The WereWolves Love Humans

The WereWolves Love Humans
Episode 20



" Rhion kau ikut aku !, aku ingin memperkenalkanmu kepada temanku sebagai tunanganku " ucap Putri Clara.


" maaf, tapi aku tidak mau " ucap Pangeran Rhion.


" kenapa ? " tanya Putri Clara dengan sedikit sedih.


" karena sekarang aku mau pulang " jawab Pangeran Rhion.


" Rhion, aku mohon " ucap Putri Clara, memohon kepada Pangeran Rhion.


" oh ya, temanmu itu Laki - Laki atau Perempuan ? " tanya Pangeran Rhion.


" temanku itu Laki - Laki, tapi kau tidak perlu khawatir, karena aku tidak menduakan cintamu " jawab Putri Clara.


" Clara, apa temanmu itu Vampir ? " tanya Pangeran Rhion.


" aku tidak tau " jawab Putri Clara.


" Clara, aku pulang dulu " ucap Pangeran Rhion.


" aku juga mau pulang " ucap Pangeran Dhion.


" lalu bagaimana denganku ? " tanya Putri Clara.


" kau temui temanmu itu dan Dhion akan menunggumu di sini " jawab Pangeran Rhion.


" Rhion, kenapa harus aku ? " tanya Pangeran Dhion dengan kesal.


" Clara, kau bisa menemui temanmu sekarang " ucap Pangeran Rhion.


" baiklah " ucap Putri Clara dengan senang.


Lalu Putri Clara pun berjalan menghampiri Zhion


" Zhion " ucap Putri Clara dengan senang.


" Clara " ucap Zhion dengan senang.


" Zhion, apa yang kau lakukan di sini ? " tanya Putri Clara.


Zhion bangkit dari tempat duduknya dan kemudian dengan senang Zhion menjawab " aku sedang menikmati keindahan taman ini ".


" oh ya, apa jau juga ke sini karena ingin menikmati taman ini ? " tanya Zhion.


" kau benar sekali " jawab Putri Clara dengan senang.


" oh ya ngomong - ngomong, kenapa kau tidak beristirahat di rumah ? " tanya Putri Clara.


Zhion tersenyum dan kemudian mengatakan " karena kondisiku sudah mulai membaik sekarang ".


" aku senang karena bisa mengenalmu " ucap Zhion dengan senang.


" aku juga beruntung karena karena bisa mengenalmu " ucap Putri Clara dengan senang.


Sementara itu Pangeran Dhion sedang berbicara dengan Rhion di telepon


" Rhion, mungkin sebentar lagi aku dan Clara akan pulang " ucap Pangeran Dhion.


" Rhion, aku tutup dulu teleponnya " ucap Pangeran Dhion.


Lalu Pangeran Dhion menutup teleponnya, Lalu tidak beberapa lama kemudian, Pangeran Dhion menghampiri Putri Clara


" Clara,  ayo kita pulang sekarang ! " perintah Pangeran Dhion.


" Clara, siapa ada dia ?, dia tampan dan keren, apa dia calon tunanganmu ? " tanya Zhion.


" dia bukan tunanganku " jawab Putri Clara dengan kesal.


" terima kasih atas pujiannya " ucap Pangeran Dhion kepada Zhion.


" sama - sama " ucap Zhion.


" Clara, maaf karena mengatakan dia adalah calon tunanganmu " ucap Zhion.


" baiklah, tidak apa - apa " ucap Putri Clara.


" kalau dia bukan tunanganmu, lalu siapa dia ? " tanya Zhion.


" dia temanku " jawab Putri Clara.


" bagaimana kalau kalian berkenalan ? " tanya Putri Clara.


" itu ide yang bagus " jawab Pangeran Dhion.


" aku suka idemu itu " jawab Zhion.


   Lalu Pangeran Dhion dan Zhion pun bersalaman


" namaku Dhion Luwijaya, kau bisa memanggilku Dhion " ucap Pangeran Dhion, memperkenalkan diri.


" namaku Zhion Arga, kau bisa memanggilku Zhion ".


   Lalu Pangeran Dhion dan Zhion berhenti bersalaman


" oh ya Clara, bagaimana kalau sekarang kita pergi jalan - jalan ? " tanya Zhion dengan senang.


" ide yang bagus " jawab Putri Clara dengan senang.


" maaf, tapi sekarang sudah sore dan Clara harus pulang sekarang " ucap Pangeran Dhion kepada Zhion.


" aku tidak mau pulang sekarang " ucap Putri Clara dengan kesal.


" tapi Clara, Rhion mengatakan kepadaku kalau kita tidak harus pulang sekarang " ucap Pangeran Dhion.


" kenapa ? " tanya Putri Clara.


" benarkah ? " tanya Putri Clara dengan senang.


" iya " jawab Pangeran Dhion dengan senang.


" tapi dari mana kau yakin kalau Rhion sedang menunggu kita ? " tanya Putri Clara.


" tadi meneleponku " jawab Pangeran Dhion.


" baiklah kalau begitu, aku akan pulang sekarang " ucap Putri Clara dengan senang.


" kalau begitu apa sekarang kita tidak jadi pergi jalan - jalan ? " tanya Zhion dengan sedikit sedih.


" iya " ucap Putri Clara dengan sedikit sedih.


" tidak apa - apa kan kalau aku tidak ikut jalan - jalan ? " tanya Putri Clara dengan sedikit sedih.


" tidak apa - apa " jawab Zhion.


" Zhion, kami pulang dulu " ucap Putri Clara.


" baiklah, sampai jumpa " ucap Zhion.


Lalu Pangeran Dhion dan Putri Clara pun pulang ke rumah, dan tidak beberapa lama kemudian Pangeran Dhion dan Putri Clara sampai di depan rumah


" akhirnya sampai juga " ucap Pangeran Dhion dengan senang.


" kalau saja kita tidak memiliki kemampuan untuk berlari dengan cepat, mungkin sekarang kita belum sampai  " ucap Putri Clara.


" iya kau benar, aku sangat bersyukur karena memiliki kekuatan cepat dalam berlari " ucap Pangeran Dhion.


" bagaimana kalau sekarang kita masuk ke dalam ? " ucap Putri Clara.


" baiklah " ucap Pangeran Dhion.


   Lalu Putri Clara dan Pangeran Dhio pun masuk ke dalam rumah


   Malam pun tiba, Pangeran Rhion Pangeran Dhion, dan Putri Clara sedang makan malam bersama


" Rhion, kenapa wajahmu terlihat sedang kesal ? " tanya Pangeran Dhion.


" Rhion, apa kau sedang kesal ? " tanya Putri Clara.


" iya, aku sedang kesal " jawab Pangeran Rhion.


" kau sedang kesal pada siapa ? " tanya Pangeran Dhion.


" aku sedang kesal kepada kalian berdua " jawab Pangeran Rhion.


" kenapa kau kesal kepada kami ? " tanya Pangeran Dhion.


" karena tadi sore saat di taman, kalian membongkar identitas kalian " jawab Pangeran Rhion dengan kesal.


" apa kalian tau apa yang akan terjadi jika identitas kalian terbongkar ? " tanya Pangeran Rhion dengan marah.


" aku tidak tau " jawab Putri Clara.


" Rhion, kami minta maaf " ucap Pangeran Dhion dengan sedih.


" kami tidak bermaksud untuk membongkar identitas kami " ucap Putri Clara dengan sedih.


Sementara itu Viona sedang makan malam bersama dengan Citra di sebuah Restoran


" aku sangat senang " ucap Citra dengan senang.


" Citra, kalau aku boleh tau, apa yang membuatmu sangat senang ? " tanya Viona.


" yang membuatku senang adalah saat kau menjadi Kakak Iparku " ucap Citra dengan senang.


" oh jadi itu yang membuatmu senang " ucap Viona.


Ke esokkan harinya, Viona sedang berjalan sendirian menuju taman dan tidak beberapa lama kemudian, Viona bertemu dengan Pangeran Shion


" hai Shion apa kabar ? " tanya Viona.


" kabarku baik " jawab Pangeran Shion.


" bagaimana dengan kabarmu ? " tanya Pangeran Shion.


" kabarku juga baik " jawab Viona.


" Viona, apakah kau membatalkan pertunanganmu dengan Zhion ? " tanya Pangeran Shion.


" tidak " jawab Viona.


" oh ya, memangnya ada apa ? " tanya Viona.


" tidak ada apa - apa, aku hanya bertanya saja " jawab Pangeran Shion.


" oh ya, menurutmu Zhion itu orang yang seperti apa ? " tanya Pangeran Shion.


" Zhion itu orang yang baik " jawab Viona.


" apa kau yakin ingin bertunangan dengan Zhion ? " tanya Pangeran Shion.


" kenapa kau bertanya seperti itu ? " tanya Viona.


" karena aku ingin tau apa kau yakin atau tidak untuk bertunangan dengan Zhion " jawab Pangeran Shion.


" sekarang jawab pertanyaanku ! " ucap Pangeran Shion.


" apa kau yakin ingin bertunangan dengan Zhion ? " tanya Pangeran Shion.