
Happy Reading.
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
“Aku Mau Kasih Mereka Pelajaran Pa!”
“Tentu mereka akan Papa kasih pelajaran!”
“....”
“Enak aja mereka bikin kamu begini kondisinya—“
“Mereka juga udah mempermalukan aku Pa! Aku ga terima, dan aku pengen mereka disiksa!”
“Kamu tenang aja, akan Papa atur soal itu. Papa juga akan menekan keluarga dua anak itu—“
***
“Siapa Pa?”
“Orangnya bapak itu dua anak yang udah ngeroyok kamu, yang nyambungin Papa sama itu bapaknya mereka—“
“Ngapain?! Mau kasih ganti rugi?—“
“Minta damai—“
“Papa ga terima tapi kan?—“
“Dia ngancem Papa—“
“Gertak doang pasti, Pa! Emang siapa dia?! Aku aja ga kenal itu anak dua. Ga terkenal macam si Maudy anaknya Om Anto yang punya ratusan aset di ini negara. Yakin cuma keluarga kaya tingkat C doang itu dua bocah SMA sialan!”
“Ga usah dibilang, Papa juga tau itu orang cuma gertak sambel! Siapa emang selama ini yang ga mikir mau ngancem Papa kalo udah denger nama Papa?! Berani-beraninya dia ngancem Papa. Cari mati!”
***
“Gimana Pa?—“
“Tenang aja, semua udah Papa urus.”
“Bilang sama orang suruhan Papa, mereka jangan diapa-apain sampe aku dateng...”
“Tapi kamu begini keadaannya, gimana?... udah kamu tetep di sini aja. Soal itu dua anak serahin sama si Ipan yang pasti bisa membuat keadaan mereka jadi lebih parah dari kamu. Sekalian kasih pelajaran karena bapaknya berani ngancem Papa! Biar itu orang tau siapa Papa kamu ini”
“Aku masih bisa jalan Pa! Pokoknya aku mau liat dua bocah SMA sialan itu tersiksa dengan mata kepala aku sendiri!—“
“Ya udah terserah!”
“Rencana Papa emang gimana?”
“Papa suruh si Bonny sama beberapa temen satu instansinya yang mata duitan buat jemput itu dua anak di rumahnya, dan Papa udah suruh si Ipan dan kawan-kawan yang beresin itu dua anak sampe patah-patah tulangnya.”
🚬
🚬
“You think they’re real cops, or just some clowns who wear uniform?” (Menurut lo mereka polisi beneran, atau cuma para badut yang pakai seragam?)
Dimana dua orang yang menjadi target untuk dipatahkan tulangnya itu, kini sedang saling bicara santai. Meski keduanya sedang digiring untuk masuk ke dalam sebuah mobil Van.
“These three could be real. But they’re person who make dirty others police name who work truly in their job.” (Yang tiga ini bisa jadi benar polisi. Tapi mereka oknum yang membuat polisi lain yang benar-benar melakukan pekerjaan mereka menjadi kotor namanya)
Reno dan Andrew berkomunikasi dengan bahasa asing, sesuai dengan rencana mereka yang tercetus secara spontan. Karena ada kecurigaan dalam hati duo sahabat itu, atas kedatangan beberapa orang ke rumah keluarga Reno yang tiga diantaranya menggunakan seragam kepolisian resmi.
Namun tanpa dibicarakan dalam ucapan, Reno dan Andrew terkoneksi batin.
Merasa, kalau kedatangan tiga orang berseragam kepolisian dan beberapa lainnya yang menggunakan pakaian bebas menyiratkan kejanggalan.
“But those, are some village civilian.” (Tapi yang itu, cuma preman kampung)
Andrew menambahkan ucapannya, sambil menunjuk ke arah beberapa orang dekat Van yang berpakaian bebas.
🚬
Walau kiranya Reno dan Andrew yakin jika mereka hendak dibawa pergi dari rumah keluarga Reno karena dikatakan adanya tuduhan atas tindak pengeroyokan yang keduanya lakukan, tapi duo sahabat itu tetap mengiyakan untuk ikut dengan beberapa orang yang mengatasnamakan aparat kepolisian itu, setelah menenangkan Bunda Rina yang tidak diperbolehkan ikut untuk menyertai Reno dan Andrew oleh orang-orang yang memakai seragam dan mengatasnamakan instansi yang berdiri untuk melayani masyarakat yang biasanya berhubungan dengan ragam tindak kriminal.
“Prepare yourself, because we might get hit while we get inside this Van.” (Persiapkan diri lo, karena kemungkinan kita akan dipukul saat kita masuk ke dalam Van ini)
Reno kembali bicara pada Andrew, dengan tetap menggunakan bahasa asing seperti yang sudah ia dan sahabat rasa saudaranya itu rencanakan secara spontan. Setelah dirinya dan Andrew telah berada di hadapan pintu mobil Van.
“How about if they’re directly blow our head?..” (Gimana kalo mereka langsung meledakkan kepala kita?)
Andrew langsung menanggapi ucapan Reno yang berupa peringatan untuk diri keduanya sendiri. Dimana Reno mendengus samar seraya tersenyum tipis setelah mendengar sahutan Andrew itu.
Dan keduanya terus diperhatikan oleh tiga orang yang menggiring Reno dan Andrew ke sebuah Van dibelakang mobil yang didepannya. Namun ketiganya hanya mendengarkan saja duo sahabat yang sedang kasak-kusuk menggunakan bahasa asing itu, karena tidak paham.
“Cepat masuk!” yang tak seberapa lama kemudian, Reno dan Andrew berhenti kasak-kusuk saat sudah disuruh untuk segera masuk ke dalam mobil Van dihadapan keduanya itu.
“That’s why we should keep our eyes open.” (Makanya kita perlu untuk menjaga mata kita tetap terbuka)
Namun Reno kembali berucap pada Andrew, sambil ia masuk duluan ke dalam Van.
Dan Andrew langsung lagi menimpali ucapan sahabat rasa saudaranya itu.
“I’ll watch you, cause I will throw up if I see your brain messed up at first.” (Gue akan mengawasi lo, karena gue akan muntah kalau gue duluan yang lihat otak lo berceceran)
Reno pun langsung terkekeh setelah mendengar selorohan Andrew yang menyusulnya masuk Van tak lama setelah Reno masuk ke dalam mobil tersebut. Membuat mereka yang berada didekat Andrew dan Reno itu lebih fokus selain heran kepada dua laki-laki yang mereka anggap bocah itu.
Dimana keduanya tidak nampak tegang sama sekali, apalagi ketakutan. Malah sempat-sempatnya bercanda.
Namun kemudian Reno dan Andrew sama-sama diam setelah keduanya duduk bersebelahan di bagian tengah Van, dengan diapit dua orang yang berwajah sangar.
🚬
GREP!
Tak lama setelah Reno dan Andrew duduk sambil mereka bersikap waspada untuk kiranya saling melindungi jika hal buruk yang sempat dikatakan Andrew terjadi, pundak Reno dan Andrew dicengkeram dari belakang oleh dua orang yang memegangi masing-masing kedua pundak sepasang sahabat kental itu.
Reno dan Andrew sedikit terkesiap secara spontan dan saling menoleh juga, kala pundak mereka tahu-tahu dicengkeram dengan agak kasar itu. ‘Tepat seperti dugaan.’ lalu Reno dan Andrew sama membatin.
“Jangan berani bergerak kalau ga mau usus kalian berdua berceceran!” lalu kalimat ancaman keluar dari mulut salah seorang dari dua yang mengapit Reno dan Andrew, saat pundak keduanya dicengkeram dari belakang.
Dan orang yang mengeluarkan kalimat ancaman itu sudah menodongkan pisau ke dekat perut Reno namun tidak sampai menempel, dan satu rekannya melakukan hal yang sama pada Andrew. Lalu orang yang menodong Andrew dengan pisau itu kemudian ikut melontarkan kalimat.
“Jadi mending kalian patuh!—“
“Siapa suruh berani-beranian ngeroyok anak Pak Maulana Arlan?!” lalu celetukan keluar dari seorang lain yang memegangi pundak Reno. “Bocah ingusan tapi udah sok belagu!”
Lalu celetukan dari salah seorang lain yang adalah kawanan mereka yang Andrew sebut sebagai preman kampung terdengar, menimpali ucapan temannya. “Siap-siap karena kalian bakal kita orang pukuli habis-habisan bahkan mungkin sampe kalian mati!”
Sambil ia sedang mendorong tubuh Reno dan Andrew yang didorong bersamaan, dengan tangan keduanya yang dipegangi lalu hendak ditarik kebelakang untuk diikat.
“Makanya jangan belagu!—“
‘Fckin a$shole!’* ( Dasar sialan!)
Andrew menggeram dalam hatinya, kala kepalanya didorong seenaknya oleh salah seorang dari para preman kampung itu.
Reno juga mendapat perlakuan yang sama seperti Andrew, dan sama juga macam sahabat rasa saudaranya itu, Reno langsung merasa kesal.
‘Ayah sama Bunda aja ga pernah toyor kepala gue,’ batin Reno yang kesal. 'Ini orang berani - beraninya! Awas aja nanti!' batin Reno lagi yang tak terima karena kepalanya ditoyor oleh salah seorang preman kampung yang ada di sebelahnya.
Kemudian di detik berikutnya Reno saling lirik dengan Andrew. Disaat satu orang kembali keduanya dengar berkata.
“Bentar lagi mati kan?!—“
Kemudian tawa orang-orang di mobil Van itu menggema.
🚬
Namun hal itu tak berlangsung lama.
Karena tak lama setelah tawa ejekan itu menggema dari mulut orang-orang dalam mobil yang dikatakan Andrew sebagai para preman kampung itu, suara aduhan terdengar.
“ARGHH!..”
Dari dua preman kampung yang ada disamping kiri dan kanannya Andrew serta Reno.
Yang perutnya tertancap pisau yang mereka pegang sendiri.
Dimana pisau tersebut, sebelumnya kedua preman kampung itu gunakan untuk mengancam Andrew dan Reno agar patuh.
Namun kini, pisau di tangan dua orang tersebut, telah di tertancap di perut mereka masing – masing dengan tanpa mereka duga karena asyik tertawa meledek Andrew dan Reno.
Karena dikala dua orang preman kampung itu tertawa dengan teman-temannya dalam mobil, hal itu digunakan Andrew dan Reno untuk mengambil kesempatan menumbangkan orang – orang yang sudah keduanya yakini hendak menculik lalu menghajar mereka atas suruhan seseorang yang sudah Andrew dan Reno duga siapa.
🚬
Andrew dan Reno sudah saling mengkode dengan lirikan mata mereka sebelumnya.
Sesaat ketika kepala mereka habis ditoyor dengan kurang ajarnya oleh dua orang preman kampung di masing – masing sisi Andrew dan Reno.
Dimana duo sahabat rasa saudara itu langsung melakukan pergerakan nan gesit yang kurang lebih sama.
Yang mana dimulai dari mencengkeram tangan dari dua orang preman kampung yang menodongkan pisau ke arah perut mereka, lalu Andrew dan Reno menusukkan dengan cepat pisau itu ke orang yang menodongkan pisau tersebut pada keduanya.
Dan sedetik setelah itu, Andrew dan Reno yang menahan pisau itu diperut dua preman disamping mereka agar dua orang tersebut tetap menjadi lunglai dengan tusukan pisau di perut mereka---langsung juga menghantamkan kepala keduanya ke kaca jendela mobil dengan sekuat tenaga.
"Itu Balasan Karena Udah Berani Toyor Kepala Gue!" geram Reno setelah menghantamkan kepala preman kampung yang tadi menoyor kepalanya, ke kaca jendela mobil Van di samping orang tersebut. Lalu Reno tekan pisau yang menancap di perut orang tersebut sampai yang bersangkutan terdengar mengaduh sangat kesakitan sebelum nampak tak sadarkan diri.
Membuat keadaan di dalam mobil yang hendak membawa Andrew dan Reno untuk diculik dan siksa, gaduh seketika. Membuat kepanikan dari para orang – orang bayaran yang ada di dalamnya.
🚬
Dua orang di belakang Andrew dan Reno langsung memegangi kuat rambut Reno, dan yang satunya menjegal leher Andrew.
Namun keduanya dengan cepat meloloskan diri dari cengkeraman dua preman kampung yang ada di kursi belakang Van, dimana Andrew dan Reno kemudian dengan sangat gesit membagi tugas untuk segera menumbangkan dua orang yang ada di kursi penumpang belakang mobil Van yang sedang Andrew dan Reno tumpangi itu.
Dengan keduanya yang balik mencengkeram kepala dua orang preman kampung yang sedang mereka atasi, kemudian dihantamkan dua kepala itu dengan amat keras. Setelah sebelumnya Andrew dan Reno menangkis pisau yang sudah dua preman itu keluarkan dari salah satu bagian pakaian mereka. Dan pisau itu kemudian Andrew serta Reno rebut juga.
🚬
Agak sengit sesi Andrew dan Reno untuk melumpuhkan dua preman kampung yang ada di kursi belakang Van, karena posisi mereka saat ini membuat Andrew dan Reno kurang leluasa bergerak. “BRENGSEK KALIAN!”
Satu suara dari arah bagian depan kursi penumpang mobil terdengar, dimana satu preman yang duduk di kursi penumpang depan kemudian bergerak dengan cepat menarik Reno yang kesampaian ia jegal lehernya hingga Reno tertarik sampai ke bagian depan mobil.
Reno agak tersudut.
Sementara Andrew jadi double kerja menghadapi dua orang preman kampung yang masih terus mencoba menundukkan Andrew walau hidung mereka telah mengeluarkan darah akibat di jotos dengan sangat kuat oleh Andrew dan Reno sebelum Reno dibekuk oleh satu orang preman kampung yang duduk di kursi penumpang depan.
“Argh!”
Suara rintihan keluar dari mulut Reno, karena perutnya dihantam oleh preman kampung yang mengemudikan mobil.
Mendengar itu, Andrew langsung melengos ke arah Reno.
Namun karenanya Andrew jadi kecolongan. Hingga wajahnya mendapat jotosan dari satu orang preman kampung di kursi penumpang belakang yang paling dekat dengannya.
Tapi satu jotosan itu tak langsung menumbangkan Andrew begitu saja, yang kemudian bergerak cepat dan memposisikan dirinya ke bagian tengah mobil lalu menempatkan kedua tangannya di dua kursi ---- Andrew membuat tubuhnya terangkat di udara dengan kakinya yang terarah untuk menendang dua preman di kursi belakang hingga mereka terdorong sampai kepalanya membentur bagian belakang mobil.
Sementara Reno, yang sehabis mendapatkan pukulan di perutnya pun tidak langsung tumbang begitu saja.
Ia melakukan perlawanan. Dimana tangan Reno yang sebelumnya memegangi tangan satu preman yang menjegal lehernya, kini salah satunya terulur ke kemudi mobil yang Reno buat sang pengemudi jadi panik karena mobil jadi bergerak tak beraturan.
Reno ingin mengeluarkan pisau dari saku jaketnya yang diselipkan oleh satu bodyguard yang mengambilkan jaketnya dan Andrew, dan menusuk preman yang bertugas sebagai pengemudi mobil Van yang hendak membawanya dan Andrew untuk dijahati.
Namun Reno urungkan niatan itu, karena ada kemungkinan orang tersebut bisa menarik pisau yang Reno tancapkan, kemudian pisau itu akan menjadi bumerang untuk Reno sendiri. Macam yang terjadi pada dua preman yang pertama kali ia dan Andrew tumbangkan.
Jadi Reno urungkan niat untuk mengeluarkan pisaunya dan menusuk si preman kampung pengemudi.
Andrew juga tak sempat mengeluarkan pisau dari dalam saku jaketnya yang sama diselipkan oleh bodyguard yang paham maksud perkataan Andrew padanya sebelum ia dan Reno ikut pergi menuruti kemauan tiga orang yang berseragam aparat.
Dimana ada pertimbangan tentang keselamatan Bunda Rina juga karena keberadaan orang – orang yang sudah Andrew dan Reno curigai sebelumnya. Yang keduanya rasa kemungkinan besar akan berbuat onar di rumah keluarga Reno, lalu Bunda Rina bisa saja terluka karena mereka kalah jumlah.
Jadi Andrew dan Reno memilih mengikuti permainan orang – orang yang menjemput keduanya, agar Bunda Rina aman dulu.
🚬
Kembali kepada adegan dimana Reno membuyarkan fokus si preman pengemudi dengan membuat kemudi mobil tersebut jadi oleng.
Yang atas tindakan Reno itu, si preman yang mengemudikan mobil Van tersebut, tak lagi fokus pada Reno dan hal itu Reno manfaatkan untuk mengurus satu preman yang kian kuat menjegal lehernya.
Kedua tangan Reno telah terangkat untuk meraih leher orang yang menjegal lehernya itu. namun sebelum tangan Reno sampai, Andrew telah bergerak cepat meraih tali sabuk pengaman di kursi penumpang depan yang kemudian Andrew lingkarkan tali itu ke leher orang yang sedang menjegal Reno.
Andrew tak menemui hambatan untuk itu, karena dua orang yang pertama tertusuk perutnya dengan pisau mereka sendiri itu masih tak sadarkan diri.
Entah pingsan atau mati, Andrew juga Reno tak peduli.
Lalu dua preman kampung yang ada di kursi penumpang belakang, masih nampak payah setelah wajahnya di tendang Andrew, lalu kepala mereka terbentur keras ke bagian belakang mobil.
Dan sekarang Andrew masih terus menahan tali yang ia lingkarkan ke leher satu preman yang sebelumnya menjegal leher Reno, dimana Reno kini sudah terbebas dari jegalan tersebut. Namun tak langsung bergerak untuk membantu Andrew, karena Reno perlu menstabilkan nafasnya dulu.
Kemudian setelah nafasnya mulai Reno rasa mendingan, ia hendak menghantam perut satu preman yang sedang dicekik Andrew menggunakan tali sabuk pengaman mobil dari belakang itu. Hanya saja tak kesampaian, karena punggungnya di hantam oleh pukulan dari preman yang mengemudikan mobil.
Reno jadi tersungkur ke arah preman yang sedang dicekik Andrew.
Dimana tubuh Reno kemudian dikunci oleh kaki satu preman kampung tersebut, tapi Reno langsung memberikan hantaman ke paha satu preman itu yang tetap bertahan mengunci tubuh Reno.
Yang satu ini nampak lebih kuat daripada teman-temannya, karena dia perlahan bisa melonggarkan cekikan sabuk pengaman yang dilingkarkan dengan kuat oleh Andrew sambil ditarik dan ditahannya ---- lalu kakinya tetap mengunci Reno. Yang tetap bertahan, meski sudah berkali – kali Reno hantam dengan tinjunya.
Lalu selanjutnya, Andrew dan Reno mulai merasa mereka akan kewalahan, karena dua orang preman kampung di kursi penumpang belakang sudah mulai mendapatkan fokus mereka lagi. Dan tanpa Andrew dan Reno duga mobil yang sedang mereka tumpangi dan sedang dalam kegaduhan berhenti secara tiba – tiba di suatu jalanan sepi, dimana si preman kampung yang bertindak sebagai pengemudi kemudian berteriak ke arah belakang.
‘Ah iya, gue lupa kalau ada tiga orang itu.’
Andrew yang membatin. Ingat, pada tiga orang yang berseragam aparat lainnya.
Dilupakan, karena mereka berada di mobil yang berbeda, namun mengiringi mobil Van yang membawa Andrew dan Reno tepat di belakang.
Andrew dan Reno kemudian saling tatap.
Merasa jika ada tiga bantuan untuk para preman kampung di dalam Van, rasanya mereka akan terdesak.
Lalu akan berada di posisi yang tidak menguntungkan.
Dan tak lama kemudian, yang Andrew dan Reno khawatirkan terjadi.
Mobil Van yang sudah berhenti itu, pengemudinya langsung meraih Reno yang langsung ia jegal lagi.
Lalu Andrew kini mendapat perlawanan dari satu orang yang ia cekik dengan sabuk pengaman mobil sebelumnya.
Tapi Andrew dan Reno tetap juga melakukan perlawanan.
Hingga di detik dimana pintu mobil Van pada bagian tengah yang bermodel pintu geser itu terbuka, Andrew dan Reno kemudian mendapat todongan senjata api.
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
To be continue...