
" benar " ucap Pangeran Dhion.
" Bos Perampok menurutmu apakah tiga melawan satu adil ? " tanya Pangeran Rhion.
" tidak " jawab Bos Perampok itu.
" lalu kenapa kau menyuruh ke enam anak buahmu untuk menyerang kami " tanya Pangeran Rhion.
" Padahal kau tau kami hanya berdua " ucap Pangeran Dhion
" jadi jangan meminta keadilan kepada kami kalau kau tidak adil kepada kami " ucap Pangeran Rhion dengan kesal.
" oh ya Bos Perampok walaupun kau hanya sendiri tapi kau punya pisau " ucap Pangeran Dhion
Bos Perampok itu pun mengatakan kepada ke enam anak buahnya yang wajahnya sedikit babak belur akibat melawan Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion " kalian semua cepat bantu aku mengalahkan mereka berdua ! ".
Lalu salah satu dari enam Perampok itu pun mengatakan " maaf Bos kami tidak bisa membantu Bos ".
" cepat bantu aku ! " perintah Bos Perampok itu.
Lalu para Perampok itu pun menyerang Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion dan tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion dan Pangeran Dhion pun berhasil mengalahkan para Perampok itu
Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Dhion pun terkejut ketika berbalik badan karena melihat Bos Perampok ingin menusuknya dari belakang dan Pangeran Dhion juga terkejut ketika melihat Pangeran Rhion melindunginya dengan cara menggenggam pisau Bos Perampok itu
Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion pun melepas pisau Bos Perampok itu dan kemudian Bos Perampok itu pun terkejut karena melihat pisaunya berdarah dan juga bengkok
Lalu dengan sedikit ketakutan Bos Perampok itu pun mengatakan kepada Pangeran Rhion " kau sangat kuat rupanya ".
Kemudian Pangeran Rhion mengatakan kepada Bos Perampok itu dengan marah " apa kau lihat bak sampah yang ada di sana ".
Lalu dengan sedikit ketakutan Bos Perampok itu pun melihat bak sampah berada yang cukup jauh dan kemudian mengatakan " iya aku melihatnya ".
" bagus kalau begitu " ucap Pangeran Rhion.
Lalu Pangeran Rhion pun mengepal erat tangan kirinya dan kemudian meninju perut Bos Perampok itu dan kemudian Bos Perampok itu pun terjatuh di dekat tempat sampah yang cukup jauh itu
Lalu tidak beberapa lama kemudian Bos Perampok itu pun duduk dan kemudian Bos Perampok itu terlihat kesakitan dan juga sedang memegang perutnya
" Rhion kau sangat hebat " ucap Pangeran Dhion, memuji Pangeran Rhion.
" terima kasih untuk pujiannya " ucap Pangeran Rhion dengan senang.
" sama - sama Dhion " ucap Pangeran Dhion.
Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion pun berjalan menghampiri Bos Perampok itu
Lalu Pangeran Dhion pun bertanya kepada Pangeran Rhion " Rhion apa yang ingin kau lakukan kepada Bos Perampok itu ? ".
" Dhion sebentar lagi kau juga akan tau " jawab Pangeran Rhion.
Pangeran Rhion terus berjalan menghampiri Bos Perampok itu tanpa memedulikan darah yang terus menetes dari tangannya
Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Rhion sampai di depan Bos Perampok itu, lalu dengan sedikit ketakutan Bos Perampok itu pun mengatakan " apa yang ingin kau lakukan kepadaku ? ".
" ayo cepat berdiri ! " ucap Pangeran Rhion memerintahkan Bos Perampok itu.
Lalu dengan sedikit ketakutan Bos Perampok itu pun mengatakan " aku tidak mau ".
" ayo cepat berdiri ! " ucap Pangeran Rhion kembali memerintahkan Bos Perampok itu.
" Sudah aku bilang aku tidak mau " ucap Bos Perampok dengan sedikit takut.
" Cepatlah berdiri Sebelum kesabaranku habis ! " ucap Pangeran Rhion dengan sedikit kesal.
Lalu Pangeran Rhion pun mengulurkan tangan kirinya untuk membantu Bos Perampok itu berdiri dan kemudian mengatakan dengan sedikit kesal " ayo cepat berdiri ! ".
Lalu Bos Perampok itu pun menegang tangan kiri Pangeran Rhion dan kemudian Pangeran Rhion membantu Bos Perampok itu berdiri
Lalu dengan ketakutan Bos Perampok itu pun memejamkan matanya dan kemudian mengatakan " jika kau ingin membunuhku silahkan ".
Lalu Pangeran Rhion tersenyum dan memerintahkan kepada Bos Perampok itu " buka matamu ! ".
Lalu Bos Perampok yang ketakutan itu pun mengatakan dengan terbata - bata " a aku ti tidak mau ".
" Buka matamu ! " Ucap Pangeran Rhion memerintahkan Bos Perampok itu.
Lalu Bos Perampok itu pun perlahan membuka matanya dan dengan sedikit bingung mengatakan " kenapa kau tidak membunuhku ? ".
Lalu Pangeran Rhion menepuk bahu Bos Perampok itu dan kemudian mengatakan " aku kan tidak bilang kalau aku akan membunuhmu, dan juga karena aku yakin kau bisa berubah menjadi orang yang lebih baik ".
Lalu Bos Perampok itu sedikit terkejut mendengar jawaban Pangeran Rhion
Sementara itu di kerajaan Manusia Serigala Alpha, Putri Clara dan Ibundanya Pangeran Rhion sedang duduk di taman
" Yang mulia apakah anda tau kondisi Rhion sekarang ? " tanya Putri Clara.
Lalu dengan sedikit sedih Ibundanya Pangeran Rhion pun menjawab " aku tidak tau bagaimana kondisi Putraku sekarang ".
Sementara itu di rumah sakit tempat Pangeran Rhion di rawat, Pangeran Dhion, Viona Bos Perampok dan anak buahnya sedang menunggu Dokter menangani Pangeran Rhion keluar dari ruangan
Lalu tidak beberapa lama kemudian Dokter yang memeriksa keadaan Pangeran Rhion pun keluar dari ruangan
Lalu Pangeran Dhion, Viona, Bos Perampok dan ke enam anak buah Bos Perampok pun menghampiri Dokter yang memeriksa keadaan Pangeran Rhion
Lalu dengan khawatir Pangeran Dhion pun bertanya " Dokter bagaimana keadaannya sekarang ? ".
Lalu dengan sedikit sedih Dokter itu pun menjawab " dia kekurangan banyak darah, untungnya kalian tidak terlambat membawa dia ke rumah sakit kalau tidak dia mungkin tidak bisa di selamatkan lagi ".
Lalu khawatir Viona pun bertanya " Dokter apa boleh kami menemuinya sekarang ? ".
" terima kasih " ucap Pangeran Dhion dengan senang.
" sama - sama, saya permisi dulu " ucap Dokter itu.
Lalu Dokter itu pun pergi dan Pangeran Dhion, Viona, Bos Perampok, dan ke enam anak buahnya pun masuk ke dalam ruangan Pangeran Rhion di rawat dan kemudian menghampiri Pangeran Rhion yang masih belum sadarkan diri
Lalu tidak beberapa lama kemudian Pangeran Dhion dan Viona pun duduk di kursi yang ada di dekat kasur Pangeran Rhion
Lalu dengan sedih bercampur perasaan bersalah Bos Perampok pun mengatakan " kami akan menunggu di luar ".
" baiklah " ucap Pangeran Dhion.
Lalu Bos Perampok dan ke enam anak buahnya pun keluar dari ruangan dan menunggu di luar ruangan
Sementara itu Pangeran Dhion meneteskan air matanya dan kemudian dengan sedih mengatakan " Rhion, buka matamu !, aku mohon buka matamu !, jangan tinggalkan aku sekarang !, Rhion kau tau masih ada banyak hal dan juga misi yang belum kita selesaikan ".
Lalu dengan sedih Viona pun mengatakan kepada Pangeran Rhion " buka matamu !, aku mohon buka matamu ! ".
" Rhion, buka matamu !, Rhion kau pernah bilang kepadaku kalau kau ingin menemukan teman masa kecilmu " ucap Pangeran Dhion dengan sedih dan meneteskan air mata.
Lalu setelah mendengar perkataan Pangeran Dhion, Viona pun menatap Pangeran Dhion dan kemudian Viona pun bertanya " apa aku boleh bertanya sesuatu ? ".
Lalu Pangeran Dhion pun menghapus air matanya dan kemudian menatap Viona dan kemudian mengatakan " iya kau boleh bertanya kepadaku ".
" apa kau tau siapa nama temannya ? " tanya Viona.
" iya, aku tau siapa nama temannya, memangnya ada apa ? " tanya Pangeran Dhion.
" aku ingin tau " jawab Viona.
" namanya Viona " ucap Pangeran Dhion.
" apa namanya hanya Viona ? " tanya Viona.
" tidak " jawab Pangeran Dhion.
" kalau begitu apa nama lengkapnya ? " tanya Viona.
" aku lupa " jawab Pangeran Dhion.
" baiklah tidak apa - apa " ucap Viona.
Lalu Pangeran Dhion pun mencoba mengingat nama temannya Pangeran Rhion
" aku sudah ingat apa nama lengkapnya " ucap Pangeran Dhion dengan senang.
" apa nama lengkapnya ? " tanya Viona.
" nama lengkapnya adalah Viona Safitri " jawab Pangeran Dhion.
Lalu Viona sedikit terkejut mendengar nama yang di sebut oleh Pangeran Dhion
" apa kau baik - baik saja ? " tanya Pangeran Dhion.
" aku baik - baik saja " jawab Viona.
Lalu Viona pun bertanya di dalam hati " apa orang yang dia maksud adalah aku ? ".
" apakah dia sudah lama tidak bertemu dengan temannya itu ? " tanya Viona.
" Rhion sudah lama tidal bertemu temannya itu " jawab Pangeran Dhion.
" sudah berapa lama ? " tanya Viona.
" kurang lebih lima tahun " jawab Pangeran Dhion.
" lama sekali, dia sama seperti aku, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan temanku sekitar kurang lebih lima tahun " ucap Viona.
Lalu dengan sedih Viona pun mengatakan " dan sekarang aku sangat ingin bertemu dengannya ".
" kalau boleh tau siapa nama temanmu itu ? " tanya Pangeran Dhion.
" namanya Rhion Wijaya " jawab Viona.
Lalu Pangeran Dhion sedikit terkejut mendengar nama yang di sebut Viona
" oh ya kita belum berkenalan, bagaimana kalau kita berkenalan ? " tanya Pangeran Dhion.
Lalu Pangeran Dhion dan Viona pun bersalaman
" namaku Dhion Luwijaya " ucap Pangeran Dhion.
" namaku Viona Safitri " ucap Viona.
Lalu Pangeran Dhion pun sedikit terkejut mendengar nama Viona
Lalu setelah selesai berkenalan Pangeran Dhion dan Viona pun berhenti bersalaman
Lalu Pangeran Dhion pun bertanya di dalam hati " apakah dia adalah teman Rhion ? ".
" aku rasa kau dan temanku itu adalah teman " ucap Pangeran Dhion.
" dari mana kau yakin ? " tanya Viona.
" aku yakin karena yang kalian berdua sama - sama tidak bertemu selama kurang lebih lima tahun " jawab Pangeran Dhion.