu ada di saat aku membutuhkanmu " ucap Pangeran Dhion.
" sama - sama Dhion " ucap Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion pun berpelukan
Sementara itu di dunia Manusia, Viona sedang duduk di taman sendirian dan kemudian mengatakan di dalam hati " apa yang di lakukan Rhion di tempat tinggal barunya ?, apa Rhion masih mengingatku ?, aku harap Rhion tidak melupakanku "
Sementara itu Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion sedang duduk di bangku taman Kerajaan
" Rhion apa yang sedang kau pikirkan sekarang ?, aku yakin kau sedang memikirkan Ayahandamu atau jika kau tidak memikirkan Ayahandamu kau sedang memikirkan Viona " tanya Pangeran Dhion.
" aku sedang memikirkan seseorang " ucap Pangeran Rhion.
"siapa ?, apa kau sedang memikirkan Viona ? " tanya Pangeran Dhion.
Lalu dengan tersenyum Pangeran Rhion pun mengatakan " iya ".
" apa kau menyukai Viona ?, apa kalian saling menyukai satu sama lain ? " tanya Pangeran Dhion.
" aku tidak tau apakah Viona menyukaiku atau tidak, tapi yang aku tau kami adalah teman " jawab Pangeran Rhion.
" kau menyukai Viona ya ? " tanya Pangeran Dhion.
" iya " jawab Pangeran Rhion.
" sahabatku ternyata kau menyukai orang yang menyelamatmu, aku sungguh tidak menyangka " ucap Pangeran Dhion dengan bersemangat.
" berhenti mengatakan hal itu " ucap Pangeran Rhion.
" kenapa ? " tanya Pangeran Dhion.
" karena aku tidak ingin orang lain mengetahui kalau aku sedang jatuh cinta " jawab Pangeran Rhion dengan sedikut kesal.
Pangeran Dhion tersenyum dan kemudian bertanya " kenapa kau tidak ingin orang lain tau ?, kau tau jatuh cinta wajar jadi kau tidak perlu malu jika ada orang lain mengetahui itu ".
" iya, aku tau jatuh cinta itu wajar " ucap Pangeran Rhion.
" oh ya bagaimana kalau kita ke masuk dalam ? " tanya Pangeran Rhion.
" ide yang bagus " jawab Pangeran Dhion.
Lalu Pangeran Rhion pun berdiri dari tempat duduknya
" kau duluan saja " ucap Pangeran Dhion.
" aku ingin kau juga ikut " ucap Pangeran Rhion.
" kenapa ? " tanya Pangeran Dhion.
" apa kau tidak tau kalau para Vampir itu bisa saja datang menyerang ? " tanya Pangeran Rhion.
" jadi itu alasan kenapa kau menyuruhku untuk ikut ke dalam bersamamu ? " tanya Pangeran Dhion.
" iya, ayo kita ke dalam " jawab Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Dhion pun berdiri dan kemudian Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion kembali ke dalam Istana
Dan tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion sampai di dalam Istana
" Sahabatku Rhion, kapan kau akan bertemu dengan Viona ? " tanya Pangeran Dhion.
" aku tidak tau, tapi aku yakin suatu hari nanti aku dan Viona akan bertemu " jawab Pangeran Rhion dengan senang.
" aku ikut kalau kau pergi ke Manusia untuk menemui Viona " ucap Pangeran Dhion dengan senang.
Lalu Pangeran Rhion pun bertanya " untuk apa kau ikut ? "
" aku ingin tau seperti apa wajah orang - orang yang sudah menolongmu " ucap Pangeran Dhion dengan rasa penasaran.
Dan tidak beberapa lama kemudian Ayahandanya Pangeran Rhion yaitu Raja Wijaya pun datang dengan memengang bahunya kanannya karena terluka akibat terkena cakaran Vampir
Lalu Pangeran Rhion pun bertanya " apa bahu Ayahanda terluka ? ".
" iya Putraku " jawab Ayahandanya Pangeran Rhion.
" apa Ayahanda dan yang lain berhasil mengalahkan Raja Vampir ? " tanya Pangeran Rhion.
" tidak " jawab Ayahandanya Pangeran Rhion.
" kenapa ? " tanya Pangeran Rhion.
" karena saat menyerang Kerajaan Manusia Serigala Gamma, Raja Vampir dan Pangeran Vampir tidak ikut dan yang menyerang Kerajaan Manusia Serigala Gamma hanyalah Prajuritnya " jawab Ayahandanya Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Dhion dengan khawatir mengatakan " aku rasa aku akan pulang sekarang ".
" tinggal lah di sini, karena keadaan di Kerajaanmu bisa saja belum aman sepenuhnya " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
" Dhion sebaiknya kau tinggal di sini untuk sementara waktu " ucap Pangeran Rhion.
" tapi aku khawatir dengan keadaan
Ayahandaku, Ibundaku " tanya Pangeran Dhion dengan sedikit khawatir.
" Ibundamu baik - baik saja " ucap Ayahandanya Pangeran Dhion.
" syukurlah kalau begitu " ucap Pangeran Dhion dengan lega.
Lalu dengan khawatir dan meneteskan air mata Pangeran Dhion mengatakan kepada Ayahanda Pangeran Rhion " bagaimana dengan Ayahandaku, Ayahandaku baik - baik saja kan ? ".
" Ayahandamu terluka " jawab Ayahandanya Pangeran Rhion dengan sedikit sedih.
" apa Ayahandaku terluka parah ? " tanya Pangeran Dhion dengan sedikit khawatir.
" luka Ayahandamu tidak parah, luka Ayahandamu di bagian bahu di sebelah kiri " jawab Ayahandanya Pangeran Rhion dengan sedikit sedih.
Lalu Pangeran Dhion pun menghapus air matanya menggunakan tangannya
" terima kasih karena sudah membantu Ayahandaku berperang dengan para Prajurit Vampir " ucap Pangeran Dhion.
" sama - sama Dhion " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
Lalu dengan sedikit sedih Pangeran Dhion pun mengatakan kepada Ayahandanya Pangeran Rhion " aku minta maaf karena bahu anda terluka karena ikut membantu Ayahandaku berperang melawan Prajurit Vampir ".
" tidak apa - apa walaupun bahuku terluka, karena luka bisa saja sembuh, jika para Prajurit Vampir itu kembali menyerang Kerajaanmu, pergi dan cari kami, kami akan membantu Kerajaanmu " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
" terima kasih Yang Mulia " ucap Pangeran Dhion.
" sama - sama " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
" dan terima kasih Rhion karena kau selalu ada di saat aku membutuhkanmu " ucap Pangeran Dhion.
Pangeran Rhion tersenyum dan mengatakan " sama - sama ".
" aku rasa aku akan pergi sekarang " ucap Pangeran Dhion.
" kenapa ? " tanya Pangeran Rhion.
" karena aku tidak ingin merepotkan kalian " jawab Pangeran Dhion dengan sedikit sedih.
" kau tidak merepotkan kami " ucap Pangeran Rhion.
" tinggal lah di sini untuk sementara waktu " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
" aku rasa aku akan tetap akan pulang sekarang karena aku tidak ingin merepotkan kalian dan karena ada hal yang ingin aku lakukan di Kerajaanku " ucap Pangeran Dhion.
" kalau begitu baiklah " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
" kapan - kapan kau akan ke sini lagi kan ? " tanya Pangeran Rhion.
" iya, kapan - kapan kalau aku tidak sibuk, aku akan ke sini lagi " jawab Pangeran Dhion.