
Lalu Ayahnya Viona dan beberapa Dokter pun mendobrak pintu tersebut dan kemudian berhasil, Viona, Ayahnya dan para Dokter pun masuk ke dalam ruangan dan terkejut ketika melihat para Vampir ingin menyerang Pak Vano
Lalu Ayahnya Viona pun mengatakan " hentikan ! jangan ganggu Pemburu itu ! ".
Lalu para Vampir itu pun terbang dan menghampiri untuk menyerang Viona, Ayahnya dan para Dokter, namun gagal karena Viona dan para Dokter itu membawa bawang putih.
" Viona berikan bawang putih itu kepada Ayah ! " pinta Ayahnya Viona.
Lalu Viona pun memberikan bawang putih yang sedang ia pegang, lalu setelah itu Ayahnya Viona pun berlari menghampiri Pak Carlie, lalu setelah itu, Ayahnya Viona pun memerintahkan Viona dan para Dokter itu untuk pergi membuka tirai.
Lalu setelah itu Viona dan para Dokter itu pun pergi membuka tirai jendela dan setelah itu para Vampir itu pun terbakar dan menjadi abu
Lalu setelah itu Pak Carlie pun mengatakan " untuk kalian semua terima kasih banyak karena telah menolongku ".
Lalu Viona, Ayahnya dan para Dokter pun mengatakan sama - sama.
Dan setelah itu para Dokter pun pergi meninggalkan ruangan kecuali Dokter yang menangani Pak Carlie
Lalu setelah itu, Dokter yang menangani Pak Carlie, menghampiri Pak Carlie dan kemudian mengatakan " aku akan memeriksa keadaanmu ! ".
Lalu dengan sedikit takut, Pak Carlie pun mengatakan " ba baiklah ".
Lalu Dokter yang menangani Pemburu itu pun mengatakan " kau tidak perlu takut !, aku tidak akan melukaimu dan satu lagi aku Dokter dan bukan Vampir ".
Lalu Viona, Ayahnya dan Dokter yang menangani Pak Carlie pun sedikit tertawa dan Pak Carlie pun akhirnya ikut tertawa dan tidak beberapa lama kemudian Viona, Ayahnya dan Dokter yang menangani Pemburu dan juga Pak Carlie pun berhenti tertawa
Lalu setelah itu Dokter yang menangani Pemburu 1 pun mengatakan " kalian berdua tunggu di luar ! ".
" baiklah " ucap Ayahnya Viona.
Lalu setelah itu Viona dan Ayahnya pergi dari ruangan dan menunggu di luar
Lalu tidak beberapa lama kemudian Dokter yang menangani Pemburu 1 pun keluar dari ruangan, lalu Viona dan Ayahnya pun menghampiri Dokter yang menangani Pemburu 1.
" bagaimana kondisinya sekarang ? " tanya Ayahnya Viona.
Lalu Dokter yang menangani Pak Carlie pun mengatakan " kondisinya jauh lebih baik sekarang, kalian boleh menemuinya sekarang ".
" syukurlah kalau begitu " ucap Ayahnya Viona.
Lalu Dokter yang menangani Pak Carlie pun pergi, Viona dan Ayahnya pun masuk ke dalam ruangan dan menghampiri Pak Carlie
" sebenarnya apa yang ingin kau katakan sebelum Vampir yang menyamar menjadi Dokter itu datang ? " tanya ayahnya Viona.
" aku ingin mengatakan kalau aku yakin kalau Vampir yang menyerangku di hutan tadi pagi adalah orang yang menyuruhku berburu Serigala Alpha " jawab Pak Carlie.
" darimana kau tau kalau Vampir yang menyerangmu di hutan tadi pagi adalah orang yang menyuruhmu berburu ? " Ayahnya Viona.
" dan bukankah anda bilang kalau anda tidak melihat wajahnya karena dia memakai topeng " tanya Viona.
" aku memang tidak melihat wajahnya karena dia memakai topeng tapi topeng yang di pakainya sama persis dengan topeng yang di pakai orang yang menyuruhku berburu itu dan suara orang yang menyuruhku berburu sama dengan suara Vampir itu " Ucap Pak Carlie.
Lalu dengan sedih Pak Carlie pun mengatakan " kalau saja aku tau kalau jadinya akan seperti ini, aku tidak mau di suruh berburu olehnya dan membahayakan teman - temanku dan juga kalian, maaf karena sudah membuat nyawa kalian dalam bahaya ".
" tidak apa - apa " ucap Viona.
" iya, tidak apa - apa " ucap Ayahnya Viona.
" anda harus berhati - hati !, karena Vampir bisa saja menyerang " ucap Viona.
" benar " ucap Pak Carlie.
" kami rasa kami akan pulang sekarang " ucap Ayahnya Viona.
" baiklah " ucap Pak Carlie.
" jaga dirimu " ucap Ayahnya Viona.
" baiklah, kalian juga harus pulang dengan berhati - hati ! " ucap Pak Carlie.
" baiklah " ucap Ayahnya Viona.
" sampai jumpa " ucap Viona.
" sampai jumpa juga gadis cantik " ucap Pak Carlie.
Lalu setelah itu Viona dan Ayahnya pun keluar dari ruangan Pak Carlie dirawat
Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion pun mengatakan " sebenarnya aku masih penasaran tentang siapa para Pemburu itu, aku berharap semoga Pemburu yang di katakan Prajurit itu bukanlah Ayahnya Viona ".
" Ayahanda dan Ibunda apakah aku boleh pergi ke dunia Manusia hari ini ? " tanya Pangeran Rhion.
" Ayahanda tidak mengizinkanmu " jawab Ayahandanya Pangeran Rhion.
" Ibunda juga setuju dengan Ayahandamu " ucap Ibundanya Pangeran Rhion.
" kenapa ?, sekarang aku sudah besar dan aku bisa menjaga diriku sendiri, jadi tolong biarkan aku pergi ke dunia Manusia ! " tanya Pangeran Rhion.
" Ayahanda tetap tidak setuju " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion dengan sedikit kesal.
Lalu dengan sedih Pangeran Rhion pun bertanya " kenapa ?, aku sudah besar sekarang ! ".
" karena situasi saat ini mungkin sedang tidak aman dan kau masih belum cukup dewasa " jawab Ibundanya Pangeran Rhion.
" tapi... " ucap Pangeran Rhion dengan sedih.
" tidak ada kata tapi " ucap Ayahandanya Pangeran Rhion.
Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion pun selesai makan siang
" aku sudah selesai " ucap Pangeran Rhion dengan sedih.
Lalu Pangeran Rhion pun meninggalkan ruang makan
" aku kasihan melihat Putra kita yang sedang sedih " Ibundanya Pangeran Rhion.
" kau kan tau alasan kenapa aku tidak mengizinkan Putra kita untuk pergi " tanya Ayahandanya Pangeran Rhion.
" iya " jawab Ibundanya Pangeran Rhion.
Sementara itu Pangeran Rhion sedang berbicara dengan Penjaga gerbang istana
" Penjaga gerbang istana tolong biarkan aku pergi ! " ucap Pangeran Rhion meminta izin.
" maaf Pangeran, kami tidak diperbolehkan untuk membuka pintu gerbang ini " ucap Penjaga pintu gerbang 1 ( bagian dalam gerbang ).
" kenapa ? " tanya Pangeran Rhion.
" karena itu perintah dari Yang Mulia " ucap Penjaga pintu gerbang 2 ( bagian dalam gerbang ).
" tolong buka pintunya !, dan biarkan aku pergi ! " Perintah Pangeran Rhion.
" Pangeran tolong maafkan kami ! Karena kami tidak bisa membukakan pintu gerbang Pangeran kali ini " ucap Penjaga pintu gerbang 2 ( bagian dalam gerbang ).
Lalu Pangeran Rhion pun mengatakan di dalam hati " aku yakin kalau mereka patuh kepada perintah Ayahandaku mereka mungkin juga akan patuh kepada perintahku ".
" Penjaga aku punya perintah untuk kalian " ucap Pangeran Rhion.
" perintah apa Pangeran ? " tanya Penjaga pintu gerbang 1 ( bagian dalam gerbang ).
" tidak jadi, karena aku yakin kalian tidak akan melaksanakan apa yang aku perintahkan, jadi aku rasa aku tidak perlu mengatakan perintahku kepada kalian " jawab Pangeran Rhion dengan kesal.
" Pangeran bisa mengatakan yang tadi ingin Pangeran perintahkan kepada kami " ucap Penjaga pintu gerbang 1 ( bagian dalam gerbang ).
" apa gunanya aku mengatakan perintahku kepada kalian ?, lagipula aku yakin kalian tidak mau mematuhi perintahku " tanya Pangeran Rhion dengan kesal.
" memangnya apa perintah Pangeran ? " tanya Penjaga pintu gerbang 1 ( bagian dalam gerbang ).
" aku memerintahkan kalian untuk membuka pintu gerbang ini " perintah Pangeran Rhion.
Lalu para Penjaga pintu gerbang pun sedikit terkejut mendengar perintah dari Pangeran Rhion
" ta tapi Pangeran " ucap Penjaga pintu gerbang 2 ( bagian dalam gerbang ).
" tidak usah pakai tapi " ucap Pangeran Rhion dengan kesal.
" tapi Pangeran Yang Mulia memerintahkan kami untuk tidak membuka pintu gerbang ini " ucap Penjaga pintu 2 ( bagian dalam gerbang ).
" jadi kalian mau melanggar perintahku ? " tanya Pangeran Rhion.
Lalu dengan sedikit kesal Pangeran Rhion pun mengatakan " aku bisa saja memecat kalian kalau aku mau ".