The Legend System

The Legend System
Hadiah perpisahan



Hadiah perpisahan


"Tunggu dulu kalian saling mengenal?" Tanya ratu yiyi melihat hiro dan rendi berpelukan ala teletabis


" ya kami saling mengenal kami adalah teman sejak kecil " ucap Hiro melepaskan pelukan rendi


Semua orang yang ada di sana hanya mengangguk dan melanjutkan acara pesta nya


" quest terpancing


Setrum tangan rendi dengan elemen petir


Quest tidak dapat di tolak


Batas waktu: -


Hadiah : kartu upgrade system ke versi 0.4 , 200.000.000 koin berlian , ]


Saat Hiro mendengar notifikasi dari irene Hiro hanya tersenyum kecil


"Papa siapa paman ini ?"Tanya seorang anak kecil yang ada di tengah Hiro dan rendi


" ini paman Hiro , dia teman papa liu " ucap rendi melihat ke liu


" ren ini anak mu " ucap Hiro terkejut


" benar dan wanita yang di belakang mu adalah istri ku " ucap rendi menunjuk kepada wanita di belakang Hiro


Saat Hiro melihat ke belakang dia melihat seorang wanita cantik tapi kalah dengan putri Aurora


Hiro terkejut sampai sampai melompat ke arah rendi, rendi yang Hiro melompat ke arah nya dengan sigap menangkap nya


Semua orang yang ada di sana hanya menahan tawa karena melihat keterkejutan Hiro saat melihat istri nya rendi


" kenapa kau dan istri mu sama suka sekali mengejutkan ku !! " ucap Hiro sedikit berteriak sambil memukul kepala rendi sedikit keras


" e hehehe entah lah aku juga tidak tahu " ucap rendi mengaruk garuk kepala nya yang tidak gatal hingga jatuh dengan tidak elite nya


" kenapa kau menjatuhkan ku " ucap Hiro yang kepala membentur lantai dan kaki masih di tangan rendi yang satunya


" maaf aku tidak sengaja " ucap rendi mengangkat kedua tangan nya


Hiro yang mendengar itu hanya menghela nafas dan orang yang ada di sana hanya menahan tawa karena melihat hiro yang jatuh dengan tidak elite nya


" lupakan lah tapi aku ucap kan selamat atas pernikahan mu " ucap Hiro mengulurkan tangan nya dan di sambut dengan jabatan tangan rendi


Saat Hiro dan rendi berjabat tangan rendi tersetrum aliran listrik kecil


Drrtt!


" sialan kau ro " ucap rendi memegang tangan nya yang t tersetrum


" hehehe itu ucapan selamat dari ku " tawa kecil Hiro


[Quest selesai


Selamat anda mendapat kartu upgrade system ke versi 0.4


Selamat anda mendapat 200.000.000 koin berlian ]


" irene gunakan kartu upgrade system untuk mengupgrade dirimu " batin hiro


[ mengunakan kartu upgrade system untuk mengupgrade


System akan di non aktifkan selama satu menit ]


Hiro hanya mengabaikan notifikasi dari irene dan melanjutkan mengobrol dengan rendi


" siapa nama istri mu itu?" Tanya hiro melirik ke arah wanita yang mengobrol dengan ratu yiyi dan putri Aurora


" ah nama nya xie zumei "ucap rendi memperkenalkan istri nya


" tuan nigth eye , hiro mari bersulang untuk pesta malam ini " ucap kaisar lin menyodorkan gelas berisi anggur merah


""Ya mari berselang " ucap Hiro dan rendi bersama an


" Oh ya ren kenapa kaisar lin memangil mu night eye ?"Tanya hiro penasaran


" Oh itu karena aku pelindung ke kaisaran ini dan selalu ada penyerangan saat malam hari dulu jadi itu lah kenapa aku di sebut nigth eye ( mata malam ) " jelas rendi


Mereka melanjutkan berbincang bincang dengan penuh tawa sampai Hiro mendengar notifikasi


[System berhasil di upgrade , menyiapkan tubuh baru system 1%..40%..80%...90%..100% tubuh baru selesai di siapkan ]


Boom!!


Tiba tiba atap ruangan yang di buat untuk pesta tercipta sebuah lubang yang cukup besar dan seorang gadis secantik putri Aurora jatuh dari atas menuju Hiro


Semua orang yang ada di sana melihat ke atas tatapan mereka tertuju kepada gadis cantik yang terjatuh dari atas dengan mengunakan jubah seperti milik Hiro , baju berwarna hitam yang sampai pinggang hingga melihat kan kulit putih nya yang halus seperti kain sutra , celana ketat yang panjang nya sepaha di tambah dengan wajah nya yang cantik rambut berwarna putih ke emasan menambah kecantikan gadis itu


Hiro melompat dan menangkap gadis itu yang tidak lain adalah irene kai system yang sudah menjadi adik angkat Hiro


Hiro turun dengan irene yang pigsan di gendongan nya dengan elegan


" siapa dia kai?" Tanya putri Aurora berjalan ke arah hiro dengan wajah cemburu melihat hiro mengendong irene di depan


" dia adik ku kau jangan salah paham dulu " ucap Hiro menidurkan irene di lantai


Hiro mengunakan elemen air nya untuk menyiram wajah irene dengan sedikit sedikit , tak selang lama irene sadar dan merasakan ada air yang jatuh ke wajah terus menerus


Irene membuka mata dan melihat hiro sedang mengobrol dengan rendi , kaisar lin,putri aurora , xie zumei, liu yang asik memakan kue lalu terdapat bola air di atas tangan hiro dan tangan yang satu terus menerus menyiram kan air ke muka irene dengan sedikit sedikit


"Ekhem " Deheman irene berhasil membuat hiro melihat ke arah irene


Saat Hiro melihat irene muka nya sudah basah karena air yang hiro siramkan sedikit sedikit


"Kakak akhir nya aku menemukan mu " ucap irene berakting dan melompat ke arah hiro lalu memeluk hiro hingga membuat hiro jatuh


" irene rindu dengan kakak " ucap irene memperlihatkan mata berkaca kaca dan muka polos nan imut yang mampu meluluhkan raja iblis sekalipun


Hiro hanya tersenyum lalu membalas pelukan irene dan membelai lembut rambut irene


Hal itu membuat semua orang di sana terharu tapi tidak bagi putri Aurora yang merasa cemburu lalu mengembungkan pipi nya


Ratu yiyi hanya tersenyum melihat putri Aurora cemburu dengan irene


" Kakak juga rindu " ucap Hiro ikut berakting


"... maafkan kakak , kakak melakukan ini semua karena ingin mencari kan mu kristal giok naga tujuh warna " ucap Hiro menunjukkan kristal giok naga tujuh warna yang dia buat mengunakan skill create skill milik nya


Semua orang yang melihat kristal giok naga tujuh warna yang ada pada Hiro membelalakan mata


" tak sia sia aku hidup akhirnya bisa melihat kristal giok naga tujuh warna yang melegenda" ucap tamu 1 di anguk i semua orang


Putri Aurora yang melihat hiro memberikan barang yang sangat langka kepada irene menjadi semakin cemburu


Irene yang melihat putri Aurora cemburu tersenyum kecil dan membisikkan sesuatu di samping telinga Hiro


" benar kah? Aku jadi ingin lihat wajah nya saat cemburu " ucap Hiro ikutan berbisik


Hiro mengalihkan pandangan nya ke arah putri Aurora saat Hiro melihat putri Aurora mengembungkan pipi nya hiro merasa ingin mencubit pipi putri Aurora


Sedangkan putri Aurora yang menyadari bahwa dirinya di tatap oleh hiro memalingkan wajah nya menatap ke arah lain, hiro hanya tersenyum kecut melihat putri Aurora memalingkan wajah nya


" berikan saja kepada kekasih kakak"ucap irene menolak pemberian hiro


" kau terima saja aku punya dua " ucap Hiro menaruh kristal giok naga tujuh warna di tangan irene


" baiklah irene menerima pemberian kak kai bagaimana pun juga kakak sudah berusaha untuk menemukan kristal giok naga tujuh warna irene akan menjaga kristal ini selamanya " ucap irene memeluk kristal giok naga tujuh warna yang di berikan oleh hiro di dada nya


Hiro dan irene berdiri lalu Hiro berjalan ke arah putri Aurora yang sedari tadi memalingkan wajah nya


"Aurora ini adalah hadiah dari ku " ucap Hiro memegang tangan putri Aurora lalu memakai kan sebuah gelang yang terbuat dari kristal giok naga tujuh warna , saat gelang itu terpasang di tangan putri Aurora gelang itu menjadi sebuah panah lengan yang memiliki bentuk yang indah


Semua orang yang melihat itu sangat terpana dengan ke indahan panah lengan yang ada di tangan putri Aurora terkecuali irene dia hanya biasa biasa saja saat melihat panah lengan itu


Putri Aurora memperhatikan panah lengan yang ada di tangan nya hiro yang tau bahwa putri Aurora tidak bisa mengunakan panah lengan itu


Hiro berjalan ke belakang putri Aurora , lalu tangan yang satu memeluk pinggang ramping milik putri Aurora dan yang satu nya memegang tangan yang terdapat panah lengan pemberian nya


" kau bidik lawan dulu" ucap Hiro mengarah kan tangan putri Aurora ke sebuah tiang


Putri Aurora tidak memerhatikan lengan nya tapi memperhatikan wajah Hiro dan tangan nya satu memegang tangan hiro yang memeluk pinggang nya wajah putri Aurora memerah saat melihat wajah Hiro dari dekat


" lalu kau tinggal bilang 'tembak' dalam hati " ucap Hiro mengalihkan pandangan ke wajah putri Aurora, saat mata mereka berdua saling bertemu putri Aurora merasa hati nya sedang berbunga bunga


Kedua sesegera mungkin memperbaiki posisi mereka berdua


" Oh ya aurora itu adalah hadiah perpisahan dari ku " ucap Hiro merapikan baju nya


Putri Aurora, kaisar lin,ratu yiyi, rendi terkejut mendengar perkataan Hiro


" .... aku bilang begitu karna aku ingin pergi menjadi lebih kuat lagi " sambung Hiro yang mengatakan alasan kepergian nya


" tapi berjanjilah kepada ku bahwa kamu harus kembali lagi ke kekaisaran ini ingat lah anak anak angkat kita masih membutuhkan kita berdua " ucap putri Aurora yang memerah saat menyebutkan kata'Anak anak angkat kita'


Hiro hanya tersenyum dan mengangguk an kepala nya


" Tunggu dulu kalian mengangkat anak kecil menjadi anak angkat kalian " ucap kaisar lin terkejut mendengar kata kata putri Aurora


Kedua mengangguk an kepala mereka secara bersama an saat mereka melihat kaisar lin dan ratu yiyi mengeluarkan air mata mereka


" sayang akhirnya kita punya cucu " ucap kaisar lin dan ratu yiyi berpelukan


" ya walaupun cucu angkat tapi tak apa yang penting apa yang kita nantikan dari dulu sudah terwujud" ucap ratu yiyi menyetujui ucapan kaisar lin


Hiro, putri Aurora dan yang lainnya hanya bisa memasang wajah datar melihat kelakuan kaisar dan ratu mereka


Mereka melanjutkan pesta hingga tengah malam pesta pun berakhir


Di kamar Hiro


" hah...! Pesta yang melelahkan " ucap Hiro menghela nafas lalu berbaring di tempat tidur nya yang empuk dan besar


Tok!! Tok !!


Saat Hiro hendak menutup mata nya hiro mendengar ketukan pintu


"Siapa ?" Tanya hiro sedikit berteriak


"Ini aku Aurora " ucap putri Aurora di balik pintu kamar hiro


" masuk lah pintu tidak di kunci " ucap Hiro lanjut berbaring di tempat tidur nya


Krekk!!


Suara pintu terbuka dan menunjukan putri Aurora yang memakai baju tidur


Bam!!


Ceklek!!


Suara pintu yang di tutup dan di kunci oleh putri Aurora yang muka nya sedikit memerah


" Aurora kenapa pintu nya di kunci ?" Tanya hiro masih berbaring di tempat tidur nya


"...." tidak ada jawaban dari putri Aurora


Hiro yang tidak mendapat jawaban dari putri Aurora bangkit dan duduk di pinggir tempat tidur


" Aurora kau kenapa?" Tanya hiro sekali lagi


"....." Putri Aurora hanya diam lalu berjalan menuju arah hiro


Hiro yang melihat putri Aurora tidak menjawab pertanyaan nya menjadi bingung


Saat putri Aurora sudah berada di depan Hiro putri Aurora memeluk Hiro hingga membuat hiro terbaring di atas tempat tidur nya


" kai jika kamu ingin pergi bawa lah aku bersama mu " ucap putri Aurora dengan mata berkaca kaca


" maaf Aurora aku tidak bisa membawamu perjalanan ini sangat berbahaya bagi mu lebih baik kau tetap di sini jadilah petualang terhebat , terkuat, dan pelajarilah skill yang ku berikan " ucap Hiro membelai lembut rambut putri Aurora


" tapi dengan satu syarat " ucap putri Aurora menunjukkan satu jari nya


"Apa jika aku mampu akan aku penuhi " ucap Hiro santai


"C-cium aku dan tidur bersama" ucap putri Aurora tergagap dan wajah memerah


" ya terserah lah yang penting cepat tidur besok nya berangkat " batin hiro


" baiklah tuan putri jika itu yang anda inginkan saya akan memenuhi nya" ucap Hiro mendongak kan wajah putri Aurora yang memerah


Hiro mencium bibir putri Aurora lalu menggigit bibir bagian bawah putri


"Ah " ucap putri Aurora membuka mulut nya karena bibir bagian bawah nya di gigit


Hiro memasukkan lidah nya ke muka putri Aurora dan menjamah isi mulut putri Aurora, setelah menjamah setiap bagian mulut putri Aurora Hiro melilit kan lidah nya ke lidah putri Aurora


"Ehm~" desah putri Aurora yang lidah nya di mainkan oleh hiro


Hiro menyudahi ciuman tadi dan mengatur nafas nya ,putri Aurora yang melihat hiro mengatur nafas nya tidak bisa menahan diri dan langsung menyerang Hiro terlebih dulu tapi dihentikan oleh hiro


" kita belum menikah jadi tahan dirimu dan nafsu mu itu " ucap Hiro menidurkan putri Aurora di tempat tidur nya


Hiro membuka baju nya dan membaringkan tubuh ya di samping putri Aurora


" kai apa kamu benar benar tidak ingin melakukan nya ?" Tanya putri Aurora memeluk Hiro dan sekali kali mencium aroma tubuh hiro


" ya lagi pula kita belum menikah" ucap Hiro menutup matanya dan pergi ke alam mimpi bersama an dengan putri Aurora


»T»B»C»