THE TWO BLACK DRAKES

THE TWO BLACK DRAKES
PART 26



Happy Reading.


🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬


Yang tenang belum berarti ga bisa baku hantam.


🚬🚬


🚬🚬


“HAJAR!”


Sebuah seruan nyalang terdengar pada sebuah lapangan.


Dimana seruan itu tertuju pada beberapa orang cowok yang siap maju bersamaan, untuk menyerang satu orang cowok yang sedang dalam cengkraman satu cowok lain yang merupakan salah seorang teman dari dua yang sudah mendapatkan hantaman di salah satu bagian tubuhnya.


Lalu cengkraman salah seorang cowok yang ada di hadapannya itu kemudian dieratkan, ketika seruan nyalang itu terdengar. Dengan yang bersangkutan mencetuskan satu ucapan pada cowok yang dicengkeramnya, “Mati lo bocah SMA sialan!” katanya.


“Huh!”


Dia yang dibilang bocah SMA sialan hanya mendengus samar.


Reno, yang dibilang bocah SMA sialan itu oleh orang yang sedang mencengkeramnya dengan kuat. Dan dianggap akan segera babak belur di tangan teman-temannya, karena merasa ia sudah sangat memegangi Reno dengan kuat dan membuat Reno tak akan bisa lepas darinya. Lalu Reno akan dijadikan samsak tinju hidup oleh teman-temannya dan dirinya juga.


Setidaknya begitu yang sudah dibayangkan oleh cowok yang sedang mencengkeram tubuh Reno itu dengan kuat.


GUBRAG!


Namun sayangnya, angan si cowok yang mencengkeram Reno dengan kuat itu rasanya hanya sekedar angannya saja.


Karena didetik setelah ia berbisik mengancam Reno dengan pongahnya, Reno malah membuatnya terbanting ke atas lantai lapangan basket dengan kerasnya.


Well, untuk sekedar info saudara-saudara, Reno sudah mempelajari taekwondo dari sejak kecil dan sering menjuarai berbagai turnamen---jadi urusan banting membanting orang, bisa dikatakan hal yang biasa bagi Reno.


Belum master, baru sembilan pola gerakan taekwondo dan dua ratus tiga puluh tiga jurus saja yang sampai dengan saat ini Reno kuasai.


Lumayan lah ya?


🚬🚬


Yang mana kelumayanan Reno dalam taekwondo itu kemudian membuat beberapa cowok yang sebelumnya telah siap untuk mengeroyoknya menjadi terperangah dan berhenti menggerakkan kaki mereka, setelah melihat satu temannya dengan mudah Reno banting dengan kerasnya ke lantai lapangan basket di kaki Reno.


Tercengang.


Pada anak SMA yang mukanya terlihat kalem, tapi telah sanggup merubuhkan tiga orang dari mereka dalam waktu berdekatan dengan mudahnya.


Yang jelas lebih tua usia dari Reno dan diatas Reno jenjang pendidikannya.


Bahkan yang barusan dibanting Reno dan orangnya kini sedang merintih dan bergerak ke kanan ke kiri dengan gelisah, perawakannya cukup tinggi tegap.


Lebih menonjol dari teman-temannya, dan bila dia berdiri diantara teman-temannya itu---yang barusan dibanting Reno terlihat bak yang paling kuat, karena proporsi tubuhnya.


Tapi nyatanya dia dengan mudahnya Reno lumpuhkan.


Dengan sekali dibanting saja.


Hanya saja sih memang tak pelan bantingan Reno saat menghantamkan tubuh cowok yang mencengkeram dirinya sebelumnya.


Ditambah Reno sempat menendang juga perutnya.


🚬🚬


“BERI!”


Teriakan yang terdengar begitu bernafsu tak lama terdengar kemudian.


Bersamaan dengan mereka yang tadinya sempat terperangah dan tercengang melihat Reno membanting salah seorang teman mereka dengan mudahnya, yang adalah beberapa cowok yang merupakan teman dari orang yang membuat Reno geram karena sudah mencederai cewek yang sudah Reno anggap sebagai adiknya sendiri, pun menyayangi cewek yang tomboy baik penampilan dan kelakuannya itu---kini maju secara bersamaan untuk menyerang Reno.


Yang orangnya langsung berdecih malas, namun Reno sudah memasang kuda-kuda.


Bukannya sok jago, tapi Reno pantang pergi sebelum menyelesaikan urusannnya. Dan urusannya dengan cowok yang bernama Eka itu belum selesai.


Meski cowok itu sempat rubuh karena dihantam telak tepat di bawah dagunya oleh Reno, yang bahkan membuat satu giginya copot.


Namun cowok itu terlihat masih sadarkan diri, walaupun Reno sempat meliriknya duduk dengan meringis memegangi rahangnya. Terlihat kesakitan, namun sepertinya dia masih ingin melihat teman-temannya mengeroyok Reno hingga babak belur.


Dan cowok bernama Eka itu duduk di salah satu tempat duduk yang ada tepat di pinggir lapangan basket tempatnya bermain bersama teman-temannya tadi sebelum Reno datang.


Eka menatap nyalang pada Reno, dan meski sempat ikut terperangah dan tercengang saat Reno merubuhkan dua temannya yang lain, Eka masih yakin kalau Reno tak mungkin bisa mengatasi beberapa teman-temannya yang kini sudah  maju bersama untuk merubuhkan Reno---jadi walau kesakitan, cowok itu enggan untuk beranjak dari lapangan basket tempatnya sedang berada sekarang.


🚬🚬


Sementara Eka memandangi Reno dengan nyalang penuh keyakinan kalau Reno tidak akan mampu melawan lebih jauh jika teman-temannya itu menyerang secara bersamaan, lalu nanti Eka akan balas apa yang sudah Reno lakukan padanya bahkan ia tegaskan akan lebih parah membalas Reno yang telah membuat copot satu giginya dan membuatnya cukup kesakitan di bagian wajahnya---Reno telah siaga di tempatnya, dimana di detik pertama ketika beberapa teman cowok Eka telah hendak menyerangnya dengan membuat formasi setengah lingkaran---Reno telah bergerak gesit menghindari dua orang yang hendak menyergapnya.


Lalu Reno terus bergerak gesit, saat dua orang lain hendak meninjunya---dimana satu kepalan tangan dari teman Eka yang hendak meninjunya itu kemudian Reno tangkap, dan Reno tendang dengan keras perut satu cowok itu hingga yang bersangkutan terjengkang.


Didetik berikutnya lagi, Reno kembali dengan gesit menghindari beberapa serangan yang hendak di tujukan padanya dari beberapa arah.


Reno dapat mengelak dan menangkis segala serangan itu dengan gesitnya.


Bahkan Reno beberapa kali dapat poin---ibarat sebuah pertandingan, karena tangan dan kakinya dapat menyapa duluan beberapa bagian tubuh beberapa orang yang sedang menyerangnya bersamaan itu.


Yang lumayan pertahanan mereka itu, yang pastinya sapaan tangan dan kaki Reno tersebut tidak lembut sama sekali di tubuh mereka---namun kemudian sekelompok cowok yang beberapa diantaranya sempat terkena tendangan dan pukulan Reno, bangkit tak seberapa lama mereka terjatuh atau terhuyung.


Reno tetap dapat mengatasi serangan yang dilakukan bersamaan, namun dengan gerakan yang berantakan itu.


Hanya saja lumayan lama pertahanan mereka, jadi Reno harus mengeluarkan banyak tenaga untuk bergerak menghadapi beberapa anak kuliah itu.


TASH!


Tangan Reno kembali bergerak untuk menangkis pukulan yang hendak mendarat padanya.


Tak sulit bagi Reno untuk melakukan pertahanan diri dari mereka yang ingin mengeroyoknya,


Karena ya itu, gerakan mereka berantakan. Jadi Reno dapat membaca serangan. Bahkan Reno jadi bisa membuat pertahanan yang tidak memungkinkan bagi teman-temannya Eka untuk bisa mengurungnya dalam formasi lingkaran.


Hanya saja keadaannya, teman-teman Eka itu punya cukup tenaga untuk tidak menyerah begitu saja---Reno juga manusia yang punya batas tenaga, yang kiranya cowok itu sudah bisa memprediksi batas pertahanannya. Belum lama pulang sekolah, belum sempet duduk di rumah malah.


Lalu di sekolah tadi Reno punya cukup banyak kegiatan baik sebagai siswa ataupun sebagai ketua MPK sekolah. Plus perutnya juga belum mendapat lagi asupan makanan dan minuman.


🚬🚬


‘Harus segera gue selesaikan, sebelum tenaga gue habis.’


Reno membatin dalam kegiatannya menghadapi beberapa anak kuliah yang sedang mencoba mengeroyoknya itu.


Reno juga sudah cukup terengah, tapi teman-temannya Eka juga masih nampak penasaran ingin merobohkannya, dan Reno dengan cekatan mengatur nafasnya.


Juga Reno menajamkan mata dan instingnya akan pergerakan lawan.


🚬🚬


Reno bertahan, dengan gesitnya ia melakukan pergerakan untuk menangkis pergerakan lawan.


Tak sembarang lagi mengeluarkan pukulan, karena bisa lebih cepat habis tenaganya kalau para lawan itu memang punya cukup stamina untuk bergerak.


Namun tetap, Reno sudah mulai merasa lelah dan bosan juga---jadi dia merasa harus segera menyelesaikan pertarungan dengan teman-temannya si Eka itu.


Lalu benar-benar menyelesaikan urusannya dengan cowok yang bernama Eka Arlan, untuk membalas si anak kuliahan yang sudah mencederai cewek yang bisa dibilang adalah adik angkatnya Reno---sampai geser itu tulang tangannya.


Jadi Reno langsung saja melayangkan pukulan kepada tiap teman Eka yang maju dan mencoba menghantamnya, dengan sisa tenaga yang ia punya.


Nampak masih sengit itu perkelahian Reno dengan teman-temannya Eka Arlan, sampai kemudian...


Suara tepuk tangan terdengar dari pinggir lapangan.


“LUAR BIASA MORENO ADITAMA ALEXANDER!”


Lalu seruan dari seseorang sangat antusias terdengar kemudian, bersamaan dengan tepukan tangannya yang orangnya kemudian berhenti di pinggir lapangan.


Membuat adegan perkelahian terjeda, dan semua mata mereka yang sebelumnya tengah sengit bertarung itu kompak melirik ke sumber suara. Memandang pada arah seseorang yang baru datang sambil bertepuk tangan dan berseru sangat antusias itu.


Andrew, dia gerangan yang bertepuk tangan dan berseru antusias sambil cengengesan memandang ke arah Reno.


🚬🚬


Reno tersenyum miring di tempatnya, kala ia mendapati Andrew sudah berada di tempat yang sama dengannya---Baguslah!. Yang Reno serukan dalam hatinya.


Kedatangan Andrew rasanya bisa mempersingkat sesi duelnya dengan teman-temannya si Eka Arlan yang sudah membuat Reno bosan dan juga mulai kelelahan, jadi Reno senang Andrew datang.


Tapi yang terjadi kemudian adalah...


“Ya Udah Silahkan Teruskan Tuan Muda Moreno!”


Andrew berseru lagi dengan antusiasnya sambil bibirnya membentuk ekspresi tawa.


“Rubuhkan Mereka Semua! Ganbatte!” seru Andrew lagi.


“Botak Sialan!”


Yang Reno serukan pada Andrew kemudian. Karena bukannya memberi bantuan pada dirinya yang udah ngos-ngosan, malah jadi tim sorak itu si Andrew dengan ekspresi penuh ketengilan.


“Kamu Pasti Bisa!”


Seruan keluar lagi dari mulut Andrew dengan masih cengengesan itu cowok.


“Emang bener-bener sialan.”


Yang Reno gumamkan, karena Andrew punya kelakuan.


Bugh!


“Mampus Lo Sekarang!”


Reno kecolongan, gara-gara itu si Andrew sialan.


Wajah Reno jadi terkena pukulan, yang untungnya hanya sekali saja itu pukulan yang sampai ke dirinya.


Dan Reno kini kembali fokus pada para lawannya, dimana Andrew kemudian nampak bicara pada seseorang yang ada di sampingnya, yang hendak maju untuk menghentikan perkelahian timplang di lapangan basket dalam hadapan.


🚬🚬


Andrew membuat konsentrasi Reno hilang fokus, hingga pertahannya jadi berantakan.


Pertahanan setengah lingkaran yang sebelumnya Reno buat, kini jadi merugikannya. Karena Reno telah dikelilingi oleh teman-teman Eka meskipun mereka sudah terlihat lelah.


Namun dorongan untuk mengeroyok Reno lalu memukulinya dengan membabi buta, kuat dalam hati mereka yang mengabaikan Andrew---dimana tadinya mereka berpikir jika cowok yang proporsi tubuhnya macam anak kuliahan itu, akan masuk dalam perkelahian.


Gede badan aja.


Begitu pikiran teman-teman Eka yang sudah mengerubungi Reno.


Karena pasalnya, Andrew juga tidak menampakkan gelagat akan masuk dalam perkelahian.


Dan dia kemudian terlihat bicara dengan orang di sampingnya, disaat Reno sudah dikerubung dan bisa mendapatkan serangan dari belakang.


Yang mana hal itu sudah akan terjadi sekarang.


Eka Arlan yang sebelumnya duduk di pinggir lapangan, nampak berjalan di belakang Reno dengan sebuah batu di tangannya.


“Mati---“


DUG!


Eka Arlan sudah hendak memukul kepala Reno dengan batu.


Namun sebelum itu terjadi, sebuah bola tenis menyapa kepalanya.


“ARGH!”


Cowok itupun memekik dengan spontan.


Membuat semua teman-temannya yang sudah mengerubungi Reno kemudian menoleh padanya.


Yang selanjutnya Reno manfaatkan, untuk benar-benar menjatuhkan itu semua lawan. Dan kali ini, Andrew turun tangan.


Jadi itu sesi perkelahian berbasis pengeroyokan, cepat selesai.


Reno dibantu Hercules junior soalnya. Yang tenaganya kebetulan terisi penuh.


Ya udah, selanjutnya pada Andrew sebagian lawan ia serahkan.


Dimana hanya sebentar saja, para lawan yang memang sudah kelelahan---Andrew dan Reno rubuhkan dengan tanpa belas kasihan.


Lalu kini, kesemua cowok yang mencoba mengeroyok Reno itu sudah pada telentang di lantai lapangan---mengaduh kesakitan dalam ketidakberdayaan untuk kembali menyerang Reno.


Jangankan menyerang, untuk bangun saja sudah sulit itu teman-temannya Eka Arlan yang pada sok jagoan.


Yang kemudian teman-teman lainnya yang tidak ikut serta dalam percobaan pengeroyokan Reno, bergerak untuk membantu teman-teman mereka tersebut, itupun setelah Reno berseru untuk mempersilahkan itu para manusia yang terkapar untuk diberi pertolongan.


Dimana sebelumnya tak ada yang berani mendekat, karena ngeri pada Reno dan Andrew yang terlihat bengis saat melakukan ‘penutupan’ perkelahian.


*


Beberapa orang yang mencoba mengeroyok Reno itu mulai dipapah oleh teman-teman mereka yang lain yang tidak ikut sok-sokan dalam adu kekuatan melakukan penyerangan yang timplang, membawa kesemua cowok yang disebut Andrew sebagai pecundang itu ke pinggir lapangan.


“Terkecuali dia.”


Namun saat Eka Arlan hendak dibantu, larangan keluar dari mulut Reno pada teman Arlan yang hendak menolongnya.


Selain Eka bertanya tak paham pada Reno yang lalu menjelaskan tentang kejadian yang menimpa Fania, dan Eka mengakuinya.


Cowok itu meminta maaf.


“Lo udah bikin adik gue geser tulang tangannya, jadi lo harus mendapatkan ganjaran yang sama.”


Reno bicara pada Eka dengan dinginnya.


“Biar gue aja.”


Andrew yang menawarkan diri, saat Reno sudah hendak meraih tangan Eka yang sudah nampak panik itu.


Lalu


KRAAKK!


"Sorry, tenaga gue kebablasan."


Andrew berucap dengan entengnya.


Karena tulang Eka yang hendak ia geser, malah patah.


🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬


To be continue...