The Legend System

The Legend System
Pertunangan dan guild petualang



Pertunangan dan guild petualangan


Hiro yang melihat ayah putri Aurora tersenyum menjadi bingung


" Hahaha! Ternyata calon menantu ku sangat hebat tak ku sangka kau bisa mengalahkan raja golem tadi " ucap ayah putri Aurora sambil tertawa


"T-tungu calon menantu? A-apa maksud nya ?" Tanya hiro tergagap gagap


" heh...! Itu adalah peraturan dari sayimbara bahwa siapa yang berhasil mencabut busur legenda dan orang itu adalah pria akan jadi menantu kerajaan lalu jika perempuan akan menjadi anak angkat ku " ucap ayah putri Aurora menjelaskan peraturan sayimbara yang ia selengarakan


Hiro yang mendengar itu teringat akan ucapan putri Aurora dia hanya bisa tersenyum kecut , bagi laki laki yang melihat senyum kecut Hiro memang kecut tapi bagi wanita yang melihat senyum kecut Hiro adalah senyum yang indah yang mampu membuat hati wanita yang melihat nya melayang ke atas awan


Putri Aurora yang mendengar kata ayah nya membuat wajah nya memerah ibu putri Aurora tersenyum melihat wajah aurora yang memerah


" t-tapi yang muia aku baru berumur 17 itu terlalu muda untuk menikah menurutku" ucap hiro masih gagap


" aku dan istri ku saja menikah saat umur kami 16 tahun" ucap ayah putri Aurora dengan santai


Hiro hanya bisa pasrah dan tersenyum kecut sekecut buah jeruk


" kalo boleh tau umur putri Aurora brp?" Tanya hiro sembari menggosok mata kiri nya yang gatal


" 16 tahun" ucap ayah putri Aurora santai


Hiro yang mendengar itu hanya mengangguk an kepala nya ia baru ingat dunia nya sudah berbeda dari dunia nya yang dulu


" ah begini saja yang mulia aku akan menikah dengan putri Aurora saat dia mempelajari skill yang aku berikan apa yang mulia setuju?" Usul Hiro mencoba menunda pernikahan nya


Ayah putri Aurora memikirkan usul yang di berikan oleh hiro


Setelah beberapa detik berpikir ayah putri Aurora menyetujui usul yang di berikan oleh hiro


" baiklah aku setuju tapi kau harus bertunangan dengan aurora" ucap ayah putri Aurora


Hiro hanya mengangguk an kepala nya lalu memerintahkan untuk mencari kan skill yang cocok untuk putri Aurora


"System carikan skill yang cocok untuk aurora" ucap Hiro di dalam hati nya


[ Ding!


Hujan seribu pedang langit: skill ini memanfaatkan element dan mana milik pengguna untuk menciptakan ribuan pedang


Kelebihan: dapat membunuh orang berlevel di atas pengguna


Tingkat: ss


Tusukan jarum kematian : pengguna dapat mengendalikan jarum yang di lempar dengan benang mana yang tak terlihat dan saat jarum mengenai target otomatis benang mana akan menyalurkan racun yang terbuat dari mana pengguna ke jarum lalu ke tubuh target


Kelebihan: jika di dibawah level seratus akan mati di tempat dan jika di atas level seratus akan lumpuh selamanya


Tingkat: A+]


" wow semuanya hebat beli keduanya " ucap hiro dalam hati


[Ding! Membeli skill hujan seribu pedang langit , tusukan jarum kematian 1%..30%..50%..70%.. 90%..100%.. pembelian selesai ps di kurangi 300 sisa ps :1700]


Seketika di tangan hiro muncul dua buah buku berwarna biru langit dan kuning ke kemasan dan terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan skill yang di beli oleh hiro


Semua orang yang melihat kejadian itu terkejut karena tiba tiba di tangan hiro muncul dua buah buku


"Aurora tangkap lah ini dan pelajarin sampai kau bisa menggunakan skill yang ada di buku ini" ucap hiro melempar kan buku kepada Putri Aurora


Putri Aurora dengan sigap menangkap buku yang di lempar kan hiro dan membaca tulisan yang ada pada buku tersebut


" itu kai aku mengunakan pedang aku tak punya senjata jarum "ucap putri Aurora menatap hiro dengan wajah sedikit memerah


Hiro yang mendengar ucapan putri Aurora menciptakan sebuah jarum emas berjumlah seratus dan berjalan ke arah putri Aurora lalu menyerahkan jarum emas yang ada di tangan nya ke putri Aurora


" ambil lah jarum ini sekira nya ada pada tingkat sss " ucap Hiro menyerahkan jarum emas kepada putri Aurora


Semua orang yang ada di ruang tahta membelalakan mata nya dan mulut terbuka lebar tak terkecuali putri Aurora dan kedua orang tua nya


Hiro yang melihat semua orang membelalakan mata nya menjadi bingung


" System apa jarum emas yang ku ciptakan terlalu rendah tingkatnya ?" Tanya hiro di dalam hati nya


[ Ding! Tidak tuan tapi sebaliknya jarum emas yang anda ciptakan adalah senjata terkuat di seluruh benua hanya sedikit yang mempunyai senjata tingkat sss ]


" apa saja tingkat senjata dan skill di dunia ini?" Tanya hiro lagi


[Ding! Tingkat senjata: c,b,A,A+,s,ss,sss


Tingkat skill:


C


B


A


A+


S


Ss


Sss


Mistic]


Hiro mengangguk an kepala nya tanda bahwa dia paham


[Ding! System sarankan anda membeli kitab pengetahuan semesta


Harga : 1000 ps]


Hiro yang mendengar notifikasi system mengangguk an kepala nya tanda setuju


[Ding! Membeli buku pengetahuan semesta 1%..50%..100%..


Mempelajari buku pengetahuan semesta 1%..50%..100%..


Mempelajari selesai


Ps di kurangi 1000


Sisa ps: 700]


Seketika kepala Hiro di dibanjiri informasi tentang dunia yang ia tempati dan juga alam dewa , alam iblis juga kejadian yang akan terjadi di masa lampau


Hiro memenangi kepala nya yang sakit seperti di tusuk ribuan jarum


Putri Aurora yang melihat hiro memegangi kepalanya dan meringis kesakitan berjalan ke arah hiro lalu membenamkan kepala Hiro di belahan dada putri Aurora yang cukup besar


""Eeeeeee" teriak semua orang yang ada di ruang tahta terkejut dengan apa yang di lakukan putri Aurora tak terkecuali Hiro dan kedua orang tua putri Aurora


"A-apa sudah hilang rasa sakit nya " ucap putri Aurora tergagap dan wajah yang memerah seperti tomat


" y-ya " ucap Hiro terkejut dengan apa yang di lakukan putri Aurora


"Ekhem masih ada orang di sini " ucap ibu putri Aurora


Ucapan ibu putri Aurora sukses membuat kedua nya memperbaiki posisi mereka


" hey yiyi putri kecil kita ternyata sudah dewasa ya hahaha" ucap ayah putri Aurora sambil tertawa


" kamu benar lin " ucap ratu yiyi menyetujui apa yang dikatakan raja lin


Hiro yang melihat putri Aurora menundukkan kepala nya hanya tersenyum dan kembali menatap raja lin


" kalo begitu aku pamit undur diri untuk mencari guild petualang agar bisa mendaftar kan diriku menjadi petualang " ucap Hiro berbalik hendak pergi tapi tangan hiro di gemgam putri Aurora dengan kuat


" Aurora ada apa?" Tanya hiro bingung kenapa putri Aurora mengengam tangan nya


"A-ah tidak hanya saja aku ingin mengantarmu ke guild petualang sekalian juga mendaftar untuk menjadi petualang " ucap putri Aurora beralasan agar bisa jalan berdua dengan hiro


Hiro hanya mengangguk an kepala nya dan kembali berjalan pergi


Putri Aurora hanya mengikuti hiro dari belakang seperti anak bebek


"Tunggu " ucap raja lin menghentikan langkah putri Aurora dan Hiro


Hiro membalikkan badan nya dan menatap raja lin


" lakukan pertunangan dulu baru pergi ke guild petualang" ucap raja lin mengacungkan jempol nya


Hiro hanya bisa menghela nafas dan menciptakan dua buah cincin lalu menaruhnya di kotak kecil yang terbuat dari berlian


Hiro membuka kotak berlian dan mengambil cincin yang terdapat permata ruby yang indah lalu memegang tangan putri Aurora dan memasangkan cincin di hari manis putri Aurora


Putri Aurora pun melakukan hal yang sama dengan Hiro


Semua orang yang ada di ruang tahta bertepuk tangan melihat pertunangan antara Hiro dan putri Aurora


" Hahaha setelah kalian mendaftar sebagai petualang kembali lah ke kerajaan karena nanti malam adalah pesta pertunangan kalian " tawa raja lin


Putri Aurora dan Hiro hanya tersenyum dan melanjutkan berjalan pergi keluar dari istana


Di perjalanan menuju guild petualang


Hiro dan putri Aurora berjalan dengan kecangungan,sesekali putri Aurora menatap wajah Hiro dan itu membuat wajah putri Aurora memerah


Hiro melihat penjual minuman pun berjalan ke arah penjual minuman itu putri Aurora yang melihat hiro hanya diam dan menunggu di kursi tunggu di pinggir jalan


Tak butuh waktu lama Hiro berjalan ke arah putri Aurora sambil membawa dua botol berisi air minum untuk nya dan putri Aurora


Hiro duduk di samping putri Aurora dan menyerahkan satu botol minuman ke putri Aurora


" ambil lah kau pasti haus " ucap Hiro menyerahkan botol minuman ke putri Aurora


Putri Aurora menerima botol minuman pemberian hiro dengan senyum lalu Meminum air yang ada dalam botol minuman


Hiro juga melakukan hal yang sama seperti putri Aurora


Setelah mereka meminum air minum yang di beli oleh hiro mereka melanjutkan perjalanan ke guild petualang


Beberapa waktu perjalanan akhir nya mereka sampai di guild petualang lalu masuk ke dalam guild petualang


Saat ada di dalam putri Aurora dan Hiro di sapa dengan tatapan mata orang yang ada di dalam guild petualang


Tak mau ambil peduli hiro dan putri Aurora berjalan menuju meja resepsionis tapi mereka berdua di halangi oleh dua pria berbadan besar dan berotot


" hey kau serahkan gadis yang ada di samping mu jika kau masih ingin hidup " ucap salah satu pria besar yang menghalangi hiro dan putri Aurora


"Cih! Dasar bajingan menghalangi jalan orang saja " ucap Hiro lalu menendang pria besar yang berbicara tadi


Duakkk!!


Brukk!!


Pria besar yang di tendang oleh hiro menabrak meja resepsionis dengan keras sampai pria besar itu tak bisa berdiri


Teman pria besar itu yang melihat teman di tendang hingga menabrak meja resepsionis tak tinggal diam dan melancarkan serangan ke arah wajah hiro


"Kau ... dasar brengsek" ucap teman pria besar yang tadi di tendang Hiro sembari melancarkan pukulan ke wajah Hiro


Hiro yang melihat itu dengan santai nya melancarkan pukulan ke arah tangan orang yang ada di depan nya


Bukk!!!


Suara dua pukulan yang saling beradu


" hebat juga kau bisa menahan pukulan ku " ucap pria besar yang ada di depan Hiro


Hiro hanya diam dan menendang perut pria besar itu hingga menyusul teman nya


Duakk!!


Brukk!!


Semua orang yang ada di guild petualang merasa ngeri dengan hiro dan kembali melanjutkan apa yang mereka lakukan


" Kai kamu hebat sekali " ucap putri Aurora menatap wajah Hiro


Hiro hanya tersenyum dan menggandeng tangan putri Aurora lalu berjalan ke meja resepsionis


Apa yang dilakukan Hiro sukses membuat putri Aurora menundukkan kepala nya dan hanya mampu mengikuti hiro


Saat Hiro dan putri Aurora sampai di depan meja resepsionis mereka sapa oleh resepsionis dengan ramah


" selamat datang tuan dan nona apa ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis itu tersenyum


" kami berdua ingin menjadi petualang " ucap Hiro


"Oh kalo begitu silahkan isi formulir pendaftaran nya" ucap resepsionis itu menyerahkan dua formulir pendaftaran untuk Hiro dan putri Aurora


Hiro dan putri Aurora menerima formulir pendaftaran dan mengisi nya


Setelah mengisi formulir pendaftaran mereka menyerahkan kepada resepsionis nya


" ah kau berasal dari ras demi human jenis kucing ya " ucap Hiro kepada resepsionis nya


"Iya namaku rose " ucap rose memperkenalkan diri nya


" namaku Hiro kai dan ini aurora " ucap Hiro memperkenalkan diri nya dan putri Aurora


" Kau putri Aurora salam putri " ucap rose memnundukan kepalanya


" tak perlu formal begitu ini di guild petualang panggil saja aku aurora "ucap putri Aurora tersenyum kepada resepsionis


Rose mengangguk an kepala nya dan tak sengaja melihat cincin yang di pakai putri Aurora dan Hiro sama persis


" hm kalian sudah bertunangan ya selamat ya atas pertunangan kalian" ucap rose membuat hiro dan putri Aurora menundukkan kepala mereka


" ini adalah lencana petualang sekarang kalian resmi jadi petualang jika ada yang kalian ingin ketahui di guild ini kalian tanyakan saja padaku" ucap rose menyerahkan lencana petualang kepada Hiro dan putri Aurora


" terima kasih" ucap hiro dan putri Aurora


Rose hanya tersenyum kepada hiro dan putri Aurora


" Hiro ini tampan sekali ya dan juga kuat andai dia milik ku pasti aku bahagia " batin rose menatap wajah Hiro sembari tersenyum senyum sendiri


Putri Aurora yang melihat rose tersenyum senyum sendiri menepuk bahu rose


" hey kenapa kau tersenyum senyum sendiri apa kau menyukai kekasih ku" ucap putri Aurora di samping telinga rose sembari menyadarkan nya dari lamunan


Rose tersadar dari lamunan nya dan berkata dengan nada pelan


"T-tidak " ucap rose pelan


" ayo lah mengaku saja jika kau menyukai nya aku tak masalah kau jadi yang kedua lagi pula dia kuat aku tak punya hak untuk melarangnya mempunyai istri lebih dari satu" ucap putri Aurora masih berbisik


Hiro yang melihat putri Aurora dan rose berbisik bisik sudah tau bahwa yang mereka bisikan adalah dirinya Hiro hanya tersenyum kecut melihat itu