
Sebuah negeri ajaib yang sangat mengagumkan terletak di dimensi lain dari dunia manusia. Tempat ini berbeda seperti lingkungan rumah kita, di sini semuanya seperti baru saja di mulai. Tak ada rumah penduduk, apalagi transportasi yang kita kenal, semuanya masih dipenuhi oleh tanah rerumputan hijau dan pohon-pohon besar yang tumbuh dengan sehat. Negeri itu memiliki empat kerajaan yang dipimpin oleh berbagai jenis penghuni di sana. Empat kerajaan itu ialah Kerajaan Utara, Kerajaan Timur, Kerajaan Barat, serta Kerajaan Selatan.
Kerajaan Utara merupakan kerajaan paling agung dari yang lainnya, karena mampu mempertahankan kedamaian seluruh kerajaan di bawah kepemimpinan raja William dan ratu Alexa. Raja memiliki paras yang sangat tampan dengan wajah oval, tubuh yang hampir mencapai dua meter, berkulit kuning langsat. Sedangkan sang ratu memiliki paras yang dapat memikat hati seseorang hanya dalam sekali tatapan (bahkan wanita juga akan terpukau). Perpaduan kecantikan dan kemanisan wajahnya serta warna kulit yang putih seperti susu sapi segar membuatnya menjadi wanita tercantik di negeri itu. Raja William dan ratu Alexa merupakan keturunan kaum adam dan kaum hawa pertama di negeri ini. Keduanya dikarunia kekuatan sihir oleh dewa-dewa dan mereka memimpin para kurcaci salah satu jenis makhluk yang menjadi penghuni dalam negeri ajaib itu.
Kerajaan Timur dan Barat merupakan pusat kehidupan dari negeri ini karena setengah dari penghuninya menetap di antara kedua kerajaan ini. Kerajaan Timur, pusat dari kehidupan para hewan yang menakjubkan, di mana mereka dapat berbicara layaknya manusia dan mereka bukanlah hewan buas pemakan daging sekalipun di dunia manusia mereka adalah hewan karnivora (mereka menggigit daging hanya untuk mempertahankan keselamatannya saja, singkatnya hanya dalam menyerang). Kerajaan Timur dipimpin oleh seekor singa jantan bernama A (paman Anasca hanya menamai beberapa karakter dengan satu huruf saja.) Ia memiliki tampang yang sangat ganas namun dia adalah seekor singa yang sangat berwibawa dan penyayang. Singa itu memiliki dua warna mata yang berbeda, kanan dengan warna cokelat ditambah bekas luka berupa goresan yang melintasi matanya Sedangkan mata kirinya berwarna hitam.
Lanjut ke Kerajaan Barat, pusat kehidupan makhluk yang bercampuran bentuk yang dikenal sebagai makhluk mitologi di dunia manusia. Kerajaan Barat ini dipimpin oleh seorang kentaur yang berwujud setengah manusia dan setengah kuda di bagian bawah tubuhnya. Kuda berkepala manusia itu bernama Thumboss yang memiliki warna kulit yang gelap dengan tubuh tangguhnya yang kekar berotot.
Terakhir adalah Kerajaan Selatan yang dipimpin oleh pasangan penyihir warlock dan penyihir shapeshifter. Penyihir warlock merupakan jenis penyihir jahat yang menguasai ilmu hitam, sesuai dengan namanya, penyihir ini ahli dalam hal berperang, sedangkan istrinya shapeshifter, jenis penyihir yang memiliki kemampuan untuk merubah wujudnya menjadi apapun sesuai dengan apa yang ia kehendaki, contohnya manusia atau hewan. Penyihir Kerajaan Selatan ini bernama Casso untuk laki-laki dan Caddis untuk perempuannya, mereka tampaknya seumuran dengan Raja dan Ratu di Utara.
Negeri ajaib ini belum memiliki nama khusus karena memiliki lebih dari satu pemimpin sesuai dengan arah mata angin. Kehidupan di sana sangat harmonis. Namun, tidak sampai hari itu datang, dimana penyihir dari Kerajaan Selatan menampakkan sifat aslinya dan mulai tamak akan seluruh wilayah dan takhta negeri tersebut. Kedua penyihir itu ingin memusnahkan kerajaan lain serta ingin menghabisi para pemimpin kerajaan terlebih pada raja dan ratu Utara beserta keturunan yang saat ini sedang dikandung oleh ratu Alexa.
Bertepatan pada hari Natal dan musim dingin negeri tersebut, saat pergantian hari pukul 00:00 dini hari, hujan deras mengguyur seluruh wilayah negeri ini. Air dan salju berlomba untuk sampai ke permukaan tanah. Sungguh aneh bukan? Hujan deras terjadi saat musim salju. Bukan hanya itu, Guntur juga menggelegar dengan nyaring di mana-mana. Saat fenomena langka itu terjadi, lahirlah seorang pangeran dan tiga puluh lima menit setelahnya lahirlah seorang putri.
Kedua keturunan raja dan ratu Utara ini diberikan nama E untuk sang pangeran dan L untuk sang putri. Raja William dan ratu Alexa sangat bahagia, mereka langsung ingin merayakan kelahiran pangeran dan putri kerajaan saat matahari sudah kembali terbit dan bersinar terang. Akan tetapi, hal yang dinanti tak dapat terealisasikan sesuai keinginan. Sesuatu kejadian aneh telah terjadi pada negeri mereka. Laporan lisan mengerikan didapatkan dari pemimpin Kerajaan Timur dan juga Barat terdengar sangat serius. Hal ini tentu saja membuat raja William serta ratu Alexa menjadi takut dan sangat waspada akan keselamatan keturunan sekaligus pewaris mereka yang baru saja mulai menghembuskan napas di negeri ini yang indah ini.
Kegelapan menelan semua cahaya yang baru saja terbit. Membekukan semua pohon-pohon di daerah Kerajaan Timur dan Barat karena musim dingin di sana dua kali lipat lebih dingin. Kegelapan dan kehancuran itu menyebar luas dengan cepat dan mulai mendatangi wilayah Kerajaan Utara. Ratu Alexa meminta Anasca untuk membawa kedua bayinya pergi dari dunia ini menuju dimensi lain (another universe) yaitu dunia manusia yang bebas akan sihir dan hal semacam penyihir jahat.
"Aku harap kau tahu risikonya, Alexa. Mereka akan kehilangan kekuatan mereka yang diturunkan oleh William dan juga kau." Anasca mengambil keranjang jinjing coklat muda berbahan rotan dari ratu Alexa yang berisi pangeran A dan putri L.
"Mereka berbeda Anasca. Mereka terlahir dengan suci tanpa memiliki sihir apapun seperti yang kami punya. Sihir yang kami miliki tidak dapat diturunkan karena itu adalah pemberian dari beberapa dewa untuk melindungi negeri ini. Pergilah Anasca mereka ditakdirkan untuk tinggal di dunia yang berbeda. Aku mohon jagalah mereka di sana untuk kami." Ratu Alexa menangis kecil dan memeluk Anasca beserta keranjang bayinya yang sedang digigit oleh Anasca. "Pergilah!" lanjut Ratu Alexa dan langsung berpaling dari hadapan singa itu.
Pasukan kerajaan dengan cekatan menuju perbatasan Kerajaan Utara untuk menghentikan kedua penyihir. Kegelapan dan kehancuran berhenti tepat di perbatasan kerajaan. Hal ini dapat terjadi karena bagian Utara memiliki sihir yang lebih tinggi dan baik dibandingkan penyihir itu.
"Kau tidak sadar apa yang sedang kau lakukan? Kau mengubah negerimu sendiri menjadi menakutkan dan hancur berantahkan!" teriak Raja William memasang amarah hebat di wajahnya.
"Sekali itu adalah perbuatan jahat, tak peduli seberapa besar atau kecilnya itu, maka akan kalah di depan kebaikan!" sindir Raja William, "serang!" lanjutnya dengan suara keras.
"Jangan biarkan ada yang tersisa, bunuh mereka semua!" Caddis, penyihir shapeshifter, memberi tanda untuk menyambut serangan raja William.
Peperangan terjadi antara Kerajaan Selatan yang melawan ketiga pasukan kerajaan sekaligus di Utara. Sementara kedua pemimpin melawan penyihir, Anasca pemimpin dari Kerajaan Timur menuju ke sebuah tempat sakral yang dikelilingi delapan empat pilar dengan empat gambar yang berbeda di setiap pilarnya. Pilar itu memiliki gambar ilustrasi seekor singa yang sedang duduk, kentaur yang berdiri gagah dari samping, dan juga dua manusia yang berbeda gender di masing-masing pilar yang tersisa. Tempat ini merupakan tempat paling bersejarah, suci dan juga istimewa di negeri ini.
Biar ku beritahu bahwa tempat ini adalah tempat di mana sejarah dan ramalan para dewa ditulis di atasnya melalui cahaya dan air sakti yang merupakan penyeimbang kehidupan sekaligus salah satu sihir suci dari negeri ini Mungkin sekarang kalian sudah mendengar terlalu banyak kata sihir, tapi itu lah negeri ini. Mereka mengenal tempat itu dengan sebutan Deeymerall. Deeymerall terletak agak jauh—tidak terlalu jauh—sedikit saja dari belakang Kerajaan Utara. Sesampainya di sana, Anasca langsung meletakkan kerajang bayi yang dibawanya tepat di tengah-tengah lingkaran atau titik pusat Deeymerall.
“Auumm!!” Anasca mengaum sekencang mungkin hingga membuat pangeran dan putri dalam keranjang menangis, kemudian menghilang dari Deeymerall.
Auman dari Anasca terdengar hingga perbatasan Utara, mengejutkan seluruh pasukan serta pemimpin kerajaan dan penyihir. Auman Anasca memberi sedikit bantuan karena membunuh beberapa makhluk kecil yang membawa aura jahat seperti ular yang melewati perbatasan menuju istana untuk mencelakakan ratu Alexa.
"Jleb..." suara pedang penyihir warlock menusuk bagian belakang punggung raja William hingga menembus paru-parunya saat ia melihat ke arah suara auman yang datang.
"Apa itu yang kalian panggil dengan raja yang agung? Dia tak lain hanyalah anak adam biasa yang lemah bahkan gampang sekali lengah,” kata Casso menghina raja William yang terjatuh dari kuda bertanduknya.
“Dasar Raja yang bodoh!" Hinaan itu keluar dari mulut Caddis dengan senyuman sadisnya ia terlihat sangat bahagia menyaksikan sang raja yang terkapar di atas tanah.
Perang itu berhenti secara tiba-tiba setelah tewasnya raja William. Walaupun sang raja telah dikalahkan, wilayah kekuasaannya ini tidak berubah menjadi gelap gulita seperti yang lain karena di Kerajaan Utara memiliki sihir yang lebih suci dan Deeymerall sehingga tidak dapat ditembus oleh sihir jahat dari kedua penyihir kejam itu.
Kedua pasangan penyihir itu menculik ratu Alexa serta membawa Thumboss menuju kerajaannya. Mereka membuat ratu tertidur dan akan terbangun dengan sendirinya jika Anasca dan anak-anaknya kembali di negeri ini. Mereka memasang sebuah tali tambang di lehernya yang terhubung dengan lonceng yang ada di istana Kerajaan Selatan, hingga saat ratu Alexa sudah terbangun dan bergerak, lonceng itu akan berbunyi, pertanda bahwa ratu Alexa telah bangun sekaligus berarti kembalinya Anasca. Sedangkan Thumboss, mereka mengubahnya menjadi patung es yang kemudian dijadikan pajangan di gerbang pintu Kerajaan Selatan.