THE TWO BLACK DRAKES

THE TWO BLACK DRAKES
PART 22



Happy Reading.


🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬


“Are you thinking what I’m thinking, Ren? ..“


Adalah Andrew yang berkata pada Reno, setelah mereka berpamitan dari rumahnya Fania.


“Kalau ada yang Fania sembunyikan dari apa yang udah dia alami terkait kondisinya itu.”


Dan kini keduanya mengobrol seraya melewati kembali jembatan penyebrangan khusus orang untuk kembali ke tempat mereka memarkirkan motor.


“Hem.”


Reno menjawab Andrew dengan deheman. Namun ia manggut – manggut, karena apa yang Andrew cetuskan itu sama dengan apa yang dipikirkannya.


“Itu yang gue mau cari tau .. yang jelas, Fania seperti itu kondisinya .. bukan karena alasan yang dia bilang ke kita tadi.”


Reno langsung berkata setelah ia berdehem. Gantian Andrew yang manggut – manggut kini, lalu Andrew berkata, “Sangat tidak mungkin kalau dia di begal ..”


🚬


“Karena Fania bilang dia jatuh di sekitaran sini, yang mana ga mungkin ada begal di sini,” lanjut Andrew. “Beda kalau dia kecelakaan begitu saat dalam perjalanan ke daerah tempat tinggal kita. Kemungkinan ada yang mau begal Fania bisa terjadi .. but, kalaupun ada begal .. gue rasa – sorry, tapi sepeda Fania bahkan tipe lama, kan? Para begal itu ga akan tertarik sama sepedanya Fania –“


“Dibegal rasanya engga. Toh sepedanya dia bawa pulang ..”


“Jadi yang paling mendekati adalah kalau Fania bisa sampai begitu keadaannya saat dia ada di daerah tempat tinggal kita ..”


Andrew lalu menimpali dengan cepat ucapan Reno.


“Ingat apa yang papanya Fania ucapkan, kalau ada orang di sana yang jahatin dia –“


🚬


“My question is ( Yang gue heran adalah ), siapa orang di lingkungan tempat tinggal kita yang sentimen sama Fania? sementara setau gue kan dia sama lo terus bahkan sebelum gue kenal dia?”


“.......”


“Atau dia pernah ada masalah sama anak – anak di sana?”


“Cuma gue satu – satunya juga di lingkungan tempat tinggal kita yang Fania kenal. Sebelum lo dateng, dan selain orang rumah gue.”


“.......”


“Dan seperti yang lo bilang, kalau setiap gue ajak Fania ke rumah, pasti gue akan temani dia andai dia mau jajan di taman.”


“Hemm ..”


“.......”


“Okelah, coba nanti kita discuss lagi di rumah soal keadaan Fania yang bisa sampai begitu tadi ..”


Andrew mencetuskan saran disaat Reno tengah berpikir. Namun kemudian Reno menoleh sedikit antusias pada Andrew.


“What? ..”


Andrew bertanya sedikit heran.


Karena Reno melihatnya dengan pandangan yang aneh menurut Andrew. Bahkan nampak Reno menyunggingkan senyuman padanya.


“Takjub,” jawab Reno kemudian.


“Why? –“


“Perhatian banget sama Fania kayaknya lo sekarang.”


Andrew spontan tersenyum geli setelah mendengar ucapan Reno barusan.


“Mulai suka sama Fania?“


Lalu tak lama kemudian Andrew terkekeh.


“Pertanyaan lo sungguh ambigu, Brother,” ucap Andrew setelahnya.


Reno senyum – senyum saja, dengan Andrew yang menambahkan ucapannya.


“Kalau suka yang lo maksud adalah gue suka Fania sebagaimana cowo suka ke cewe lalu mau jadikan cewe itu pacarnya .. no offense ( ga maksud menyinggung ), tapi Fania bukan tipe gue.”


🚬


“Dan lagi, remember .. dia masih kelas dua SMP. Masa gue pacaran sama anak SMP???”


Andrew lanjut bicara.


“Gila aja!” tambah Andrew. “Yang ada gue akan merasa seperti memacari Michelle.“


Reno mendengkus geli setelah mendengar ucapan Andrew tersebut, yang orangnya kemudian masih lagi bicara.


“Tapi memang sekarang gue udah suka sama Fania.”


🚬


“Dari sejak gue denger ucapannya Fania sama mamanya saat gue ikuti dia, penilaian gue menjadi sangat berbeda soal si Demi Moore KW itu .. dari ucapannya, dari cara bicaranya .. lo benar .. kalau Fania memang tulus hatinya. Gue bahkan malu sendiri pada akhirnya –“


“Thanks ..”


Reno menimpali kemudian.


“Kalau lo merasa seperti itu.“


Sambil Reno tepuk – tepuk pelan satu bahu Andrew yang menarik sudut bibirnya.


“Fania itu layak disayangi bagi gue –“


“Aneh apanya? –“


“Perasaan yang ada di hati gue soal itu si Demi Moore KW ..”


Andrew menunjuk dada sebelah kirinya sendiri.


“Hal yang baru sekali ini gue alami dalam hidup gue ..” Lalu lanjut bicara.


Reno tidak menginterupsinya.


“Bisa care dengan cepatnya pada seseorang ..”


Andrew mendengkus geli kemudian.


“Soon, gue rasa gue akan bisa menyayangi itu si Demi Moore KW seperti halnya lo yang menyayangi dia –“


“Itu pun yang gue alami terkait Fania. Sulit dijabarkan,” tukas Reno. “Tapi gue langsung suka itu anak, lalu tau – tau rasanya gue peduli dan peduli gue udah jadi sayang layaknya kakak ke Fania dalam waktu yang sangat cepat ..” kata Reno lagi. “Aneh kan? –“


“Sangat,” sambar Andrew. “Siapapun yang kenal lo dengan dekat, sudah akan merasa aneh kalau melihat lo mudah cocok sama orang –“


“.......”


“Dan ini lo mudah banget sayang sama seseorang hanya dalam hitungan hari setelah lo ketemu dia lagi, kan? ..” sambung Andrew, dan Reno pun manggut – manggut sambil mengulum senyumnya.


Lalu Reno terkekeh geli setelah mendengar ucapan Andrew yang berikutnya.


“Jangan – jangan si Fania pakai susuk yang bisa membuat setiap orang gampang suka, sayang sama dia?”


🚬


“Yang bener aja, Ndrew?! –“


“Ya habis, lo sama gue kan sama?“


Andrew menimpali ucapan Reno yang tak habis pikir setelah sahabat rasa saudaranya itu terkekeh.


“Kita ga gampang cocok sama orang di sekitar pergaulan. Tapi itu anak malah dengan gampangnya buat kita care sama dia –“


“Karena Fania apa adanya –“


“Iya sih ..”


Andrew yang sempat ikutan geli seperti Reno, lalu mengiyakan ucapan sahabatnya itu.


“Kelewat apa adanya, sampai – sampai dia bela – belain naik sepeda dari rumahnya ke daerah tempat tinggal kita, hanya untuk buku – buku pelajaran bekas lo. Miris gue dengarnya –“


“Apalagi gue, Ndrew ..” tukas Reno, yang di wajahnya kini tergambar gurat rasa bersalah. “Dengar Fania cari buku pelajaran bekas di Kuitang aja gue langsung mencelos tadi. Ga kepikiran kalau untuk melengkapi buku pelajaran sekolahnya, dia harus cari buku – buku bekas di tempat macam itu –“


“Kita belikan aja sekarang kalau gitu? ..”


“Memang lo tau, buku – buku apa aja yang Fania butuhkan? ..”


“Oh iya, ya? –“


🚬


“Lo mau makan di sini?”


Andrew dan Reno sudah berada di daerah tempat tinggal mereka.


Dimana Andrew bertanya dari balik helmnya, pada Reno yang memberhentikan motornya di sebuah area taman yang lebih dekat rumah Andrew.


Yang ada beberapa kios makanan di sana,  serta ada lapangan basket yang suka digunakan oleh Reno setelah ia mengenal Fania. Hal yang tak pernah Reno lakukan sebelumnya.


Karena sebelum mengenal Fania, Reno terlalu sering berada di dalam rumahnya saja jika sedang ada di sana.


Malas main ke itu taman, karena banyak cewe – cewe yang masang minta digodain --- satu hal yang menjadi sebuah alergi bagi Reno yang paling – paling kalau ke taman juga hanya untuk jogging lalu langsung pulang setelahnya.


🚬


“Engga.”


Reno menjawab pertanyaan Andrew sambil ia melepas helmnya.


“Ada yang mau gue pastikan.”


“Apa? –“


“Kalau Fania terjatuh karena oleng seperti yang dia bilang, ga mungkin ada bengkokan di bagian tengah sepedanya itu –“


“Jadi maksud lo –“


“Setelah gue ingat – ingat bentuk bengkokan di sepeda Fania –“


“Bengkokan bekas di lindas – “


“Dan gue ingat betul sepedanya itu walau model lawas, tapi sebelumnya mulus.”


“Jadi memang ada orang yang sengaja membuat Fania jadi seperti itu –“


“Entah apa alasannya sampai dia menyakiti Fania. Tapi yang jelas, gue harus menemukan orangnya ..”


“.......”


"Lalu akan gue buat kondisinya jadi macam Fania yang gue tau betul dia ga akan cari masalah sama orang lain –“


🚬🚬🚬🚬


To be continue......