
Happy Reading.
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
Reno, Andrew dan Bunda Rina sedang menyantap makan malam mereka dengan santai dan hangat layaknya seorang ibu dan dua anak lelakinya.
“Maap Nyonya, Den Reno, Den Andrew. Anu... ada polisi dateng.“ Sampai seorang satpam yang sedang dalam jam tugasnya, datang dengan sangat tergesa ke hadapan tiga orang yang sedang makan malam itu.
Membuat Reno, Andrew dan Bunda Rina spontan menghentikan makan mereka.
Dimana Bunda Rina langsung nampak terkejut selain heran. “Polisi?—“
“Iya, Nyah,” timpal si satpam dengan cepat.
Wahyu.
“Tapi ada perlu apa polisi ke sini?—“
“Bunda di sini aja, biar aku dan Reno yang menemui mereka.”
Andrew menyambar untuk bicara kala Bunda Rina tengah bertanya pada Wahyu, setelah ia dan Reno sempat saling lirik.
“Engga, engga. Kalian yang tunggu di sini, biar Bunda aja yang temui mereka,” sahut Bunda Rina. “Siapa tahu itu ada hubungannya dengan masalah di Yayasan—“
“Kami akan temani Bunda...” pungkas Reno. Yang langsung diiyakan dengan cepat oleh Andrew, dan Bunda Rina pun mengangguk.
🚬
“Selamat malam. Ada yang bisa saya bantu?...”
Bunda Rina sudah berada di teras rumahnya, bersama dengan Reno dan Andrew yang berdiri tepat dibelakangnya.
Begitu juga Wahyu, dan dua asisten rumah tangga keluarga Reno yang wajahnya kini sama khawatir seperti Bunda Rina.
“Kami ingin menjemput dua anak ibu itu.”
Lalu salah seorang dari orang-orang yang berseragam kepolisian itu maju dan menjawab pertanyaan Bunda Rina, sambil menunjuk ke arah Andrew dan Reno.
Dimana sepersekon setelah itu, Andrew dan Reno saling lirik.
Bunda Rina yang terkejut mendengar ucapan seseorang berseragam aparat itu, langsung menoleh panik ke arah Andrew dan Reno.
Lalu menoleh lagi kepada seseorang yang berseragam aparat tersebut.
Bunda Rina hendak bertanya pada orang dengan seragam aparat itu,
“Kalian kan yang sudah mengeroyok saudara Eka Arlan, anak dari Bapak Maulana Arlan?”
🚬
Orang berseragam aparat itu kini bertanya langsung kepada Andrew dan Reno yang nampak setenang air. Berbeda sekali dengan Bunda Rina yang begitu panik. “Apa?!—“
“Dan untuk itu, kami harus membawa dua anak ibu ini ke kantor untuk diinterogasi...”
Si aparat-sebut saja begitu, dengan cepat bicara lagi saat Bunda Rina yang wajahnya sangat khawatir itu, kemudian memekik penuh keterkejutan.
“Dan sebaiknya kalian ikut dengan tertib... kalau masih ingin kami perlakukan dengan baik.”
Si aparat itu berkata lagi, dengan maju selangkah dan menatap tajam pada Andrew dan Reno yang masih diam saja.
Namun keduanya menatap aparat itu dengan seksama, dimana suatu pikiran yang sama terlintas di otak keduanya.
“Tidak, tidak! ini pasti suatu kesalahpahaman.”
Bunda Rina langsung bicara dengan cepat, menanggapi si aparat yang meminta Andrew dan Reno untuk ikut dengannya dan dua orang berseragam yang sama dengannya, yang sudah mendekat ke tempat duo sahabat itu yang berdiri berdekatan bersama Bunda Rina.
“If you thinking what I’m thinking—“ ( Kalau pikiran lo sama seperti gue )
“Then speak English until it finish.” ( Jadi terus aja lo ngomong pakai bahasa Inggris sampai ini selesai )
"Okay," sahut Andrew yang paham maksud Reno.
Dimana Reno berkata setengah berbisik, menukas ucapan Andrew yang sama setengah berbisik juga, kala Bunda Rina sedang merespons ucapan aparat pertama yang memandang pada Andrew dan Reno bersama dua aparat yang lain.
Tapi penampakan beberapa orang dalam sebuah mobil Van, sempat tertangkap juga oleh mata Andrew dan Reno. Yang mana tak lama berselang, empat orang dengan wajah yang sangar keluar dari Van tersebut setelah tiga orang berseragam aparat telah lebih dekat dengan Bunda Rina yang sedang menghalangi Andrew dan Reno untuk dibawa, walaupun diminta dengan baik-baik.
🚬
Sepersekon detik setelah Bunda Rina menyergah ucapan aparat pertama, ibu kandung Reno itu lalu bergerak cepat dan kini berdiri di depan Andrew dan Reno sambil merentangkan tangannya.
“Jika Ibu tidak ingin mendapat kesulitan, sebaiknya Ibu jangan menghalangi kerja Polisi—“
“Anak-anak saya tidak mungkin mengeroyok orang. Ini pasti suatu kesalahpahaman, atau tuntutannya salah orang—“
“Tolong minggir, Bu—“
“Jangan berlaku kasar pada Ibu saya.”
Baru suara Reno terdengar, saat si aparat yang sebelumnya mendominasi pembicaraan, hendak memegang Bunda Rina setelah mengkode ke belakangnya---lalu dua orang berseragam lain sudah maju untuk mendekat ke tempat Andrew, Reno dan Bunda Rina berdiri bersama para pekerjanya.
“Tuan-tuan muda saya ini ga ngeroyok itu anaknya Pak Maulana Arlan. Justru Den Reno yang dikeroyok sama temen-temennya—“
“Jangan ikut campur kamu!”
Wahyu yang mencoba meluruskan karena ia menyaksikan, kemudian dipotong ucapannya oleh aparat yang pertama dengan suaranya yang membentak Wahyu.
“Tuan Muda...” lalu tak lama kemudian, datang dua orang yang merupakan bodyguard khusus Reno dan Andrew yang langsung menegur sambil memandang pada Andrew dan Reno yang samar menelengkan kepala mereka.
Kode, agar dua bodyguard itu jangan masuk campur dulu.
“Kalian semua jangan ada yang ikut campur urusan Polisi, mengerti?!”
“You think they don’t understand English?”
Andrew kasak-kusuk lagi dengan Reno, saat aparat pertama sedang bicara tajam kepada dua bodyguard mereka.
“We’ll see about it...”
🚬
“Anda tidak perlu berteriak kepada pekerja kami.”
Reno bersuara lagi, sambil memandang datar pada tiga aparat yang ada di depan Bunda Rina langsung, selepas ia kasak-kusuk singkat dengan Andrew.
“Reno... Andrew...”
Bunda Rina langsung berbalik dan bicara sambil memandang pada Reno dan Andrew dengan matanya yang sudah mulai nampak berkaca-kaca.
“Cepatlah, jangan membuang waktu kami...”
Aparat pertama tahu-tahu menyambar bicara saat Bunda Rina sedang melirih pada Andrew dan Reno.
“Bicara tentang meminta saya dan saudara saya ikut dengan kalian—“
“Reno—“
“Bun...”
Andrew langsung meraih perlahan Bunda Rina, saat ibu kandung Reno itu memotong ucapan Reno yang sedang maju untuk berhadapan dengan tiga aparat di depannya.
“Just calm down, okay?...”
Andrew berucap seraya tersenyum pada Bunda Rina.
“Tap—“
“Just stay calm and trust us. Also let us who face them.”
Andrew menyambar dan berkata lembut pada Bunda Rina, sebelum ibu kandung Reno itu sempat menjawab ucapan Andrew yang sebelumnya.
Dimana Reno nampak kembali bicara pada tiga orang berseragam aparat abdi hukum di depannya.
“Setahu saya ada prosedur hukum yang berlaku, sebelum anda-anda semua tahu-tahu datang untuk membawa saya dan saudara saya ini atas tuntutan pengeroyokan ini.”
🚬
Selanjutnya Reno mengajak Andrew untuk ikut berinteraksi.
Dan Bunda Rina memperhatikan Reno serta Andrew yang kini sudah sama-sama berdiri tepat berhadapan dengan tiga orang berseragam tersebut.
“Right.”
Terdengar sahutan dari Andrew.
“The moonlit wings reflect the stars that guide me towards salvation.”
Yang tak lama kemudian langsung bicara sebaris kalimat dalam bahasa asing, sambil ia memandangi 3 aparat di hadapannya.
🚬
Dimana dibeberapa detik berikutnya, Andrew dan Reno tersenyum samar.
Dari setelah tiga orang berseragam aparat itu saling tatap selepas Andrew berkata sebaris kalimat dalam bahasa asing, yang sebenarnya adalah sebuah penggalan lirik lagu itu.
Dan asal saja Andrew mengucapkannya.
Lalu setelahnya, aparat yang pertama berkata, “Bicara dengan bahasa negri ini aja.”
“Oh maaf, saudara saya ini tinggal di luar negeri selama ini, jadi dia tidak bicara dengan menggunakan Bahasa, hanya mengerti saja. Tapi tidak bisa mengucapkannya.”
“Oh—“
🚬
Sementara itu, Bunda Rina menatap heran pada Andrew dan Reno bergantian---hendak ikut menghadapi aparat yang ingin membawa dua laki-laki muda kesayangannya itu, namun ia ingat ucapan Andrew dalam bahasa asing---yang bilang kalau dirinya tenang saja dan mempercayai keduanya, juga biarkan mereka yang menghadapi tiga orang berseragam aparat tersebut.
Dan Reno kembali lagi mencetuskan kalimat dari mulutnya pada tiga orang di hadapan dan Andrew itu.
“Anda tidak bisa membawa kami begitu saja, sebelum kami menerima surat panggilan atas tuduhan yang ditujukan pada kami...”
Lalu balasan dari satu orang berseragam aparat itu, langsung terdengar.
“Kamu jangan sok pintar.” Dengan dirinya yang menatap garang pada Reno. “Sekarang lebih baik kamu dan saudara kamu itu ikut kami dengan patuh, dan jangan banyak tingkah kalau ga mau dapat hukuman yang berat.”
Lalu Andrew dan Reno sama-sama langsung berdecih dalam hati mereka, setelah mendengar ucapan laki-laki berseragam dihadapan keduanya itu.
“Baik, kami akan ikut...” ucap Reno kemudian.
“Bunda ikut sama kalian—“
“Anda tidak boleh ikut sebelum kami selesai melakukan pemeriksaan pada dua anak Ibu ini...”
Laki-laki berseragam aparat yang pertama, lagi-lagi menyambar untuk bicara---dan Bunda Rina hendak menyanggahnya.
“Bun...”
Namun keburu dipotong Andrew yang menoleh padanya sambil tersenyum dan memberikan kode melalui mata pada Bunda Rina yang bermakna, agar wanita itu tetap tenang.
“Saya mau mengambil jaket dulu—“
“Ga perlu—“
“Saya punya alergi, dan obat saya ada di dalam jaket saya. Kalau anda ingin saya muntah-muntah sepanjang jalan di dalam mobil kalian yang saya yakin anda semua tidak akan tahan dengan baunya, ya—“
“Ya udah ambil cepet!”
Aparat pertama langsung menyambar, saat Reno tengah mengoceh hal yang ia karang itu.
“Tapi suruh salah satu pembantu kamu yang ambil!” seru si aparat itu lagi, dan Andrew langsung bersuara.
“Har!”
Menyebut penggalan nama salah satu bodyguard yang berdiri tak jauh dari tempatnya dan Reno berada.
“Take my jacket anda Reno in our room...”
Lalu bicara dalam kalimat berbahasa asing pada bodyguard tersebut.
“And put something inside there.”
Andrew menambahkan, dimana kalimatnya itu mempunyai satu makna.
“You know what I mean, don’t you?”
“Got that, Sir,” sahut bodyguard yang Andrew panggil dengan Har, dalam lafal bahasa asing.
Har menyahut dengan sigap, karena ia paham maksud perkataan Andrew dalam bahasa asing itu.
Lalu Har bergerak cepat untuk masuk ke dalam rumah bersama satu asisten rumah tangga keluarganya yang ditugaskan Reno untuk menunjukkan kamarnya dan Andrew pada Har.
🚬
“Reno, Andrew...”
Sementara Har dan satu asisten rumah tangga keluarga Reno sudah masuk ke dalam rumah, Bunda Rina mendekati dua orang laki-laki muda terkasihnya itu.
Dimana tiga aparat yang tadi berada tepat di hadapan Reno dan Andrew kemudian menjauh dari mereka dan berjalan ke arah mobil Van.
Yang mana didekat mobil Van tersebut, ada beberapa laki-laki lain.
Namun kesemuanya tidak menggunakan seragam.
“Tenang, Bun. Oke? Aku sama Andrew akan baik-baik aja. Kami akan segera kembali ke sini...”
Lalu Reno berkata pada ibunya itu, sambil Reno raih satu tangan Bunda Rina yang memegangi rahangnya sambil memandangi Reno dengan penuh kekhawatiran dan Reno kecup singkat tangan Bunda Rina kemudian, yang juga mengelus dan memegangi rahang Andrew dengan tangan yang satunya.
Sama juga seperti memandangi Reno dengan penuh kekhawatiran, Bunda Rina juga memberikan tatapan yang sama pada Andrew---dimana Andrew melayangkan senyuman pada ibu kandung Reno itu, dan setelahnya Andrew juga melakukan hal yang sama pada Bunda Rina. Mengecup ringan, tangan ibu kandung Reno tersebut.
Guna menenangkan Bunda Rina yang kemudian berkata lagi, “Bunda akan coba bujuk mereka supaya Bunda boleh ikut dengan kalian—“
“No need, Bun,” tukas Andrew.
“Tapi—“
“Trust us.”
“Sir’.” Har sudah kembali ke hadapan Andrew dan Reno, dengan dua potong jaket di tangannya.
🚬
“You think they’re real cops, or just some clowns who wear uniform?” Reno mencetuskan pertanyaan pada Andrew, saat mereka berdua sedang digiring untuk masuk ke mobil Van---dimana Reno menggunakan bahasa asing dalam ia bertanya pada Andrew itu.
Bertanya tentang apa pendapat Andrew tentang tiga orang berseragam aparat hukum yang sedang menggiring mereka itu, apakah mereka benar-benar aparat, atau hanya orang-orang yang dibayar untuk berlagak layaknya aparat hukum betulan---dan Andrew langsung menjawabnya.
“These three could be real. But they’re person who make dirty others police who work truly in their job.”
Yang Andrew katakan dengan gamblang pendapatnya pada Reno. Konsisten dengan penggunaan bahasa asing dalam setiap ucapannya.
Dimana Andrew dan Reno jelas betul dapat menangkap, bahwasanya tiga orang berseragam abdi hukum itu tidak paham bahasa yang sedang mereka gunakan.
“But those, are some village civilian.” Andrew menambahkan pendapatnya. Dan Reno langsung menyunggingkan bibirnya.
Pendapat Andrew sama dengan dirinya, yang mencium gelagat tak beres dari mereka yang mengaku aparat hukum dan hendak membawa dirinya dan Andrew ke suatu tempat.
Namun yang jelas, bukan ke kantor polisi. Andrew dan Reno yakin akan hal itu. Karena keduanya meyakini, kalau orang-orang yang ada di dekat Van, adalah orang-orang bayaran.
Preman kampung kalau kata Andrew.
“Prepare yourself, because we might get hit while we get inside this Van.” Reno berkata lagi. Setelah dirinya dan Andrew telah berada di hadapan pintu mobil Van.
Yang kata Reno dalam bahasa negeri kelahirannya,
“Persiapkan diri lo, karena kemungkinan kita akan dipukul saat kita masuk ke dalam Van ini.”
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
To be continue...