The Legend System

The Legend System
pergi ke dugeon



Pergi ke dugeon


" Aku tidak tau yang aku tau orang yang membunuh tuan muda Qin feng itu memakai jubah hitam wajahnya tidak terlihat saat aku melihat nya aku sangat ketakutan , tubuh tuan muda Qin di bawa pergi entah kemana " ucap irene berpura pura ketakutan


" kalau begitu terima kasih atas penjelasannya dan maaf telah menganggu" ucap prajurit itu pergi meninggalkan irene bersama Hiro


Hiro yang melihat mereka pergi tersenyum kecil karena melihat mereka tidak merasa curiga sama sekali dengan nya dan irene


" prajurit pembunuh bayaran sama sama bodoh mereka tidak merasa curiga sedikit pun dengan kita " ucap irene mengejek


" sudah lah ayo kita berangkat ke dugeon sekarang aku tidak ingin berlama lama di sini " ucap Hiro terbang mengunakan katana nya


" hey tunggu " ucap irene menaiki katana hiro yang satu nya lagi


Mereka berdua melaju dengan sedang sembari menikmati udara segar


" Irene apa kau menjual mata dimensi ?"Tanya hiro tetap fokus ke depan


"Ada apa kakak ingin membeli nya "ucap irene melihat ke arah hiro


" Ya dan pasang kan langsung" ucap Hiro membersihkan belati nya


[Membeli mata dimensi serba guna 1m ps 1%..50%..100% pembelian selesai


Ps di kurangi 1M]


Hiro merasakan mata nya serasa di masuki sesuatu seperti pedang yang sangat tajam , hiro mencoba untuk menahan rasa sakit di mata nya selama beberapa jam


Beberapa jam berlalu Hiro merasakan mata nya sudah kembali seperti semula tapi Hiro merasakan ada yang berbeda penglihatan nya semakin tajam dan jerih


" mata ini bagus tidak sia sia aku menghabiskan banyak ps untuk membeli mata ini " ucap Hiro berkomentar tentang mata dimensi nya


" iya , tapi aku sarankan untuk mengubah warna pupil mata nya " ucap irene memberi saran kepada hiro


" memang kenapa?" Tanya hiro


" pupil mata kakak berubah yang asal nya berwarna hitam sekarang berubah menjadi warna putih ke emasan " ucap irene melihat mata Hiro


" apa aku terlihat jelek mengunakan pupil berwarna putih ke emasan ?" Tanya hiro lagi


"Bukan begitu akan tetapi itu menambah daya pesona kakak " ucap irene menyangkal pemikiran Hiro


" jadi?" Tanya hiro


" Aku merasa tidak nyaman saja jika melihat warna mata kakak dan aku merasa jika kakak seperti bukan diri kakak sendiri itu membuat ku tidak nyaman " ucap irene menundukkan kepala nya


" kalau begitu aku tinggal mengubah warna nya kan " ucap


Hiro memejamkan mata nya dan memfokuskan untuk mengubah warna mata nya , selang beberapa detik Hiro membuka mata nya


" apa sudah kembali seperti semula irene ?" Tanya hiro memastikan


"Iya itu jauh lebih baik hati yang tadi" ucap irene


Mereka melanjutkan perjalanan dengan tawa dan obrolan yang non faedah bagi mereka


Beberapa jam berlalu akhir nya hiro dan irene sampai di dugeon tersembunyi


"Kak aku tidak ikut masuk lebih baik aku masuk ke alam batin kakak saja " ucap irene


" Eh kenapa ?" Tanya hiro heran


"Bagi ku leveling tidak berarti sama sekali " ucap irene


" Baiklah terserah kau saja" ucap Hiro tidak mau berlama lama di luar


Irene yang sudah mendapat persetujuan dari Hiro berubah menjadi sebutir cahaya dan masuk ke dalam kepala Hiro


" leveling aku datang " ucap Hiro melangkah ke dalam dugeon


Di dalam dugeon


" Eh cuman satu lantai tapi kenapa tidak ada monster sama sekali apa sudah pernah di masuki para petualang" ucap Hiro heran


[Tidak Kak dugeon ini memang satu lantai tapi tidak pernah di masuki petualang , dulu memang pernah di masuki dua petualang tapi petualang itu terbunuh oleh ribuan monster ]


Hiro mengangguk mendengar penjelasan dari irene dan terus berjalan pelan , hiro mendengar suara langkah kaki yang sedang menuju ke arah nya , hiro memasang sikap waspada saat mendengar suara langkah kaki


Tiba tiba ribuan monster muncul dari kegelapan menuju ke arah hiro yang waspada


Roarrr!!!!


" waktunya leveling , skill pusaran pedang langit tahap kedua: hujan pusaran pedang langit thunder version" ucap Hiro


Di atas ribuan monster jatuh ribuan pedang yang berputar sangat cepat di tambah percikan petir merah menjatuhi ribuan monster dan membuat para monster itu mati tapi setiap para monster itu mati monster monster lain bermunculan


" sial!!.. skill pedang langit tahap ketiga: pedang pembelah bintang, skill pedang langit tahap kelima: pedang pembelah bumi" ucap Hiro terus menerus mengeluarkan skill andalannya


Roarrr!!!


Teriakan para monster yang terbebas skill hiro mengema di dugeon


Bomm!!!!


Ledakan yang sangat besar terjadi karena skill pedang pembelah bumi Hiro menghantam ribuan monster dan langsung mati


" hah!... hah! Meskipun mana ku unlimited ini tetap melelahkan " ucap Hiro mengatur nafas nya


[Membunuh ribuan monster....


Membunuh ribuan monster.....]


Notifikasi itu terus mengema di kepala hiro selama Hiro membunuh monster monster yang terus berdatangan ke arah nya


" shadow steps " ucap Hiro melesat ke arah ribuan monster dan menebaskan kedua katana nya membabi buta


Slash!!!!


Slash!!!!


"Hahaha!!!.. ini menyenangkan " tawa Hiro sambil terus menebas monster monster di sekeliling nya


Notifikasi dari irene terus mengema di kepala hiro tapi tidak dia peduli kan Hiro terus menerus mengeluarkan skill andalannya dan menebas monster monster


Beberapa waktu berlalu Hiro beristirahat setelah melakukan leveling yang sangat melelahkan bagi nya


" tadi itu sangat menyenangkan tapi pegal sekali tangan ini " ucap Hiro meneguk minuman soda yang dia minta ke irene


[ Ya tapi jangan senang dulu ini belum selesai loh ,jika kakak tidak mengalahkan bos dugeon ini tidak akan selesai ]


" iya iya aku tahu itu , oh ya irene aku pinjam sniper xavier zero nine mu untuk leveling berikutnya " ucap Hiro


[ Eh bukan nya kakak suka sekali pertarungan jarak dekat ]


" Hah ... Itu melelahkan " ucap Hiro menghela nafas


[Baiklah ini ]


Seketika muncul sebuah sniper berwarna putih dan di setiap sisi nya terdapat lampu berwarna biru cerah


"Seperti ada yang kurang dari xavier zero nine ini " ucap Hiro memandangi sniper xavier zero nine


[Maksud Kakak apa ]


" tunggu sebentar" ucap Hiro mulai mengotak atik sniper xavier zero nine


Setelah beberapa menit Hiro berhenti mengotak atik sniper xavier zero nine dan mengamati nya dengan teliti


"Nah ini baru benar " ucap Hiro menambahkan sebuah sirip hiu di sniper xavier zero nine


[ Aku kira apa ternyata aksesoris]


" Hm seperti nya sudah waktunya leveling kembali " ucap Hiro mulai mendengar langkah kaki


Roarrr!!!!


Hiro mulai berdiri dan bersiap untuk leveling untuk yang kedua kalinya


"Mari berpesta, kita atur kapasitas kekuatan xavier zero nine ke lima puluh persen " ucap Hiro


[ Kak itu berbahaya bisa bisa dugeon ini hancur berkeping keping ]


" Eh bukan nya dugeon punya ketahanan yang sangat kuat , cuma lima puluh persen saja bisa hancur dugeon nya ?" Tanya hiro heran


[ Kak dugeon itu ketahanan nya cuman seperti satu gunung ]


" lima puluh persen bisa menghancurkan satu gunung berarti tidak bisa di atur ke lima puluh persen" ucap Hiro mengatur ke sepuluh persen


[ Itu lebih baik ]


" dengan ini bisa membinasahkan tiga dewa sekaligus " ucap Hiro


[Tiga dewa belum tentu bisa melawan ribuan monster di dugeon ini ]


Hiro yang mendengar itu terkejut karena irene mengatakan tiga dewa belum tentu bisa melawan ribuan monster di dugeon yang dia masuki


" tapi kenapa aku bisa mengahadapi ribuan monster itu sendiri ?" Tanya hiro


[ Itu anugrah dari dewi agung untuk kakak ]


" jangan bilang ada misi menyelamatkan dewi agung yang terkurung di dugeon ini " ucap Hiro memastikan


[ memang , misi menyelamatkan dewi agung tidak boleh di tolak , jika kakak berhasil bisa dapat hadiah langsung dari dewi agung dan jika kakak gagal maka hilang lah dunia ]


" dunia akan hilang jika aku tidak bisa menyelamatkan dewi agung dari dugeon ini !!!" Teriak Hiro histeris


[ iyap karena akan ada perang dunia ke tiga yang di sebut perang semesta ]


" Eh perang semesta ?" Tanya hiro tidak mengerti


[ haish!! Apa guna nya kakak membeli buku pengetahuan semesta alam ]


Hiro mulai berpikir dengan keras hingga tidak sadar bahwa dirinya di kepung oleh ribuan monster yang bingung dengan Hiro yang berbicara sendiri dari tadi


" ah perang antara manusia , dewa melawan iblis dan mahluk luar angkasa ya " ucap Hiro yang sudah tau akan arti perang semesta


[Iya dan kakak telah di amati ribuan monster sekarang]


Mendengar itu Hiro mengedarkan pandangan nya ke segala arah dia terkejut melihat ribuan monster yang mengepung nya tapi tidak menyerang sama sekali


" huh... kalian sedang lihat apa " ucap Hiro mulai menembak ribuan monster dengan sniper xavier zero nine nya


Bomm!!!


Roarrr!!!


[Membunuh ribuan monster....


Level up ....]


Seperti halnya tadi notifikasi dari irene terus mengema di kepala hiro


Bomm!!!


Bomm!!!


Bomm!!!


Ledakan terus mengema di dugeon dan notifikasi terus mengema di kepala hiro hingga tak bisa terhitung berapa banyak notifikasi yang Hiro dapat dari irene


" Hahaha!!!... ayo teruslah muncul aku siap menghadapi kalian hahaha!!!" Tawa Hiro terus menerus menembak monster yang berdatangan