
Happy Reading.
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
“Terima kasih, Anthony. Tak heran jika Smith Company berada jauh di atas Aditama Corp, karena kau begitu cepat ..“
Adalah ayah kandungnya Reno yang berkata itu. Ayah Peter.
Dimana perkataan Ayah Peter tersebut ia tujukan kepada ayah kandungnya Andrew. Dad Anthony.
“Aku hanya melindungi keluargaku. Dan kau, Rina serta Reno.. adalah keluargaku..” namun Dad Anthony menukas ucapan Ayah Peter hingga yang bersangkutan tak melanjutkan ucapannya yang sebenarnya belum selesai itu.
🚬
“Tak perlu sampai memujiku, Pete ..”
Dad Anthony berkata lagi.
‘Karena aku malas mendengar pujianmu yang ada maksud lain dibelakangnya.’
Kemudian Dad Anthony membatin. Ayah Peter nampak tersenyum di tempatnya.
🚬
Selanjutnya, obrolan yang terjadi di ruang makan di rumah keluarga Reno hanya didominasi oleh Mom Erna dan Bunda Rina yang sesekali ditimpali oleh suami dari masing – masing keduanya, termasuk juga Andrew dan Reno yang sesekali memberikan komentar mereka.
Sementara Kusuma banyak diamnya.
Tak akan masuk dalam pembicaraan yang terjadi di hadapannya, jika tidak ditanya.
Dimana pembicaraan itu pun tidak berlangsung lama. “Aku rasa sebaiknya aku dan Erna permisi untuk kembali ke kediaman kami sekarang.” karena Dad Anthony terdengar mencetuskan kalimat untuk berpamitan pada Reno dan kedua orang tuanya.
Yang ucapan Dad Anthony untuk berpamitan pada Reno dan kedua orang tuanya tersebut, itu langsung juga didukung oleh istrinya. Kemudian diiyakan oleh Reno dan kedua orang tuanya yang sudah juga nampak selesai dengan makan malam mereka.
“Kamu juga sebaiknya ikut pulang dengan kami ke kediaman kita, Andrew.” Dad Anthony kemudian bicara pada anak lelakinya.
“Iya, Dad.”
“Kalau begitu, kami pulang dulu ya?”
“Iya Erna.” Bunda Rina segera merespons ucapan Mom Erna barusan.
“Aku ambil peralatan sekolahku dulu.” Kemudian Andrew terdengar suaranya.
Sambil cowok itu bangkit dari duduknya, lalu hendak pergi ke kamarnya yang ada di rumah keluarga Reno.
🚬
“Tak apa jika Andrew masih ingin menginap di sini, Anthony, Erna. Aku ingin menjalin keakraban hubungan layaknya ayah dan anak dengan Andrew.” Ayah Peter lalu bersuara ketika Andrew telah hengkang dari ruang makan rumah keluarganya. “Karena rasanya Andrew sedikit menjaga jarak denganku dan tidak seperti Reno padamu.”
“Itu karena setiap kali Andrew ada dan menginap di sini, Ayah seringnya sedang sangat sibuk.” Reno yang dengan cepat merespons ucapan ayahnya itu. “Sementara aku dan Dad akan selalu saling menempel jika Dad sedang datang ke kota ini,” kata Reno lagi. “Kebalikan dari Ayah yang kalau Andrew sedang menginap di sini ayah seringnya sedang sangat sibuk, Dad punya banyak waktu luang kala ia sedang berkunjung ke sini.”
“Iya juga sih.”
Ayah Peter lalu manggut – manggut mengiyakan ucapan Reno. Dimana Dad Anthony hanya tersenyum saja. Begitu juga Mom Erna dan Bunda Rina. Dimana kemudian, suara Dad Anthony terdengar.
“Apa kamu sedang menyindir Ayah Petermu itu, Boy?” kata Dad Anthony sambil ia tersenyum memandang pada Reno.
“Sedikit ..”
Reno langsung menyahut dengan membuat gestur pada 2 jarinya.
“Tapi semoga saja sindiranku yang sedikit itu bisa membuat Tuan Peter Alexander peka kalau anak dan istrinya ini ingin lebih diperhatikan olehnya.”
“Apa selama ini aku kurang perhatian padamu, Nak? Karena sesibuk apapun Ayah dan meski aku tidak sedang ada di sini, kan Ayah selalu menyempatkan untuk menghubungi kamu?“ Ayah Peter kemudian merespons ucapan Reno dengan tersenyum dan merengkuh anak lelakinya itu melalui pundaknya.
“Ya tidak kurang perhatian padaku sih ..” timpal Reno atas ucapan ayahnya itu. “Tapi atas nama anak Ayah satu – satunya, aku tidak salah kalau meminta Ayah mengalahkan urusan bisnis demi aku kan?”
Reno menambahkan ucapannya.
“Sayangnya ga ada pasal yang mengatur soal perhatian seorang ayah untuk anaknya.”
Reno berkata lagi.
“Karena kalau ada, mungkin Ayah udah aku tuntut?”
Lima orang dewasa yang bersama Reno itu pun terkekeh bersama setelah mendengar ucapan Reno barusan.
🚬
Dad Anthony dan Mom Erna telah berjalan menuju pintu rumah keluarga Reno dengan diantar oleh Ayah Peter dan Bunda Rina. Dimana 4 orang itu berjalan tidak dengan pasangan masing - masing, melainkan lelaki dengan lelaki dan perempuan dengan perempuan.
Yakni Dad Anthony nampak berjalan bersisian dengan Ayah Peter di belakang Mom Erna dan Bunda Rina yang nampak asyik mengobrol santai, dengan Kusuma yang berada di belakang dua orang ayah dimana yang satunya sedang meminta kesediaan satu laki – laki yang ada disampingnya itu.
“Anthony,” Ayah Peter yang bersuara ini.
“Ya?” sahut Dad Anthony dengan cepat.
“Nanti saja, karena hari ini aku sudah cukup lelah.”
“Oh iya. Maafkan aku. Aku lupa kalau kamu telah mengorbankan waktumu untuk menyelamatkan putraku –“
“Aku tidak hanya menyelamatkan putramu, tapi juga putraku, Pete.”
“Ah iya –“
“Lagipula apa yang sudah aku lakukan itu bukanlah suatu pengorbanan, tapi sebuah kewajibanku sebagai seorang ayah pada dua putranya.”
“Iya, kamu benar, Anth.”
Ayah Peter terlihat menghela nafasnya kemudian.
“Dan aku merasa buruk, karena aku tidak ada bahkan telat tahu kalau Reno juga Andrew sedang dalam bahaya.”
“Itu karena kau terlalu fokus dengan urusanmu yang lain, Pete –“
“Ya aku kan juga harus mengurus ke –“
🚬
Ayah Peter langsung memutus ucapannya.
‘Hampir saja aku keceplosan!’
Dimana Ayah Peter berseru dalam hatinya.
“Maksudku aku juga harus fokus pada bisnis yang dilimpahkan Ayah Aditama padaku untuk kelangsungan keluarga ini juga.”
🚬
“Jadi .. walaupun berat hati dengan sering jauh dari Reno dan Rina, apa yang aku lakukan juga untuk kepentingan mereka .. meski kau pasti akan membantuku bila bisnis Aditama berada di titik terendah, tapi tetap saja aku merasa harus bekerja keras agar bisnis Aditama dapat berjalan lancar seperti sekarang, bahkan lebih sukses lagi ke depannya .. makanya aku sedang menambah bisnis baru dalam Aditama Corp dan itu yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Heem ..”
Dad Anthony hanya berdehem saja menanggapi ucapan panjang lebar Ayah Peter itu.
Sementara ada yang membatin sinis saat Dad Anthony berdehem menanggapi ucapan Ayah Peter yang panjang lebar tadi. ‘Heh! Lo ga tau aja, kalau Anthony udah tau semua tentang bisnis baru lo itu. Yang ga akan dapat bantuan sedikitpun dari Anthony yang tau bangkai yang sudah lo tutupi selama belasan tahun. Dasar laki – laki munafik!’
“Jadi aku sangat berharap kamu mau meluangkan waktumu untuk aku yang ingin membicarakan bisnis baruku ini denganmu ..” suara Ayah Peter terdengar lagi. Dan yang sedang membatin tadi kemudian kembali memperhatikan Ayah Peter. “Sangat bagus prospeknya, tapi aku kekurangan dana segar ..”
Ayah Peter kemudian menampakkan cengirannya. Dimana Dad Anthony nampak menyungging samar tanpa disadari oleh Ayah Peter.
“Aku akan memberitahumu saat aku memiliki waktu luang untuk mengobrol denganmu, Pete ..”
Lalu suara Dad Anthony terdengar.
“Kalau bisa jangan terlalu lama ya Anth? ..”
Dan suara Ayah Peter terdengar cepat menimpali ucapan Dad Anthony itu.
Sementara seorang laki – laki yang berada di belakang Dad Anthony dan Ayah Peter, berdecih sinis dalam hatinya, seperti saat dia membatin tadi mengomentari ucapan Ayah Peter yang panjang lebar sebelumnya.
“Tapi andai kamu memang sedang banyak urusan, aku rasa Glenn dan Abi bisa kamu tunjuk untuk mewakili dirimu mendengarkan presentasiku itu.” Ayah Peter berkata lagi. “Atau kamu bisa menunjuk Kusuma –“
🚬
Mendengar namanya disebut, orang yang sebelumnya membatin dan berdecih sinis itu kemudian memfokuskan pandangannya pada Ayah Peter.
Namun yang bersangkutan hanya tersenyum tipis saja.
“Atas nama dia adalah orang kepercayaanmu selain August, aku rasa Kusuma akan memahami penjelasanku untuk selanjutnya ia jelaskan padamu. Iya kan Kusuma? ..”
“Aku hanya menunggu perintah dari bosku aja.”
“Lihat saja nanti .. manfaatkan saja waktumu untuk memperhatikan Reno dan Rina saat kau sedang bersama mereka sekarang ini.”
Dad Anthony nampak ingin menyudahi pembahasan Ayah Peter tentang apa yang tadi dia selipkan dalam obrolannya dengan ayahnya Andrew itu.
“Aku permisi sekarang.”
Lalu Dad Anthony benar – benar memutus pembicaraannya dengan Ayah Peter, saat Andrew dan Reno terlihat sedang berjalan mendekat ke tempatnya dan Ayah Peter serta Kusuma sedang berada.
“Satu saja pesanku padamu, Pete. Tolong jaga Reno dan Rina dengan sangat baik, ‘sesibuk’ apapun dirimu ..”
Dad Anthony lalu menyempatkan untuk memberi pesan pada Ayah Peter, dimana ada satu kata yang sarat makna dalam ucapan ayahnya Andrew itu barusan pada ayahnya Reno.
“Jangan sampai kau mengecewakan mereka dengan teramat, lalu mereka berdua mengadu padaku dan memintaku untuk menyakitimu. Karena aku tidak akan segan untuk mengabulkan permintaan mereka itu, andai itu terjadi.”
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
To be continue...