The WereWolves Love Humans

The WereWolves Love Humans
Episode 4



" iya sama - sama " ucap Pangeran Rhion.


Lalu tidak beberapa lama kemudian Viona pun mengatakan dengan sedikit sedih


" oh ya aku berpikir kalau aku dan Ayahku akan mengembalikan Rhion si Serigala kecil itu ke tempat asalnya " ucap Viona dengan sedikit sedih.


" kenapa ? " tanya Pangeran Rhion.


" karena Rhion mengatakan kepadaku kalau dia merindukan keluarganya dan karena aku kasihan melihatnya sedih dan mogok makan " ucap Viona dengan sedikit sedih.


Lalu dengan sedikit sedih Pangeran Rhion mengatakan


" kau memang benar, Rhion si Serigala kecil itu pasti merindukan keluarganya, oh ya kapan kau akan membawa Rhion kembali ke tempat asalnya ? " ucap Pangeran Rhion.


Lalu dengan sedikit sedih Viona pun mengatakan


" mungkin besok, tapi rasanya sangat sulit " ucap Viona dengan sedikit sedih.


Lalu Pangeran Rhion pun bertanya " kenapa ? ".


" karena aku menyayanginya dan juga karena aku sudah menganggapnya seperti teman " ucap Viona dengan sedikit sedih.


" apa Rhion sudah tau kalau kau akan mengembalikan dia ke tempat asalnya ? " tanya Pangeran Rhion.


" iya, dia sudah tau kalau aku akan mengembalikannya ke tempat asalnya " jawab Viona.


" Viona aku akan pergi dari Kota " ucap Pangeran Rhion dengan sedih.


" kenapa ? Apa kau tidak suka tinggal di kota ini ? " tanya Viona.


" aku suka tinggal di Kota, ini tapi aku tetap harus pergi " jawab Pangeran Rhion.


" aku ingin agar kau tetap tinggal di Kota ini demi aku " ucap Viona.


" aku rasa aku tetap harus pergi " ucap Pangeran Rhion.


" baiklah kalau begitu, aku rasa aku akan merindukanmu " ucap Viona dengan sedih.


" aku rasa aku juga akan merindukanmu " ucap Pangeran Rhion dengan sedih.


Lalu tidak beberapa lama kemudian


" aku rasa aku akan pulang sekarang " ucap Viona.


" kenapa ? " tanya Pangeran Rhion.


" ada hal yang aku ingin lakukan di rumah " jawab Viona.


" baiklah " ucap Pangeran Rhion.


Lalu Viona pun pulang ke rumahnya


Sementara itu Pangeran Rhion masih duduk di bangku taman dan dengan sedikit sedih mengatakan di dalam hatinya


" aku merasa bersalah kepada Viona karena tidak bisa bemberi tahunya tentang siapa aku yang sebenarnya " ucap Pangeran Rhion dalam hati.


    


   Sementara itu Viona yang sudah sampai di rumah sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu, lalu tidak beberapa lama kemudian Viona pun dengan sedih bertanya di dalam hatinya " mengapa secepat itu Rhion akan pergi meninggalkanku ? mengapa Rhion secepat itu akan pergi dari Kota ini ? ".


" baiklah Bu " ucap Viona.


   Lalu Viona pun menghampiri Ibunya, lalu dengan sedikit sedih Viona pun mengatakan


" Bu aku rasa aku sedang tidak ingin makan " ucap Viona dengan sedih.


" kenapa ? " tanya Ibunya Viona.


" ayo makan ! " ucap Ayahnya Viona.


" jika kau tidak makan nanti kau sakit " ucap Ibunya Viona dengan cemas.


" tapi aku sedang tidak ingin makan siang sekarang " ucap Viona.


" apa kau sedang sakit ? " tanya Ibunya Viona.


" tidak Ibu, aku baik - baik saja " jawab Viona.


" Viona anak Ayah yang cantik, ayo makan bersama ! Jika kau tidak makan kau akan sakit nanti " bujuk Ayahnya Viona.


" ayo makan nanti kau bisa sakit ! " ucap Ibunya Viona.


" baiklah " ucap Viona dengan sedih.


   Lalu Viona pun duduk di kursi dan kemudian makan siang


" Ayah " ucap Viona.


" ada apa ? " tanya Ayahnya Viona.


" aku berniat untuk mengembalikan Rhion kembali ke tempat asalnya " jawab Viona.


" kenapa ? Bukankah kah kau menyayanginya ? "tanya Ayahnya Viona.


" aku memang menyayangi " jawab Viona.


"tapi tidak ada salahnya kan kalau aku ingin mengembalikannya ? " tanya Viona.


Sementara itu Pangeran Rhion masih duduk di bangku taman, lalu dengan sedih mengatakan di dalam hati " aku merasa bersalah kepada Viona karena tidak bisa bemberi tahunya tentang siapa aku yang sebenarnya ".


    


   Sementara itu Viona yang sudah sampai di rumah sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu, lalu tidak beberapa lama kemudian Viona pun dengan sedih bertanya di dalam hatinya " mengapa secepat itu Rhion akan pergi meninggalkanku ? mengapa Rhion secepat itu akan pergi dari Kota ini ? ".


" Viona makan siang sudah siap ! Ayo kita makan ! " ucap Ibunya Viona.


" baiklah Bu " ucap Viona.


   Lalu Viona pun menghampiri Ibunya, lalu dengan sedikit sedih Viona pun mengatakan " Bu aku rasa aku sedang tidak ingin makan ".


" kenapa ? " tanya Ibunya Viona.


" ayo makan ! " ucap Ayahnya Viona.


" jika kau tidak makan nanti sakit " ucap Ibunya Viona.


" tapi aku sedang tidak ingin makan siang sekarang " ucap Viona.


" apa kau sedang sakit ? " tanya Ibunya Viona di khawatir.


" tidak Ibu, aku baik - baik saja " jawab Viona.


" Viona anak Ayah ayo makan bersama ! Jika kau tidak makan kau akan sakit nanti " bujuk Ayahnya Viona.


" ayo makan nanti kau bisa sakit ! " ucap Ibunya Viona.


" baiklah " ucap Viona.


   Lalu Viona pun duduk di kursi dan kemudian makan siang


" Ayah " ucap Viona.


" ada apa ? " tanya Ayahnya Viona.


" aku berniat untuk mengembalikan Rhion kembali ke tempat asalnya " ucap Viona.


" kenapa ? Bukankah kah kau menyayanginya " tanya Ayahnya Viona.


" aku memang menyayangi, tapi tidak ada salahnya kan kalau aku ingin mengembalikan Rhion ke tempat asalnya ? " tanya Viona.


" kau benar, tidak ada salahnya mengembalikan Rhion ke tempat asalnya, tapi bagaimana denganmu ? " tanya Ayahnya Viona.


" aku rasa aku akan tetap mengembalikan Rhion ke tempat asalnya " jawab Viona.


" baiklah kalau begitu " ucap Ayahnya Viona.


" apakah Ayah tidak sibuk besok ? " tanya Viona.


" Ayah rasa mungkin Ayah tidak sibuk besok " jawab Ayahnya Viona.


" kalau begitu apakah Ayah bisa membantuku untuk mengembalikan Rhion besok ? " tanya Viona.


" iya Ayah akan membantumu " jawab Ayahnya Viona.


" terima kasih Ayah " ucap Viona.


" sama - sama Putri Ayah yang cantik " Ucap Ayahnya Viona.


Lalu tidak beberapa lama kemudian


" Ibu, Ayah, aku mau ke kamar untuk istirahat " ucap Viona.


" baiklah " ucap Ibunya Viona.


Lalu Viona pun pergi ke kamarnya dan duduk di tempat tidurnya, lalu dengan sedikit sedih Viona pun bertanya dalam hati " kenapa Rhion akan pergi dari Kota ini besok ? Aku harap Rhion tidak akan pergi besok ".


Keesokkan harinya saat di pagi hari Viona dan Ayahnya pun bersiap - siap untuk pergi ke hutan, sementara itu Viona dengan sedikit sedih mengatakan dalam hati.


" apa Rhion sudah pergi dari Kota ini ?,    sebelum Rhion pergi aku ingin melihatnya " tanya Viona dengan sedih.


   Lalu tidak beberapa lama kemudian


" Viona apa kau sudah selesai bersiap - siap ? " tanya Ayahnya Viona.


" aku sudah selesai bersiap - siap " ucap Viona.


" mari kita berangkat ! " ucap Ayahnya Viona.


" Rhion si Serigala kecil itu di mana ? " tanya Viona.


" Ayah meletakkan Serigala kecil itu di dalam kurungan lalu Ayah letakkan di bagian belakang mobil " jawab Ayahnya Viona.


   Lalu Viona dan Ayahnya pun masuk ke dalam mobil dan mengencangkan sabuk pengaman, lalu setelah itu Viona dan Ayahnya pun pergi ke hutan.


Beberapa jam kemudian Viona dan Ayahnya pun sampai di hutan.


" kita sudah sampai " ucap Ayahnya Viona.


   Lalu Viona dan pun turun dari mobil dan setelah itu Ayahnya Viona mengambil kurungan besi yang di dalamnya ada Pangeran Rhion yang berubah menjadi Serigala dan kemudian Ayahnya Viona pun menurunkannya di tanah, lalu setelah itu Ayahnya Viona pun membuka kurungan besi tersebut dan Pangeran Rhion yang berubah menjadi Serigala itu pun keluar dari kurungan besi tersebut.


   Lalu tidak beberapa lama kemudian dengan sedikit sedih Viona pun mengatakan


" Rhion, terima kasih karena sudah mau tinggal di rumahku, terima kasih karena telah menolongku waktu itu, aku harap kau bisa bertemu dengan keluargamu dan jaga dirimu baik - baik " ucap Viona.


Lalu setelah itu Viona dan Ayahnya pun masuk ke dalam Mobil dan kemudian mengencangkan sabuk pengaman dan kemudian pulang ke rumah


   Sementara itu Pangeran Rhion yang tadinya berubah menjadi Serigala pun berubah menjadi Manusia dan mengatakan


" Viona aku harap kita bisa bisa bertemu kembali suatu hari nanti " ucap Pangeran Rhion.