THE TWO BLACK DRAKES

THE TWO BLACK DRAKES
PART 31



Happy Reading.


🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬


BUK!


BUK!


BUK!


Pertarungan sengit terjadi di dalam sebuah mobil Van antara 2 lawan 6.


Dimana dua orang itu, tak lain dan tak bukan adalah Andrew dan Reno yang sedang melawan 6 orang yang hendak membawa keduanya ke satu tempat untuk----katakanlah dihajar habis-habisan.


Atas suruhan seseorang yang sebelumnya kena hantam tinju Reno di bawah dagu hingga yang bersangkutan mendapatkan efek sakit pada keseluruhan wajahnya.


Lalu orang itu juga kena timpukan bola tenis pula kepalanya oleh Andrew.


Terakhir, dipatahkan tangannya oleh Andrew yang kata Andrew sih dia tidak sengaja melakukannya.


Hendak hanya memelintir orang tersebut sampai geser saja tulangnya.


🚬


Tapi ya itu, "Sorry, tenaga gue kebablasan." Begitu kata Andrew yang pada akhirnya tidak membuat tulang salah satu tangan dari orang yang sudah mencederai cewek tomboy yang Reno sebut sebagai adik angkatnya, namun malah mematahkan tangan orang tersebut.


Tak sampai parah-parah amat sih patahnya, namun tetap saja orang itu menjadi dendam pada Andrew dan Reno. Lalu kini, atas dendam orang tersebut----Andrew dan Reno jadi dalam situasi menghadapi 6 orang yang ditengarai adalah orang-orang bayaran dari orang yang yang sudah mencederai itu cewek tomboy kesayangan Reno.


Dan situasinya sekarang, Andrew sedang mencekik satu orang suruhan dari enam yang hendak menculiknya dan Reno untuk dipukuli habis-habisan----dimana Andrew mencekik yang bersangkutan dengan tali sabuk pengaman pada kursi yang orang itu duduki.


Kesempatan yang tak Andrew siakan, saat melihat celah untuk membuat orang tersebut melepaskan leher Reno yang dijegalnya dengan sangat kuat, hingga Andrew melihat wajah Reno mulai memerah akibat nafasnya yang tersendat. Makanya Andrew langsung bergerak cepat untuk membantu Reno.


Yang mana hal itu bisa Andrew lakukan, yakni mencekik leher orang suruhan yang Andrew sebut dengan preman kampung----tak lama setelah Andrew mengatasi 2 orang pada kursi penumpang mobil Van tempatnya dan Reno berada saat ini. Dimana 2 orang itu langsung payah setelah Andrew menendang wajah mereka dengan sangat keras, sampai kepala keduanya membentur bagian belakang mobil dengan sangat keras juga.


“Uhuk! Uhuk!”


Reno spontan terbatuk setelah jegalan tangan satu preman kampung lepas dari lehernya.


Lalu menetralkan nafasnya dengan cepat. Dan setelahnya Reno langsung bergerak untuk membantu Andrew.


Reno sudah hendak menghantam 1 preman kampung yang sedang meronta untuk melepaskan cekikan tali sabuk pengaman yang dilakukan oleh Andrew.


BUK!


Namun satu pukulan keras mendarat di punggung Reno.


Hingga Reno sampai tersungkur ke arah orang yang sedang Andrew cekik dari belakang dengan sekuat tenaga.


Yang mana jadinya, tubuh Reno dikunci oleh orang yang Andrew cekik itu dengan menggunakan kakinya.


BUK!


Reno menghantam paha orang yang menjegalnya itu.


Namun yang bersangkutan hanya meringis, tanpa mengendurkan kuncian kakinya di tubuh Reno.


Tapi juga, Reno tetap sengit memukuli paha yang bersangkutan. ‘SIAL!’ sambil ia merutuk dalam hatinya, karena 1 preman ini kuat juga pertahanannya.


Bahkan orang itu nampak mulai bisa mengendurkan sabuk pengaman yang digunakan Andrew untuk mencekiknya.


Namun Andrew tetap mengerahkan segenap tenaganya, agar orang yang sedang Andrew cekik lehernya itu tidak sampai lepas dari jeratan.


Hanya saja, beberapa saat kemudian, telinga Andrew menangkap suara yang menggambarkan kalau 2 orang di kursi penumpang belakang, sudah mulai mendapat kesadaran dan fokus mereka kembali.


Andrew langsung ambil sikap waspada dengan memiringkan tubuhnya dengan tangannya yang tetap ia fokuskan pada sabuk pengaman yang sedang ia pegang dengan sangat kuat untuk mencekik 1 orang preman di kursi penumpang depan.


Lalu matanya mengawasi dengan seksama ke arah kursi penumpang belakang Van. Berjaga, jangan sampai dia kecolongan seperti sebelumnya dengan terkena tinju di wajahnya.


Namun begitu, Andrew punya firasat kalau dirinya dan Reno akan kewalahan jika 2 orang yang ada di bagian kursi penumpang belakang benar – benar bisa memulihkan tenaga mereka.


🚬


‘Eh?!’


Reno dan Andrew sama terkesiap, kala keduanya merasakan jika mobil yang hendak membawa mereka ke sebuah tempat yang jelas bukan kantor polisi itu----berhenti.


“CEPET!”


Lalu teriakan keluar dari mulut si pengemudi Van yang sudah mengeluarkan kepalanya di jendela mobil dengan memandang ke arah belakang Van.


‘Ah iya, gue lupa kalau ada tiga orang itu.’


Andrew yang membatin.


Seketika ia langsung ingat pada tiga orang berseragam aparat yang dugaan Andrew sih aparat betulan, tapi aparat yang ‘kotor’.


Namun 50:50 sih, dugaan Andrew pada tiga orang berseragam kepolisian tersebut.


Tidak yakin seratus persen kalau mereka aparat betulan, karena tidak menggunakan mobil patroli.


Namun kalau menelisik dari penampilannya, memang tampak betul seperti aparat kepolisian.


Yang Andrew lupakan termasuk juga Reno lupakan, karena 3 orang berseragam aparat itu berada di mobil yang berbeda. Namun mobil berisi 3 orang berseragam aparat itu, mengiringi mobil Van yang membawa Andrew dan Reno tepat di belakang Van.


🚬


Andrew dan Reno kemudian saling tatap.


Saling lirik dengan cepat sih tepatnya, saat mobil Van yang sedang mereka buat jadi gaduh itu berhenti.


Lalu si pengemudinya berteriak dengan kepalanya yang ia tongolkan keluar jendela Van sambil melihat ke arah belakang dan satu tangannya bergerak memanggil.


Lalu Reno dan Andrew kemudian sama berpikir, jika 3 orang berseragam aparat itu menjadi bala bantuan para orang – orang yang Andrew sebut sebagai para preman kampung yang sedang tengah keduanya lawan itu, maka posisi mereka berdua akan terdesak. Ditambah dua orang preman yang sempat dibuat payah pada kursi penumpang belakang oleh Andrew, nampak sudah kian mendapatkan kesadaran mereka lagi.


🚬


Andrew dan Reno berpikir cepat untuk mengantisipasi jika mereka dihadapkan pada posisi yang tidak menguntungkan untuk mereka berdua. Dengan Andrew yang juga waspada dengan 2 orang preman kampung pada kursi belakang Van yang sudah mulai menunjukkan gelagat kesadaran, yang ditengarai akan kembali memberikan serangan----jadi Andrew membagi fokusnya.


Andrew lalu sedikit memiringkan tubuhnya, dengan tangan yang masih ia gunakan untuk memegangi kuat – kuat sabuk pengaman yang ia gunakan untuk mencekik satu preman kampung yang ada di kursi bagian depan----dan mata Andrew sedang waspada juga untuk membaca pergerakan 2 preman kampung yang ada di bagian kursi penumpang belakang Van, lalu berharap Reno bisa segera melepaskan diri dari pitingan kaki preman yang sedang Andrew cekik dengan sabuk pengaman.


Andrew yang ingin Reno segera bisa melepaskan diri dari pitingan kaki preman yang sedang ia cekik dengan sabuk pengaman itu, kemudian langsung memukul kepala preman yang bersangkutan setelah ide itu terlintas di otaknya.


Karena satu preman tersebut lumayan kuat tenaganya. Hingga bisa memiting Reno dengan kakinya, disaat Andrew sedang kuat mencekiknya dengan sabuk pengaman --- BUK! --- Andrew memukul kepala preman kampung yang sedang ia cekik itu menggunakan satu tangannya\, sementara satu tangan Andrew tetap terus mencengkeram sabuk pengaman yang ia gunakan untuk mencekik satu preman kampung tersebut.


“ARGH!” Yang mana sukses, membuat preman kampung itu langsung berseru kesakitan dan pitingan kakinya pada Reno melonggar.


Dan Reno manfaatkan kesempatan itu untuk membebaskan dirinya dari pitingan kaki si preman yang lumayan kuat itu, padahal sudah Reno hantam beberapa kali paha dan perutnya.


Yang mana setelahnya, Reno bergerak cepat untuk membantu Andrew benar – benar melumpuhkan satu preman yang sudah terlihat juga mulai bisa melonggarkan jeratan sabuk pengaman yang digunakan Andrew untuk mencekiknya.


Namun belum sempat Reno bergerak lebih, tubuh Reno dijegal dari belakang.


Tapi Reno tentu melakukan perlawanan, karena melihat satu preman kampung yang dicekik Andrew mulai lebih bisa melonggarkan jeratan sabuk pengaman yang digunakan Andrew untuk mencekiknya ---  BUK! --- Reno menyikut perut orang yang menjegalnya. Yang langsung merintih didetik berikutnya, dan jegalannya pada Reno terlepas --- kemudian Reno bergerak cepat lagi untuk membantu Andrew melumpuhkan satu preman kampung yang bisa dikatakan paling kuat dari yang lainnya, sebelum ada serangan lagi dari 2 preman di belakang.


BUK!


Satu pukulan Reno layangkan ke wajah preman yang sedang dicekik Andrew dengan sabuk pengaman.


“BERHENTI KALIAN KALO GA MAU OTAK KALIAN BERCECERAN!”


🚬


‘DMNED!’* Didetik berikutnya Andrew dan Reno mengumpat dalam hati mereka.


Karena yang keduanya khawatirkan terjadi, bala bantuan untuk para preman kampung yang sedari tadi mereka berdua coba lumpuhkan --- datang dari tiga orang berseragam aparat yang sudah berada di dekat mobil Van yang terbuka sambil menodongkan senjata api ke arah Andrew dan Reno.


Lalu satu orang berseragam aparat berseru lagi dengan kencang pada Andrew dan Reno.


“ANGKAT TANGAN KALIAN!”


Yang kemudian Andrew serta Reno lakukan.


Well, Andrew dan Reno tidak mau mati konyol di tangan orang – orang yang mereka sebut sialan itu.


Sambil otak keduanya berpikir cepat, untuk menunjukkan gelagat menyerah.


Namun merencanakan persiapan atas sebuah perlawanan yang akan dilakukan.


“Uhuk! Uhuk!”


Preman yang tadi dicekik Andrew sedang mencoba mengembalikan nafasnya yang sudah amat sesak ia rasakan, karena kuatnya tenaga Andrew dengan menjerat lehernya menggunakan sabuk pengaman.


“Hubungi Pak Maulana! Bilang ini 2 bocah banyak lagak! Mending langsung diabisin aja!” satu seruan terdengar dari satu orang berseragam aparat yang kedua, dengan dia yang juga sedang mengarahkan senjata api kepada Andrew dan Reno.


🚬


“Abisin Aja! Nanti Tinggal Bilang Sama Pak Maulana Kalau Mereka Banyak Tingkah Jadi Terpaksa Kita Aabisin Di Jalan! Gue Yakin Pak Maulana Sama Mas Eka Ga Akan Keberatan!”


Seruan terdengar dari satu preman yang bertindak sebagai pengemudi.


Dimana bersamaan dengan leher Andrew dan Reno mendapat cengkeraman dari belakang, yang dilakukan oleh satu preman yang tadi dicekik Andrew dengan sabuk pengaman.


Rupanya yang bersangkutan memang kuat adanya, karena sudah dengan cepat bisa menstabilkan nafasnya selepas di jerat cukup lama lehernya --- dan kini Andrew serta Reno rasakan, cengkeraman tangan satu preman itu begitu bertenaga --- menekan leher sepasang sahabat itu dengan kuat.


“Biar Gue Yang Abisin Mereka Berdua!”


Dan tak lama berselang keluar seruan amat geram dari mulut itu preman.


“Bocah – bocah sialan!” seru si preman kuat dengan geram. “Berani lo berdua sama gue hah?!”


Dengan preman itu menguatkan cengkeramannya di leher Andrew dan Reno.


Sepasang sahabat itu merasakan sakit di leher mereka, namun keduanya sanggup menahan agar tidak mengeluarkan suara aduhan karena cengkeraman yang kuat tersebut.


Tak ingin keduanya terlihat lemah di hadapan lawan. Yang kemudian preman yang mencengkeram leher keduanya bicara lagi, “Gue bakal matiin lo berdua sekarang!”


🚬


“Jangan ditembak buat ngilangin nyawa mereka berdua!”


Si preman kuat itu berseru lagi, setelah ia melepaskan cengkeramannya dari leher Reno yang setelah itu ia dorong dan langsung Reno di pegangi oleh satu rekannya dan di tarik kasar untuk keluar dari dalam Van.


“TURUN LO BERDUA!”


Preman kuat itu berseru amat kencang kemudian sambil mendorong Reno yang masih mendapat todongan senjata dari satu orang berseragam aparat.


Sementara yang satu lagi masih menodongkan senjata api yang diarahkan kepada Andrew.


Lalu yang satunya pergi ke dalam mobil yang tadi ia tumpangi, untuk menghubungi seseorang melalui sebuah alat yang disebut radio rig --- yang adalah alat komunikasi 2 arah untuk bicara maupun mendengar secara bergantian\, yang kurang lebih sama seperti handy talkie --- dengan perbedaan pada power di radio rig yang lebih besar sehingga menghasilkan transmitter ( daya pancar ) dan receiver ( daya terima ) yang lebih bagus.


Berpikir dengan logika berdasarkan pengamatan mereka, Reno dan Andrew memilih untuk patuh.


Jika mereka bergerak mencurigakan bagi orang yang sedang menodongkan pistol kepada mereka berdua, orang itu pasti akan spontan menekan pelatuk pistolnya.


Lalu Reno dan Andrew berpikir sama, keduanya akan sulit menghindar karena todongan pistol itu berjarak dan tidak memudahkan mereka untuk merebutnya.


Tidak juga dalam posisi aman untuk menghindar.


Jadi untuk saat ini, Reno dan Andrew sama berpendapat dalam hati keduanya.


Kalau mereka sebaiknya patuh saja, lalu apa yang terjadi terjadilah. Mungkin saat diluar mobil yang katanya mereka hendak dipukuli sampai mati, Reno dan Andrew berharap jika mereka punya kesempatan untuk membela diri.


🚬


“Gimana?!” Pertanyaan keluar dari preman yang bertindak sebagai pengemudi kepada satu aparat yang sebelumnya berjalan ke arah mobil di belakang Van, saat Reno dan Andrew telah dipaksa keluar dari Van.


“Pak Maulana ga bisa dihubungi.”


Satu aparat yang mencoba menghubungi orang yang menyuruh mereka membawa Reno dan Andrew untuk diculik dan disakiti itu, langsung menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya oleh salah seorang preman.


“Ya udah kelarin aja ini anak berdua! ....”


Seruan tak sabar keluar dari mulut preman yang kuat, yang masih memegangi leher Andrew.


Sementara Reno sudah dijegal dan dipegangi dengan kuat oleh preman yang bertindak sebagai pengemudi. Lalu dua orang preman yang sebelumnya ada di bagian belakang mobil, telah mendapatkan kesadaran kembali dan menyusul keluar dari Van.


🚬


“Gue setuju buat abisin ini dua bocah sialan!”


Seruan terdengar dari salah seorang preman yang sudah keluar dari bagian kursi penumpang belakang Van.


“Mereka juga udah bunuh Budi dan Wiro!” seru si preman itu lagi.


BUK!


Lalu dengan tiba – tiba memukul perut Andrew dengan cukup kuat.


“DIA BAGIAN GUE!”


Preman yang mencengkeram kuat leher Andrew langsung berseru saat satu temannya itu menghantam perut Andrew.


“Lo pegangin ini bocah kurang ajar!” kata si preman kuat tersebut pada temannya, dimana Andrew sedang menahan rasa nyeri yang ia rasakan diperutnya sekarang.


“Oke! Tapi gue juga mau ambil bagian mukulin dia,” timpal preman yang tadi menghantam perut Andrew dengan tinjunya, dengan ekspresi penuh dendam memandangi Andrew. “Si b*ngsat ini udah bikin idung gue patah! –“


“Oke gue kasih lo giliran entar. Tapi tetep gue yang mau abisin ini anak! ....”


Si preman kuat menimpali dengan cepat satu rekannya itu, sambil mereka bertukar posisi.


Andrew dan juga Reno kini hanya bisa pasrah saja dulu, sambil melihat jika ada celah bagi mereka melawan.


Terlebih dalam todongan senjata api.


Yang posisinya sulit direbut, karena tenaga orang yang memegangi keduanya cukup kuat.


“Seems that we’re going to die, or at least we’re comma.” Reno berkata dengan pelan, namun Andrew masih dapat mendengarnya.


Andrew mendengus geli saja kemudian.


BUK!


Didetik setelah ia bicara, Reno mendapatkan hantaman tinju di wajahnya.


“Ngomong Apa Lo??!! ....” seru si preman yang meninju Reno kemudian.


Lalu satu temannya menimpali, dengan sudah mengambil ancang – ancang untuk menghantam lagi Reno.


Dan disisi lainnya, Andrew bahkan sudah lagi mendapatkan hantaman di perutnya. Dengan preman yang barusan meninju perut Andrew itu berseru geram.


“Ga usah sok ngerencanain macem – macem pake itu bahasa! Karena ujungnya lo berdua bakal kita matiin sekarang! –“


Vroom ....


Namun tepat saat para preman hendak lagi memukuli Reno dan Andrew, suara deru kendaraan yang mendekat ke tempat mereka --- terdengar.


🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬


To be continue...