The Legend System

The Legend System
Dugeon 2



Dugeon 2


"Rasakan skill milik layla 'time the time' " ucap biro menembak an laser yang sangat panjang


Hiro mulai berputar putar seperti kincir angin sambil menembakkan laser ke seluruh penjuru Dugeon


Bomm!!!


Ledakan yang sangat besar membuat Dugeon bergetar seperti terkena gempa bumi hal itu membuat senyum kecut tercipta di bibir Hiro


" uhk!!.... kepala ku pusing " ucap Hiro memegang kepala nya


[ siapa suruh kakak berputar putar]


" tidak ada , oh ya irene non aktifkan notifikasi nya ok " ucap Hiro masih berputar putar


[ baik lah ]


Roarrr!!!


Raungan para monster yang berdatangan membuat Hiro semakin bersemangat untuk melakukan leveling terus menerus tanpa henti


" sekarang saat nya tebas menebas " ucap Hiro berhenti berputar lalu merubah xavier zero one menjadi pedang lalu menebaskan ke monster


"... shadow steps , thunder slash " ucap Hiro berlari dengan kecepatan kilat dan menebas dengan membabi buta tetapi dengan kecepatan tinggi


Di suatu tempat


"Hm manusia ini menarik tapi dia sangat lemah untuk melawan ku hahaha!!!" Ucap seseorang yang mengenakan armor seperti robot


" cih jangan remehkan dia , saat kau berhadapan dengan nya kau akan tau apa dia kuat atau tidak" ucap seorang wanita yang sangat cantik yang di rantai seperti seorang tahanan


" hahahahaha!!!... Apa kau jatuh cinta pada nya , jika benar maka kau akan melihat orang yang kau cintai mati di tangan ku hahahahaha!!!...." Tawa orang tersebut


" Hiro kai takdir alam semesta ada di tangan mu " ucap wanita yang tidak lain adalah dewi agung


Di sisi Hiro


" hachu!!! Seperti nya ada yang membicarakan ku " ucap Hiro bersin dalam acara leveling nya


Hari demi hari kini sudah dua tahun Hiro menghabiskan waktu nya untuk melakukan leveling di dalam Dugeon yang dia masuki


" hah!!...hah!!.. demon lord itu sangat kuat aku hampir saja terbebas oleh kapak nya " ucap Hiro memegang tangan nya yang terluka tapi terus beregenerasi kembali


Roarrr!!!


Raung demon lord itu menebaskan kapak nya ke Hiro, Hiro hanya menghindar dari ayunan kapak milik demon lord di depannya


" hah!!! Seperti nya aku harus mengunakan cara yang sedikit berlebihan " ucap Hiro mulai mengatur kekuatan daya serang sniper xavier zero one menjadi lima puluh persen


[ memegang itu hal terbaik untuk saat ini ]


Hiro mulai membidik dada dari demon lord di depannya dengan skop dari sniper xavier zero one


Bang !!


Syutt!!


Bomm!!!


Ledakan yang amat besar terjadi saat peluru dari sniper xavier zero one menghantam dada dari demon lord itu


" Hm aku harus beristirahat dulu tadi itu sangat melelahkan " ucap Hiro duduk dan menikmati hujan darah dari dem,on lord yang dia bunuh tadi


"... irene berikan aku satu minuman dan dua burger " ucap Hiro


[ satu minuman dan dua burger siap silahkan di nikmati]


Tiba tiba di depan Hiro muncul sebuah kotak kardus berukuran kecil


" terima kasih" ucap Hiro membuka kotak kardus di depan nya dan menikmati minuman soda


" tuan bolehkah aku keluar dari dunia jiwa anda ?" tanya evo dari dalam dunia jiwa Hiro


" keluar saja evo " ucap Hiro sambil mengunyah burger


Sesosok laki laki muda ber umur sekitar delapan belas tahun keluar dari tubuh Hiro , pemuda yang tidak lain adalah evo yang keluar dari dunia jiwa Hiro


" tuan izin kan saya untuk ikut Bertarung bersama anda "ucap evo bertekuk lutut di hadapan Hiro


" baik lah aku juga penasaran dengan kemampuan mu pasti hebat " ucap Hiro


"Terima kasih tuan " ucap evo berjalan sedikit menjauhi Hiro


Seketika satu demon lord terbang ke arah evo dengan kecepatan tinggi


" death zone " ucap evo menciptakan sebuah garis panjang di depan nya


Saat demon lord melewati garis yang evo ciptakan demon lord tersebut mati dan tingal tulang saja


Hiro yang melihat itu terkejut lalu berteleport ke samping evo


" bagus juga skill mu dan sangat berguna " ucap Hiro memegang bahu evo


" terima kasih atas pujiannya tuan " ucap evo


" tapi kau tidak boleh mengunakan skill ini terlalu sering kau boleh mengunakan skill ini saat terdesak saja atau saat kau dalam bahaya " ucap Hiro memperingati evo


"Baik tuan saya akan mematuhi apa yang anda ucap kan " ucap evo menagkupkan tangan nya di depan dada


" sekarang saat nya melihat puluhan tulang " ucap Hiro menciptakan sebuah garis panjang di depan nya seperti milik evo tapi sedikit lebih panjang


" .... tarik " sambung Hiro merentangkan tangan nya


Puluhan demon lord melayang ke arah hiro dan evo yang masih tidak percaya bahwa Hiro bisa mengunakan skill milik nya dengan hebat bahkan melebihi nya , semua demon lord yang melewati garis yang di ciptakan Hiro berubah menjadi tulang yang amat banyak


" T-tuan anda ..." belum selesai bicara ucapan evo di potong oleh Hiro


" aku bisa meniru skill mu karena aku memiliki mata dimensi " ucap Hiro memotong ucapan evo


Evo hanya bisa kagum dengan sosok yang ada di samping nya , dimata evo sekarang Hiro adalah orang yang sangat kuat dan pemberani evo berpikir seperti itu karena sudah melihat Hiro bertarung dengan ribuan monster, demon lord walaupun sering terluka tapi tetap berani itu lah yang membuat evo kagum dengan Hiro


" Hm kenapa kau menatap ku seperti itu" ucap Hiro menyadarkan evo dari lamunan nya


" tidak tuan hanya saja saya kagum dengan anda , sudah lama tidak ada orang yang pemberani seperti anda hanya dewa perang lah yang berani memasuki Dugeon ini selain anda " ucap evo tersadar dari lamunan nya


" hahaha!!! Kau ini , semua orang itu pemberani hanya saja mereka memiliki keraguan yang besar itu lah yang membuat mereka tidak berani memasuki Dugeon ini " ucap Hiro memegang bahu evo


Evo yang mendengar kata kata Hiro menjadi semakin kagum dengan Hiro yang tidak hanya kuat tapi juga rendah hati dan tidak sombong


" ini makan lah " ucap Hiro memberikan burger kepada evo


" apa ini tuan ?" Tanya evo menerima burger yang di berikan oleh Hiro


" itu nama nya burger , makan lah siapa tau kau suka " ucap Hiro


Evo mengigit burger itu dan mengunyah nya , saat evo menelan nya raut wajah evo memunculkan senyuman evo pun memakan habis burger pemberian Hiro


" bagaimana enak apa tidak enak ?" Tanya Hiro


" enak tuan " ucap evo mengangukan kepala nya


" jika ingin lagi tingal bilang ke aku , aku masih ada banyak " ucap Hiro memberikan minuman soda ke evo


Evo meminum minuman soda yang di berikan oleh Hiro dengan santai


Mereka berdua mengobrol dengan senyum menghiasi wajah tampan mereka yang mampu membuat dewi kecantikan jatuh dalam pelukan mereka


" evo apa delapan teman mu ada alam tengah ?" tanya Hiro sembari menghembuskan asap rokok


" tidak tuan hanya ada dua di alam tengah , satu aku dan yang kedua si rubah sialan " ucap evo dengan wajah yang terlihat sedikit geram saat menyebutkan rubah sialan


" rubah sialan?" Tanya Hiro kebingungan


" ya tuan dia sering sekali menjahiliku saat kami datang ke alam tengah juga menggoda ku itu membuat ku risih jika di dekat nya tapi kalo jauh dari nya terasa rindu sih " ucap evo dengan wajah sedikit memerah


" hahaha!! Seperti nya sahabat kecil ya " ucap Hiro tertawa


" iya tuan dia dan aku memang sahabat kecil " ucap evo menatap langit Dugeon dengan tatapan seperti ingin menangis


" hey jangan sedih jika kau mau kita bisa mencari nya setelah keluar Dugeon ini kan " ucap Hiro menenangkan evo yang ingin menangis


" terima kasih tuan " ucap evo tersenyum ke arah Hiro


" saat aku melihat mu tersenyum aku teringat seseorang yang polos dan manis tapi sayangnya dia telah pergi meninggalkan ku " ucap Hiro mulai meneteskan air mata nya


" .... dia lah orang yang bisa membuat ku tersenyum terus menerus selain night eye " sambung Hiro menundukkan kepalanya


" apakah orang itu perempuan tuan ?" Tanya evo memastikan


" ya dia juga salah satu sahabat kecil ku selain night eye , meskipun tidak pernah melihat nya lagi aku masih ingat wajah nya saat tersenyum "ucap Hiro menghapus air mata nya


" maaf tuan karena saya anda teringat akan masa lalu tuan " ucap evo menundukkan kepalanya


" tidak apa yang sudah berlalu biarlah berlalu dan kita hanya perlu mengenang nya di hati " ucap Hiro tersenyum