The Seducer

The Seducer
Perubahan



Mega itu punya satu kelemahan dalam hidupnya yaitu 'Tidak peduli akan penampilan' . Ia jarang memberikan perawatan pada tubuhnya, ia juga tidak pernah menggunakan make up. Selain karena ia tidak bisa menggunakannya!, juga karena itu baginya adalah pemborosan. Ia lebih memilih uang dari jatah suaminya dulu untuk ditabungkan. Itulah kenapa Yoga tergoda oleh gadis yang lebih 'wah'. Namun sampai hari ini, Mega tidak pernah menyadari kesalahannya. Sampai seorang teman menasehatinya.


"Aku bener-bener gak nyangka Desi bisa ngelakuin ini ke kamu Ga!!" Ucap Dedes dengan kesalnya. "Apa dia gak punya otak ya ngerebut suami sahabatnya sendiri"


Mega hanya tersenyum kecut mendengar topik ini diangkat oleh teman lamanya.


"Mana gak tahu malunya ia malah ngundang kita-kita lagi! Males banget aku sumpah!!" Ujar Dedes lagi.


"Kamu diundang juga ya katanya!?"


"Iya des, Yoga yang undang aku!" Ucap Mega lagi.


"Sumpah aku gak habis pikir. Urat malunya Yoga sama Desi ditaruh dimana kali ya!? Untung aku gak dateng ke acara itu, kalau dateng.. wah! Sudah kuremes-remes mukanya si Desi"


Mega malah jadi ingin tertawa melihat ekspresi geram si Dedes. Mereka adalah teman sejak kecil, namun tidak terlalu dekat. Mega malah lebih dekat dengan Desi.


"Kamu harus bangkit dong Mega! Aku tahu di luar sana masih banyak pria yang menunggu kamu menjadi pasangannya" ujar Dedes semangat.


"Hah.. aku gak tahu Des! Aku trauma menjalin hubungan dengan pria" ujar Mega perlahan.


Dedes sangat paham perasaan temannya itu. Meskipun tidak terlalu dekat dengan Mega, Dedes tahu betul Mega orang yang seperti apa.


"Mega, kamu harus membuka diri. Kamu masih muda, kamu butuh pendamping. Begitu juga dengan anak kamu, dia butuh sosok seorang ayah" ujar Dedes.


Mega mengangguk. Ia tahu Dedes benar. Tapi dia juga merasa mungkin sulit bagi dia untuk menemukan seorang pria yang mau dengannya. Selain karena ia janda, ia yakin bahwa dirinya memiliki kekurangan makanya suaminya meninggalkannya.


"Mana ada yang mau sama aku Des.." ujar Mega.


Dedes tertawa "Kamu itu cantik banget! Kamu tahu kan kamu kembang sekolah dulu. Kalau kamu gak cantik, gak mungkin orang-orang tertarik sama kamu! Cuman kamunya yang kurang dandan. Jaman sudah berubah Mega. Wanita jaman sekarang merias dan merawat dirinya. Kamu juga harus melakukannya. Jika bukan untuk pasangan, lakukan saja untuk memanjakan diri kamu sendiri"


***


Adam tidak bisa berhenti, ia terus ingin memandang Mega yang berdiri di sebelahnya. Meskipun ia lakukan dengan melirik dari ujung matanya. 'Sejak kapan dia mulai merubah penampilan!?' Batin Adam.


'Apa dia melakukannya untuk menarik minatku padanya!?' Batinnya lagi.


Beberapa kali Adam ingin memujinya, tapi hal itu tidak bisa keluar dari mulutnya. Biasanya ia dengan mudah mengucapkan kata 'cantik' pada wanita mana saja. Tapi apa ini sekarang?! Kenapa itu terasa tersumbat di tenggorokannya?!


"Mas! Kamu beneran nih mau ngajakin aku makan siang!?" Tanya Seruni.


Ia baru saja datang ke kantor Adam. Biasanya pagi-pagi ia sudah menyambangi Adam, tapi entah karena apa hari ini Seruni baru datang menemuinya di jam makan siang.


"Iya.. boleh sih! Tapi aku ajak Mega ya! Soalnya biasanya aku makan bareng Mega!" Ujar Adam.


Seruni memandang tajam ke arah Mega. Biasanya ia tidak merasa terusik dengan kehadiran Mega di sebelah Adam namun belakangan ini setelah penampilan Mega berubah, Seruni merasa sedikit gelisah.


'Apa orang ini ingin menarik perhatian mas Adam!?Tidak bisa dibiarkan!' Batin Seruni.


"Ah! Mas.. aku gak nyaman makan bertiga" ujar Seruni.


"Ya udah kalau gitu kamu tunggu dulu yah! Aku mau makan dulu sama Mega" ujar Adam sembari bangkit dari duduknya.


"Tapi mas, aku juga laper..." ujar Seruni.


Adam melirik ke arah Mega. Ia terbiasa makan siang ditemani Mega. Dan kebiasaannya itu tidak bisa dirubah dengan cepat.


"Pak! Sa-saya sudah bawa makan siang!" Ujar Mega.


Adam menghela nafas kemudian berjalan mendekati Seruni "Ayo pergi!"


****


"Mbak! Kamu berubah banget akhir-akhir ini!"ujar Santi.


"Berubah jadi lebih baik atau buruk San!?" Tanya Mega.


"Mbak jadi lebih cantik! Berubah kearah yang baik donk!" Ucap Santi sambil menyeruput jus alpukatnya.


"Mbak lagi deket sama cowok ya!? Kok tiba-tiba mulai merias diri!?"


"Tempo hari mbak ketemu sama teman lama mbak yang ngasih saran kalau mbak harus merawat diri mbak. Kalau bukan demi pasangan, yah.. untuk diri mbak sendiri" ujar Mega.


"Coba kalau mbak sadar sejak dulu.. pasti.. ups!" Santi membekap mulutnya. Mega sudah bercerita pada Santi tentang Yoga dan Desi. Santi juga pernah melihat Yoga dan Desi membeli cincin kawin.


Mega tertawa, "Ah! Sekarang kan dia yang menyesal karena melepas istri yang ternyata sangat cantik!" Kelakar Mega.


Tiba-tiba seorang perempuan datang mendekat ke arah mereka.


"Mas Adam ada!?" Tanyanya.


"Pak Adam keluar bu!" Jawab Santi.


"Tolong kasih ini ke dia" ujar wanita itu sembari menyodorkan sebuah amplop putih ke arah Santi. Santi menerimanya dengan sopan.


"Baik Bu" ujar Santi


Wanita itu kemudian pergi begitu saja dari hadapan mereka. Tadinya Mega berfikir bahwa wanita itu mungkin pacar pak Adam yang lain. Tapi biasanya jika itu pacar pak Adam maka ia akan menunggu sampai pak Adam datang. Tapi ini!? Dia malah pergi.


"Woaahhh!! Istri bos memang beda ya auranya!" Ujar Santi.


"Hah!?" Mega terkejut. "Itu bu Zahra!?"


Santi mengangguk. "Mbak Mega gak tau!?"


Mega menggeleng. "Mbak belum pernah liat sebelumnya!" Ujar Mega. Tapi kemudian Mega menghela nafas "Untung aja pak Adam sudah pergi sama mbak Seruni!eh.. apa itu keberuntungan atau kesialan ya.." gumamnya sendiri.


" Tapi..bu Zahra keliatannya gak bakal peduli deh mbak soal kayak gitu!" Ujar Santi kemudian.


"Maksud kamu!?" Mega tidak paham.


"Karyawan-karyawan yang sekarang gak pada tahu sih mbak. Tapi dulu pernah ada gosip kalau bu Zahra yang duluan berselingkuh" ujar Santi.


"Lho kok gitu!?" Tanya Mega.


"Pak Adam dulunya baik banget! Dia sering ngajak bu Zahra kemari. Terus tiba-tiba bu Zahra gak pernah muncul di kantor. Katanya sih karena bu Zahra lagi program bayi tabung. Terus tiba-tiba ada surat gugatan cerai dari bu Zahra ke pak Adam. Mereka hampir cerai tapi pak Adam berhasil mempertahankan pernikahannya. Sejak itu pak Adam berubah. Pak Adam mulai main cewek" ujar Santi panjang lebar. Santi termasuk karyawan lama. Diantara semua karyawan yang ada, dialah yang paling lama bekerja dengan Adam.


"Ini pasti surat untuk menghadiri sidang perceraian lagi!" Gumam Santi.


Mega terdiam. Apa benar alasan kenapa pak Adam berselingkuh disebabkan oleh penghianatan bu Zahra!? Atau.. karena bu Zahra mandul!?


****