
Lalu setelah berubah dan kembali menjadi Manusia, Putri Clara menghampiri Zhion dan kemudian mengatakan " terima kasih karena sudah menolongku ".
" sama - sama, aku senang bisa membantumu " ucap Zhion dengan senang.
" kau sedang terluka, bagaimana kalau aku yang mengobati lukamu itu ? " ucap Putri Clara.
Lalu Zhion pun menjawab " kau tidak perlu repot - repot untuk mengobati lukaku ".
Lalu Putri Clara pun memohon kepada Zhion " aku mohon biarkan aku mengobati lukamu ".
" baiklah " ucap Zhion.
Sementara itu Ibu dan Ayahnya Viona sedang duduk di sofa dan
Lalu tidak beberapa lama kemudian bel yang ada di pintu luar berbunyi
" siapa ya kira - kira yang memencet bel yang ada di pintu di luar " tanya Ibunya Viona.
Lalu Ayahnya Viona pun menjawab " Ayah tidak tau ".
Lalu Ibunya Viona membuka pintu dan kemudian mengatakan " Viona ".
Sementara itu Zhion dan Putri Clara sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
" Zhion sekarang aku akan mengobati bibirmu yang terluka " ucap Putri Clara.
" baiklah " ucap Zhion.
Lalu Putri Clara pun mengobati bibir Zhion yang terluka dengan pelan dan hati - hati, lalu Zhion pun menatap Putri Clara, lalu saat Putri Clara menatap Zhion, Zhion pun berhenti menatap Putri Clara dan melihat ke arah lain.
" oh ya ngomong - ngomong apa kau sudah menikah ? " tanya Zhion kepada Putri Clara.
" aku belum menikah, tapi sebentar lagi aku akan bertunangan " ucap Putri Clara dengan senang.
" oh ya kalau begitu selamat ya " ucap Zhion.
" iya " ucap Putri Clara dengan senang.
" oh ya, bagaimana denganmu ? " tanya Putri Clara pada Zhion.
Lalu Zhion pun menjawab " sebentar lagi aku aku juga akan bertunangan ".
" kalau begitu aku ucapkan selamat untukmu, karena sebentar lagi kau akan bertunangan " ucap Putri Clara dengan senang.
" oh ya Zhion, sepertinya aku akan pergi sekarang " ucap Putri Clara.
" kenapa " tanya Zhion.
Lalu dengan sedikit sedih Putri Clara pun menjawab " karena aku ingin melihat keadaan calon tunanganku ".
" memangnya apa yang terjadi dengan tunanganmu ? " tanya Zhion.
Sementara itu Pangeran Rhion, Pangeran Dhion, Viona sedang berada di meja makan
" Rhion apa kau lapar ? " tanya Pangeran Dhion.
" iya aku lapar " ucap Pangeran Rhion.
" Rhion, bagaimana kalau aku menyuapimu ? " tanya Pangeran Dhion.
" Dhion kenapa kau mau menyuapiku ? " tanya Pangeran Rhion.
" karena tanganmu terluka dan selain itu aku ingin menyuapimu karena sebagai tanda terima kasihku karena sudah menolongku " jawab Pangeran Dhion dengan sedih.
" kau tidak perlu menyuapiku " ucap Pangeran Rhion.
" kenapa ? " tanya Pangeran Dhion dengan sedih.
" karena aku tidak mau merepotkanmu " jawab Pangeran Rhion.
" baiklah kalau begitu " ucap Pangeran Dhion dengan sedikit sedih.
" Rhion bagaimana kalau aku yang menyuapimu ? " tanya Viona.
Pangeran Dhion dan Pangeran Dhion pun sedikit terkejut, Pangeran Rhion yang sedikit terkejut pun bertanya " kau mau menyuapiku ? ".
" iya " jawab Viona.
" kenapa kau ingin menyuapi Rhion ? " tanya Pangeran Dhion.
" karena tangannya sedang terluka, dan karena sebagai tanda terima kasihku karena sudah menyelamatkanku " jawab Viona.
Viona menatap Pangeran Rhion yang juga menatapnya dan mengatakan " dan juga karena ... ".
" karena apa ? " tanya Pangeran Dhion kepada Viona.
Viona terlihat sedikit tersipu malu, dan Viona pun kemudian menjawab " karena ... , karena Rhion adalah orang yang spesial di hidupku ".
Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion sedikit terkejut mendengar perkataan Viona, lalu Pangeran Rhion yang sedikit terkejut pun bertanya " kau menganggapku sebagai orang yang spesial ? ".
" iya " jawab Viona dengan sedikit tersipu malu.
Pangeran Rhion terlihat sedikit tersipu malu tersenyum dan tersenyum
" bagaimana denganku ?, apa kau juga menganggapku sebagai orang yang spesial di hidupmu ? " tanya Pangeran Dhion kepada Viona.
" aku masih belum tau " jawab Viona.
" kau dan Viona baru saja bertemu, jadi aku rasa kau belum menjadi orang yang spesial bagi Viona " ucap Pangeran Rhion.
" oh ya Rhion, Viona sudah menganggapmu sebagai orang yang spesial, dan bagaimana denganmu ?, kau menganggap Viona sebagai apa ? " tanya Pangeran Dhion.
" kenapa kau ingin tau aku menganggap Viona sebagai apa ? " tanya Pangeran Rhion.
" ya aku ingin tau saja " jawab Pangeran Dhion.
" Rhion kau menganggapku sebagai apa ? " tanya Viona.
" aku menganggapmu ... " jawab Pangeran Rhion.
" aku menganggapmu orang yang spesial " jawab Pangeran Rhion dengan sedikit tersipu malu.
Viona pun sedikit terkejut dan kemudian bertanya " kau menganggapku sebagai orang yang spesial ? ".
" iya " ucap Pangeran Rhion dengan senang.
Viona terlihat sedikit tersipu malu
" oh ya Rhion, jadi bagaimana ?, apa kau mau Viona menyuapimu ? " tanya Pangeran Dhion.
" aku rasa tidak perlu menyuapiku ? " jawab Pangeran Rhion.
" kenapa ? " tanya Viona.
" karena aku tidak ingin merepotkanmu " jawab Pangeran Rhion.
" tapi aku rasa kau tidak merepotkanku " ucap Viona.
" benarkah ? " tanya Pangeran Rhion.
" iya " jawab Viona dengan senang.
Lalu Viona pun menyuapi Pangeran Rhion, lalu saat suapan pertama Viona akan masuk ke mulut Pangeran Rhion, tiba - tiba salah satu Orang Kepercayaan Pangeran Rhion yang bernama Tony datang dan kemudian mengatakan " Tuan ".
Viona pun tidak jadi menyuapi Pangeran Rhion, sendok yang tadi untuk menyuapi Pangeran Rhion Viona letakkan di piring
" maaf karena telah mengganggu waktu makan kalian " ucap Tony.
" apa kau tidak tau kalau kami sedang makan siang ? " tanya Pangeran Dhion dengan kesal.
" maaf Tuan " ucap Tony.
" iya, tidak apa - apa " ucap Pangeran Rhion.
" Dhion, kenapa kau kesal dengannya ? " tanya Langeran Rhion.
" kau harus tau, dia ke sini mungkin karena ada hal yang ingin di sampaikan olehnya " ucap Pangeran Rhion kepada Pangeran Dhion.
" apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan ? " tanya Pangeran Rhion kepada Orang Kepercayaannya, Tony.
" karena tanganmu terluka dan selain itu aku ingin menyuapimu karena sebagai tanda terima kasihku karena sudah menolongku " jawab Pangeran Dhion dengan sedih.
" kau tidak perlu menyuapiku " ucap Pangeran Rhion.
" kenapa ? " tanya Pangeran Dhion dengan sedih.
" karena aku tidak mau merepotkanmu " jawab Pangeran Rhion.
" baiklah kalau begitu " ucap Pangeran Dhion dengan sedikit sedih.
" Rhion bagaimana kalau aku yang menyuapimu ? " tanya Viona.
Pangeran Dhion dan Pangeran Dhion pun sedikit terkejut, Pangeran Rhion yang sedikit terkejut pun bertanya " kau mau menyuapiku ? ".
" iya " jawab Viona.
" kenapa kau ingin menyuapi Rhion ? " tanya Pangeran Dhion.
" karena tangannya sedang terluka, dan karena sebagai tanda terima kasihku karena sudah menyelamatkanku " jawab Viona.
Viona menatap Pangeran Rhion yang juga menatapnya dan mengatakan " dan juga karena ... ".
" karena apa ? " tanya Pangeran Dhion kepada Viona.
Viona terlihat sedikit tersipu malu, dan Viona pun kemudian menjawab " karena ... , karena Rhion adalah orang yang spesial di hidupku ".
Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion sedikit terkejut mendengar perkataan Viona, lalu Pangeran Rhion yang sedikit terkejut pun bertanya " kau menganggapku sebagai orang yang spesial ? ".
" iya " jawab Viona dengan sedikit tersipu malu.
Pangeran Rhion terlihat sedikit tersipu malu tersenyum dan tersenyum
" bagaimana denganku ?, apa kau juga menganggapku sebagai orang yang spesial di hidupmu ? " tanya Pangeran Dhion kepada Viona.
" aku masih belum tau " jawab Viona.
" kau dan Viona baru saja bertemu, jadi aku rasa kau belum menjadi orang yang spesial bagi Viona " ucap Pangeran Rhion.
" oh ya Rhion, Viona sudah menganggapmu sebagai orang yang spesial, dan bagaimana denganmu ?, kau menganggap Viona sebagai apa ? " tanya Pangeran Dhion.
" kenapa kau ingin tau aku menganggap Viona sebagai apa ? " tanya Pangeran Rhion.
" ya aku ingin tau saja " jawab Pangeran Dhion.
" Rhion kau menganggapku sebagai apa ? " tanya Viona.
" aku menganggapmu ... " jawab Pangeran Rhion.
" aku menganggapmu orang yang spesial " jawab Pangeran Rhion dengan sedikit tersipu malu.
Viona pun sedikit terkejut dan kemudian bertanya " kau menganggapku sebagai orang yang spesial ? ".
" iya " ucap Pangeran Rhion dengan senang.
Viona terlihat sedikit tersipu malu