
" oh, jadi begitu, oh ya Viona, apakah kau mau menjadi temanku ? " tanya Pangeran Rhion.
" iya, aku mau menjadi temanmu " ucap Viona.
" terima kasih karena sudah mau menjadi temanku " ucap Pangeran Rhion dengan senang.
" iya sama - sama, Rion kau pasti lelah, ayo duduk di kursi yang ada di sebelahku! " ucap Viona.
" baiklah " ucap Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Rhion pun duduk duduk di kursi yang ada di sebelah Viona
" oh ya Rhion, apakah kau orang baru di sini ? " tanya Viona.
" iya, aku orang baru di sini, aku baru tinggal di kota ini baru beberapa hari " jawab Pangeran Rhion.
Lalu tidak beberapa lama kemudian, Ibunya Viona pun kembali
" Viona, anak laki - laki yang bersamamu ini siapa ? " tanya Ibunya Viona.
" dia adalah teman baruku " jawab Viona dengan senang.
Lalu Pangeran Rhion pun memperkenalkan dirinya " namaku Rhion Wijaya, ibu bisa memanggilku Rhion, aku adalah teman baru Viona sekaligus orang baru di kota ini ".
" Viona dan Rhion Ibu ke dapur dulu, Ibu akan membuatkan minuman untuk kalian berdua " ucap Ibunya Viona.
" Tidak usah repot - repot " ucap Pangeran Rhion.
" kau tidak merepotkan ibu sama sekali, oh ya Rhion dan Viona ibu ke dapur dulu " ucap Ibunya Viona.
" iya Ibu " ucap Viona.
" Viona apa aku tidak merepotkanmu juga dan Ibumu ? " tanya Pangeran Rhion.
" justru aku yang merepotkanmu, kau sama sekali tidak merepotkanku atau pun Ibuku " ucap Viona.
" Viona, aku akan membantumu untuk masuk ke dalam " ucap Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Rhion pun dengan hati - hati membantu Viona berdiri dan juga berjalan masuk ke dalam rumah, dan tidak beberapa lama kemudian Viona dan Pangeran Rhion pun duduk di sova
" Rhion terima kasih karena sudah mau membantuku hari ini " ucap Viona.
Pangeran Rhion tersenyum dan kemudian mengatakan "iya sama - sama ".
Lalu tidak beberapa lama kemudian Ibunya Viona pun datang dan membawa kue dan minuman
" ibu, apakah ibu mau mengambilkan kotak P3K yang ada di kamarku ? dan juga air es untuk mengompres kakiku " tanya Viona.
" baiklah, tapi untuk apa ? Siapa yang sedang terluka ? " tanya Ibunya Viona.
" tadi kakiku terkilir " jawab Viona.
Lalu ibunya Viona pun mengambilkan kotak P3K yang ada di kamar Viona dan juga air es
" Rhion, kau memiliki memiliki berapa saudara ? " tanya Viona.
" aku anak satu - satunya dan aku tidak memiliki saudara, Viona, lalu bagaimana denganmu, apakah kau memiliki saudara ? " jawab Pangeran Rhion.
" aku juga sama sepertimu, aku adalah anak satu - satunya " jawab Viona.
Lalu tidak beberapa lama kemudian Ibunya Viona pun kembali dengan membawa kotak P3K dan air es untuk mengompres kaki Viona yang terkilir, tiba - tiba ada bunyi telepon rumah yang berdering
" sebentar ya Viona, ibu mau mengangkat telepon " ucap Ibunya Viona.
Lalu Ibunya Viona pun pergi untuk mengangkat telepon yang berdering itu
" Viona, bagaimana kalau aku yang akan membantumu ? " tanya Pangeran Rhion.
" baiklah, tapi... " ucap Viona.
" tapi apa ? " tanya Pangeran Rhion.
" tapi kita kan baru bertemu " ucap Viona.
" tapi sekarang kan kita berteman " ucap Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Rhion pun mengatakan di dalam hati nya " Viona, sebenarnya dalam waktu beberapa hari ini kita sering bertemu, namun baru sekarang aku dapat menemuimu dalam wujud manusia ".
" iya kau benar, tapi aku... Merasa tidak enak kepadamu karena hari ini kau sudah banyak membantuku " ucap Viona.
" tidak apa - apa, ibumu sedang sibuk jadi aku akan menggantikan ibumu untuk memberikan pertolongan pertama pada kaki mu yang terkilir " ucap Pangeran Rhion.
Dan tidak beberapa lama kemudian, Rhion pun selesai membalut kaki Viona yang terkilir dengan perban.
" sudah selesai " ucap Pangeran Rhion.
" Rhion terima kasih " ucap Viona.
Keesokkan harinya Viona sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu, lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion yang berubah menjadi Serigala kecil pun menghampiri Viona.
" Rhion, aku berharap kakiku bisa cepat sembuh " ucap Viona.
Lalu Pangeran Rhion pun berbicara menggunakan bahasa Manusia.
" aku yakin kakimu akan segera sembuh " ucap Pangeran Rhion yang masih menjadi Serigala.
Lalu Viona pun sedikit terkejut dan mengatakan
" apa ini mimpi, apa aku berhayal kalau kau bisa berbicara menggunakan bahasa Manusia ? ".
" tidak Viona, kau tidak sedang bermimpi atau pun berhayal, aku benar - benar berbicara menggunakan bahasa Manusia " ucap Pangeran Rhion yang masih menjadi Serigala.
" oh ya Rhion, aku harap kau suka tinggal di sini " ucap Viona.
" aku suka tinggal di sini, tapi mungkin aku tidak bisa tinggal di sini selamanya " ucap Pangeran Rhion yang masih menjadi Serigala.
" kenapa ? kau suka tinggal di sini, lalu mengapa kau akan pergi ? " ucap
" karena aku merindukan keluargaku dan ada hal ingin aku lakukan jika aku kembali ke tempat asalku " ucap Pangeran Rhion yang masih menjadi Serigala.
" baiklah, tidak apa - apa jika kau tidak bisa tinggal di sini selamanya, lagipula kau sudah lama tinggal di sini " ucap Viona.
Beberapa hari kemudian di pagi hari Viona pergi ke taman dan melihat Pangeran Rhion sedang duduk di bangku taman sendirian dan tidak beberapa lama kemudian Viona pun memutuskan untuk menghampiri Pangeran Rhion dari belakang dan juga membuat Pangeran Rhion terkejut dan pada saat Viona menghampiri Pangeran Rhion dari belakang Viona pun berusaha membuat Pangeran Rhion terkejut, tapi Pangeran Rhion tidak terkejut.
" kau gagal membuatku terkejut " ucap Pangeran Rhion.
" aku kira kau akan terkejut, ternyata tidak " ucap Viona.
Lalu Viona pun duduk di bangku dekat Pangeran Rhion
" Rhion apa yang sedang kau lakukan di sini ? " tanya Viona.
" aku sedang menikmati keindahan taman ini, taman ini sangat indah " ucap Pangeran Rhion.
" iya taman ini sangat indah, bagaimana menurutmu tentang kota ini ? " tanya Viona.
" aku senang bisa tinggal di kota ini, oh ya apa Rhion itu hewan peliharaanmu ? " ucap Pangeran Rhion.
" bukan, dia bukan hewan peliharaanku " jawab Viona.
" kenapa ? " tanya Pangeran Rhion.
" karena aku menganggap Rhion itu sebagai temanku " jawab Viona.
" oh begitu, oh ya di mana kau dan Rhion pertama kali bertemu ? " tanya Pangeran Rhion.
" saat itu aku menemukan Rhion pada saat aku ikut Ayahku berburu di hutan, pada saat itu aku menemukan Rhion terluka, lalu setelah itu aku dan Ayahku membawa Rhion ke rumah untuk di obati " ucap Viona.
" oh jadi begitu " ucap Pangeran Rhion.
Lalu tidak beberapa lama kemudian wajah Viona pun berubah menjadi sedih
" kenapa wajahmu berubah menjadi sedih " tanya Pangeran Rhion.
" tidak ada apa - apa, aku baik - baik saja " ucap Viona.
" aku tau kalau kau sedang menyembunyikan sesuatu, katakan aku akan mendengarkan " ucap Pangeran Rhion.
" aku tidak tau apakah kau akan percaya atau tidak, yang jelas aku bisa mengerti bahasa hewan " ucap Viona.
Lalu Pangeran Rhion pun bertanya " dari mana kau yakin kalau kau bisa mengerti bahasa hewan ? ".
" aku yakin pada saat aku bertemu Rhion si Serigala kecil itu, aku dapat memahaminya karena aku mengerti apa yang Rhion si Serigala kecil itu katakan dan karena Rhion si Serigala kecil itu juga mengerti apa yang aku katakan dan aku hanya mengatakan hal ini kepadamu, jadi bagaimana menurutmu ? Apa aku orang yang aneh ? " ucap Viona.
" menurutku kau orang yang spesial " jawab Pangeran Rhion.
" apa kau masih mau berteman denganku setelah kau tau bahwa aku bisa mengerti bahasa hewan ? " tanya Viona.
" iya " ucap Pangeran Rhion.
Lalu dengan senang Viona pun mengatakan kepada Pangeran Rhion " terima kasih karena tetap mau berteman denganku ".