
Happy Reading.
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
“Tuan Anthony –“
“Apa anak lelakiku yang sulit mengendalikan emosinya itu terlibat perkelahian kembali, Kusuma?”
“Sesuai dugaanmu, Tuan.”
“Dan siapa yang menjadi korbannya sekarang? ...”
“Seorang anak dari seseorang yang katakanlah mengetuai sebuah dewan tertinggi di negri ini ...”
“Hem –“
“Dan Moreno terlibat secara langsung juga, Tuan –“
“Oh ya? ...”
“Begitu informasi yang sampai padaku –“
“Apa masalahnya? ...”
“Untuk itu aku belum mendapatkan informasi yang sangat jelas. Tapi dari anak buah yang melapor padaku, Moreno yang sepertinya lebih punya urusan dengan orang yang Andrew patahkan tangannya –“
“What? Andrew sampai mematahkan tangan anak dari orang yang kau katakan sebagai ketua dewan tertinggi itu?”
“Iya, Tuan. Kebetulan anak buah yang melapor melihat sendiri dengan mata kepalanya dan satu rekannya pun melihat, termasuk penjaga di rumah Peter –“
“Haish ... anak lelakiku itu ... aku rasa dia bukan anakku melainkan anak dari Popeye The Sailorman –“
****
“Sebagai informasi Tuan, track record dari satu orang ini jauh dari yang namanya baik. Jadi aku rasa dia tidak akan tinggal diam begitu saja melihat anaknya dalam kondisinya sekarang.”
“Aku mengerti maksudmu, Kusuma ...”
“.....”
“Yasseer pasti mengenalnya bukan?”
“Kalau kenal, aku rasa Yasser pasti mengenal orang itu.“
“Hem –“
“Apa anda ingin Yasseer yang turun tangan? –“
“Tidak biar aku sendiri saja. Andrew dan Moreno adalah anakku. Jadi sebagai ayah, aku yang seharusnya membereskan masalah yang menyangkut kedua anakku itu. Cari tahu saja nomor telefon dari orang yang tangan anaknya dipatahkan oleh Andrew dan segera berikan padaku jika kau sudah mendapatkannya..”
“Baik, Tuan.”
“Aku akan secepatnya bertolak ke sana dari sini.”
“Jalan darat atau udara, Tuan?”
“Udara. Aku ingin cepat sampai ke sana. Karena ada perasaan sedikit tidak nyaman di hatiku sekarang.”
“Kalau begitu artinya saya harus mempersiapkan rencana B? –“
“Ya.”
“.....”
“Aku tidak pernah membenarkan Andrew dan Moreno terlibat baku hantam. Tapi jika anak lelaki saling berkelahi aku rasa itu hal yang wajar, kecuali sampai membunuh orang tanpa sebab. Dan aku percaya pada Andrew dan Moreno seperti aku mempercayai diriku sendiri. Kalau mereka berdua tidak akan melewati batas, jika orang itu tidak keduanya anggap mencari masalah lebih dulu.”
“Saya sependapat, Tuan.”
“Dan aku sebenenarnya tidak perlu ikut campur dalam urusan perkelahian anak remaja ...”
“.....”
“Hanya saja ada rasa yang tidak nyaman di hatiku saat ini, dan itu berhubungan dengan Andrew dan Moreno –“
****
“Awasi orang itu dari segala sisi.”
“Baik, Tuan.”
“Aku akan menghubungi Yasser dan memintanya memberitahukan detail tentang ayah dari anak yang Andrew patahkan tangannya itu. Kau fokuslah dengan apa yang aku minta barusan.”
“Iya, Tuan –“
“Jika ada sesuatu yang mengancam Andrew dan Moreno sebelum aku sampai, aku ijinkan kau melakukan segala hal untuk menyelamatkan keduanya.”
“Baik, Tuan –“
🚬
🚬
“Seems that we’re going to die, or at least we’re comma.”
Adalah Reno yang berkata pada Andrew, ketika ia dan sahabat rasa saudaranya itu telah dipaksa keluar dari dalam mobil Van yang hendak membawa mereka ke suatu tempat untuk dipukuli dan kemungkinan hendak dihabisi.
Reno berkata dengan pelan, namun Andrew masih dapat mendengarnya.
Dimana Andrew langsung mendengus geli setelah ia mendengar ucapan Reno dalam bahasa asing itu.
BUK!
Namun kemudian Reno mendapatkan hantaman tinju di wajahnya.
“Ngomong Apa Lo??!! ....”
Lalu seseorang yang barusan meninju wajah Reno itu langsung berseru geram dan melotot pada Reno yang merasakan nyeri di bagian wajahnya.
BUK!
Sementara itu, Andrew juga mendapatkan tinju di bagian perutnya.
Sampai dua kali malah.
Yang mana orang yang meninju perut Andrew setelah mendengar Reno berbicara dengan menggunakan bahasa yang ia dan kawanannya tak mengerti itu, kemudian menimpali ucapan satu rekannya yang belum lama meninju wajah Reno.
“Ga usah sok ngerencanain macem – macem pake itu bahasa! Karena ujungnya lo berdua bakal kita matiin sekarang! –“
Vroom ....
Dimana tak seberapa lama kemudian, penampakan dari kendaraan yang derunya terdengar lebih dulu itu terlihat di mata orang – orang yang memperhatikan ke arah kendaraan tersebut.
Yang mana tidak hanya satu.
Namun ada sekitar lima unit mobil yang kini sudah membentuk formasi --- mengurung sebuah Van dan sedan yang merupakan kendaraan dari orang – orang yang hendak menculik Andrew dan Reno.
Lalu ada belasan orang yang keluar dengan cepat dari dalam empat mobil dengan membawa senjata api dan orang – orang itu langsung membentuk formasi dengan mengarahkan senjata mereka dengan sangat fokus ke satu bagian arah yang sama.
Seketika, mereka yang merupakan orang - orang bayaran yang dipekerjakan untuk menculik dan mencelakai Andrew serta Reno menjadi panik.
“Turunkan senjata kalian, karena senjata orang – orang gue jauh lebih cepat untuk membuat lobang di kepala kalian semua.” Dimana tak lama setelahnya, suara seorang laki – laki terdengar mendekat ke tempat Andrew serta Reno berada.
Dan sepasang sahabat itu kemudian langsung menarik sudut bibir mereka, karena Andrew dan Reno kenal betul suara itu. Yang orangnya sudah berdiri di antara beberapa orang yang sedang menodongkan senjata tersebut ke arah sepasang sahabat tersebut.
Namun laras senjata – senjata api itu tidak tertuju kepada keduanya, melainkan kepada orang – orang yang hendak menculik dan menghajar sampai menghabisi Andrew dan Reno.
“Si – siapa kalian?!”
Salah seorang laki - laki berseragam aparat keamanan negara langsung berseru dengan wajahnya yang terlihat mulai panik, namun ia masih menggenggam senjata yang sedari tadi ia dan 2 rekannya todongkan pada Andrew dan Reno.
Laki – laki berseragam aparat itu berseru sambil memandang ke arah orang yang barusan bicara untuk menyuruh ia dan 2 rekannya menurunkan senjata api mereka.
“Wali dari dua anak itu.” Dia yang ditanya pun langsung menjawab sambil menunjuk pada Andrew dan Reno. “Dan gue minta agar kalian lepaskan mereka sekarang –“
“Mereka urusan kami! dan asal situ tau, mereka telah mencari gara – gara dengan anaknya Maulana Arlan –“
“Gue ga peduli mereka cari masalah dengan siapa, pun persetan dengan si Maulana Arlan –“
“Jangan sembarangan situ bicara!” sambar satu preman. “Situ ga tau emang Maulana Arlan siapa?! –“
“Sekali lagi gue bilang, gue ga peduli siapa itu Maulana Arlan.”
Pun laki – laki yang datang dengan belasan orang bersenjata itu menyambar ucapan preman yang barusan berseru padanya, setelah ia tersenyum miring sebelumnya.
“Yang gue pedulikan, kalian lepaskan mereka berdua ....”
Laki – laki yang Andrew dan Reno kenali itu bicara lagi sambil mengayunkan langkahnya untuk lebih maju dari tempatnya.
“Sekarang ....”
Kusuma berkata dengan datar, namun tatapannya tajam.
Walau laki - laki itu nampak tenang.
Yang malah menyunggingkan senyum, meski sebuah pistol kini ditodongkan ke arahnya dari jarak tertentu.
🚬
Kusuma, laki – laki yang datang dengan belasan orang bersenjata yang model senjata mereka nampak lebih bagus daripada tiga senjata api yang sedang di pegang oleh 3 orang berseragam aparat yang bermodelkan klasik.
Bahkan tergolong senjata standar yang tak seberapa harganya.
“Jangan macem – macem!”
Begitu kata orang yang sedang menodongkan pistolnya ke arah Kusuma.
Yang kini terlihat tak gentar, walau sudah ada belasan orang bersenjata api yang melingkari tempatnya dan gerombolannya dimana 2 orang masih memegangi Andrew dan Reno berdiri.
Dimana salah satunya barusan berseru menantang pada Kusuma, dan ia kembali bersuara lagi.
“Kami bertiga dari kepolisian, dan situ berikut orang – orang situ semua ini, gampang aja kami seret ke –“
Desing!
Hanya saja, kali ini --- ucapan dari satu orang berseragam aparat itu tak sampai selesai diucapkan oleh yang bersangkutan.
Karena sebuah peluru telah menembus kepalanya dengan sangat cepat, tepat setelah Kusuma menggerakkan satu jarinya.
Lalu satu orang yang katakanlah anak buah Kusuma, sigap dan awas pada kode dari laki – laki yang merupakan salah satu orang kepercayaan ayahnya Andrew itu.
Dan tanpa ragu memuntahkan satu peluru dari senjata api yang di pegangnya itu dengan sangat akurat ke sasarannya, tepat setelah ia melihat kode tangan Kusuma.
Andrew dan Reno tertegun di tempat mereka. Karena tak sangka jika laki – laki yang akrab dengan mereka itu benar menyuruh salah seorang anak buah untuk memuntahkan peluru sampai menghilangkan nyawa seseorang.
Dimana pemandangan itu, adalah pengalaman pertama bagi Andrew dan Reno yang melihat langsung seseorang terbunuh di hadapan mereka.
Sekaligus pengalaman pertama bagi keduanya, melihat sebuah penembakan yang menelan korban. Dimana yang melakukan hal tersebut adalah orang – orang dari ayahnya Andrew.
Padahal, Andrew dan Reno mengira kalau laki – laki yang akrab dengan keduanya itu berikut orang – orang bersenjata yang bersamanya, hanya sekedar akan memberi gertakan saja.
Namun tidak begitu yang terjadi ternyata. Makanya Andrew dan Reno kini jadi terkesima selain terkejut di tempat mereka.
Kemudian menolehkan lagi pandangan mereka berdua ke arah laki – laki yang akrab mereka panggil dengan Om Kusuma, setelah sebelumnya duo sahabat yang masih dalam jegalan 2 preman itu saling tatap.
Dimana Kusuma kemudian terdengar lagi suaranya, setelah satu penembakan dilakukan oleh salah seorang anak buahnya pada seorang berseragam aparat bersenjata yang sebelumnya menodongkan senjata itu pada Andrew dan Reno bersama 2 rekan si aparat berseragam.
“Udah gue bilang kalau peluru dari senjata para anak buah gue ini jauh lebih cepat untuk membuat lobang di kepala kalian karena kemampuan mereka yang sangat mumpuni untuk menembak meski dari jarak yang lebih panjang dari jarak mereka ke kalian sekarang –“
🚬
Ucapan Kusuma langsung disambar oleh salah seorang dari 2 orang berseragam aparat yang tersisa, dimana yang bersangkutan masih terus mengarahkan senjatanya ke arah Kusuma, menggantikan posisi rekannya yang beberapa saat lalu dilubangi kepalanya dengan sebuah timah panas.
“Kalian akan mendapatkan hukuman berat karena sudah membunuh polisi –“
Desing!
Hanya saja, orang yang memotong ucapan Kusuma itu tidak bisa melanjutkan kalimatnya.
Karena satu orang dengan seragam aparat dari 3, sudah tumbang juga terkena sapaan timah panas dari salah satu senjata anak buah Kusuma.
Dimana sekali lagi Andrew dan Reno dibuat terkejut serta juga terkesima, setelah satu orang berseragam aparat ditumbangkan lagi dengan tembakan yang tepat mengenai kepalanya dari satu senjata salah seorang anak buah Kusuma yang melakukan hal itu setelah melihat lagi kode tangan darinya untuk melepaskan tembakan.
“Polisi kotor rasanya pantas untuk dimusnahkan ....”
Dan tepat setelah penembakan kedua yang dilakukan oleh satu lagi anak buah Kusuma, suara laki - laki itu kembali terdengar.
“Benalu memang dimusnahkan bukan?”
Kusuma berkata dengan santainya.
“Sekarang lepaskan dua Tuan Mudaku itu.”
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
To be continue...