The WereWolves Love Humans

The WereWolves Love Humans
EPISODE 22



" kau sangat cantik " Ucap Pangeran Rhion, Pangeran Dhion, dan Pangeran Shion dengan kompak.


" terima kasih untuk pujiannya " Ucap Viona dengan tersipu malu.


" sama - sama " Ucap Pangeran Rhion, Pangeran Dhion, dan Pangeran Shion, kembali kompak.


" ayo kita berangkat sekarang! " ucap Viona.


Sementara itu Citra sedang menunggu, Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion, Viona, Pangeran Dhion, dan Pangeran Shion datang


" Viona, apa mereka yang kau maksud? " tanya Citra dengan senang.


" iya " jawab Viona dengan senang.


Citra pun berkenalan dengan Pangeran Dhion


" hai namaku Citra Steven " Ucap Citra memperkenalkan dirinya.


" namaku Dhion Harrison " Ucap Pangeran Dhion memperkenalkan dirinya.


Lalu setelah Citra menghampiri Pangeran Rhion dan kemudian mengatakan " hai tampan ".


Lalu setelah itu dengan semangat Citra memperkenalkan dirinya kepada Pangeran Rhion


" namaku Citra Steven " Ucap Citra memperkenalkan dirinya.


" namaku Rhion Raymond " Ucap Pangeran Rhion memperkenalkan dirinya.


" oh ya, semua silahkan nikmati pestanya " Ucap Citra dengan senang.


Lalu Pangeran Rhion, Viona, Pangeran Dhion, Pangeran Shion pun pergi dan menikmati pesta, lalu tidak beberapa lama kemudian Citra menghampiri mereka


" sebentar lagi pesta dansa, oh ya Rhion, apa kau mau berdansa denganku? " tanya Citra.


Sementara itu Zhion dan Putri Cara baru saja sampai di depan rumah Viona


" Clara, kau tunggu disini ya!, aku akan segera kembali! " Pinta Zhion.


" baiklah " Ucap Putri Clara.


Lalu Zhion keluar dari mobilnya, sementara itu Putri Clara sedang mencoba menghubungi Pangeran Rhion


" kenapa Rhion tidak mengangkat telponku? apa Rhion sedang sibuk sekarang? " tanya Putri Clara.


Lalu kemudian Putri Clara menutup telponnya


Sementara itu Zhion sedang berbicara dengan Ibunya Viona di dekat pintu masuk


" apakah Viona ada di dalam? " tanya Zhion.


" tidak ada, Viona sudah pergi " jawab Ibunya Viona.


" Viona pergi kemana?, dan bersama siapa? " tanya Zhion.


" dia pergi ke pesta Adikmu bersama teman - temannya " jawab Ibunya Viona.


" oh jadi begitu " Ucap Zhion.


" ayo masuk dulu! " ucap Ibunya Viona dengan senang.


" sepertinya sekarang aku harus pergi, terima kasih untuk waktunya " Ucap Zhion.


" iya, oh ya kamu jangan lupa ya untuk menjaga Viona! " Pinta Ibunya Viona.


" iya, aku akan slalu menjaga Viona " Ucap Zhion.


Lalu kemudian setelah itu Zhion pergi dan kemudian masuk ke dalam mobilnya


" cepat sekali " Ucap Putri Clara.


" oh ya, dimana calon tunanganmu  itu?, apa dia tidak ingin ikut? " tanya Putri Clara.


" dia pergi bersama teman - temannya " jawab Zhion dengan sedikit sedih.


Lalu setelah itu Zhion menyetir mobilnya, tidak beberapa lama kemudian Putri Clara menelpon Pangeran Rhion


" halo Rhion, kau ada dimana? " tanya Putri Clara.


" aku ada di pesta temanku sekarang " jawab Pangeran Rhion yang sedang berada di pinggir kolam renang.


" dan kau ada di mana sekarang? " tanya Pangeran Rhion.


" aku sedang bersama temanku " jawab Putri Clara.


" aku tutup dulu ya telponnya!" ucap Pangeran Rhion.


" dah Clara " Ucap Pangeran Rhion.


Lalu setelah itu Pangeran Rhion menutup telponnya, lalu kemudian masuk ke dalam dan kembali ke pesta


" Rhion tadi siapa yang menelponmu? " tanya Citra.


" Clara " jawab Pangeran Rhion.


" Clara?, Clara siapa? " tanya Citra.


" dia adalah sahabatku sejak aku masih kecil " jawab Pangeran Rhion.


Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Dhion datang


" hei kau! kenapa kau kemari? " ucap Citra dengan marah.


" aku kemari karena aku ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada sahabatku, Rhion " jawab Pangeran Dhion.


" kenapa kau terlihat kesal saat aku kemari?, apa sebelumnya aku ada salah padamu? " tanya Pangeran Dhion dengan marah.


" tidak, sebelumnya kau tidak membuat kesalahan, tapi sekarang iya " jawab Citra dengan marah.


" apa kesalahanku Nona pemarah ? " tanya Pangeran Dhion dengan marah.


" Tuan pemarah, kesalahanmu adalah kau datang di saat aku sedang bersama Rhion " jawab Citra dengan marah.


" Rhion kau pergilah!, aku akan mengurus Nona pemarah itu " Ucap Pangeran Dhion.


" Rhion, kau jangan pergi! " Pinta Citra dengan nada yang sedikit manja.


" Rhion ayo kita berfoto ! " ucap Citra.


Kemudian Citra menggunakan kamera handphone miliknya untuk berfoto, kemudian Pangeran Rhion dan Citra selfi dengan pose bebas, kemudian saat Pangeran Rhion dan Citra ingin mengambil foto selfi yang kedua dengan waktu lima detik, kemudian Pangeran Dhion muncul di detik - detik terakhir dengan pose yang lucu dan kemudian Citra terlihat kesal saat melihat Pangeran Dhion tiba - tiba muncul di belakang


" ya ampun, ada penampakan di belakang kita " ucap Citra.


Pangeran Rhion terlihat ingin tertawa mendengar perkataan Citra


" aku bukan penampakan " ucap Pangeran Dhion dengan kesal.


" hei kau!, berhenti mengatakan aku Nona pemarah, aku punya nama! " ucap Citra dengan kesal.


" aku juga punya nama!, jangan kau pikir hanya kau yang punya nama " Ucap Pangeran Dhion.


Lalu Pangeran Dhion melangkahkan kakinya  mendekati Citra, sementara itu Citra melangkah mundur, Pangeran Dhion melirik ke arah kolam dan kemudian ke arah Pangeran Rhion yang sedang tidak memperhatikannya karena sedang telponan dengan seseorang lalu setelah itu Pangeran Dhion kembali melangkahkan kakinya mendekati Citra, Citra kemudian kembali melangkah mundur dan kemudian Citra terjatuh kedalam kolam renangnya, Pangeran Rhion kemudian berlari menghampiri Pangeran Dhion, dan dengan terlihat khawatir Pangeran Rhion pun bertanya " apa yang terjadi ?, dimana Citra ? ".


Pangeran Dhion terlihat bingung," jadi begini ".


Pangeran Dhion menjelaskan  semua yang terjadi kepada Pangeran Rhion, lalu kemudian Pangeran Rhion membuka setelan jasnya dan kemudian menceburkan dirinya ke kolam untuk mencari Citra, Pangeran Rhion melihat Citra yang yang hampir kehilangan kesadarannya, Pangeran Rhion kemudian bergegas menghampiri Citra untuk membawanya keluar dari air


Sementara itu Viona, Zhion dan Pangeran Shion sedang duduk disofa


" Viona aku akan mengantarmu pulang " ucap Zhion.


" Zhion, kau tidak perlu repot -repot mengantarku pulang " tolak Viona.


" Viona, aku tidak merasa di repotkan sama sekali dengan mengantarmu pulang, Viona, aku ini calon tunanganmu, dan wajar saja kalau aku ingin mengantarmu pulang karena aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu " ucap Zhion.


" oh ya Viona, aku rasa tidak baik menolak Zhion " ucap Pangeran Shion.


Lalu tidak beberapa lama kemudian Viona, Zhion dan Pangeran Shion terlihat terkejut melihat pakaian Pangeran Rhion basah dan menggendong Citra yang sedang basah kuyup dan pingsan menuju kamar, Viona, Zhion dan Pangeran Shion bangkit dari tempat duduk mereka dan bergegas mencari Pangeran Rhion, sementara itu Pangeran Rhion meletakkan Citra di tempat tidur, tidak beberapa lama kemudian Viona, Zhion dan Pangeran Shion datang


" apa yang terjadi?, kenapa pakaianmu dan Citra basah?, dan kenapa Citra pingsan? " tanya Viona dengan panik.


Pangeran Rhion menjelaskan semuanya dan membuat Viona, Zhion dan Pangeran Shion terkejut


Sementara itu Pangeran Dhion terlihat ketakutan bercampur khawatir, lalu tidak  beberapa lama kemudian Zhion terlihat marah dan berjalan kearah Pangeran Dhion dengan membawa pisau, tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion, Viona dan Pangeran Shion datang


" Dhion, Zhion lihat kebelakangmu!, Zhion menghampirimu dengan membawa pisau " ucap Viona dengan berteriak.


Pangeran Dhion membalikkan tubuhnya dengan perasaan takut, kemudian Pangeran Dhion terkejut dan terlihat ketakutan karena pisau yang dipegang Zhion berada sangat dekat dengan lehernya


" sekarang kau senang dengan kondisi adikku sekarang? " tanya Zhion dengan marah.


" ti tidak, a aku minta maaf " ucap Pangeran Dhion dengan ketakutan.


Lalu tidak beberapa lama kemudian Citra datang dan menghampiri Kakaknya, Zhion


" Ka Zhion, maafkan saja dia, dan jangan lukai dia ! " Pinta Citra dengan sedih.


Lalu setelah itu Zhion berhenti mengarahkan pisau nya ke leher Pangeran Dhion, lalu setelah itu Zhion pergi dengan wajah yang masih terlihat marah