
" sebenarnya aku belum begitu yakin ingin bertunangan dengan Zhion " jawab Viona dengan sedih.
" oh ya, apa kau menyukai Zhion ? " tanya Pangeran Shion.
" kenapa kau menanyakan hal itu ? " tanya Viona.
" apa kau tidak mencintai Zhion ? " tanya Pangeran Shion.
" aku... " jawab Viona dengan sedih.
" kau bisa membohongiku dengan mengatakan kalau kau mencintainya, tapi kau tidak bisa membohongi perasaanmu sendiri " ucap Pangeran Shion.
" kau benar Shion " ucap Viona dengan sedih.
Sementara itu Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion sedang duduk di sofa
" Rhion, bagaimana kondisi tanganmu sekarang ? " tanya Pangeran Dhion.
" aku rasa kondisi tanganku sekarang sudah mulai membaik " jawab Pangeran Rhion dengan senang.
" syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya " ucap Pangeran Dhion dengan senang.
" oh ya, kapan kau akan mengganti perban di tanganmu itu ? " tanya Pangeran Dhion.
" mungkin hari ini " jawab Pangeran Rhion.
Sementara itu Viona dan Pangeran Shion duduk di bangku taman
" Viona, kau bisa bercerita apa saja kepadaku " ucap Pangeran Shion.
" Sepertinya lebih baik jika aku simpan sendiri saja ceritaku ini " ucap Viona dengan sedih.
" kenapa ? tanya Pangeran Shion.
" karena aku tidak ingin pikiranmu terbebani karena aku bercerita tentang masalahku " jawab Viona dengan sedih.
" kau bisa bercerita apa saja kepadaku, aku bisa menjadi pendengar yang baik jika kau mau " ucap Pangeran Shion.
Beberapa hari kemudian, Viona pergi jalan - jalan sendirian dan tidak beberapa lama kemudian Viona pun bertemu Citra
" Viona apa kabar ? " tanya Citra dengan senang.
" kabarku baik " jawab Viona dengan senang.
" bagaimana denganmu ? " tanya Viona.
" kabarku juga baik, lama tidak bertemu " jawab Citra dengan senang.
" Iya, kita memang sudah lama tidak bertemu " ucap Viona.
" Viona apakah malam ini kau sibuk ? " tanya Citra.
" mungkin malam ini aku tidak terlalu sibuk " jawab Viona.
" oh ya memangnya ada apa ? " tanya Viona.
" aku mengadakan pesta malam ini, jadi aku harap kau bisa datang malam ini " jawab Citra.
" jika aku tidak terlalu sibuk mungkin aku bisa datang ke pestamu " ucap Viona dengan senang.
" oh ya Citra, kau mau kemana ? " tanya Viona.
" Aku ingin jalan - jalan sekaligus mengundang teman - teman ke pestaku malam ini " jawab Citra.
" oh ya, apakah aku boleh mengajak teman dan juga sahabatku untuk datang ke pestamu malam ini ? " tanya Viona.
" tentu saja boleh " jawab Citra dengan senang.
" terima kasih Citra " ucap Viona dengan senang.
" iya sama - sama, Viona, teman dan sahabat kamu itu Laki - Laki atau Perempuan ? " ucap Citra
" rahasia " jawab Viona dengan senang.
" tapi aku ingin tau " ucap Citra.
" malam ini kamu juga akan tau " ucap Viona.
" baiklah kalau begitu, Viona aku mau pergi kerumah teman - temanku dulu ya sampai jumpa " ucap Citra.
Lalu Citra pun pergi kerumah temannya,
dan Viona pun pulang kerumahnya dan saat sampai di rumah, Viona pun langsung pergi ke kamarnya dan duduk di kasurnya, dan tidak beberapa kemudian Viona pun mengambil handphone nya yang ada di dekatnya dan kemudian Viona pun menelpon Pangeran Rhion
" Rhion apakah kau sibuk malam ini ? " tanya Viona.
" memangnya ada apa ? " tanya Pangeran Rhion.
" apa kau bisa pergi ke pesta bersamaku malam ini ? " tanya Viona.
" iya tentu, aku akan pergi ke pesta bersamamu " jawab Pangeran Rhion dengan senang.
Sementara itu Dhion sedang pergi jalan - jalan sendirian dan tidak beberapa lama kemudian dhion pun pulang
Saat sampai didalam rumah, Pangeran Dhion pun menghampiri Pangeran Rhion yang sedang asik teleponan dengan Viona, lalu kemudian duduk di sofa di dekat Pangeran Rhion
" kau sedang teleponan dengan siapa ? " tanya Pangeran Dhion.
" dengan Viona " jawab Pangeran Rhion.
" apa yang sedang kalian bicarakan di telepon ? " tanya Pangeran Dhion dengan bersemangat.
" aku rasa kau tidak perlu tau apa yang kami bicarakan " jawab Pangeran Rhion.
" memangnya kalian sedang membicarakan apa ? sehingga aku tidak boleh tau " tanya Pangeran Dhion dengan kesal.
" Dhion, apakah kau tidak bisa diam sebentar ? aku sedang telponan dengan Viona " tanya Pangeran Rhion.
" baiklah aku diam " jawab Pangeran Dhion dengan kesal.
Malam hari pun tiba, Pangeran Rhion pun bersiap - siap dan setelah selesai bersiap - siap Pangeran Rhion pun bertemu dengan Pangeran Dhion pun bertanya kepada Pangeran Rhion " Rhion, kau mau pergi kemana ? ".
" aku mau pergi ke pesta " jawab Pangeran Rhion.
" kalau kau mau pergi kemana ? " tanya Pangeran Rhion.
" aku juga mau pergi ke pesta " jawab Pangeran Dhion.
" oh ya ngomong - ngomong kau pergi bersama siapa ? " tanya Pangeran Dhion.
" aku pergi bersama Viona " jawab Pangeran Rhion.
" kalau kau pergi bersama siapa ? " tanya Pangeran Rhion.
" aku juga pergi bersama Viona, kalau begitu bagaimana kalau kita bersama - sama pergi kerumah Viona ? " tanya Pangeran Dhion.
" baiklah " jawab Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Rhion pergi bersama dengan Pangeran Dhion ke rumah Viona dengan menggunakan mobil miliknya, lalu tidak beberapa lama kemudian, mobil Pangeran Rhion pun sampai di halaman rumah Viona, kemudian Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion keluar dari mobil, dan tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion berjalan ke depan pintu rumah Viona, dan Pangeran Rhion pun memencet bel yang ada di pintu rumah Viona, dan tidak beberapa lama kemudian ibunya Viona pun membuka pintu dan mengahampiri Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion dan kemudian mengatakan " Kalian berdua terlihat gagah dan tampan sekali malam ini ".
" terima kasih atas pujiannya " ucap Pangeran Rhion dengan senang.
" terima kasih untuk pujiannya " ucap Pangeran Dhion dengan senang.
" kalian berdua ayo masuk ke dalam " ucap Ibunya Viona dengan ramah.
" apa Viona nya ada di dalam ? " tanya Pangeran Rhion.
" Viona nya ada di dalam Viona nya lagi siap - siap, sementara menunggu Viona nya bersiap - siap ayo masuk dulu " jawab Ibunya Viona.
" baiklah " ucap Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion secara bersamaan.
Lalu Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion pun masuk kedalam rumah Viona dan duduk di sofa
" kalian bertiga mau minum apa ? " tanya Ibunya Viona.
" tidak usah repot - repot " jawab Pangeran Rhion.
" tidak perlu repot - repot " jawab Pangeran Dhion.
" tidak perlu repot - repot " jawab Pangeran Shion.
" kalau begitu baiklah " ucap Ibunya Viona.
" Shion apa kabar ? " tanya Pangeran Rhion.
" kabarku baik " jawab Pangeran shion.
" bagaimana dengan dengan kabarmu Rhion ? " tanya Pangeran Shion.
" kabarku juga baik " jawab Pangeran Rhion.
" bagaimana dengan kabarmu Dhion ? " tanya Pangeran Shion.
" kabarku baik hari ini " jawab Pangeran Dhion.
Lalu tidak beberapa lama kemudian, Viona pun keluar dari kamarnya dan menghampiri Pangeran Rhion, lalu Pangeran Rhion, Pangeran Dhion dan Pangeran Shion pun terpesona dengan kecantikan Viona