
" jadi bagaimana Rhion, apa kau mau aku menyuapimu ? " tanya Viona.
" Viona, aku rasa kau tidak perlu menyuapiku ? " jawab Pangeran Rhion.
" kenapa ? " tanya Viona.
" karena aku tidak ingin merepotkanmu " jawab Pangeran Rhion.
" Rhion, tapi aku rasa kau merepotkanku " ucap Viona dengan senang.
" benarkah ? " tanya Pangeran Rhion.
" iya " jawab Viona dengan senang.
" Rhion, jadi bagaimana ? " tanya Viona dengan senang.
" baiklah " jawab Pangeran Rhion.
Lalu saat suapan pertama Viona akan masuk ke dalam mulut Pangeran Rhion, Tony, yang merupakan salah satu Orang Kepercayaan Pangeran Rhion pun datang, Viona pun meletakkan sendok yang di pakai untuk menyuapi Pangeran Rhion ke piring
" apa yang kau lakukan di sini ?, apa kau mau mengganggu Rhion dan temannya itu ? " tanya Pangeran Dhion dengan kesal.
" maaf Tuan, aku tidak bermaksud untuk mengganggu " jawab Tony.
" baiklah, tidak apa - apa " jawab Pangeran Rhion.
" Dhion kau jangan memarahinya !, dia ke sini bukan bermaksud untuk mengganggu " ucap Pangeran Rhion.
" apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan ? " tanya Pangeran Rhion kepada Tony.
Lalu Tony pun menjawab " iya Tuan, jadi begini Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu Tuan ".
" siapa namanya ? " tanya Pangeran Rhion.
" dia tidak ingin aku mengatakan namanya kepada Tuan " jawab Tony.
" suruh dia masuk ! " perintah Pangeran Rhion.
" apa kau tidak menyuruhnya masuk ? " tanya Pangeran Dhion dengan sedikit kesal.
" tadi aku sudah menyuruhnya masuk, tapi dia tidak ingin, dia bilang dia ingin bertemu Tuan di luar " jawab Tony.
" dia ingin bertemu siapa ?, dia ingin bertemu denganku atau bertemu dengan Dhion " tanya Pangeran Rhion.
" dia mengatakan kepadaku kalau dia sangat ingin bertemu dengan anda Tuan Rhion " jawab Tony.
" baiklah, aku akan segera menemuinya " ucap Pangeran Rhion.
" apa dia juga ingin bertemu denganku ? " tanya Pangeran Dhion dengan senang.
" iya " jawab Tony.
" terima kasih karena sudah mengatakan hal ini kepadaku " ucap Pangeran Rhion dengan senang.
" sama - sama Tuan, Tuan tidak perlu berterima kasih karena ini juga adalah tugasku " ucap Tony dengan senang.
Lalu setelah itu Tony pun pergi
" kira - kira siapa ya seseorang itu ? " tanya Pangeran Dhion dengan senang.
" aku penasaran dengan seseorang itu " ucap Pangeran Rhion.
" iya aku juga penasaran " ucap Viona.
" Viona kau tunggu di sini ! " ucap Pangeran Rhion.
" baiklah " ucap Viona.
Lalu Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion bangkit dari tempat duduknya dan kemudian pergi dari meja makan
" aku harap seseorang yang datang untuk menemuiku bukan Clara " ucap Pangeran Rhion dengan sedikit gelisah.
Sementara itu Pangeran Dhion berusaha menahan tawanya,
" Dhion kita berhenti di sini sebentar !, ada hal yang ingin aku bicarakan " ucap Pangeran Rhion dengan kesal.
lalu kemudian Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion pun juga berhenti melangkahkan kaki
" Dhion kau kenapa ?, kenapa kau tertawa padahal tidak ada yang lucu ? " tanya Pangeran Rhion dengan sedikit kesal.
" apa yang sedang kau tertawakan ? " tanya Pangeran Rhion dengan kesal.
" aku tertawa karena melihatmu gelisah " jawab Pangeran Dhion.
" apa kau gelisah karena kau akan bertemu Clara ? " tanya Pangeran Dhion.
" dengarkan aku Dhion !, aku tidak gelisah ketika bertemu dengan Clara, tapi aku gelisah karena memikirkan apa yang akan terjadi jika Clara bertemu dengan Viona " jawab Pangeran Rhion dengan kesal.
" sekarang apa yang akan kita lakukan jika yang datang untuk menemui kita itu adalah Clara ? " tanya Pangeran Dhion dengan gelisah.
" kau juga tau kalau Clara itu tidak suka ketika melihatku lebih dekat dengan yang lain di bandingkan dengan dirinya " jawab Pangeran Rhion.
" Rhion, jadi apa yang harus kita lakukan ? " tanya Pangeran Dhion.
" apa kau gelisah karena kau akan Clara ? " tanya Pangeran Dhion.
" dengarkan aku Dhion !, aku tidak gelisah ketika bertemu dengan Clara, tapi aku gelisah karena memikirkan apa yang akan terjadi jika Clara bertemu dengan Viona " jawab Pangeran Rhion dengan kesal.
" sekarang apa yang akan kita lakukan jika yang datang untuk menemui kita itu adalah Clara ? " tanya Pangeran Dhion dengan gelisah.
" kau juga tau kalau Clara itu tidak suka ketika melihatku lebih dekat dengan yang lain di bandingkan dengan dirinya " jawab Pangeran Rhion.
" Rhion, jadi apa yang harus kita lakukan ? " tanya Pangeran Dhion.
" yang harus kita lakukan adalah menyambutnya dengan baik, lalu, saat dia ingin masuk ke dalam kau ajak dia untuk pergi jalan - jalan dan selesai " jawab Pangeran Rhion.
" bagaimana kalau kau saja yang mengajak Clara pergi jalan - jalan ? " tanya Pangeran Dhion.
" kau tau kan kondisiku belum begitu membaik ? " tanya Pangeran Rhion.
" iya aku tau, baiklah kalau begitu, aku akan mengajak Clara pergi " ucap Pangeran Dhion dengan ekspresi sedikit terpaksa.
" baguslah kalau begitu " ucap Pangeran Rhion dengan senang.
" jadi bagaimana sekarang ?, apa kita akan menemui seseorang itu ? " tanya Pangeran Dhion.
" iya, kita pergi menemui seseorang itu " jawab Pangeran Rhion.
" baiklah kalau begitu " ucap Pangeran Dhion.
Lalu Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion melanjutkan langkah kakinya dan tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion sedang melihat seorang perempuan dari belakangnya saja sedang berdiri di dekat pintu masuk
" apa dia orang yang ingin menemui kita ? " tanya Pangeran Dhion.
" aku tidak tau " Jawab Pangeran Rhion.
" bagaimana kalau kita menghampirinya ? " tanya Pangeran Dhion.
" ide yang bagus " jawab Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion menghampiri perempuan itu
" permisi, ada yang bisa kami bantu ? " tanya Pangeran Rhion.
" apa kau orang yang ingin bertemu kami ? " tanya Pangeran Dhion.
Lalu Perempuan itu berbalik badan ke arah Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion, lalu Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion sedikit terkejut karena Perempuan yang ada di depannya itu tidak lain adalah Putri Clara.
Pangeran Rhion yang sedikut terkejut pun bertanya kepada Putri Clara " Clara bagaimana kau bisa ada di sini ? ".
" aku bisa ada di sini karena aku kabur dari istanaku " jawab Putri Clara dengan senang.
Pangeran Rhion dan Pangeran sedikit terkejut dan kemudian bertanya secara bersamaan " kau kabur dari istana ? ".
" iya " jawab Putri Clara dengan senang.
" Clara, kenapa kau memilih kabur ? " tanya Pangeran Rhion.
" karena aku ingin menemuimu, dan juga karena aku ingin mengetahui keadaanmu " jawab Putri Clara dengan sedih.
" " oh ya Rhion bagaimana kondisimu sekarang ?, apa kau terluka parah ? " tanya Putri Clara dengan sedikit khawatir.
" Clara, aku senang karena kau menghawatirkan aku, tapi kau tidak perlu khawatir dengan keadaanku sekarang, karena keadaanku sekarang sudah mulai membaik " ucap Pangeran Rhion.
Lalu Putri Clara memeluk Pangeran Rhion dan kemudian dengan sedih mengatakan " tetap saja, tetap saja aku tetap khawatir denganmu ".