The Legend System

The Legend System
mengembalikan harta rampasan dan balas dendam end



Hiro hanya melambaikan tangan lalu melanjutkan perjalanan nya pulang


di sisi Aurora


"apa kai akan marah besar jika tau anak² sudah tiada dan hanya tersisa chang'e yah?" ucap Aurora sedikit khawatir jika Hiro akan marah besar


"putri Aurora itu sudah pasti Hiro akan marah jika tau hal ini dan dia pasti akan membuat orang itu membalas dua kali lipat dari ini"jawab Mons Mons mendengar Aurora


"mungkin kau benar tapi jika sampai itu terjadi maka kekaisaran ini dan kekaisaran empat mata angin akan saling berperang dan rakyat akan menderita, ini semua salah ku jika aku tidak mengirimkan undangan pertunangan ku pada pangeran empat mata angin mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini" ucap Aurora merasa bersalah atas apa yang terjadi


"mama apa kakak kakak chang'e akan baik baik saja di sana ?" ucap change dengan mata yang menunjukkan dia ingin menangis


"iya chang'e kakak kakak chang'e akan baik baik saja kok " sahut Aurora mendengar apa yang di tanyakan chang'e


di sisi Hiro


"sial jika seperti ini maka tidak akan sampai"ucap Hiro mengaktifkan mata dimensi dan berteleport ke depan pintu gerbang panti asuhan


saat sampai di depan panti asuhan mama Alicia dan Irene terkejut karena telah sampai di tujuan mereka, mereka bertanya kepada Hiro lalu Hiro hanya menjawab dia menggunakan skill teleportasi agar cepat mama Alicia dan Irene mengangguk lalu mengikuti Hiro masuk ke dalam panti asuhan,saat di dalam panti asuhan Hiro berlari untuk mencari keberadaan Aurora mama Alicia dan Irene mengikuti Hiro dari belakang, saat di teras samping Hiro akhirnya menemukan Aurora sedang memangku chang'e sembari bernyanyi


"Aurora! chang'e! "panggil Hiro berlari menuju mereka berdua


chang'e dan Aurora mendengar suara yang memanggil nama mereka berbalik melihat ke arah asal suara yang memanggil nama mereka, saat berbalik mereka berdua melihat Hiro berlari ke arah mereka, chang'e turun dari pangkuan Aurora dan berlari ke arah Hiro mereka pun berpelukan guna melepaskan rindu Aurora bangkit lalu menyusul Hiro dan chang'e lalu ikut berpelukan


"papa.. kakak.." ucap chang'e menangis


"udah chang'e jangan nangis papa janji bakal balasin apa yang di lakuin orang udah bikin kakak kakak chang'e GK ada " ucap Hiro menyeka air mata chang'e


"chang'e? chang'e kenapa kok nangis?" tanya Irene ikut jongkok lalu memegang pipi Irene


"Aurora aku mau kenalin kamu ke mama aku " ucap Hiro memegang tangan Aurora


"mama kamu? dimana?"tanya Aurora tak sabar bertemu dengan mama Alicia


"aku di sini"ucap mama Alicia muncul dari balik pintu dan berjalan menuju Hiro dan Aurora


"Anda ibu dari kai?"tanya Aurora sopan


"itu benar Irene sudah menceritakan tentang mu "ucap mama Alicia memegang pipi Aurora


"benarkah?"tanya Aurora terkejut


"Iyah terimakasih yah sudah memilih Hiro menjadi pasangan mu jika Hiro macam macam bilang ke mama biar mama yang hukum " ucap mama Alicia meyakinkan Aurora


"dan sekarang waktunya membuat perhitungan kepada pangeran empat mata angin "ucap Hiro menghilang tanpa jejak


"ma kai" ucap Aurora khawatir


"tenang Aurora dia akan baik baik saja dia itu sudah semakin kuat sekarang kamu lebih baik tenangin anak kamu dulu" ucap mama Alicia menyakinkan Aurora yang khawatir pada Hiro


di sisi Hiro


Hiro berdiri di atas kerajaan empat angin dan menatap kosong di susul oleh Evo yang keluar dari tubuh Hiro mereka berdua saling bertatapan dan menganguk lalu kembali fokus pada kerajaan empat mata angin


" hey kau pangeran empat mata angin tunjukkan dirimu jangan menjadi pengecut yang hanya bersembunyi setelah membunuh anak anak ku"ucap Hiro mengunakan pengeras suara berbentuk kerucut yang terbuat dari elemen angin


beberapa saat setelah Hiro berbicara seperti itu pangeran empat mata angin keluar dan di dampingi oleh ayahnya kaisar empat mata angin kaisar dan pangeran empat mata angin menatap ke langit dan melihat Hiro dan Evo yang melayang di atas kerajaan mereka


"hahaha itulah akibat nya jika kau berani mengambil sesuatu dari ku hahaha" tawa pangeran empat mata angin


Hiro hanya menatap nya dan mengeluarkan busur rainbow , Evo terdiam saat melihat busur yang di keluarkan oleh tuan nya Evo tau busur apa yang di tangan Hiro dan saat ini hati Hiro sedang tidak baik baik saja maka Evo tau akan terjadi apa tapi dia hanya diam dan membiarkan Hiro melakukan hal itu karena Evo tau bagaimana perasaan Hiro jika kehilangan orang yang dia sayang


"terima lah ini karena kau telah melenyapkan bagian dari hidup ku " ucap Hiro melesat anak panah ke arah pangeran empat mata angin


pangeran empat mata angin melihat panah melesat ke arah nya tidak ambil diam dan mengeluarkan skill nya untuk menahan serangan dari Hiro agar dia dan ayahnya selamat


"skill perisai Angin beliung" Ucap pangeran empat mata angin mengeluarkan perisai Angin untuk menahan serangan Hiro


boomm!!


"uhk! sialan kau !!" ucap pangeran empat mata angin terkena ledakan dari sentuhan perisai Angin nya dan anak panah yang di lesatkan Hiro


"pukulan singa angin badai" ucap kaisar empat mata angin membantu anak nya untuk mengalahkan Hiro


"pukulan tangan kegelapan" ucap evo mengeluarkan skill nya


bommm!!


setelah ledakan tersebut Hiro dan Evo melesat ke arah kaisar empat mata angin dan anak nya untuk melakukan bertarungan di atas tanah , saat sampai di bawah Hiro melesat ke arah pangeran empat mata angin dengan kecepatan tinggi lalu menendang pangeran empat mata angin hingga menabrak dinding pertahanan kerajaan hingga berlubang


bommm!!


"uhk... sial!!!" ucap pangeran empat mata angin memuntahkan seteguk darah


"anakku!!!... sialan kau , mati saja kau!!"teriak kaisar empat mata angin hendak menyerang Hiro tapi di hadang oleh Evo


" mau kemana kau pak tua lawan mu adalah aku " ucap Evo lalu memukul kaisar empat mata angin menembus dinding pertahanan kerajaan lalu Evo menyusul nya


"hahaha ternyata kau kuat juga " tawa pangeran empat mata angin lalu menyerang Hiro mengunakan bola spiral angin


"uhk!.." ucap Hiro terkena bola spiral angin milik pangeran empat mata angin dan mundur kebelakang sedikit


"hehe sekarang mati lah" ucap pangeran empat mata angin melompat ke belakang dan mengaktifkan jebakan yang ia pasang untuk menjebak Hiro


sebuah lingkaran sihir berwarna hijau menyala terang di bawah kaki Hiro lalu beberapa saat dari atas Hiro muncul berbagai macam serangan Hiro tak bisa bergerak dan hanya diam di tempat hingga dia terkena serangan dari pangeran empat mata angin


bomm!!!


bomm!!


bomm!!


" hahahaha matilah kau sekarang Aurora akan menjadi milik ku dan tak akan ada yang bisa merebutnya dari ku hahaha"tawa pangeran empat mata angin seperti orang yang telah kehilangan akal sehat nya


"apa kau Buta aku masih berdiri tegak di sini " ucap Hiro dari asap debu yang tercipta dari serangan pangeran empat mata angin yang mengenai Hiro


"t-tidak mungkin" ucap pangeran empat mata angin terkejut melihat Hiro masih berdiri tegak


Hiro melesat ke arah pangeran empat mata angin lalu menebas kan katana nya


Trank!!!


"kau tidak akan bisa membunuhku " ucap pangeran empat mata angin yang di tanggapi tatapan kosong dari Hiro


".... pusaran angin penghancur bintang"ucap pangeran empat mata angin memukul Hiro dengan skill nya hingga membuat Hiro terpental ke atas


"Ahk!...sial tulang ku " ucap Hiro menahan rasa sakit


"hahaha cincin angin belengu tubuh " ucap pangeran empat mata angin menahan tubuh Hiro di udara dengan skill nya


"sekarang rasakan sesuatu yang tidak akan bisa kau lupakan di kematian mu " ucap pangeran empat mata angin menyeringai kepada Hiro


"...naga angin pembelah lautan,badai angin penghancur bumi,tinju angin seribu dewa"ucap pangeran empat mata angin mengeluarkan tiga skill pamungkas nya


"ahk!!!!" teriak Hiro kesakitan saat terkena tiga serangan dari pangeran empat mata angin


"hahahaha matilah matilah!!!" tawa pangeran empat mata angin melihat Hiro terkena skill nya dan berteriak kesakitan


"apa yang kau tertawakan dasar lemah" ucap Hiro melihat pangeran empat mata angin


"apa !!! kenapa kau... tidak mungkin tadi aku benar-benar melihat kau hancur terkena skill ku " ucap pangeran empat mata angin yang ternyata terkena ilusi dari Hiro


"dasar bodoh kau hanya masuk dalam dunia ilusi ku " ucap Hiro tersenyum


"t-tidak mungkin" ucap pangeran empat mata angin masih tidak percaya


"hah sekarang aku akan mengakhiri dirimu dengan kekaisaran ini , Evo habisi semua orang di kerajaan ini jika kau sudah selesai" ucap Hiro masih dengan tatapan kosong


setelah Hiro mengatakan hal Itu Hiro mulai mendekati pangeran empat mata angin


"m-mau apa kau j-jangan mendekat" ucap pangeran empat mata angin mulai ketakutan


"hehem , kau ingin tau aku akan melakukan apa? tentu saja membalas kan dendam anak anak ku yang telah kau bunuh " ucap Hiro mencekik leher pangeran empat mata angin


"l-lepaskan a-aku a-atau l-leluhurku a-akan menghabisi mu " ucap pangeran empat mata angin tergagap - gagap


" untuk apa aku takut bahkan dengan dewa pun aku tidak takut " senyum Hiro lalu melancarkan aksi nya


Hiro mengeratkan cekikikan nya hingga membuat pangeran empat mata angin tak berdaya di hadapan nya Hiro pindah memegang wajah nya dan meremas hingga kepala pangeran empat mata angin hancur lalu mati , Hiro melempar kan tubuh pangeran empat mata angin ke depan kaisar empat mata angin


"a-anak ku, k-kau tak akan aku maaf kan "ucap kaisar empat mata angin memanggil leluhur nya


sesaat kemudian leluhur kekaisaran empat mata angin keluar dengan badai angin yang mengawalnya , di saat leluhur kekaisaran empat mata angin melihat keadaan kaisar dan anak nya sudah tak bernafas dia mulai marah di tambah lagi Evo keluar dengan membawa kepala orang orang yang ada di istana


"apa kau yang melakukan ini semua ?" tanya leluhur kekaisaran empat mata angin mengeluarkan aura nya yang berada di tahap bumi


" ya aku yang melakukan nya " ucap Hiro santai dan tak tertekan oleh aura leluhur kekaisaran empat mata angin


"hm bocah ini tidak tertekan oleh aura ku apa dia lebih kuat dari ku tapi jika di lihat dia hanya ada di level 1000 " ucap leluhur kekaisaran empat mata angin di dalam hati


" hey kakek tua aku tak punya urusan lagi di sini urusan ku sudah selesai aku akan meninggalkan tempat ini " ucap Hiro hendak pergi


" sangat tidak sopan mati saja kau" ucap leluhur melesatkan skill nya ke arah Hiro dan Evo


Hiro mengeluarkan Xavier zero nine lalu mengubah bentuk Xavier zero nine ke bentuk pistol lalu menembak skill milik leluhur kekaisaran empat mata angin


" berisik kau kakek tua " ucap Hiro melesatkan tembakan yang menembus skill leluhur kekaisaran empat mata angin hingga hancur dan mengenai dada leluhur kekaisaran empat mata angin


bommm!!!!


"argh!!!!" teriak leluhur kekaisaran empat mata angin untuk terakhir kalinya karena terkena tembakan 10 persen dari Xavier zero nine


Hiro tak menghiraukan teriakan itu lalu kembali ke panti asuhan